Takdir Cinta Biru

Takdir Cinta Biru
Rencana Liburan


__ADS_3

Tiba di apartemen Biru, Dylan duduk di sofa dan menonton televisi. Dia memeluk pinggang Biru dan membuat Biru bersandar di dadanya. Ponselnya berdering dan itu dari Morgan. Dia meminta Dylan untuk pergi ke klub.


Setelah menutup sambungan telepon, Dylan bertanya kepada Biru.


"Apakah kau mau pergi bersamaku pergi ke klub?"


Biru mengangguk, kemudian Dylan mengatakan kepada Biru untuk mengganti pakaiannya. Tapi dia hanya mengizinkan Biru mengenakan jeans ketat dan kaos warna putih. Dia lalu menaruh jaket di tubuh Biru kemudian dia membawa Biru pergi ke klub bersama dengannya.


Dia tidak pernah mengizinkan Biru pergi ke klub dengan orang lain. Dia lebih memilih dirinya sendiri untuk membawa Biru pergi ke klub karena jika Biru ada di sisinya dia bisa melindungi Biru


Pernah, suatu hari saat Dylan mengetahui Biru ingin bekerja paruh waktu di sebuah klub, dia merasa sangat marah. Dia tidak mau Biru terluka oleh orang lain di klub itu.


Saat Biru dan Dylan tiba di klub, mereka melihat Morgan dan Louis tengah menyiapkan meja. Mereka terbiasa bermain kartu di sana.


"Ayo kemari dan duduklah. Permainan kita akan dimulai kalian berdua begitu terlambat." Ucap Louis menunjuk ke arah mereka berdua.

__ADS_1


Sebenarnya Biru tidak bisa bermain kartu. Tapi mereka mengajarinya dan sekarang dia menjadi salah seorang teman bermain mereka bahkan walaupun Biru masih belum terlalu mahir bermain kartu. Namun mereka hanya bermain untuk bersenang-senang.


"Jadi bagaimana rencana liburan kita kali ini setelah ujian berakhir? Bagaimana dengan villa mu Dylan?" Tanya Morgan saat membagi kartu.


Louis mengangguk.


"Aku setuju. Bagaimana menurutmu?"


Dylan mengambil kartu dari meja. Dia melihat ke arah mereka bertiga.


"Tidak masalah dan bagaimana denganmu Princess?" Tanya Dylan melihat ke arah Biru.


"Aku aku akan memikirkan itu lebih dulu. Kau tahu aku punya pekerjaan." Ucap Biru.


"Oh, ayolah Biru. Ini liburan, beristirahatlah. Kita hanya pergi ke sana sebentar saja." Ucap Morgan.

__ADS_1


Mereka semua melihat ke arah Biru. Mereka adalah sahabat baik Biru. Tapi Biru punya pekerjaan terutama di hari libur, di mana dia bisa mendapat pekerjaan pada waktu lebih banyak. Di samping itu dia belum terlalu mengenal ketiga pria itu terlalu lama. Jadi dia berpikir bagaimana dia bisa pergi liburan dengan mereka.


Biru benar-benar ingin menolak. Tapi setelah melihat wajah pertemanan mereka, dia pun mengatakan bahwa dia akan memikirkannya lebih dulu dan dia juga harus bicara dengan manajernya lebih dulu.


"Ayolah Biru. Liburan ini juga hanya memakan waktu 3 hari dan 2 malam." Ucap Morgan mencoba membujuk Biru.


"Kau selalu bekerja keras. Setidaknya berikan reward untuk tubuhmu itu agar bisa beristirahat." Ucap Louis menambahkan.


Sementara Dylan hanya menatap Biru dengan penuh harap. Dia sangat ingin agar Biru bisa ikut liburan bersama mereka.


Selama ini Biru memang bekerja sepanjang waktu. Jadi dia berpikir kali ini mungkin dia harus memberikan dirinya sendiri sedikit penghargaan dengan liburan itu. Melihat wajah teman-temannya, Biru pun menghela nafas.


"Baiklah, aku akan bicara dengan manajerku." Ucap Biru.


"Itu hebat." Ucap Louis dan tersenyum bahagia.

__ADS_1


Mereka semua mulai bermain kartu sampai hampir tengah malam dan setelah itu Dylan kembali mengantar Biru ke apartemennya kemudian pergi.


Bersambung...


__ADS_2