
Alexa dengan sengaja mengatakan bahwa dia menghabiskan malam dengan Dylan hari itu kepada Biru karena dia ingin membuat Biru cemburu dan juga ingin memperingatkan Biru bahwa Dylan bukan milik Biru lagi.
Saat Biru berjalan menjauh, Alexa mengepalkan tangannya. Dia mencoba untuk menyembunyikan air matanya.
Malam itu sebenarnya saat Alexa melihat Dylan mabuk di dalam bar, dia berjalan mendekat ke arah Dylan dan mencoba untuk menggoda Dylan. Tapi dia ditolak oleh Dylan dan hatinya merasa terluka saat dia ditolak oleh Dylan.
Di saat yang bersamaan Dylan berada di dalam kelasnya bersama dengan Morgan dan Louis. Akhir-akhir ini mereka jarang pergi bersama karena mereka semua memiliki bisnis mereka sendiri dan sekarang saat mereka memiliki waktu, Morgan mengundang mereka untuk makan malam bersama di restoran favorit mereka.
Malam harinya mereka berkumpul di restoran.
Morgan bertanya kepada Dylan tentang Biru, mereka juga jarang melihat Biru akhir-akhir ini.
"Hei apakah kau sudah melihat Biru? Di mana dia?" Tanya Morgan kepada mereka berdua.
Louis hanya menggelengkan kepalanya. Morgan lalu melihat ke arah Dylan. Namun Dylan tidak menjawabnya. Morgan merasa sedikit aneh dengan sikap Dylan. Dia lantas bertanya kepada dirinya sendiri.
__ADS_1
'Apa mereka tengah bertengkar?' tanya Morgan dalam hati.
"Iya, kami jarang sekali melihat dia akhir-akhir ini." Ucap Louis.
"Terakhir kali aku meneleponnya untuk mengajaknya keluar. Tapi dia mengatakan bahwa dia sedang sibuk." Ucap Morgan lagi kepada Louis dengan matanya yang melihat ke arah Dylan kemudian dia melanjutkan ucapannya lagi. "Biarkan aku menelponnya."
Morgan kemudian mengeluarkan ponselnya dan menelpon nomor Biru.
Setelah beberapa saat, Biru menjawab panggilan itu. Dia pun menekan tombol speaker di ponselnya.
"Morgan, aku minta maaf. Aku tidak bisa. Aku masih bekerja, lain kali saja. Baiklah, aku harus pergi, oke. Bye." Ucap Biru langsung menutup sambungan telepon.
Morgan hanya menghela nafas. Louis tampak mengangkat pundaknya, sementara Dylan hanya diam seraya terus menikmati minumannya.
Saat itu Biru berada di tempatnya bekerja dan manajer baru saja mengatakan kepadanya dan rekan kerjanya bahwa akhir pekan ini mereka memiliki kegiatan. Jadi mereka diminta untuk mempersiapkan diri mereka dengan baik dan mereka juga diminta untuk bekerja doble shift.
__ADS_1
Biru, Lia dan Nino merasa bahagia karena manajer menjanjikan mereka bonus yang besar.
Setelah menutup telepon tadi, Biru mulai bekerja lagi sampai cafe di ditutup. Dia lalu pulang ke rumah setelah mengucapkan selamat tinggal kepada Lia dan Nino.
Biru tidak tahu bahwa saat dia sampai di apartemennya Dylan juga ada disana.
Setelah makan malam bersama Louis dan Morgan, Dylan mengendarai mobilnya pergi ke tempat Biru. Dia ingin bertemu dengan Biru. Jadi dia duduk di dalam mobilnya menunggu kedatangan Biru.
'Cuaca sedang sedikit dingin. Bagaimana dengan Biru? Apakah dia tidak kedinginan? Apakah dia memakai pakaian tebal? Dia akan sakit jika dia mengenakan pakaian yang terlalu tipis di cuaca yang seperti ini.'
Itulah yang ada di dalam pikiran Dylan. Dia terus memikirkan tentang Biru.
Saat dia memikirkan semua itu, dia pun melihat Biru berjalan masuk ke dalam gedung apartemennya. Dia melihat kearah Biru yang tampak mengenakan jaket berwarna merah dan Biru terlihat sangat cantik. Dylan melihat Biru tersenyum saat dia bertemu dengan penjaga apartemennya sebelum dia berjalan masuk.
Setelah beberapa saat, Dylan pun menghidupkan mobilnya dan pergi dari apartemen Biru.
__ADS_1
Bersambung...