
Saat Dylan tiba, dari dalam mobil dia melihat Biru tengah duduk di sebuah bangku yang ada di samping pohon. Dia pun keluar dari dalam mobil dan berlari ke arah Biru. Dia dengan cepat mengeluarkan jaketnya dan menaruhnya di tubuh Biru.
"Kau sangat bodoh. Cuacanya sedikit dingin. Bagaimana kau bisa menggunakan pakaian seperti ini?" Ucap Dylan. "Tidak heran suaramu terdengar seperti itu." Lanjutnya.
Dia mengusap tangan Biru dan memeluk Biru kemudian membawanya menuju mobilnya.
"Apa kau yakin kau baik-baik saja? Wajahmu tampak pucat." Ucap Dylan.
"Aku baik-baik saja." Balas Biru tersenyum kepada Dylan.
Biru merasa tersentuh dengan tindakan Dylan. Dia melihat ke arah Dylan kemudian mendekatkan wajahnya ke arah Dylan dan memberikan ciuman di pipi Dylan.
"Terima kasih Dylan." Ucap Biru.
Dylan mengusap rambut Biru dengan lembut.
"Wanita bodoh." Ucap Dylan.
Kemudian Dylan mengendarai mobilnya. Dylan membawa Biru pergi ke sebuah restoran. Mereka makan malam di sana sebelum kembali ke apartemen Dylan. Mereka tidak tahu di saat yang bersamaan, Zoya dan Alisa melihat semuanya.
Zoya mengepalkan tangannya. Dia melihat ke arah mereka dengan penuh rasa cemburu dan kemarahan. Zoya berpikir bahwa dia harus melakukan sesuatu. Alisa yang duduk di dalam mobil di samping Zoya juga merasa marah.
Zoya membenci Biru lebih dari apapun. Dylan tidak pernah memperlakukan dirinya seperti itu. Dia melihat bagaimana Dylan menatap Biru dengan penuh cinta. Dylan memperlakukan Biru seolah Biru itu harta karun nya.
Dia mengikuti mereka menuju restoran. Setelah melihat mereka berjalan keluar dari restoran, dia pun pergi.
Saat Dylan dan Biru sampai di apartemen, Dylan menaruh tangannya di pinggang Biru. Dia memeluk Biru dengan erat. Mereka berdua berjalan naik ke lantai atas.
__ADS_1
Saat Dylan berjalan keluar dari ruang kerjanya, dia melihat Biru tengah mengobrol dengan seseorang di ponselnya. Dia mendekat ke arah Biru dan memeluk Biru dari belakang. Dia mulai mencium leher Biru.
"Sayang, aroma tubuhmu sangat enak." Ucap Dylan dengan tangannya masuk ke dalam pakaian Biru.
"Dylan..." Ucap Biru.
Sentuhan Dylan membuat Biru memanas. Dia mencoba untuk melepaskan tangan Dylan dari tubuhnya. Tapi Dylan tersenyum dan dia dengan sengaja menggoda Biru.
Biru tengah mengobrol dengan Sarah yang mengatakan kepada Biru bahwa kalung milik Biru masih ada di tempatnya. Sarah lupa mengembalikannya kepada Biru. Sekarang dia tengah melakukan perjalanan bisnis dengan rekannya. Dia akan memberikan kalung itu kembali kepada Biru setelah dia kembali dari perjalanan bisnisnya itu.
"Apakah Dylan ada di sampingmu?" Tanya Sarah.
'Dia pasti mendengar sesuatu.' ucap Biru dalam hati.
Wajah Biru tampak merona.
"Hmmm.." balas Biru kepada Sarah.
"Kau..." Ucap Biru cemberut.
Dylan tertawa. Dia lalu memeluk Biru dan menundukkan kepalanya untuk mencium bibir Biru. Ciuman mereka bertahan sedikit lama. Setelah Dylan merasa mereka hampir kehabisan nafas, dia pun melepaskan Biru.
Dia memberikan Biru waktu untuk mengambil nafas dan mulai mencium Biru lagi. Dylan menggendong Biru ke tempat tidur dan perlahan menaruh Biru di atas tempat tidur tanpa melepaskan ciuman mereka.
Dia melepaskan Biru dan melihat ke arah mata Biru. Dia mengusap rambut Biru.
"Aku mencintaimu Biru." Ucap Dylan.
__ADS_1
"Aku juga mencintaimu Dylan." Balas Biru.
Biru menarik kepala Dylan turun dan menciumnya. Dylan tersenyum dan membalas ciuman Biru.
...----------------...
Tengah malam Biru terbangun. Mereka tertidur setelah bermesraan. Biru melihat ke arah Dylan yang masih tertidur dengan nyenyak. Dia perlahan turun dari atas tempat tidur setelah mengenakan pakaiannya.
Dia berjalan keluar dari dalam kamar dan kepalanya mulai terasa sakit lagi. Dia mengeluarkan obat pereda rasa sakit dari dalam tasnya dan menaruhnya di mulutnya. Dia harus pergi ke dokter besok. Dia sudah ada janji dengan dokter itu.
Biru merasa kondisinya tidak sehat akhir-akhir ini. Dia kembali ke kamar dan berbaring di samping Dylan. Dia melihat ke arah Dylan. Dia ingin memiliki seorang anak dengan Dylan. Dia ingin memberikan Dylan sebuah hadiah sebelum dia meninggalkan dunia ini.
Mereka biasanya menggunakan pengaman saat bercinta. Tapi hari ini Biru berbohong kepada Dylan dia tidak meminum pil. Biru menaruh kepalanya di dada Dylan dan tertidur.
Pagi harinya, Biru terbangun dan melihat Dylan masih tertidur. Dia meregangkan tangannya. Dia menyentuh wajah Dylan, rahang Dylan, hidung dan juga bibir Dylan.
Dylan terlihat sangat tampan. Dylan merasakan seseorang menyentuhnya. Dia lalu membuka matanya.
"Princess, apa kau mencoba menggodaku di pagi hari ini?" Ucap Dylan menarik Biru dan menciumnya.
Biru tampak merona. Dia mengalihkan kepalanya dan memberikan ciuman kepada Dylan.
Tidak tahu kenapa, tapi hari ini Biru ingin terus menggoda Dylan. Dia bangun dan duduk di atas tubuh Dylan. Dia menunduk dan mencium Dylan.
"Kenapa? Apa kau tidak menyukainya?" Ucap Biru.
"Tentu saja aku menyukainya." Ucap Dylan seraya tertawa.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, Dylan menggendong Biru menuju kamar mandi. Dylan mencuci rambut Biru dan mengeringkan rambutnya. Setelah mandi, kemudian dia berjalan keluar dari kamar menuju dapur. Dia menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.
Bersambung...