
Setelah makan, Kenzo mengantar Biru kembali ke apartemennya. Biru masuk ke dalam apartemennya. Dia duduk di atas tempat tidur lalu dia melihat fotonya sendiri yang tengah bersama Dylan. Dia merasa kecewa. Dia lalu mengeluarkan ponselnya, namun dia tidak melihat pesan apapun dari Dylan.
Dia menjadi khawatir tentang kondisi Dylan.
'Apakah Dylan baik-baik saja?' pikir Biru.
Dia pun mengirimkan pesan kepada Dylan. Setelah melihat tidak ada pesan balasan, dia lalu berjalan masuk ke kamar mandi dan mulai mandi. Setelah mandi, dia berbaring dan secepatnya dia pun tertidur karena dia begitu kelelahan.
...----------------...
Hari berikutnya saat Biru terbangun, dia melihat sebuah pesan dari Dylan yang meminta maaf karena tidak bisa menghadiri acara wisuda Biru.
Biru lalu menelpon nomor Dylan. Setelah beberapa saat, ada seseorang yang menjawabnya dan itu adalah seorang wanita. Biru melihat ke arah ponselnya. Dia berpikir apakah dia sudah menelpon nomor yang salah. Tapi saat dia melihat ponselnya lagi, itu memang nomor Dylan.
Tiba-tiba sebuah ketakutan hadir di dalam hati Biru.
'Apakah Dylan bersama wanita lain sekarang?'
Biru terus menatap ponselnya.
Sementara itu di negara X...
__ADS_1
Dylan tampak keluar dari dalam kamar mandi. Dia melihat Zoya tengah memegang ponselnya. Wajahnya menjadi murka.
"Apa yang kau lakukan? Siapa yang memintamu untuk memegang ponselku." Teriak Dylan.
Dylan langsung mengambil ponselnya dari Zoya. Dia melihat ke arah Zoya yang membuka ponselnya.
"Apakah seseorang menelpon?" Tanya Dylan.
Zoya menggelengkan kepalanya. Dia bersyukur karena dia sudah menghapus panggilan itu.
Dylan melihat ke arah Zoya dan bertanya, "apa yang kau lakukan di sini,?"
Dylan berjalan ke arah jendela. Dia lalu membuka daftar panggilan, tapi tidak ada panggilan dari Biru.
Dylan memijat keningnya sendiri. Tiba-tiba Zoya memeluk Dylan dari belakang.
"Dylan aku merindukanmu. Kau tidak pernah datang untuk mengunjungiku." Ucap Zoya.
Dylan melepaskan pelukan Zoya. Dia berkata dengan suara yang dingin.
"Zoya, kembalilah ke kota asalmu. Aku masih memiliki banyak pekerjaan yang aku lakukan. Jangan ganggu aku."
__ADS_1
Dylan begitu pusing memikirkan pekerjaan dan bagaimana untuk membuat Biru tidak marah lagi padanya kali ini. Zoya masih tidak mau keluar. Dylan lalu memanggil asistennya dan asistennya datang lalu membawa Zoya keluar. Zoya pun pergi, tapi dia penasaran tentang wanita yang baru saja menelepon Dylan.
'Siapa dia?' tanya Zoya dalam hati.
Dia hanya melihat nama panggilannya 'My Princess'. Tapi gambar yang muncul di nama 'My Princess' itu membuat Zoya merasa bahwa dia pernah melihat wanita itu sebelumnya.
Setelah Zoya pergi, Dylan menelpon Biru . Namun Biru tidak menjawab panggilan darinya. Sebenarnya Biru melihat ke arah ponselnya di saat yang bersamaan. Tapi dia tidak mau menjawab panggilan Dylan karena dia masih bingung. Setelah beberapa panggilan akhirnya Biru menjawab.
"Mmmm...." Ucap Biru.
"Biru Bagaimana kabarmu sayang? Aku minta maaf karena aku tidak bisa menghadiri acara wisudamu. Ada masalah dalam pekerjaanku dan aku harus menyelesaikannya. Tapi aku akan kembali setelah masalah ini berakhir." Ucap Dylan.
Biru tetap terdiam. Dia tahu bahwa Dylan sibuk hari itu. Tapi hari itubadalah hari besarnya dan Dylan berjanji untuk datang, tapi kenyataannya dia tidak datang dan tentu saja Biru merasa kecewa.
"Princess, apakah kau marah?" Tanya Dylan.
Biru mencoba untuk menahan air matanya agar tidak terjatuh.
"Apa kau masih ingin mengatakan sesuatu? Jika tidak, aku akan menutup teleponnya karena aku ingin tidur. Aku lelah." Ucap Biru.
Saat Dylan mendengar hal itu, dia pun tahu bahwa Biru marah kepadanya. Dia hanya bisa mengatakan selamat malam kepada Biru dan menutup sambungan telepon itu.
__ADS_1
Bersambung....