
...**WARNING!!...
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, FOLLOW AND VOTE MAKASIH:)
...Ready**!!...
" NGAK KALAU KAMU INGIN BUNUH DIA BUNUH JUGA AKU!" Sarkasku.
Jackson mengepalkan tangannya dan juga rahangnya yang semakin mengeras.
" Ara apa yang kamu katakan?"
" Ngak fando aku lebih baik mati dari pada takdir aku di bawah kengkangan dia." Timpalku.
Jackson kini sudah merah padam, jackson tidak peduli lagi dengan siapa dia berhadapan.
Jackson menarik tangan Ara kasar.
" Ahkk lepasin." Ucapku memberontak kesakitan.
" Jackson Jangan Sakiti Ara Dia Tidak Tau Apa-apa." Sergah fando.
" DIAM!! SEBAIKNYA PIKIRKAN HIDUP ANDA DARI SEKARANG KARNA SEBENTAR LAGI ANDA AKAN MATI." Sarkas Jackson menatap tajam kearah Fando.
" GODRAXC!!"
" Iyah Tuan."
" JAGA DIA JANGAN SAMPAI LEPAS, DAN JANGAN MELAKUKAN APAPUN SEBELUM SAYA MEMERINTAHKANNYA MENGERTI!."
" Mengerti Tuan."
Jackson menyeret Ara kasar keluar gedung dan memasukan Ara kedalam mobilnya dengan kasar.
" Akhhh Jackson Sakitt Hiks Lepasin." ucapku kesakitan.
Jackson menulikan telinganya tidak memerdulikan Ara yang meringgis kesakitan.
" JACKSON LEPASIN GUE! GUE NGAK MAU IKUT SAMA ORANG PEMBUNUH KAYA ELO." TERIAKU.
DEGHHH.
Mendengar teriakan ku langkah jackson terhenti, dia berbalik menatap ku dengan penuh amarah.
" Kamu Bilang Apa Pembunuh? Yakkk Saya Seorang Pembunuh Kamu Mau Tau Seorang Pembunuh Melakukan Apa Saja? Baiklah Saya Akan Memberitahukannya Kepadamu." Tuturnya.
Jackson menarik ara kasar lagi menuju mobilnya.
" Ngak Aku Ngak Mau Hiks Sakit Lepasin." Ucapku memohon agar jackson mau mengasihaninya, tapi nihil hati dan fikiran jackson sudah gelap dan penuh amarah dia tidak bisa lagi di ajak bicara dengan baik.
" Jackson aku mohon aku ngak mau."
" Jackson hiks ."
__ADS_1
Jackson tidak mendengar ucapanku dia malah menarik tubuh ku kasar ke pintu mobil .
Bughhh.
Tubuh Ara terkunci oleh tangan Jackson, Jackson menatap tajam dan penuh amarah ke Ara.
Aku menatap jackson sendu, aku tau ucapanku tadi membuatnya sakit tapi itu kenyataannya.
" Kenapa Kamu Ada Di Sini hm?"Tanyanya
Aku tidak menjawabnya, aku hanya menatapnya dengan air mata yang tidak bisa aku bendung lagi.
" JAWAB ARA " Bentaknya.
" A_Aku ngikutin kamu."
" Apa! Apa kamu tidak dengar saya menyuruhmu untuk tetap di kantor kenapa kamu malah ngikutin saya kesini?" tanya jack dengan pnuh penekanan.
" Karna aku tau kamu pasti datang kesini, dan benar saja kamu datang kesini."
" Aku tau! Dan aku juga tau kalau kamu itu seorang Psychopat ." Ucapku berhasil membuat jackson diam menatapku.
" Aku sudah tau kalau kamu itu seorang psykopat, lalu! untuk apa? Untuk apa kamu membiarkanku hidup kenapa kamu tidak membunuh ku saja seperti mereka." teriaku di hadapan jackson dengan penuh tanda tanya.
" KENAPA JACK! KENAPA KAMU TIDAK MEMBUNUHKU SAJA KENAPA HIKS! AKU LEBIH BAIK MATI DARI PADA AKU TERUS-TERUSAN DI SIKSA DAN MELIHAT KAMU TERUS-MENERUS MEMBUNUH ORANG." Ungkapku.
" KENAPA JACK KENAPA HIKS."
" KARNA AKU INGIN MENCARI KEPUASAN YAITU DENGAN MENYIKSAMU SETELAH SAYA MERASA PUAS MAKA SAYÀ AKAN MEMBUATMU SEPERTI MEREKA."
DEGHHH.
" Saya memang brengsek lalu kenapa?"
" Lalu setelah kamu tau semuanya kalau saya adalah seorang psychopat! kamu takut? kamu mau lari lagi? silahkan tapi saya tidak akan pernah melepaskanmu." Tekannya.
" BRENGSEK KAMU JACKSON KAMU BENAR-BENAR BERENGSEK." Teriaku sambil memukul-mukul dada bidangnya keras.
Jackson memegang pergelangan tanganku dan memasukanku kedalam mobilnya.
" Jackson aku ngak mau lagi kembali ke rumah kamu lagi hiks aku mau pulang tolong lepasin aku hiks." Ucapku memohon saat jackson memasangkan sabuk pengaman ke badanku.
Jackson menatapku dińgin jarak kami sangat dekat sehingga kami bisa merasakan nafas masing-masing.
" Jack aku mohon." gumamku lirih.
Jackson tidak mendengar ucapanku dia malah menutup pintu mobil dan memutari mobil untuk ikut masuk ke mobil pengemudinya.
" Tuhan! sekarang aku hanya pasrah kepadamu, Biarlah dia melakukan apapun terhadapku aku sudah tidak peduli lagi karna memohon pun tidak bisa." Ucapku dalam hati.
*
Sesampainya di rumah jackson aku mengekori jackson ke dalam rumah, tidak ada yang membuka suara di antar aku dan jack.
__ADS_1
Setelah kejadian beberapa menit yang lalu jackson kini tidak berbicara sedikit pun! biasanya dia suka marah-marah tidak jelas tapi sekarang dia sangat dingin.
Aku pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badanku yang lengket.
5 menit kemudian aku selesai dengan ritual mandiku dan berniat untuk kebawah, namun saat aku hendak ke bawah aku tidak melihat akan keberadaan jackson di bawah! Dimana dia?.
Biasanya jackson sudah ada di bawah sekarang tidak ada! Ku langkahkan kakiku ke meja makan dan tidak melihat makanan di atas meja.
Aku langkahkan kakiku ke area dapur dan memasak makanan untukku dan untuk jackson.
*
" Hahh kenapa saat aku melihatnya menangis aku merasa ada sesuatu dalam hatiku, kenapa ini? tidak mungkin aku kasihan kepadanya! Aku sangat membencinya dan aku membawanya hanya untuk menyiksannya dan melihatnya menangis memohon-mohon kepadaku, tapi kenapa saat aku melihatnya menangis aku malah merasa kasihan." Batin jackson.
Jackson berdiri sendiri di balkon kamarnya dengan pikiran yang terus tertuju ke sosok Ara yang selama ini ia jadikan bahan kepuasannya.
*
" Kenapa dia belum turun juga yah? Apa dia marah." Ucapku dalam hati dengan tatapanku yang terus menatap ke atas yaitu ke kamar Jackson.
" Apa aku panggil aja, tapi kalau dia benar-benar marah gimana? aku saat ini belum siap untuk di siksanya, udah deh nanti juga kalau lapar ke bawah." Gumamku.
Aku duduk dan memakan masakan yang tadi aku buat, rasannya saat ini aku tak selera makan karna terus memikirkan Jackson. Saat di kantor jackson hanya makan sedikit karna mendapat telpon.
" Huhh... Sebaiknya gue ke atas dia juga manusia pasti dia juga lapar yak meskipun orangnya dingin, seram tapi dia juga manusia." Gumamku.
Aku menyiapkan makanan ke atas piring dan membawanya ke atas yaitu ke kamar jackson. Saat sedang di depan kamar jackson ada rasa takut tapi ku beranikan diri untuk mengetuknya! aku lakukan ini juga demi dia yakali dia akan marah.
Tok_tok_tok.
Aku mengetuk pintu kamar jack pelan namun tidak ada sautan, merasa tidak ada yang menyaut ku ketuk lagi pintu itu berulang kali, tapi nihil tetap saja tidak ada yang menyaut ku pikir dia sudah tidur.
Ku simpan Makanan dan minuman di depan pintu dan meninggalkannya.
" Semoga dia makan deh." Gumamku dan beranjak pergi.
Sebelum pergi ku ketuk lagi pintu itu sekali dan pergi. Tak lama sesudah kepergian Ara, jack membuka pintu kamarnya dan tidak mendapati siapa pun.
" Tadi kaya ada yang ngetuk tapi kok ngak ada?" Gumam jack.
Melihat tidak ada siapä-siapa, Jackson menutup pintu kamarnya lagi namun saat ingin menutup pintu, tatapan jack terhenti ke sebuah makanan dan minuman di di lantai depan pintu.
Jackson mengambil makanan dan minuman itu dan mengerutkan dahi.
" Makanan? Minuman dari siapa?"
" Apa Ara? Hmm ." Gumam jackson dengan bibir yang membentuk sebuah senyuman.
Jackson menutup pintu kamarnya dengan membawa makanan dan minuman yang di simpan ara tadi.
Jackson duduk di sofa dengan mencicipi makanan buatan Ara sampai habis. Tak butuh lama jackson sudah menghabiskan makanan itu dan beranjak keluar kamar dengan membawa piring kotor ke dapur dan mencucinya.
__ADS_1
Jackson memang seorang psychopat, sekaligus CEO tapi itu tidak membuatnya menjadi seorang yang pemalas dan manja. Dari kecil saat ibunya masih ada jackson di ajarkan oleh ibunya untuk memasak dan juga mengurus rumah tangga jadi wajar bila jackson bisa mengurus rumahnya dengan rapih, tanpa di bantu oleh seorang Maid.