
" Engghhh," Lengkuhan seorang gadis cantik yang baru bangun tidur siapa lagi kalau bukan Ara.
" Ara! Ayok bangun kita ke kekantor gue sekarang." Ucap kiran menguncang-guncangkan tubuh ara pelan.
Aku bangkit dari tidurku dan bergegas bersiap-siap. Tak butuh lama aku sudah rapih dengan pakaianku dan bergegas keluar rumah.
Skip Kantor Kiran.
Sesampainya di area parkiran aku melihat halaman dan area depan yang tidak terlalu asing lagi di mataku.
" Kantor ini sepertinya aku pernah lihat tapi kapan?" gumamku.
" Apa ra gue ngak denger?" Tanya kiran
" Ehk ngak, gue cuman kaya pernah liat aja kantor ini," tuturku
" Ouh mungkin lo liat di TV kali, soalnya jangan heran perusahan ini sudah terkenal dimana-mana." Ucapnya
" Iya kali yah." Gumam
" Yaudah ayok masuk, nanti gue antar lo ke ruang HRD." Ucap kiran
Aku menganguki ucapannya dan mengikuti kiran dari belakang, Kiran membantuku berbicara dengan HRD di perusahaan ini, sangat sulit untuk aku masuk karna tentu saja berkas-berkas aku semuanya ada di dalam koper, sedangkan koperku masih ada di dalam rumah neraka itu.
Namun, dengan kecerdikan dan rayuan Kiran, HRD itu luluh dan mau memperkerjakan aku disini walau hanya sebagai Office Girl tapi saat ini aku tidak mempersalahkannya.
Sebelum pergi dari ruangan HRD itu memberkanku sebuah kertas dan menyuruhku mendatanganinya, aku yang saat ini merasa senang langsung mendatangani surat itu di atas materai, tanpa membacanya.
*
" Kiran Makasih banget yah berkat lo gue bisa kerja di kantor ini." Ucapku sambil memegang tangan kiran erat.
" Yaelah sans aja kali kaya sama siapa aja, lo dulu suka bàntu gue nah sekarang biar gue yang bantuin elo," sarkas kiran
" Yaudah gih semangat kerjanya." Suruhnya
Aku dan kiran saling mensupporti satu sama lain aku beranjak pergi begitu juga dengan Kiran, kami bekerja sesuai dengan pekerjaan kami.
*
" Elo anak baru yah?" Tanya salah-satu wanita yang memakai pakaian sepertiku mungkin dia senior dari pekerjaan yang aku kerjakan saat ini.
" Iyah mbak,"
" Ehk apa lo bilang mbak?" Sewotnya mengalahi ibu-ibu rempong.
" Ya emang mbak kan bukan mas,"
" Elo itu yah baru pertama kali kerja udah bikin gue darah tinggi," Teriaknya sambil menahan kemarahannya.
Rekan kerja yang sama denganku yang melihat itu, mendekati wanita bertubuh sedang dengan badan yang agak gemuk di depanku dengan mengelus dada wanita itu dan berkata sabar.
Orang-orang itu membawa wanita itu menjauh dariku. Namun, tak lama ada 3 cewe yang sepertinya akan menjadi rekan kerjaku mendekatiku.
" Hay! nama lo siapa?" Tanya salah-satu berambut lurus itu
" Ara!"
" Tadi ada apa ribut-ribut?" Tanyanya
" Ouh itu tadi aku panggil dia dengan sebutan mbak, tapi dia malah marah-marah." Jawabku
__ADS_1
" Biarin aja dia memang gitu, dia senior disini jaadi semua harus ngikutin apa kata dia dan yang paling penting dia ngak suka di panggil mbak," Tutur cewe berambut ikal
" Ouh ya! Pantes aja dia marah."
" Elo lebih mending mbak lah gue dulu pas waktu pertama kali kerja panggil dia dengan sebutan Ibu gak kebayangkan gimana reaksi marahnya...huhhh killer." Tutur Wanita berbadan gendut itu.
" Wah parah lo dia masih perawan tua belum pantas di bilang Ibu." Ledek berambut ikal itu.
" Hehh_ jangan berisik kalau ngomong, nanti kalau dia tau bisa-bisa kita di omelin 7 turunan loh." Sergah berambut lurus itu.
" Ouh iyah nama kalian siapa?"Tanyaku
" Gue Nana." Ucap si berambut lurus
" Gue Fani." Ucap si berambut ikal itu
" Gue Dona." Ucap berbadan gemuk itu.
" Dan yang tadi itu namanya Wira, suka di panggil inces disini!" ucap nana
" Hahh apa inces?"Tanyaku dengan nada agak tinggi.
" Kalem-kalem gue tau lo pasti terkejut gue juga gitu dulu, tapi lo tenang aja dia baik kok" Ucap Dona mengelus-elus tanganku.
" Gue_"
" Kalian mau ngerumpi apa mau kerja?" Tanyanya
" Ya kerjalah," Jawab Dona spontan
" Terus ngapain kalian masih disini? hah ngapain- ngapain?" Ucapnya sambil melirik ke arah kami satu-persatu.
" Kita_"
" Kamu kerja cepat." suruhnya memotong ucapanku lagi .
" Baik permisi." Ucapku pergi meninggalkan mereka.
" Kalian ngapain masih disini? Cepet kerja," Teriaknya
Nana, Dona dan Fani bergegas melakukan aktivitas nya masing-masing.
Aku, Nana, Fani dan Dona di buat ketawa saat wira mengatakan sesuatu.
" Huhh_ Telingga gue kok dari tadi panas terus yah!"Gumamnya yang terdengar jelas di telinggaku.
Jelas panas wong tadi kita ngomongin dia wkwkwk.
Waktu pertama kerja aku sudah menemukan rekan kerja yang baik dan mau mengajariku, Walaupun ada yang tidak menyukaiku tapi aku lebih senang karna mereka bertiga mau berteman denganku.
Aku bekerja dari pagi hingga malam sampai pukul 19,00 pm, Aku bergegas mengemas barang-barangku karna pukul sudah menunjukan waktu aku untuk pulang.
" Perhatian Semuanya!" Suara Beraton yang familiyar di telingaku menghentikan aktivitas yang aku lakukan.
__ADS_1
Aku berbalik dan ikut berkumpul dengan rekan kerja lainnya.
" Hari ini kalian boleh pulang tapi ingat besok kalian harus datang pagi-pagi jangan ada yang terlambat, kalian harus datang tepat waktu dengan pakaian rapih tidak seperti saat ini Dekil_" Ledekk wira
" Bu_bu!" Teriak seseorang sambil mengacungkan tangannya.
" Ehk apa kamu bilang? Bu emang saya terlihat tua amat apa?" Sarkasnya.
" Ehk maksudnya inces, memang ada apa besok? kenapa harus datang pagi-pagi?" Tanyanya
" Besok Pemilik dari perusahan kita datang kesini untuk mengontrol jadi kalian harus rapih masa pak muda datang kalian dekil dan kumel kaya gitu." Ledeknya lagi
Semua orang terkejut bukan main namun tidak dengan Ara, bagaimana tidak semua karyawan selama di kantor terus menunggu dan mengharapkan kedatangan Pak Muda itu.
Karna yang mereka dengar bahwa Pak Muda selaku CEO di perusahaan ini sangat tampan jadi wajar bila banyak wanita yang terhayut ingin bertemu dengan orang itu.
" Akhirnya doa gue kesampaian juga," Ucap Fina dengan tangan yang memohon.
" Omg! Gue harus terlihat cantik besok di depannya." Ucap salah-satu karyawan di kantor.
" Ommo akhirnya gue bisa ketemu dengan panggeran gue." Kegeeran
Begitulah ucapan-ucapan yang keluar dari mulut para cewe- cewe kantor.
~Skip Kost-kostan Kiran.
" Ara besok CEO dari perusahan kita datang," Ucap kiran
" Ouh iyah gue tau."
" Ehk iyah gue mau tanya memangnya Ceo_ceo itu belum pernah datang ke kantor?"Tanyaku.
" Pernah sekali katanya waktu pas peresmian pembukaan kantor, gue juga ngak tau gue masih beberapa bulan kerja disana," Tuturnya
" Ouh gitu pantas aja tadi pas pengumuman pada heboh," Tuturku.
" Ya wajarlah ceo kita itu tampan tau, Kita hanya bisa liat wajahnya di TV doangk dan sekarang kita bisa melihat secara langsung ketampanan dia," Ucapnya terhayut perasaan.
" Tv?"
" Iyah! jangan bilang lo ngak tau?" Ucapnya
" Ya taulah kalau tv, kalau orangnya ngak tau," Sarkasku
" Gue punya fhotonya, Gue selalu nyimpen fhotonya di HP gue, Nih liat deh ganteng banget " Ucapnya sambil mengarahkan gawainya kearahku.
Drtt_drtt_drtt.
" Mamah!" Gumam
Tiba-tiba ada panggilan masuk yaitu mamahnya kiran, Kiran yang awalnya sumaringah berubah menjadi masam saat ibunya menelphone.
" Ra! Gue angkat dulu." Ucap kiran
" Ouh iyah."
Kiran beranjak pergi keluar, Aku membaringkan tubuhku di atas Ranjang yang tidak terlalu lebar hanya cukup untuk dua orang, perlahan kedua kelopak mataku tertutup seiring rasa ngantukku mulai menyerang.
Aku tertidur tanpa menunggu kiran datang.
...❤...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE, KOMEN , FOLLOW AND VOTE MAKASIH😊...