Takdir Cinta Biru

Takdir Cinta Biru
Wisuda


__ADS_3

Saat Biru berjalan keluar dari dalam cafe setelah bekerja, dia melihat mobil sporty milik Dylan dan Dylan sudah berdiri di sisi mobilnya dengan tangan berada di dalam satu celananya. Dylan memang terlihat sangat atraktif.


Biru berjalan mendekat ke arah Dylan.


Dylan lalu membuka pintu mobil untuk Biru dan kemudian dia berjalan ke sisi lain pintu mobil dan mengendarai mobilnya pergi dari tempat kerja Biru.


Dylan mengambil sesuatu dari belakang jok mobilnya dan memberikannya kepada Biru.


Biru membuka kantong kecil itu dan melihat bubble tea, minuman favoritnya. Dia pun tersenyum. Dylan melihat ke arah Biru dan juga tersenyum. Biru terlihat menggemaskan.


Biru melihat ke arah Dylan dan berkata, "apa kau mencoba untuk menyogok ku dengan ini?"


"Apa kau tidak menginginkannya? Kalau begitu kembalikan kepadaku." Ucap Dylan.


Biru langsung mengambil sedotan dari minuman itu dan menaruhnya di mulutnya. Dylan pun tertawa dan dengan satu tangannya dia mengusap rambut Biru.


Dia berkata, "Biru aku minta maaf."


Biru menganggukkan kepalanya. Dylan melihat ke arah Biru. Baginya Biru memang gadis yang sederhana.

__ADS_1


Biasanya untuk membuat kekasih mereka senang, seorang pria harus memberikan berlian atau perhiasan ataupun pakaian branded. Tapi Biru hanya perlu satu bubble tea atau makanan favoritnya saja.


Dylan menggelengkan kepalanya. Dia pun berpikir, 'apakah dia itu bodoh?'


Dylan tidak pernah menemukan seorang wanita seperti Biru. Biasanya para wanita yang dia temui, semuanya sangat materialistik, tapi Biru tidak. Bukan karena Biru wanita yang tidak berkelas. Tapi dia wanita yang sederhana, baik dan pemaaf. Itu juga salah satu alasan yang membuat Dylan jatuh cinta kepada Biru.


Dalam sekejap mata Biru dan teman-temannya akan segera di wisuda. Dylan dan teman-temannya juga Kenzo menyelesaikan perkuliahan mereka lebih cepat, lalu disusul Biru dan Sarah. Karena kepintaran kepala mereka, Dylan dan teman-temannya hanya membutuhkan waktu 3 tahun untuk menyelesaikan studi mereka. Sementara Biru dan Sarah harus mengambil waktu 4 tahun.


Besok adalah hari besar bagi Biru.


Biru tidak memiliki keluarga, jadi dia sangat berharap bahwa Dylan akan datang ke acara wisudanya. Tapi Dylan benar-benar sibuk sepanjang waktu. Setelah dia lulus kuliah, Dylan membangun perusahaannya sendiri dan dia juga harus menghandle perusahaan Papanya.


Sekarang Biru sudah bersiap-siap di depan cermin. Sarah mengiriminya pesan dan berkata bahwa dia sudah menunggu Biru di bawah apartemennya. Biru dengan cepat berjalan keluar dari apartemennya.


Saat dia tiba di lantai bawah, dia melihat Kenzo juga ada disana bersama Sarah. Dia tidak terkejut, karena Kenzo dan Sarah sudah berkencan selama setengah tahun dan Biru merasa bahagia dengan hubungan mereka.


Biru masuk ke dalam mobil Kenzo dan mobil itu pun langsung meluncur ke arah kampus.


Setelah beberapa saat mereka semua duduk di aula di mana acara wisuda dilakukan. Biru melihat sekeliling tapi dia tidak melihat Dylan. Tidak lama setelah itu, acara wisuda pun dimulai.

__ADS_1


Satu persatu mahasiswa dipanggil ke depan. Biru merupakan salah satu siswa terbaik.


Setelah acara wisuda selesai, semua mahasiswa sibuk mengambil gambar dengan teman-teman yang lain. Biru juga mengambil gambar dengan Sarah dan juga Kenzo juga dengan orang tua Sarah.


Biru sudah akrab dengan keluarga Sarah. Mereka memperlakukan Biru seperti keluarga mereka sendiri.


Biru kembali melihat ke sekeliling tapi dia masih belum melihat Dylan. Biru menghela nafas dan merasa begitu kecewa.


Sarah yang melihat mata Biru tampak sedih, menarik Biru dan mengambil gambar dengan teman-teman lainnya. Kenzo memberikan bunga kepada Sarah dan juga Biru. Setelah itu dia mengambil gambar Sarah dan Biru yang memegang bunga dan dia juga mengambil gambar dengan mereka.


Louis juga ada di sana. Dia dan Emily juga menjadi pasangan. Biru tidak tahu sejak kapan mereka berkencan. Louis dan Emily juga mengambil gambar bersama Biru, Sarah dan juga Kenzo.


Louis tahu Biru sedih dan kecewa kepada Dylan. Dia bisa melihat itu dalam mata Biru. Dia sendiri juga kecewa dengan Dylan.


Akhir-akhir ini Dylan menjadi seorang yang gila kerja. Dia bahkan tidak punya waktu untuk teman-temannya, Loui dan Morgan.


Morgan sendiri mengirimkan pesan selamat kepada Biru. Dia meminta maaf karena dia tidak bisa datang karena dia tidak ada di kota saat itu.


Beberapa mahasiswa dari fakultas lain meminta nomor ponsel Biru. Biru pun bertukar nomor dengan mereka. Setelah itu Kenzo membawa Biru dan Sarah keluar untuk merayakan kelulusan mereka. Orang tua Sara juga sudah kembali ke rumah. Biru awalnya tidak mau pergi bersama mereka karena dia takut dia akan menjadi pengganggu bagi mereka berdua. Tapi Sarah memaksa agar Biru bisa ikut.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2