
Dicintai merupakan suatu anugerah yang terindah, karna untuk dicintai itu adalah hal yang sulit bagi seseorang mendapatkan nya!
...*...
Terlihat seorang wanita cantik sedang termenung di balkon kamar, ia terus memikirkan nasib keadaan nya yang semakin hari semakin memburuk. Ara merasa khawatir jika penyakitnya ini akan terimbas dengan janin di dalam perutnya saat ini.
" Kamu tenang saja sayang Mommy akan selalu menjaga kamu, Mommy tidak akan membiarkan hal apapun terjadi kepadamu, kamu harus bertahan sampai kamu lahir ke dunia ini," Gumam Ara lirih dengan tangannya yang terus mengelus perutnya itu.
Disisilain Ara tidak sadar kalau sejak tadi ada seseorang yang terus memerhatikan nya dari arah jauh. Calvin merasakan apa yang di rasakan Ara walaupun hanya melihat wajahnya saja.
Tiba-tiba Calvin bersembunyi di balik tembok saat melihat Jackson yang tiba-tiba datang menghampiri Ara di balkon.
" Kenapa di luar?" Tanya Jackson dingin
" Aku hanya ingin melihat bintang," jawab Ara dengan tatapan ke arah langit.
" Masuk cuaca hari ini tidak baik," Suruhnya
Ara tertekun mendengar nada Jackson yang menurut sedikit berbeda. Tak mau ada masalah cepat-cepat Ara masuk ke dalam kamar.
Jackson pun ikut masuk ke dalam kamar, tapi sebelum itu Jackson terdiam dan melirik tajam ke arah bawah dimana disana terdapat Calvin yang bersembunyi.
" Jackson apa kamu perlu sesuatu?" Tanya Ara
" Tidak!" Jawabnya dingin
" Ada apa? Kenapa rasanya kamu sedang menyimpan sesuatu? Apa kamu marah?"
" Aku ingin kamu berkata jujur!" Ucap Jackson serius menatap Ara.
Ara yang di tatap seperti itu hanya membuang nafas pelan semoga saja jawabnya nanti tidak akan membuat dia marah.
" Apa?"
" Ada hubungan apa kamu dengan dia!"
Ara sedikit memincingkan matanya saat mendengar kata dia.
" Dia? Siapa?" Tanya Ara tak mengerti
" Dia pria yang kau lihat tadi," Ara terdiam tak mengerti dengan semua perkataan Jackson.
Pria? Pria mana yang dia maksud? Sejak tadi dirinya tidak pernah bertemu bahkan melihat laki-laki saja tidak.
" A_apa maksud kamu? Aku tidak mengerti. Pria_pria mana yang kamu maksud?"
" Jangan pikir saya bodoh! Saya tau kamu punya hubungan dengan pria itu. Dan kau berjanjian dengannya hingga dia menyusul datang ke sini, dan tadi kamu diam di balkon bukan karna ingin melihat bintang bukan, melainkan kau ingin melihat pria bajing*an itu," Ara terkejut dengan semua pikiran dan perkataan pria di depannya.
Bisa-bisanya dia mengatakan hal yang tidak pernah dirinya tau sedikit pun.
" Apa maksud kamu? Aku tidak mengerti. Tadi memang benar aku ingin melihat bintang_"
" Bohong!" Ara terkejut saat mendengar bentakan Jackson.
Jackson mencengkeram lengan Ara erat hingga membuat sang empu meringis kesakitan.
" Saya hanya ingin kau berkata jujur. Apa tidak bisa kau berkata jujur dan berhenti membohongi saya hah?! Saya tidak bodoh Ara," Bentakan demi bentakan keluar dari mulutnya.
Tanpa sadar tetesan air mata keluar dengan sendirinya.
" Apa maksud kamu Jackson? Aku tidak berbohong aku berkata jujur. Pria_ pria mana yang kamu maksud? Aku sungguh tidak mengerti hiks aku mohon lepaskan ini sangat sakit," lirih Ara kesakitan saat Jackson mempererat cengkeraman nya.
" Kau tidak tau pria itu? Sungguh? Baiklah akan ku buktikan. Akan ku bawa pria itu datang ke dalam sini dengan sendirinya," Ara menatap Jackson bingung.
Apa yang akan dia lakukan? Bukti apa yang akan dia perlihatkan?
Perlahan tangan Jackson beralih memegang bahu Ara dan tiba-tiba _
" Ahhhhkk," Teriak Ara kesakitan saat kala Jackson mencengkeram bahunya erat.
Di tempat lain Calvin yang ingin melangkahkan kakinya pergi tiba-tiba terhenti saat kala mendengar teriakan keras dari suara Ara. Tanpa pikir panjang Calvin berlari masuk ke dalam Apartemen, Jackson sudah merencanakan ini semua karna itu dia tidak mengunci pintu itu sehingga lebih leluasa Calvin masuk ke dalam Apartemen.
" Ahkkk sakit Jackson lepas aku mohon," Teriak Ara kesakitan.
Tapi sialnya Jackson saat ini benar-benar gelap, ia tidak peduli bahkan tidak mendengarkan Ara yang berteriak kesakitan di depannya.
" Ara?!" Teriak Calvin dengan langkah terus berlari ke arah kamar dimana disana terdapat Jackson dan Ara.
" Jackson lepaskan kamu mau bukti apa? Aku tidak berbohong aku tidak pernah bertemu dengan pria lain selain kamu disini," Ara terus memberontak karna cengkeraman tangannya yang erat di bahunya.
" Sebentar lagi semua kebohongan mu akan terungkap! Dan saya tidak akan mengampuni kalian berdua!" Bentaknya
" Berapa kali harus aku bilang? Aku tidak pernah berjanjian dengan pria manapun! Aku tidak mengerti dengan semua ucap_"
" Ara?!"
Ucapan Ara terpotong saat kala Calvin tiba-tiba masuk.
" Calvin?"
" Hm ternyata ampuh juga," umpat Jackson tersenyum kecut
" Jackson apa pria yang kamu maksud itu adalah dia? Jackson ini tidak seperti apa yang kamu pikirkan, aku dengannya tidak ada hubungan apapun. Aku juga_"
" Cukup! Saya tidak ingin mendengar penjelasan mu. Ini sudah menjelaskan semuanya, jika kalian mempunyai hubungan,"
" Jackson _"
" Dan kau?!" Jackson memotong ucapan Calvin.
" Berani sekali kau datang ke Apartemen saya dan kalian berdua diam-diam bertemu di belakang saya hah!" Teriak Jackson kehabisan kesabaran.
" Jackson ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Saya dengan istri kamu tidak ada hubungan apapun," Sergah Calvin
Jackson berjalan perlahan mendekati Calvin " Anda bilang tidak punya hubungan apapun hm? Jelas-jelas saya melihat dengan mata kepala saya sendiri anda datang terbirit-birit karna khawatir dengan teriakan wanita itu bukan?"
" Jackson saya bisa jelaskan_"
Bughhh!
" Jackson,"
Jackson memukul Calvin habis-habisan dan tidak ada sedikit pun serangan balik dari Calvin.
" Jackson dengarkan saya dulu,"
Bughhh
" Jackson stopp jangan lakukan itu," Sergah Ara memisahkan Jackson dari Calvin.
" Brengsek berani-beraninya kalian selingkuh di Apartemen saya hah!"
Bughh_bughh
" JACKSON STOP!!" TERIAK ARA TAK KALAH KERAS.
" Aku mohon dengarkan aku. Ini semua tidak seperti apa yang kamu pikirkan, aku tidak tau kenapa dia ada disini. Aku mohon percaya sama aku," Ucap Ara lirih
Jackson terdiam dia begitu marah terlihat dengan jelas dengan wajahnya yang memerah. Jackson menarik kerah Calvin kasar dan menariknya ke bawah.
Ara terkejut dan berlari menyusul Jackson, Jackson menghempaskan tubuh Calvin kasar ke luar.
__ADS_1
" Jangan berani sekali lagi kau datang kesini!" Tegas Jackson dan menutup pintu itu keras.
" Ara maafkan aku, aku tidak tau kalau tadi itu dia menjebakku," Batin Calvin khawatir dengan kondisi Ara apalagi sekarang Jackson sangat marah.
" Jackson dengarkan aku. Ini tidak seperti apa yang kamu lihat," Ara terus mencoba berbicara dengan Jackson. Tapi, Jackson terus menghindar nya.
" Jackson aku mohon dengarkan aku dulu,"
" Berhenti mengikuti saya!" Bentak Jackson
" Tapi_"
" SAYA BILANG PERGI!" Bentaknya lagi
Langkah Ara mundur perlahan dan pergi ke kamar tamu meninggalkan dia. Ara menyeka air matanya yang terus menetes.
PoV ARA
Aku terduduk di tepi ranjang, aku benar-benar tidak mengerti kenapa ada Calvin disini. Jackson marah karna hal itu, dia kira aku dan dia punya hubungan tapi sebenarnya tidak, bahkan aku pun tidak tau kenapa dia ada disini.
" Arghhhh!!!!"
Prankkk
Aku tersontak kaget saat mendengar sebuah pecahan keras berasal dari kamar. Aku yang takut, langsung berlari ke kamar dan terkejut saat melihat tangan Jackson yang mengeluarkan darah karna memukul kaca besar itu.
" Jackson apa yang kau lakukan," Ku tarik tangannya yang terus mengeluarkan darah.
" Arghhh pergi kau. Jangan berpura-pura peduli, saya tidak akan pernah tertipu dengan air mata mu itu," Teriaknya mengepis tanganku.
Aku tidak peduli dia mau berbicara apa, yang saat ini ingin aku lakukan adalah menghentikan darah itu.
Ku sobek baju yang ku kenakan dan ku lilitkan sobekan baju itu di tangannya.
" Hiks kenapa kamu lakukan ini? Kenapa kamu melampiaskan semua kemarahan mu kepada ku dengan menyiksa dirimu. Kenapa tidak kau siksa aku saja, kenapa harus seperti ini," tangisku pecah di hadapan Jackson.
Jackson sama sekali tidak melihat ke arahku, tatapannya melihat ke arah lain.
Aku mencari kotak P3K untuk mengobati luka di tangan Jackson, tak lama kotak P3K itu ketemu, tapi sialnya obat itu sudah habis.
" Jackson jangan kemana-mana aku akan cepat kembali. Aku akan membeli obat untuk lukamu itu," Ujarku
Aku pergi dengan uang di sakuku dengan menerobos angin malam yang sangat dingin. Benar apa yang Jackson katakan jika malam ini cuaca sangat buruk, tapi aku tidak punya pilihan lain selain menerobos keluar untuk membeli obat itu.
Saat di perjalanan aku bingung dengan jalan di kota ini, aku tidak begitu tau tentang jalan disini. Hingga pada akhirnya aku bertanya kepada orang-orang yang ada disana, dan baiknya mereka menunjukkan jalan dimana toko apotek itu.
Tak butuh lama aku sampai di sebuah apotek. Ku bertanya pada salah-satu karyawan dan meminta obat yang ku butuhkan.
Semuanya sudah ku beli dengan cepat aku pergi dari apotek itu dan bergegas pulang, tapi sialnya tiba-tiba cuaca malam ini semakin memburuk, curah salju yang turun di tambah angin yang sangat kencang.
" Astaga sekarang aku harus kemana? Aku lupa jalan pulang," Gumamku bingung dengan salju yang semakin lebat.
Ku rogoh-rogoh ponselku di saku, tapi sialnya aku lupa bawa ponsel " Ahhss apa yang harus aku lakukan? Aku tidak bisa menghubungi siapapun."
PoV Ara End
......
Di dalam Apartemen Jackson nafas dia masih saja memburu mengingat saat Calvin datang.
Drtt_drtt_drtt
Satu panggilan masuk ke ponsel Jackson. Namun, Jackson menghiraukannya.
Drttt_drttt_drtt
Satu panggilan masuk lagi, Jackson membuang nafas kasar dan langsung mengangkat telpon itu " Ada apa hah?" Bentak Jackson
" Maaf tuan menganggu waktu tuan,"
" Bimo ada apa?" Tanya Jackson berat
" Tidak tuan. Saya hanya ingin mengatakan jika malam ini cuaca disana sangat buruk dan di sana akan hujan salju dan itu sangat ekstrim. Karna itu saya mengingatkan tuan agar tuan tetap di rumah malam ini, karna saya takut jika terjadi sesuatu dengan tuan dan Ara," Jelasnya
Jackson sedikit terkejut dengan ucapan Bimo, bagaimana tidak saat ini Ara sedang keluar " Sial!" Umpatnya
" Ada apa tuan?" Tanya Bimo di sebrang sana.
Tutt_tutt_tutt
Jackson memutuskan sambungan telepon sepihak. Dan Tanpa pikir panjang Jackson berlari keluar rumah untuk mencari keberadaan Ara dengan mobilnya itu.
......
Di tempat lain Ara terus menerobos hujan salju dengan tubuhnya yang menggigil karna kedinginan. Di jalan itu tidak ada siapapun, karna mereka sudah tau dengan berita hari ini sehingga mereka berdiam diri di dalam rumah.
" Aku harus kemana? Aku tidak tau jalan di sini. Kenapa aku malah semakin tersesat," Gumam Ara lirih
.....
Di sisilain Jackson terus melihat kanan_kiri tapi tak kunjung menemukan keberadaan Ara.
" Ara di mana kamu? Kenapa kamu keluar Apartemen sedangkan kamu tidak tau jalan di kota ini," Gumam Jackson dengan pokus menyetir
" Aku tidak bisa mencari dia hanya di dalam mobil. Aku harus berjalan kaki mungkin itu akan membuat ku lebih gampang menemukan nya," Jackson melepas sabuk pengaman dan bergegas keluar mobil mencari Ara.
*
" Ara!!!" Teriak Jackson terus mencari keberadaan Ara
Hujan salju semakin lama semakin lebat, Darah yang awalnya mencair kini semakin membeku karna efek salju yang sangat dingin.
......
" Jackson aku takut. Aku tidak tau tempat ini," lirih Ara
Ara duduk di sebuah dahan rendang. Karna dirinya sudah tidak kuat untuk jalan, tubuhnya terus menggigil kedinginan. Bahkan saat berbicara pun ada asap yang keluar dari mulutnya.
" I_ini s_angat di_dingin," Ucap Ara terbata-bata.
.....
" Ara kamu dimana?!!"
Jackson terus mencari keberadaan Ara. Kota ini sangat sepi bahkan jalan pun hampir semua tertutup oleh salju.
Jackson terus melangkah kan kakinya mencari Ara, walaupun sulit karna mencari Ara di kota/negara sebesar ini.
PoV Jackson
Aku merasa sangat khawatir saat Bimo mengatakan jika saat ini akan turun salju yang sangat ekstrim, sedangkan seaku ingat Ara tidak tau dengan jalan kota ini dan dia malah pergi sendirian ke luar rumah Aku terus mencarinya tapi nihil sulit untuk menemukan dia di kota sebesar ini.
PoV Ara
" Araa?!!"
" Dimana kamu?!"
Ku buka mataku yang berat saat mendengar suara teriakan yang tak asing lagi di telingaku. Aku mendongak melihat siapa pemilik suara itu.
Bibirku yang pias tersenyum lebar saat melihat Jackson di depan sana yang jaraknya agak jauh dari tempat ku berdiam diri.
__ADS_1
" Jack,"
" Jack_son a_aku di sini," Suaraku hilang hingga aku tidak bisa berteriak kencang.
" Ara kamu dimana?!!" Teriak Jackson lagi, dia tidak sadar jika aku ada di sampingnya walau jaraknya jauh.
Ku bangkit dari duduknya dan kalangkah kan kakiku menghampiri nya. Namun, belum beberapa langkah kakiku sudah keram karna dingin yang sangat luar biasa dan membuat ku kehilangan keseimbangan dan....
Bughhh
Tubuhku jatuh ke atas salju itu.
PoV Ara End
Jackson merasakan jika ada seseorang yang terjatuh di arah sampingnya refleks melihat ke arah dimana terdapat Ara di sana, tapi sialnya tubuh Ara sudah tertutupi oleh salju sehingga tubuhnya tidak terlihat oleh Jackson.
" Ara kamu dimana?" Gumam Jackson lirih
Jackson berbalik ingin melangkahkan kakinya pergi, tapi tiba-tiba pikiran nya teringat saat terakhir kalinya Ara menggunakan baju berbawarna hijau, Jackson berpikir tidak mungkin warna hijau itu daun, karna yang ia lihat di sekeliling sini semua permohonan sangat gurun dan tidak mungkin daun itu ada, tapi jika memang ada daun itu mungkin sudah tertutup oleh salju.
.....
Ara berusaha bangkit dari sana dan ia masih melihat Jackson yang masih berdiri di sana membelakangi dirinya.
" Jackson?!!" Suara serak Ara
Ara berusaha mengeluarkan semua suaranya untuk memanggil Jackson didepannya.
" JACKSONNN?!!! Uhukk_uhukk,"
Sepertinya suara terakhir Ara berhasil, Jackson berbalik dan terkejut melihat Ara di sana.
" Ara,"
Senyum Ara terpancar di bibirnya. Ia melangkah kan kakinya menghampiri Jackson disana, begitupun dengan Jackson. Jackson berlari menghampiri Ara yang terlihat jalan nya yang tergontai.
Bughhh
Lagi-lagi tubuh Ara jatuh ke atas salju, ia terus berusaha bangkit dari sana. Sedangkan Jackson yang melihat itu mempercepat gerakan larinya menghampiri Ara.
Ara berlari menerobos salju yang memperberat langkahnya, hal itu hampir saja membuat tubuh Ara oleng dan jatuh lagi. Tapi, kali ini Jackson sigap menangkap tubuh Ara sehingga tubuhnya tidak ambruk ke atas salju.
" Jackson," Ara memeluk tubuh kekar itu erat seakan tak ingin melepaskan.
Jackson yang mendapat pelukan itu hanya diam tidak melepaskan bahkan tidak membalas pelukan.
" A_aku ta_tau kamu pa_pasti datang menjem_put ku," Desus Ara tepat di telinga Jackson.
" A_aku su_sudah membelikanmu o_obat untuk mengobati lu_lukamu itu," desunya lagi
Jackson merasakan tubuh Ara yang menggigil kedinginan.
" Ara?!"
" Sebentar ini sangat hangat," Gumam Ara lirih dengan tubuhnya yang semakin menggigil.
Tanpa pikir panjang Jackson mengangkat tubuh Ara ala brindal style dan membawa nya ke dalam mobil.
Jackson berniat langsung pergi ke Apartemen, tapi sialnya jalan sudah tertutupi oleh salju hal itu membuat Jackson tidak bisa pulang ke Apartemen.
Jackson memasukan tubuh Ara ke dalam mobil begitu juga dengan dirinya, sepertinya mereka harus tidur di dalam mobil malam ini.
Jackson menutup semua jendela, pintu dan celah-celah mobil rapat-rapat. Tapi, tetap saja Ara masih menggigil kedinginan.
" Apa yang harus aku lakukan?" Jackson bingung dengan kondisi Ara.
Dirinya tidak bisa membiarkan Ara yang kedinginan walaupun dirinya sudah memberikan jaket untuknya.
Tiba-tiba pikiran konyol terlintas di pikiran Jackson, ia tidak punya cara lain selain melakukan ini.
Jackson melepas setelan pakaiannya kini dia full naked. Begitu juga dengan Ara Jackson mencoba melepas pakaian yang di kenakan Ara, Ara yang masih setengah sadar menghentikan aksi Jackson.
" A_apa yang ingin kamu lakukan?" Tanya Ara setengah sadar
" Aku suamimu saya berhak menginginkan apa yang saya mau dari mu kapan saja," Ucapnya dingin
Ara hanya pasrah dengan apa yang ingin dia lakukan. Jackson memberikan sebuah kehangatan yang tidak pernah Ara pikirkan sebelumnya. Malam ini mereka tidur di dalam mobil hingga pagi, untung saja tidak ada orang satupun disana, kalau ada humm tutup mata dehh heheh.
Oke lanjut!!
PoV Ara
Pagi hari pukul 04. 00 aku terbangun dari tidurku dan aku sedikit terkejut saat melihat ku dan juga Jackson kini full naked. Aku mengingat saat malam itu dimana Jackson melakukan nya di dalam mobil, tapi hal itu Jackson lakukan hanya semata-mata ingin membantuku, karna malam itu badanku rasanya seperti es yang sangat beku. Tapi, untung saja dia melakukannya lembut karna dia sadar kalau saat ini aku sedang mengandung anaknya, dan memang dia melakukan nya hanya karna melihat ku kedinginan bukan karna benar-benar menginginkan nya.
Cepat-cepat ku rogoh setelan ku dan cepat-cepat ku pakai sebelum dia bangun dan melihat ku seperti ini, bisa- bisa aku malu.
PoV Ara End
.......
Pagi yang cerah pukul 06,30 pagi, terlihat Jackson membuka mata. Ia terkejut saat tidak menemukan Ara di samping nya, bergegas Jackson memakai setelan pakaiannya dan keluar mencari keberadaan Ara.
" Dimana wanita itu? Kenapa dia mudah sekali menghilang?" Jackson terus saja bergumam kesal tapi sesekali Jackson mengingat saat kejadian malam tadi. Kedua Sudut bibirnya terangkat menampilkan senyuman kecil di bibirnya.
" Jackson kamu sudah bangun?!" Lamunan Jackson pudar saat sebuah suara membuyarkannya.
Jackson yang awalnya tersenyum saat kedatangan Ara senyumannya itu pudar. Ara yang sadar hanya tersenyum tipis, mungkin dia masih marah kepadanya.
" Kemana saja kamu?" Tanyanya dengan nada tinggi
" Ini aku belikan sarapan pagi untuk kamu," Ara menyodorkan sebuah roti lapis dan juga teh hijau kesukaan Jackson.
" Aku tidak lapar," Ucap Jackson dingin
Kruuukkk _kruukkk
Ara tersenyum menahan tawanya saat mendengar suara perut Jackson yang berbunyi.
" Ayok makan. Aku sudah membelikannya untukmu," Ara menarik Jackson masuk mobil dan menyuruh Jackson makan.
Jackson melihat wajah Ara yang pias, biasanya bibir ranum itu berwarna pink alami, tapi sekarang bibir itu bewarna putih pucat.
" Kau makan," suruh Jackson dingin
" Aku akan makan setelah kamu makan," Ucap Ara
" Peraturan macam apa itu?"
Ara memincingkan matanya
" Makan atau saya tidak akan makan," Ara tersenyum mendengarnya.
Ara mengangguk dan ikut makan roti lapis itu.
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YAH:)
Gimana part-nya?
Kalau suka like,komen, vote, and follow.
Dan jangan lupa simpan ceritanya ke daftar bacaan kalian.
__ADS_1
Kalau tidak suka aku doakan semoga suka yah heheh:)
#Salamrindu dari Author😘🤗