Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.

Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.
Bab : 35 Pria baju hitam


__ADS_3

Ruang Tamu!


Seperti biasa setiap pagi Ara selalu membersihkan rumah  itulah kebiasaan Ara setiap hari.


" Sayang!"


Ara terkejut saat tiba-tiba Jackson memeluk nya dari belakang.


" Jackson! Kamu kok ada disini? Bukannya tadi aku lihat kamu masih tidur?"


" Aku baru bangun dan tidak menemukan mu makanya aku cari kamu ke dapur," Jawab Jackson dengan terus menciumi leher Ara.


Ara memicingkan matanya saat mendengar suara Jackson yang sedikit berbeda tapi semua pikiran Ara terbuang kala merasa risih dan geli saat Jackson terus menerus mencoba menciumi lehernya dan pungungnya yang terbalut baju.  Ini bukan kebiasaan Jackson seperti ini.


" Jackson apa yang kamu lakukan lepaskan aku," Ara terus memberontak karna risih dengan perlakuan nya yang seperti ini.


" Kenapa kamu seperti ini? Aku tunangan kamu," Bisiknya di telinga Ara.


" Jackson lepas aku mau siapin kamu sarapan,"


" Baiklah!" Jackson melepas pelukan nya dan beralih duduk.


Beberapa menit Ara menyiapkan makanan. Setelah selesai Ara langsung menghidangkan makanan ke atas meja, tapi kini Jackson tidak ada di meja makan.


" Loh Jackson kemana?" Gumam Ara lirih.


Tap_tap_tap


Netra Ara beralih ke arah tangga dimana di sana terdapat Jackson yang sedang menuruni anak tangga.


" Kenapa tidak membangunkan ku?" Tanyanya Dingin.


" Bukannya tadi kamu sudah bangun? Terus sekarang kenapa kamu ganti baju?" Tanya Ara


Jackson mengerutkan dahi saat Ara mengatakan kalau dirinya sudah bangun! Jelas-jelas dirinya baru bangun dan pakaian yang di kenakan Jackson saat ini memang masih menggunakan kaos tidur semalamnya itu.


" Apa yang kamu katakan? Saya baru bangun tidur dan pakaian ini apa kamu nggak ingat? Ini pakaian yang saya kenakan tadi malam saya belum sempat mandi karna saya sudah lapar," Jelas Jackson


Ara terdiam mendengar penuturan Jackson. Dirinya tidak mungkin salah wong tadi dia benar-benar melihat Jackson yang  memeluk nya.


" Kenapa? Apa semalam kamu bermimpi?" Tanyanya


" Tidak a_ayo makan!" Ara menghidangkan makanan ke piring Jackson hati-hati.


" Ada apa ini? Aku yakin kok tadi itu nyata kalau itu Jackson. Tapi, kenapa Jackson bilang kalau dia baru bangun tidur? Haish apa karna penyakit yang di derita aku? Apa penyakit ku semakin parah?" Batin Ara tidak bisa pokus karna terus memikirkan tentang kejadian tadi.


......


" Ara saya perhatikan dari tadi kamu banyak melamun. Apa yang sedang kamu pikirkan sekarang?" Tanyanya


" Tadi pagi kamu sudah bangun dan memeluk ku saat itu. Tapi, tadi kamu bilang kamu baru bangun tidur terus yang tadi di dapur bersama ku itu siapa?" Tanya Ara cemas


" Mungkin tadi malam kamu bermimpi, sudah lupakan jangan terus-terusan melamun," Ucapnya


" Terus kamu mau kemana?" Tanya Ara saat melihat Jackson sudah berpakaian rapih.


" Saya mau pergi ke kantor! Hari ini ada meeting,"


" Aku ikut yah! Lagian kan aku masih kerja disana," Pintaku


" Tidak usah kamu di sini aja, lagi pula hari ini hanya meeting satu kali. Jadi, saya lebih cepat pulang," Ujarnya


Ara mengangguk pasrah dan mengantar Jackson sampai ke depan rumah.


" Hati-hati!" Ucap Ara saat Jackson ingin menancapkan gas dan mendapat senyuman kaku dari Jackson. Mungkin karna jarang tersenyum jadi senyum kecil pun rasanya kaku.


......


Sudah beberapa menit berlalu Jackson pergi, rasanya rumah tampak sepi tidak ada dia.


Tintong!


Suara bel berbunyi menandakan ada seseorang dari luar.


" Siapa? Apa Jackson ketinggalan sesuatu?" Ara berjalan ke arah pintu dan membukanya.


Ceklek!


" Jackson? Kenapa balik lagi ada yang ketinggalan?" Tanya Ara


" Tidak ada aku pulang karna pekerjaan aku sudah selesai,"


" Hah selesai? Tapi baru beberapa menit ka_"


" Haish berisik! Tunangan nya pulang bukanya di sambut ini malah di ajak ngobrol. Cepat ambilkan aku minum aku haus,"


Ara terkejut saat Jackson membentaknya seperti tadi, Ara hanya bertanya tapi Jackson malah membentaknya seperti itu.


Ara bergegas pergi ke dapur dan membuat kan teh ke sukaan Jackson.


" Nih!" Ara Menyodorkan teh ke Jackson.


Tanpa melihat Jackson langsung meminumnya.


" Puahh!!"


Ara terkejut saat Jackson melepehkan minumannya ke lantai.


" Ada apa Jackson? Apa tehnya kurang manis?" Tanya Ara bingung

__ADS_1


" Gue bilang minuman bukan teh!" Gubrisnya


" Tapi teh ini kesukaan kamu, kalau pulang kerja kamu pasti menyuruh aku  buat teh ini,"


" Arghh gue gak perduli! Minggir lo nggak guna," Bentaknya


Ara benar-benar terkejut karna mendapatkan bentakan dari Jackson seperti ini. Dan apa tadi dia mengatakan dengan kata gue_lo? Ada apa dengan nya? Kenapa sikapnya seperti ini!.


*


Pukul 13.30 pm.


Sedari tadi Ara terus berdiam diri di dalam kamar, tak biasanya Jackson tidak pergi ke kamar. Ara benar-benar bingung dengan semua yang terjadi beberapa hari ini, pertama dirinya selalu lupa akan hal-hal kecil dan sekarang Ara merasa kalau Jackson ada dua. Haish semua itu memang gila!


Ceklek


Pintu terbuka lebar sosok yang pertama kali Ara lihat adalah wajah Jackson, meskipun terlihat kelelahan dan capek tapi tetap saja hal itu tidak bisa mengurangi ketampanan yang di miliki wajah Jackson.


" Ja_jackson!" Ucap Ara terbata-bata karna masih takut akan sikap Jackson yang tadi membentaknya.


"Kenapa kamu berkeringat seperti ini? Habis olahraga?" Tanyanya yang kini sudah berada di depanku.


" Tidak aku hanya ingin minta maaf, seharusnya tadi aku tanya dulu kamu mau minum apa. Tapi, aku malah langsung membuat kamu teh kesukaan mu," Cicit Ara menunduk tak berani menatap Jackson di depannya.


Jackson memicingkan matanya saat kala mendengar ucapan nya.


" Apa yang kamu katakan? Minuman apa? Kenapa akhir-akhir ini kamu begitu aneh? Aku baru pulang kerja dan kamu malah menyunguhkan ku dengan perkataan yang aneh-aneh," Tandasnya


Ara sontak terkejut saat mendengar semua penuturan Jackson. Ara benar-benar tidak tau disini dirinya yang sedang berhalusinasi apa Jackson benar.


Pikiran Ara benar-benar kacau saat ini, pikiran nya tak henti-hentinya memikirkan tentang kejadian akhir-akhir ini.


" Ada apa? Sepertinya kamu sedang sakit, jangan memikirkan hal yang tidak perlu kamu pikirkan. Itu akan berefek buruk ke diri kamu sendiri," Tandas Jackson sambil mengelus lengan Ara lembut.


" Haish kamu tidak tau apa yang aku rasakan sekarang, aku benar-benar yakin kalau tadi kamu sudah pulang dan malah membentakku,"


" Apa membentak mu?" Terlihat dari nada Jackson, Jackson terkejut mendengar ucapan Ara.


" Iyah kamu menyuruhku membuatkan minuman, seharusnya aku bertanya terlebih dahulu. Tapi, aku malah langsung membuatkan mu teh kesukaan mu dan kamu malah melepehkannya dan membentakku," Jelas Ara menatap sendu Jackson.


" Tidak! Aku baru pulang kerja. Dan sekarang aku ingin menyuruhmu membuatkan teh kesukaan ku sekarang,"


Lagi dan lagi Ara di buat lemas tak mengerti dengan semua ini.


" Kamu istirahat lah biar nanti aku buat tehnya sendiri," Jackson menuntun Ara ke atas ranjang dan menyelimuti tubuh Ara dengan selimut.


" Tidurlah seperti nya kamu kecapean," Ujarnya


Ara mengangguk pelan menanggapi ucapan Jackson. Jackson benar lebih baik Ara cepat tidur agar pikiran nya tidak kemana-mana lagi.


........


Tepat pukul 11 malam Ara terbangun dari tidurnya karna merasa tenggorokan nya kering. Ara bergegas pergi ke dapur dan seperti biasa Ara harus menuruni anak tangga terlebih dahulu, semua ruangan tampak gelap gulita di Netra Ara.


" Jackson apa itu kamu?" Tanya Ara memastikan bahwa itu adalah Jackson.


Tidak mendapat sahutan tiba-tiba Ara bergegas pergi ke dalam kamar setelah gelasnya terisi penuh.


BRAKKK


Jendela terbuka lebar dengan angin kenyang yang dingin berhamburan masuk ke dalam rumah, Ara berjalan ke arah jendela dan menutupnya kembali.


" Kenapa jendelanya bisa terbuka seperti ini?" Gumam Ara sambil menguncinya.


Setelah mengunci nya Ara bergegas naik berniat pergi ke dakam kamar, tapi lagi dan lagi seperti ada orang yang menahan Ara pergi. Kini Ara mendengar dengan jelas suara langkah kaki, Netra Ara menangkap sosok orang berpakaian hitam di depan ruangan yang Ara tidak tau ruangan apa itu.


Ara mengeluarkan semua keberanian nya untuk menghampiri orang itu. Dengan langkah perlahan Ara mendekati orang di depan pintu itu.


" Siapa kamu? Apa yang kamu inginkan dariku? Kenapa kamu terus-terusan mengganggu ku?" Tanya Ara kepada orang itu.


Ara tidak bisa melihat dengan jelas wajah orang itu, tapi Ara yakin orang itu adalah seorang pria.


" Kenapa kamu diam saja? Jawab pertanyaan ku kenapa dan siapa kamu?"


Pria itu tidak menjawab pertanyaan Ara. Ara merasa pria itu perlahan semakin mendekat, Ara yang tidak ingin sesuatu terjadi. Ara berbalik dan bergegas pergi dari sana, namun saat Ara berniat pergi tiba-tiba _


PRANKKKK


" Ahhkkk," Teriak Ara saat pria itu menarik kaki Ara sehingga Ara terjatuh dengan gelas yang di pegang nya pecah akibat terlempar Ara.


Pria itu membalikkan tubuh Ara kasar dan menindihinya. Ara terkejut saat melihat wajahnya dengan jarak seperti ini.


Ara melihat wajah pria yang familiar di matanya, tiba-tiba Ara teringat saat menemukan sebuah topeng dari di ruangan Chandra.


" Wajah ini! Kenapa wajahnya sangat mirip dengan gambar wajah yang ku temukan di kamar Chandra. Siapa dia? Apa dia Chandra? Tapi tidak mungkin Tubuh Chandra sedikit besar sedangkan ini dia sangat kekar," Batin Ara saat melihat wajah pria di atasnya.


" Lepaskan apa yang kamu mau? Siapa kamu aku tidak mengenal kamu," Teriak Ara meronta-ronta


" Ouh apa kamu tidak mengenaliku? Apa Jackson dan ayahmu tidak memberi tahumu tentang saya?"


Ara memicingkan matanya saat mendengar ucapan nya, Ara benar-benar tidak tau siapa dia dan Jackson_Ferdy mereka tidak memberi tahukan apapun tentang dia.


" Tidak aku tidak mengenalimu! Pergi jangan ganggu aku, aku tidak punya urusan dengan mu,"


" Kamu memang tidak punya urusan dengan ku. Tapi, ayahmu_ ayahmu lah yang berurusan dengan ku,"


" Ayah?"


" Kau harus membayar semua perbuatan ayahmu itu. Ayok ikut dengan ku!" Pria itu menarik Ara kasar.

__ADS_1


Ara terus memberontak tapi tenaga nya tak sebanding dengan tenaga pria yang sedang menyeretnya.


" Tidak kamu mau bawa aku kemana?"


" Aku akan membuat mu ke nikmatan dan kesakitan fisik!" Ara membulatkan mata mendengar ucapan gila yang keluar dari mulutnya.


" Tidak jangan. Jackson tolong!!!"


Teriak Ara dengan terus memanggil nama Jackson. Tapi, sayangnya Jackson tidak bisa mendengar karna jarak yang terlalu jauh dari kamar.


" Jangan aku mohon. Aku tidak ada urusan dengan mu lepaskan aku!" Lirih Ara menatap pria itu


Seperti tuli pria itu menyeret Ara kasar ke ruangan itu.


Ara yang tidak mau dengan cepat menginjak kaki pria itu sampai pria itu meringis kesakitan.


" Arghh brengsek!" Umpat pria itu


Ara berlari dengan cepat untuk menghindari pria itu.


Saat Ara ingin menaiki tangga pria itu malah menarik tangan Ara kasar dan langsung menyeret Ara ke ruangan itu tanpa ampun.


" Jackson tolong!!! Jackson_"


" DIAM!!" ARA TERKEJUT SAAT PRIA ITU MEMBENTAKNYA.


" Marvin tidak akan bangun dia sangat kelelahan dan sebaiknya kamu bersenang-senang lah dengan ku, anggap saja kamu membayar semua perbuatan ayahmu dengan tubuhmu ini," Ucap pria itu dengan tangannya yang menyentuh bagian tubuhku.


Plakkk


Ara melayang kan tangannya ke wajah pria itu keras.


" Jangan pernah kau berani menyentuh ku brengsek!" Teriak Ara menatap tajam ke arahnya


" BERANI SEKALI KAMU MENAMPARKU HAH!!" TERIAKNYA TAK KALAH KERAS.


PLAKKK


Ara merasakan panas di area pipinya saat pria itu menamparnya keras.


" IKUTT GUE JALANG!" PRIA ITU MENARIK ARA KASAR.


" Jackson kenapa kamu tidak bangun? Aku mohon bangun, aku sangat takut hiks," Batin Ara mengharapkan Jackson menolongnya.


Netra Ara terhenti ke sebuah guci, Ara berpikir jika Ara memecahkan guci itu di sini mungkin Jackson akan mendengar nya.


Ara mengepis tangannya dari tangan Pria itu dan langsung berlari mengambil guci itu.


PRANKKKK


Ara memecahkan guci itu dengan satu lemparan.


" Apa yang kamu lakukan hm? Kamu memecahkan guci mahal itu untuk apa, kau ingin membuat Marvin rugi?" Ucap nya


" Jackson aku mohon bangun! Tolong aku," Batin Ara


" Ara_"


" Jangan mendekat! Kalau kamu tidak mau guci ini melukainya,"


Pria itu terkejut dengan aksi dari Ara.


" Ouhh kamu sangat pemberani!"


Pria itu mengambil guci yang Ara pegang dan melemparkannya ke arah jendela besar itu dan_


BRAKKK


Suara pecahan dan lemparan guci dan kaca itu mengema di seluruh ruangan.


Di tempat lain!


Jackson terbangun karna mendengar pecahan kasar itu. Hal yang pertama Jackson cari yaitu Ara, Jackson khawatir saat tidak mendapati Ara di sampingnya.


" Ara!"


Jackson beranjak dari ranjang dan bergegas keluar mencari keberadaan Ara.


.......


Ara terus memberontak. Tapi, nihil tenaga nya tak sekuat tenaga pria di depannya. Pria itu terus menyeret Ara ke ruangan itu, Ara terus memberontak tidak ingin. Saat ini Ara benar-benar takut, Ara takut semua yang pernah Ara alami terulang di dalam ruangan itu.


" Tidak aku tidak mau lepaskan aku!" Ara mengepis tangan itu dan berdiam diri memeluk lututnya di pojok.


Ara benar-benar takut malam ini.


.....


Di sisi lain Jackson terkejut saat melihat pecahan guci dan pecahan kaca berserakan di lantai.


" Ara_ Ara dimana?"


Jackson berlari mencari keberadaan Ara di setiap sudut ruangan karna merasa khawatir dengan keadaan Ara.


......


" Kamu harus menanggung semua perbuatan ayah biadab mu itu Ara,"


Pria itu mendekat ke arah Ara. Namun, langkah nya terhenti saat mendengar ada seseorang yang datang.

__ADS_1


...*...


...Bersambung!...


__ADS_2