
Sudah satu jam dokter mengoperasi Ara. Jackson benar-benar sangat khawatir dan cemas dengan keadaan bayi dan istrinya, tapi ketegangan Jackson perlahan menghilang setelah mendengar tangisan bayi yang sangat nyaring hingga terdengar ke luar.
Jackson dan yang lainnya menangis bahagia mendengar tangisan bayinya, Jackson berjalan ke arah pintu dan melihat bayinya yang masih merah sedang menangis. Senyuman bahagia terukir di bibir kecil itu, tapi tiba-tiba senyuman itu memudar. Jackson memicingkan matanya saat melihat dokter itu menyerahkan bayinya itu ke suster dan terkejut saat melihat dokter itu mengangkat bayi lagi di dalam perut Ara. Sontak hal itu membuat Jackson terkejut, karna mendapat 2 anak kembar sekaligus.
Beberapa menit telah berlalu dokter itu keluar dengan senyuman di bibirnya. " Dok bagaimana keadaan bayi dan istri saya?" Tanya Jackson khawatir. " Selamat yah tuan, sekarang tuan menjadi seorang ayah dan anaknya mereka sangat imut dan tampan persis ayahnya." Tutur dokter itu membuat Kiran, Bimo dan Calvin memicingkan matanya mendengar kata ' mereka '.
" Mereka?" Ucap ulang Kiran mengulangi ucapan dokter itu.
" Iya, ibu Ara melahirkan 2 anak kembar laki-laki," Kiran menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ia benar-benar bahagia mendengar sahabatnya mendapatkan 2 anak kembar sekaligus.
" Lalu bagaimana keadaan mereka? Apa mereka baik-baik saja?" Tanya Jackson
" Meskipun mereka lahir secara prematur tapi kondisi mereka baik-baik saja, akan tetapi," Dokter itu tidak melanjutkan ucapannya.
" Tapi apa?"
" Kondisi sang ibu sangat buruk," Jackson yang awalnya bahagia karna kehadiran si kembar kini kembali sedih karna kondisi sang istri yang kian memburuk.
" Dokter tolong selamatkan istri saya. Saya akan membayar berapapun itu asalkan dokter sembuhkan istri saya," Ucap Jackson
" Baik tuan kami akan melakukan semaksimal mungkin untuk istri tuan,"
" Dokter Calvin kami membutuhkan bantuan mu untuk melakukan operasi ini,"
" Baik,"
Jackson memegang tangan Calvin refleks Calvin menoleh ke arahnya. " Tolong selamatkan istri saya." Pinta Jackson. " Tanpa kau suruh pun saya akan melakukannya." Ucap Calvin dingin dan melangkah masuk ke dalam.
Di luar Jackson hanya bisa berdoa untuk keselamatan dan kesembuhan Ara, ia benar-benar khawatir dengan kondisi Ara. Bagaimana tidak? Ara sudah melakukan 3 kali operasi berturut-turut, jika saja saat ini bisa di balikan. Jackson ingin kalau dirinyalah yang ada di posisi Ara saat ini.
.......
1 jam telah berlalu tapi Calvin belum keluar dari ruang operasi. Jackson menyempatkan diri pergi ke ruang bayi untuk melihat si kembar yang sempat di pindahkan oleh suster di sana. Jackson menatap si kembar dari luar, karna keadaan si kembar yang lahir prematur sehingga dirinya tidak di izinkan untuk bertemu terlebih dahulu dengan si kembar.
Tapi, tiba-tiba si kembar menangis membuat Jackson ingin masuk. Namun, langkahnya terhenti saat suster dengan sigap datang dan menenangkan si kembar, Jackson benar-benar merasa sedih karna melihat si kembar yang pasti ingin bertemu dengan ibunya.
" Sayang pasti kalian ingin bertemu dengan Mommy yah? Daddy juga ingin bertemu nya. Tapi, saat ini Mommy sedang berjuang di dalam sana,"
" Sayang doakan Mommy yah. Semoga Mommy sembuh dan bisa bersama kita sama-sama," Batin Jackson melihat si kembar.
......
Disisilain Calvin sedang pokus mengoperasi Ara, tapi tiba-tiba suara elektrokardiogram berhasil menghentikan tangannya. " Ada apa?"
" Dokter denyut jantung pasien melemah," seru salah-satu suster itu dengan wajah serius.
Calvin terkejut dengan penuturan pasien itu. " Tidak!"
__ADS_1
Calvin mengambil defibrilator dan menempelkan nya ke dada Ara.
Deghh
Tubuh Ara terangkat seiring tombol itu di tekan. Calvin menempelkan defibrilator itu 3 lagi, tapi elektrokardiogram itu malah bersuara dan menunjukkan jika jantung Ara sudah berhenti berdetak.
Hal itu, membuat Calvin dan semua suster itu khawatir.
Disisilain Bimo berlari mencari keberadaan Jackson.
" Tuan?"
" Ada apa? Kenapa wajahmu sangat pucat?" Tanya Jackson memicingkan matanya
" Ara tuan,"
" Ara? Ada apa dengannya dia baik-baik saja kan?"
" Itu tuan Ara_"
" Arghhh," Jackson berlari tanpa menunggu ucapan Bimo.
Jackson berlari ke ruang operasi dimana disana terdapat Ara. Jackson melingak-linguk untuk melihat keadaan di dalam, tapi sialnya Jackson tidak bisa melihatnya karna terhalang oleh punggung suster-suster itu.
" Bimo katakan ada apa?", Tanya Jackson khawatir
" Jika kau tidak tau apa yang terjadi sebaiknya kamu tidak perlu panggil saya. Kau tau saya sangat cemas dengan kondisi Ara, dan kau malah seperti ini," Gubris Jackson sedikit marah.
" Maafkan saya tuan,"
Ceklek
Pintu terbuka berhasil mengalihkan perhatian mereka. Jackson mendekati dokter itu dan bertanya tentang kondisi Ara. " Dok bagaimana keadaan istri saya? Operasi nya berjalan dengan lancar bukan?" Tanya Jackson menatap dokter itu.
" Kondisi pasien sangat lemah. Dan penyakit yang di deritanya sudah sangat buruk, dengan berat hati saya mengatakan hal ini. Pasien sudah meninggal dunia sebelum operasi itu selesai," Tubuh Jackson melemah dengan wajah yang berkaca-kaca.
Begitu juga dengan Kiran dan juga Bimo, mereka terkejut dengan penuturan dokter itu, Kiran menangis histeris, dengan Bimo di sampingnya yang masih terkejut dengan tatapan kosong.
" Tidak kau bohong. Sahabat saya tidak mungkin pergi meninggalkan saya," teriak Kiran masih tak percaya dengan ucapan dokter itu.
" Ara?!" Gumam Jackson lirih
Jackson menerobos masuk ke dalam dan langsung menghampiri Ara. Jackson menarik Calvin hingga kebelakang.
" Sayang kamu dengar aku kan? Kamu hanya pura-pura tidur kan? Ayok bangun aku tidak suka becanda kamu. Ayok bangun dan katakan semua ucapan dokter itu bohong kan? Kamu hanya ingin mengeprank aku kan?"
" Sayang kamu tau baby kita sudah lahir, mereka kembar dan mereka sangat tampan seperti ayahnya. Kamu bilang kamu ingin melihat nya bukan? Ayok bangun mereka juga menangis ingin melihat mu. Aku mohon bangun," Tangis Jackson pecah air matanya tidak bisa ia tahan lagi.
__ADS_1
Jackson tidak bisa menerima kenyataan jika saat ini Ara sudah tiada. Calvin menghampiri Jackson dan mencoba menenangkan nya.
" Jackson kau harus mengikhlaskan nya pergi,"
" Tidak, dia masih hidup. Sayang ayok bangun, katakan kepada semua orang kalau apa yang mereka katakan itu tidak benar,"
" Jackson sadar Ara sudah tiada...,"
" DIA MASIH HIDUP!" BENTAK JACKSON.
" SAYA BILANG DIA MASIH HIDUP KAU DENGAR ITU? SAYA SUAMINYA SAYA YANG LEBIH TAU TENTANG DIA. DIA SEDANG TIDUR KARNA EFEK OBAT, DAN KAU_ KAU TIDAK TAU APAPUN!" TANDAS JACKSON
" Sebaiknya kau keluar. Kau tidak guna disini," Usir Jackson dengan tatapan tajam.
Calvin pergi dengan keadaan campur aduk meninggalkan Jackson dan Ara disana.
" Sayang bangun aku mohon. Kenapa kamu meninggalkan ku sendiri seperti ini? Aku tidak punya siapa-siapa selain kamu, kamu hartaku dan kamu hidupku, tidak ada yang bisa menemaniku seperti kamu," Gumam Jackson menatap wajah Ara yang sangat pucat. Namun, Ara tak kunjung bangun.
" Ara bangun!!! Kamu ingin dengar bukan? Ara dengarkan aku Aku sangat mencintaimu aku benar-benar sangat mencintaimu. Jadi, tolong kamu bangun jika tidak aku tidak akan berubah, aku akan melakukan apapun yang aku lakukan saat tidak ada kamu. Ara bangun!! Kamu dengar bukan," Teriak Jackson kehabisan kesabaran saat Ara tidak kunjung bangun.
Jackson pergi keluar dengan langkah tergesa, Bimo yang melihat itu langsung mengikuti tuannya.
" Tuan mau kemana?" Tanya Bimo
Bimo memicingkan matanya saat kala Jackson pergi ke tempat dimana bayinya berada, Jackson mendorong pintu itu dan langsung membawa satu bayinya. Suster-suster itu dan juga Bimo mencoba menghentikan Jackson, karna takut terjadi apa-apa dengan bayi itu.
" Tuan mau dikemanakan bayi itu?" Tanya Bimo tapi tak di Gubris oleh Jackson.
" Maaf pak bayi ini tidak boleh di bawa keluar," Ucap suster itu
" Diam!!" Bentak Jackson berhasil membuat mereka diam
" Ini anak saya. Saya berhak membawa dia kemana pun saya mau. Dan kalian tidak berhak menghalangi saya membawa anak saya," Tandas Jackson dengan tatapan tajam.
Jackson membawa bayi itu ke suatu ruangan dimana disana terdapat Ara yang terbaring dengan wajah sangat pucat.
Jackson membaringkan bayi nya di samping tubuh Ara.
Bimo yang melihat itu hanya diam merasa kasian dengan tuannya.
" Sayang lihat dia, dia sangat membutuhkan mu. Dia ingin mendapat pelukan dan ciumanmu, aku mohon bangun. Aku tidak bisa kehilangan kamu," Gumam Jackson lirih
Tiba-tiba bayi itu menangis sangat kencang. Jackson mencoba menenangkan sang bayi untuk tidak menangis, tapi entah kenapa bayi itu tidak bisa berhenti menangis. Jackson yang baru menjadi sosok seorang ayah tidak mengerti bagaimana cara menenangkan anak kecil apalagi bayi.
......Bersambung......
Jangan lupa tinggalkan jejak!
__ADS_1