Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.

Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.
Bab : 43 Penyelidikan


__ADS_3

" Ehk?" Ara sedikit terkejut saat tiba-tiba Jackson membuka suara, dan itu berarti Jackson mendengar gumaman nya tadi.


Ara mengempis tangan Jackson dari tubuhnya dan beranjak dari ranjang. Hal itu membuat Jackson sontak terkejut dengan sikap Ara " Ada apa denganmu?" Tanya Jackson bingung


" Eee aku mau ke kamar mandi," Ara bergegas ke dalam kamar mandi.


Jackson hanya memincingkan matanya dan melanjutkan tidur lelapnya itu.


.......


Dapur!


Seperti biasa saat Ara di dapur ia selalu menyiapkan sarapan pagi.


Tap_tap_tap


Suara langkah kaki menuruni anak tangga berhasil mengalihkan pandangannya. Ntah kenapa Ara merasa takut jika melihat Jackson, tentu saja bagaimana tidak? Jackson tiba-tiba ada di sampingnya sedangkan yang Ara tau Jackson saat ini berada di Inggris dan sekarang tiba-tiba dia berada di sini, pikiran nya kini traveling ke jadian dimana saat Jackson membentak nya hanya karna sebuah minuman dan Jackson tidak mengakui atas apa yang dia lakukan.


" Apa yang sedang kamu pikirkan?" Suara berat itu berhasil membuyarkan lamunan Ara.


" Ti_tidak ada!"


Jackson menatap Ara datar. Sedangkan Ara yang di tatap merasa risih dan gemetar, sampai-sampai saat ia sedang mengiris bawang tangannya pun ikut teriris.


" Ahhhss," Ringis Ara


Jackson meraih tangan Ara dan melihat darah mengalir di sana " Apa yang kau pikirkan," Gumam Jackson sambil membersihkan darah itu dengan air wastafel.


Glegg


Ara menelan saliva susah payah. Karna ia tau Jackson sangat emosional dengan darah, tapi kenapa bersikap biasa saja saat melihat darah? Ouhhh astaga, hal itu membuat pikiran Ara semakin traveling tentang Jackson. Tangan Ara gemetar ketakutan, Jackson yang sedang memegang tangan Ara refleks merasakan nya. Jackson mengerutkan dahi menatap Ara.


" Ada apa denganmu? Apa kamu takut kepadaku? Sejak kapan kamu merasa takut kepadaku?" Tanya Jackson bingung dengan sikap Ara yang menurut nya sedikit berubah.


" Katakan siapa kamu?"


Jackson terdiam mendengar pertanyaan Ara " Apa maksud kamu? Apa kamu melihat ku seperti hantu sampai tubuh mu gemetar seperti ini?"


Jackson berdesis saat tidak ada sautan dari Ara " Haish,"


Tanpa banyak bicara Jackson menuntun Ara ke sofa dan menundukkan Ara di sana. Jackson berjalan ke arah nakas dan mengambil kotak P3K dan mengobati jari Ara yang teriris tadi.


" Sejak kapan kamu pulang? Bukannya kamu ada di Inggris?" Tanya Ara pelan


Jackson mendongak menatap ku " Sekarang saya tau kenapa kamu takut kepadaku," Gumamnya sambil menatap ku.


" Akan ku jelaskan. Dugaan saya salah ternyata pekerjaan ku disana tidak selama itu, makanya saya pulang dan saya sengaja tidak mengabari mu dan Bimo terlebih dahulu karna saya tau di sini sudah malam dan saya tidak mungkin mengabari kalian karna saya tau kalian sudah tidur," jelas Jackson


" Jadi kamu benar-benar Jackson?" Pertanyaan konyol keluar dari mulut Ara.


" Cihh memang apa yang kamu pikirkan tentang diriku? Apa kamu pikir aku seorang hantu?"


" Aniyo. Aku pikir kamu adalah orang yang menyamar menjadi Jackson seperti berita yang sedang trend sekarang,"


Jackson terdiam mendengar penuturan Ara, ucapan Ara membuat Jackson berpikir.


Ada benarnya juga ucapan Ara, saat kejadian pembunuhan Godracx orang itu mengincar dirinya dan hal itu bisa menyangkut pautkan Ara dalam hal itu karna yang semua orang tau kalau Ara adalah tunangannya.


" Saya Jackson tidak ada yang perlu kamu takutkan," Ucap Jackson meyakinkan Ara.


Ara mengangguk pelan kini perasaannya lebih lega saat Jackson meyakinkan dirinya.


" Ara saya bawa makanan_"


" Tuan?"


Ucapan Bimo terhenti saat melihat keberadaan Jackson disana " Ada apa?" Tanya Jackson dingin


" Tuan kapan pulang? Bukannya tuan di sana beberapa bul_"


" Pekerjaan saya sudah selesai!" Seloroh Jackson


" Selesai? Secepat itu?"


" Berikan!" Pinta Jackson


" Apa?"


" Makanan yang kamu pegang. Saya sudah lapar berikan!" Pintanya


Bimo dengan cepat memberikan kotak berisi makanan itu ke Jackson. Sedangkan Ara ia bangkit dari duduknya untuk mengambil piring.


Di meja makan hanya ada keheningan. Namun, keheningan itu pecah saat kala Bimo mencoba membuka suara. "Nyonya apa nyonya sudah sem_"


" Uhukk_uhukk,"


Ucapan Bimo terhenti saat kala Ara mencoba menghentikan ucapan Bimo, karna Ara tau apa yang ingin ia ucapkan.


" Makan pelan-pelan!" Ucap Jackson dingin yang di angguki Ara.

__ADS_1


Ara melirik Bimo dan mengisyaratkan agar dia tidak mengatakan apapun tentang kejadian kemarin.


Bimo yang mengerti hanya diam, di dalam lubuk hatinya ia bertanya-tanya kenapa Ara menyuruh nya untuk tidak mengatakan apapun tentang kondisi ke Jackson?


Skip!


Tempat Gym


Terlihat Jackson sedang melakukan berbagai Gym disana termasuk Boxing. Bukan hanya Jackson saja yang melakukan nya melainkan Bimo ikut bergabung melakukan Gym, itu lah keseharian Jackson dan Bimo jika tidak ada pekerjaan.


" Tuan! Sudah lama kita tidak melakukan ini," Seru Bimo yang tidak mendapat sautan dari sang empu


Tap_tap_tap


Suara langkah kaki Ara.


" Jackson aku buatkan kamu teh hijau apa kamu ingin meminumnya?" Tanya Ara


" Simpan saja di sana," Suruhnya


Ara menyimpan teh itu di atas meja.


" Ara apa kekasihmu saja yang di buatkan teh? Apa bodyguard sekaligus boy friend nya tidak di buatkan juga?"


" Ahhh kamu tenang saja, aku tidak pilih kasih. Aku baik karna itu aku mengingat mu," Seru Ara


" Kamu memang yang terbaik," seru Bimo


Ara hanya tersenyum kecil menanggapi nya.


Jackson selesai dengan bermain boxingnya, ia berjalan menghampiri ku dan langsung duduk sambil meminum teh hijau kesukaannya. Begitu juga dengan Bimo, dia juga meminum teh di samping Jackson.


" Kalau begitu aku pergi dulu,"


" Apa yang ingin kamu lakukan sekarang?"


" Eum dulu waktu aku SMA aku sering melakukan budidaya tanaman dan rasanya aku sudah lama tidak melakukannya. Karna itu aku ingin menanam bunga di halaman rumah, apa boleh?" Tanya Ara hati-hati


" Lakukan apa yang kamu suka!"


Kedua sudut Ara terangkat menampilkan senyuman manis di bibir itu. " Terimakasih."


Ara melangkah kan kakinya pergi keluar menuju halaman rumah.


" Tuan saya lihat Ara menyukai tuan," Seru Bimo berhasil menghentikan aktivitas Jackson yang sedang meneguk teh.


" Saya tau itu," Jawab Jackson dingin


Jackson terdiam mendengar pertanyaan Bimo " Apa maksud mu?"


" Saya lihat Ara menyukai tuan begitu juga sebaliknya. Akhir-akhir ini setelah kedatangan Ara, sikap tuan sedikit berubah. Kini tuan bisa mengendalikan emosi dan sifat Psychopat tuan, dulu saat Ara belum datang ke dalam kehidupan tuan jika tuan sedang marah ataupun karna hal apapun itu, tuan selalu melampiaskan nya ke orang yang tidak bersalah. Tuan selalu menyiksa dan membunuh orang itu tanpa sebab, tapi sekarang tuan tidak pernah lagi melakukannya!" Tutur Bimo


" Saya hanya ingin ada orang yang selalu ada di sisi tuan. Mungkin saja saya akan pergi, saya tidak akan pernah selamanya berada di samping tuan, karna itu saya sangat berharap jika tuan memiliki seorang kekasih yang bisa selalu ada di sisi tuan. Hm saya memang tidak pantas mengatakan hal ini, tapi saya_ saya hanya menginginkan yang terbaik untuk tuan," Lanjutnya


Jackson hanya diam tak ada tanda untuk berbicara.


" Huhh tuan seperti nya saya harus pergi ke kantor sekarang, saya harap tuan bisa mempertimbangkan ucapan saya tadi. Saya permisi!"


Bimo bangkit dari duduknya dan beranjak pergi keluar meninggalkan Jackson yang masih terdiam seperti patung di sana.


Setiap ucapan dan kata yang keluar dari mulut Bimo terus berputar di pikiran Jackson.


Apa ini? Kenapa sekarang Jackson menjadi lemah hanya karna satu wanita! Jackson benar-benar tidak pernah berpikiran untuk memiliki seorang kekasih. Saat ini Jackson hanya menikmati kesendirian nya, tapi kehadiran Ara memang mendatangkan kenyamanan dan sedikit perasaan aneh di dalam lubuk hatinya. Arghhhh Ara apa yang sudah kamu masukan ke dalam pikiran ku? Kenapa kamu selalu hadir di dalam pikiran ku?.


Jackson berjalan ke arah jendela besar itu dan membuka tirai itu pelan.


Srettt


Saat Jackson membuka tirai itu cahaya dari luar itu berhamburan masuk ke celah jendela. Netra Jackson kini menangkap sosok gadis cantik dengan rambut yang ia ikat kuda membuat leher putih itu terlihat dengan jelas.


Ara sedang sibuk menanam bunga-bunga di halaman rumah. Ia sangat pokus dengan tanaman nya hingga dia tidak sadar kalau saat ini ada seseorang yang sedang memerhatikan nya.


" Kamu memang baik, cantik dan seksi. Tapi, sayangnya kamu adalah putri dari pria yang sudah membunuh ayahku, dan karna hal itu ibuku defresi dan akhirnya dia ikut pergi meninggalkan ku, dan itu semua karna ulah ayahmu itu!" Batin Jackson dengan pandangan yang tak lepas dari Ara.


" Huhh astaga cuaca hari ini sangat panas. Tapi, setau yang aku tau jika kita mendapat sinar matahari itu bagus untuk kesehatan tubuh kita, semoga saja kalau aku melakukan hal ini secara rutin penyakit yang ada di dalam tubuhku berkurang," Gumam Ara


Saat Ara ingin melanjutkan aktivitas nya tiba-tiba netra Ara menangkap sosok pria berbaju hitam yang jaraknya tidak terlalu jauh hanya di batasi oleh pagar rumah.


" Siapa dia?" Gumam Ara menatap orang itu.


Namun, saat di tatap Ara orang berbaju hitam itu malah pergi begitu saja, membuat Ara mengerutkan dahi bingung.


Selesai menanam cepat-cepat Ara pergi ke dalam rumah dan mengunci pintu itu rapat-rapat.


.......


" Jackson?"


" Ada apa Om?"

__ADS_1


" Sejak kamu pergi kemarin banyak hal yang terjadi disini," Tutur Chandra


" Benarkah?"


" Iyah dan setiap malam pembunuh berantai itu selalu melakukan aksi nya, apa kamu ingin membuktikan nya? Dan datang ke sana untuk menangkap pembunuh itu?" Tanya Chandra memincingkan matanya.


" Aku pikir pembunuh itu tidak hanya 1 orang, mereka lebih dari 1 orang. Ide om bagus juga, ayok malam ini kita datang ke sana untuk melihat aksi mereka," Ucap Jackson


" Oke om akan mempersiapkan semuanya!"


" Kalau begitu aku hubungi Bimo agar dia mempersiapkan segalanya," Jackson merogoh gawai di sakunya berniat menghubungi Bimo. Namun, tiba-tiba Chandra menahannya membuat Jackson mendongak menatap Chandra bingung.


" Apa yang kamu pikirkan Jackson? Jika kamu suruh Bimo ikut bagaimana dengan tunangan mu itu? Dia pasti akan sendirian di rumah kamu dan itu satu kesempatan yang besar untuk mereka masuk ke dalam rumah kamu, tapi jika kamu memang mau Ara terluka maka biarkan Bimo ikut dan tinggalkan Ara di rumah mu itu sendirian," Sergah Chandra


Jackson terdiam beberapa detik. Semua ucapan Chandra ada benarnya juga.


" Iya tuan?" Saut Bimo di sebrang sana.


" Malam ini kamu harus tetap di rumah. Malam nanti saya akan keluar, dan kamu jaga dia baik-baik," Suruh Jackson


" Tuan mau keluar kemana?" Tanya Bimo


" Saya ingin selidiki kasus pembunuh berantai itu," Jawab Jackson


" Apa? Tuan kesana sendirian?" Tanya Bimo sedikit terkejut


" Tidak. Saya kesana dengan Chandra dan anak buahnya, kamu tidak perlu khawatir saya akan baik-baik saja. Yang harus kamu lakukan sekarang lakukan apa perintah ku untuk tetap di dalam rumah!"


" Tuan saya ingin ikut!"


" Apa kamu tidak dengar perintah ku? Saya bilang kamu tetap di rumah tugas kamu sekarang menjaga Ara!" Ucap Jackson dengan nada yang tinggi


" Baik tuan saya mengerti!"


" Bagus!"


Tutt_tutt_tutt


" Ntah kenapa perasaan ku tidak enak," Gumam Bimo saat setelah sambungan telepon terputus.


.......


Malam pukul 11.30 .


Terlihat Jackson sudah siap dengan setelan baju hitam nya dengan topi hitam menutupi kepalanya dan sebuah alat yaitu pistol dan juga pisau di saku celana nya.


"Apa kamu siap Jackson?" Tanya Chandra menatap Jackson.


Jackson mengangguk sebagai jawaban.


" Baiklah ayok kita berangkat!"


Jackson, Chandra dan anak buah Chandra masuk ke dalam mobil dan bergegas pergi menuju kota Oranye dimana disana lebih banyak kasus pembunuhan.


.......


Di kediaman Jackson


Sedari tadi Bimo terus mondar-mandir. Ia terus khawatir dengan tuannya itu, walaupun ia tau tuannya sangat hebat dan cerdik tapi tetap saja rasanya saat ini Bimo sangat mengkhawatirkan kondisi tuannya itu.


" Gimana ini? Aku nggak bisa hanya diam saja di sini. Tuan pasti membutuhkan bantuan ku, tapi bagaimana dengan Ara," Gumam Bimo khawatir


" Ada apa Bimo?" Suara serak tiba-tiba berhasil mengagetkan Bimo.


" Ara?"


" Ada apa kenapa terkejut seperti itu?"


" Tidak ada,"


Ara celingak-celinguk mencari sesuatu " Apa yang kamu cari?" Tanya Bimo


" Jackson dimana? Apa dia belum pulang kerja? Apa dia lembur?" Tanya Ara


" Apa jadi tuan tidak mengatakan apapun ke Ara? Lalu apa yang harus aku katakan?" Batin Bimo


" Ahh ya tuan sedang lembur makanya dia tidak pulang," jawab Bimo sedikit gugup


" Apa kamu mengatakan yang sebenarnya?"


" Yaa!"


" Katakan yang sebenarnya dimana Jackson? Aku yakin kamu sedang berbohong,"


" Saya mengatakan yang sebenarnya," Tandas Bimo


" Sudahlah. Lalu kenapa kamu ada disini? Kenapa kamu tidak tidur?" Ucap Bimo mengalihkan pembicaraan


" Tadi aku terbangun karna tenggorokan ku kering, makanya aku mau ambil minum. Tapi, saat aku turun aku lihat kamu mondar-mandir," jawab ku

__ADS_1


" Ouh kamu bisa kembali ke kamar. Biar nanti saya yang ambilin air untuk kamu," ujarnya


Ara mengangguk dan pergi kembali masuk kamar.


__ADS_2