Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.

Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.
Bab : 51 Kebahagiaan Pagi


__ADS_3

" Arghh," Pria itu jatuh ke lantai dengan kondisi meringis kesakitan.


Ara yang bingung refleks melihat apa yang terjadi.


" Om?!"


" Ayok lari," pria tua itu menyuruh Ara untuk lari. Tapi Ara tidak bisa meninggalkan mereka dan juga Jackson.


" Ayok nak pergi!" Lirihnya


" Pria tua bajing*an," Pria itu bangkit dan mendorong tubuh pria tua itu kasar hingga terhempas ke lantai.


" Om?!" Ara berniat mendekati pria tua itu. Tapi langkahnya terhenti saat perampok itu menahan tangannya


Dorrr


" Shitt apa kau bisa berhenti menembak hah?!" Bentaknya kesal saat Jackson hampir menembak tangannya.


" Lepaskan tanganmu dari tangannya!" Tegas Jackson


" Tidak akan pernah!" Jawab Pria itu lantang.


Perampok itu menyeret Ara keluar ruangan paksa tapi saat ingin keluar tiba-tiba beberapa polisi sudah masuk ke dalam lewat jendela itu.


"Sial mereka sudah masuk!" Umpatnya


" Bos bagaimana ini?" para perampok itu ketakutan saat melihat beberapa polisi di sana.


" Jangan bergerak jika kalian tidak ingin tertembak!" Ujar salah-satu polisi itu mengarahkan pistolnya ke arah mereka.


Dorrrr


" Ara menunduk!" Teriak Jackson   dan berlari kearah Ara dengan terus menembak pelurunya ke arah perampok itu.


Para perampok itu melakukan perlawanan, dengan membalikan peluru itu kepada Jackson dan juga para polisi.


Ara yang hanya diam berjongkok dengan kedua tangannya itu menutupi kedua telinganya rapat-rapat, tak ingin melihat dan mendengar suara tembak-menembak.


" Ara?! Kamu tidak papa?" Tanya Jackson khawatir dengan kondisi Ara yang gemetar ketakutan.


" Aku takut hiks," Lirih Ara


Jackson memeluk Ara erat dan berdesis " Aku ada disini. Tidak akan ku biarkan seseorang menyakiti mu."


Air mata Ara terus menetes dan tanpa sengaja netra Ara menangkap sosok pria yang tergeletak memegang pistol dan mengarahkan nya ke arah mereka.


" Jackson_"


" Apa?"


" Dia?!" Jackson melepas pelukannya bingung dengan ucapan Ara. Jackson mengikuti arah mata itu, dan terkejut saat perampok itu ingin menembaknya.


Jackson menindihi tubuh Ara dan langsung menembakan pelurunya ke arah pria itu. Ara menangis di bawahnya, Jackson peka karna itu dia memeluk Ara dan menutup telinga dan mata itu dengan tangan kanannya.


Dorrr_dorr_dorrr


Tembakan terus-menerus di lakukan Jackson, hingga membuat pria itu tergeletak dengan tubuh yang berumuran darah.


PoV ARA


Jackson memelukku erat dan aku mencengkram bajunya erat. Suara tembak-menembak terus mengema di telingaku, kadang aku pernah berpikir kenapa hidupku selalu berada di tengah-tengah tembakan? Aku tidak mendengar suara tembakan itu lagi, ku buka kedua mataku perlahan. Hal yang pertama kali aku lihat adalah wajah tampan yang kini menatapku, sadar atau tidak kini tanganku memegang wajahnya.


" Apa kamu terluka?" Tanya ku menatap sayup kepada nya.


" Kenapa kamu bertanya? Seharusnya aku yang bertanya apa kamu baik-baik saja?" Tanya baliknya


Aku tersenyum kepadanya sebagai jawaban. Tapi, anehnya  dia tertawa hambar kepadaku.


" Kau bilang baik-baik saja? Bibir mu terluka mereka pasti sudah melukaimu. Maafkan aku karna aku telat menyelamatkan mu," Aku tersenyum mendengar kata maaf yang keluar dari bibirnya.


Seharusnya tidak jarang bukan jika kita mendengar kata maaf? Tapi, aku merasa jarang mendengar dia mengatakan kata maaf tulus dari hatinya.


Jackson membangun kanku dengan tangan yang terus merangkulnya seakan tak ingin melepaskan " Kita pulang!" Ucapnya


Jackson membawaku keluar pameran, saat di luar banyak sekali para wartawan yang ingin mendengar jawaban dariku. Jackson menghalangi tubuhku dan bergegas masuk mobil. Jackson tidak memberi ku ijin un menjadi saksi atas kejadian ini, karna dia tidak ingin membiarkan ku terlibat dalam kasus ini.


Jackson memasang kan sabuk pengaman kepada ku, tatapan kami sempat bertemu namun hanya beberapa detik saja.


PoV Ara End


.....


Skip! Sesampainya di Apartemen Ara tertidur sangat pulas di dalam mobil. Jackson hanya diam menatap wajah polos Ara ketika sedang tidur, perlahan tangan Jackson bergerak menyingkirkan rambut yang menutupi wajah itu dan sesekali Jackson mengelus wajah lembut Ara hangat.


" Kamu pasti cape. Ara ada apa dengan perasaan ku? Kenapa tadi aku tidak bisa melihat mu menangis dan ketakutan? Dulu aku menginginkan semua itu terjadi kepadamu, tapi semakin lama aku merasa semakin bodoh! Apa aku sudah mencintaimu?" Gumam Jackson dengan terus memandangi wajah polos Ara.


Jackson keluar mobil dan langsung mengangkat tubuh Ara dan membawa nya masuk ke dalam kamar.


Sesampainya di kamar Jackson menidurkan tubuh Ara ke ranjang hati-hati, saat Jackson ingin melepas tangannya tiba-tiba Ara memegang tangannya dan mengingau.


" Jangan tinggalkan aku. Aku sangat takut," Ara terus mengingau ketakutan mungkin karna kejadian tadi dan hal itu membuatnya syok.


Jackson mengurungkan niatnya, dia naik ke atas ranjang dan menjadikan tangannya sebagai bantal Ara. Terlihat ada pergerakan dari tubuh Ara, Ara berbalik memeluk Jackson begitupun sebaliknya.


" Aku tidak akan meninggalkan mu lagi," Ucap Jackson pelan dan memeluk tubuh ramping Ara dan ikut tertidur dengan posisi saling memeluk.

__ADS_1


.......


Pagi hari yang cerah terlihat sepasang kekasih itu masih tertidur dengan posisi saling memeluk. Jackson terbangun lebih dulu di banding Ara, hal yang pertama kali Jackson lihat adalah wajah polos istrinya.


" Kenapa baru sekarang aku sadar kalau kamu sangat cantik," Gumam Jackson menatap wajah Ara


" Eungg," Kedua mata elang itu tiba-tiba tertutup sempurna saat mendengar lenguhan istrinya.


" Huwaaaa apa sekarang masih malam?" Suara serak Ara dengan kedua matanya mengerjap-erjap menyesuaikan dengan cahaya lampu.


Ara melirik ke arah samping yang dimana disana Jackson sedang tertidur, ehk bukan_bukan tidur melainkan pura-pura tidur. Ara terus tersenyum menatap wajah sang suami, perlahan tanganya bergerak mengusap wajahnya lembut.


" Aku lebih suka dia ketika sedang tidur. Dia sangat tampan, polos, haish dia sangat imut. Berbeda ketika sedang bangun, dia seperti singa yang kelaparan," Celetuk Ara bergumam.


Di dalam hati Jackson. Ingin sekali dirinya bangun dan langsung menerkam wanita yang sudah berani mengatainya seekor singa.


" Jam berapa sekarang?" Gumam Ara.


Ara bangkit dari tidurnya dan mencoba mengambil ponselnya yang berada di atas nakas tepat di samping Jackson. Tapi, sepertinya Ara terlihat kesulitan saat mengambil ponselnya karna jarak yang sedikit jauh dan tangannya yang pendek tidak bisa meraihnya, dengan berat hati Ara menekankan tubuhnya sehingga Jackson bisa merasakan tubuh yang di miliki Ara.


" Haishh kenapa tanganku sangat pendek," Umpat Ara kesal karna susah mengambil ponselnya


Jackson pria normal tentu saja nafsunya melonjak saat tubuhnya dan tubuh lawan jenisnya beradu. Saat Ara berhasil mengambil ponselnya tiba-tiba Jackson memeluk Ara erat, hal itu membuat Ara terkejut.


" Jackson?!"


" Apa? Kenapa pagi buta begini kamu malah mengodaku hm?" Suara seraknya.


" Mengodamu? Aku tidak mengoda mu, ahkk iya kamu pasti terbangun karna aku yah? Maaf sebenarnya aku ingin mengambil ponselku jadi_"


Ucapan Ara terpotong saat tiba-tiba Jackson mencium bibirnya. Ara yang mendapat serangan tiba-tiba sontak membulatkan matanya.


" Aku tau. Karna aku tidak tidur," Ucapnya tersenyum jahil


" Apa? Jadi kamu sudah bangun?"


" Hmm dan aku dengar umpatanmu saat mengejekku," Ucap Jackson.


Malunya Ara saat tertangkap basah.


" Aku ingin ke kamar mandi," Ucap Ara pelan


" Pergilah,"


" Bagaimana aku bisa pergi kalau kamu memelukku seperti ini?!" Jackson tersadar dan langsung melepaskan pelukannya.


Ara bergegas pergi ke kamar mandi dan menutupnya rapat.


Di dalam kamar mandi Ara sangat malu dengan apa yang terjadi beberapa menit yang lalu.


Sedangkan Jackson, Jackson hanya meratapi kebodohannya.


" Apa yang kamu lakukan Jackson? Kau menciumnya? Arghh tapi itu salahnya kenapa dia mengodaku duluan," Gumam Jackson dalam hati sambil menatap langit-langit kamar.


.........


Dapur!


Di dapur Ara sibuk mencuci piring kotor bekas sarapan mereka berdua. Hari ini Ara benar-benar senang bahkan dia seperti orang gila karna senyum-senyum sendiri, saat Ara mencuci piring tiba-tiba saja rasa sakit di kepalanya kembali muncul. Ara yang tidak tahan dengan rasa sakit itu, tiba-tiba keseimbangan nya kurang dan piring yang ia cuci terjatuh ke lantai.


Jackson yang mendengar keributan di dapur langsung berlari ke area dapur dan melihat Ara yang sedang memegang kepalanya.


" Ara kamu kenapa?" Tanya Jackson khawatir


" Tidak aku tidak papa," jawab Ara membenarkan keadaannya seperti biasa, padahal dalam dirinya Ara berjuang menahan rasa sakit yang luar biasa, tapi Ara menahannya sekuat tenaga agar Jackson tidak tahu tentang kondisinya.


" Kau berbohong! Wajahmu sangat pucat dan lihatlah kamu berkeringat. Apa yang sedang kamu sembunyikan dariku?" Tandas Jackson tak percaya dengan jawaban Ara.


" Wajahku pucat? Ahk i_itu karna aku tidak memakai makeup sama sekali, ja_jadi aku terlihat pucat dan jelek. Kalau tentang keringat...eum itu aku, ahkk ya aku habis membersihkan apartemen ini. Huhh Apartemen ini sangat luas aku tak sanggup membersihkan nya sendiri, kalau aku boleh request tolong carikan staff untuk membantuku membersihkan Apartemen ini," Bola mata Ara berputar tak tau arah, Ara saat ini benar-benar sangat kesakitan ingin sekali dirinya mengusir dia agar dia cepat pergi sehingga membuat dirinya lebih leluasa meluapkan semua rasa sakit yang menggerogoti tubuhnya saat ini.


" Watashitachi no shujin ga kono apāto o sōji shimashita,"


( Tuan kami sudah membersihkan Apartemen ini) Tiba-tiba datang seorang wanita berpakaian bagaimana seorang staff.


Tentu hal itu membuat Ara sedikit terkejut.


"  Itte kurete arigatō!"


( Terimakasih kalian boleh pergi!) Jackson menatap Ara datar. Kenapa dia berbohong untuk masalah kecil seperti ini? Dirinya hanya bertanya ada apa? Tapi dia_ dia malah berbohong.


" Kau tau itu artinya apa?" Tanya Jackson menatap Ara yang tak berani menatap nya


" Apa pertanyaan ku begitu sulit sampai kamu tidak bisa menjawab pertanyaan ku? Dan lebih baik berbohong?!" Lanjutnya menatap Ara yang sedari tadi menunduk


" Tatap mata saya!"


" Aku tidak berbohong," Ucap Ara tanpa melihat kearah Jackson


" Kalau begitu tatap mataku!"


" Aku tidak mau," Tandas Ara


Jackson yang tidak ingin di bantah akhirnya meraih dagu Ara kasar. Dan terkejut saat melihat mata Ara yang memerah menahan tangisan.


" Kamu nangis?" Jackson benar-benar khawatir dan bingung melihat Ara yang menangis tanpa sebab.

__ADS_1


Gimana nggak nangis coba wong dari tadi Ara nahan sakit.


PoV Ara


Aku bingung harus jawab apa. Jackson benar-benar keras kepala dia selalu berusaha memojokkan ku, hingga aku tidak bisa menjawab lagi. Sekarang apa yang harus aku lakukan? Aku terus berpikir memikirkan bagaimana cara membuat dia segera pergi tanpa curiga.


" Ara?!"


" Aku mau buah!"


Jackson memicingkan matanya saat setelah mendengar jawabanku " Buah?" Ucap ulangnya


Aku mengangguk menanggapi ucapan nya.


" Haih jadi kamu menangis dan berbohong kepada ku hanya karna ingin buah?" Tanyanya tak percaya.


" I_iya aku tadi merasa pusing mungkin karna baby mau buah," Ku gigit bibir bawah ku meratapi kebodohanku.


" Cih konyol. Ada banyak buah di dalam kulkas lalu apa yang kamu tangiskan?"


" Aku ingin kamu yang membelikannya langsung," Ucapku sengaja agar dia pergi.


" Apa bedanya? Itu sama-sama bahkan," Gubrisnya


" Baby-nya mau kamu yang langsung membelinya. Kamu nggak mau kan baby kamu ileran?"


Terlihat Jackson membuang nafas berat, karna aku tau jika menyangkut baby dia tidak akan bisa menolak.


" Baiklah jangan pergi kemana-mana selama aku di luar. Mengerti?"


" Iya cepat sana," Jackson pergi meninggalkan ku di Apartemen sendirian karna semua staff sudah pulang.


Setelah kepergian Jackson cepat-cepat aku naik ke dalam kamar dan mencari obat pereda sakit yang di berikan Calvin.


" Dimana obat itu?" Racauku mencari obat itu.


Tak lama aku menemukan obat itu dan langsung meminumnya. Setelah meminum obat itu rasa sakit yang ada di kepalanya sedikit berkurang, Aku mengatur nafasnya pelan. Wajah ku sangat pucat dan seluruh badanku berkeringat, ku baringkan tubuhku yang lemah di atas ranjang.


" Sampai kapan ini semua berakhir?" Gumamku menatap langit-langit kamar.


PoV  Ara End


.......


Supermarket!


Jackson membeli buah yang di inginkan Ara dan juga sekalian membeli stok makanan, karna sedia tau sudah stok kehabisan makanan.


Setelah semua terbeli Jackson langsung ke kasir untuk melakukan pembayaran.


" Mbak?!" Panggil seseorang


Jackson sedikit terkejut saat melihat siapa pria di samping nya.


Begitupun sebaliknya.


" Jackson?!"


" Saya rasa pekerjaan anda bukan disini. Dan seingat saya anda tidak mempunyai kerabat atau keluarga disini, lalu kenapa anda bisa disini hah?" Jackson menatap Calvin datar menunggu jawaban yang akan dia berikan.


" Apa jika saya ingin berlibur ke sebuah tempat harus ada kerabat dan keluarga yang tinggal disana begitu?" Tanya balik Calvin


Perang dingin itu perlahan semakin memanas. Kedua pria yang terkenal sama-sama pria dingin namun bedanya hanya Jackson lebih fosesif tidak bisa mengendalikan emosinya sedangkan Calvin dia lebih lembut dalam hal apapun.


" Tidak hanya saja saya merasa jika anda mengikuti saya, no bukan saya melainkan istri saya!" Tekan Jackson menatap tajam Calvin


" Jika anda berpikir seperti itu lalu saya bisa apa?! Karna saya tau anda selalu berpikir negatif tentang saya. Jadi, seberusaha apapun saya menjelaskannya anda tidak akan pernah mendengarkannya," Tandas Calvin menatap tajam Jackson


" Ahaha kau benar tidak ada kata yang saya percaya dari semua kata yang keluar dari mulut anda. Tapi, dengarkan ini baik-baik, jauhi istri saya jangan pernah berani mendekati nya apalagi menyentuhnya. Jika, saya melihat itu jangan salahkan saya jika saya melakukan hal bodoh kepada Anda!" Ucap Jackson dengan menekankan kata di akhir kalimat


Jackson memberikan uang ke kasir dan langsung pergi membawa makanan yang ia beli.


Calvin masih menatap kepergian Jackson, Calvin tidak peduli tentang semua ucapan Jackson, Calvin akan tetap menjaga dan merawat Ara hingga dia sembuh. Meskipun Jackson akan menjadi penghalangnya.


......


Sesampainya di Apartemen Jackson langsung bergegas masuk dan menyiapkan buah untuk ia berikan ke Ara. Tapi, sayangnya Ara sudah tidur di atas ranjang. Jackson menghampiri Ara dan menatap nya.


" Ada hubungan apa kamu dengan dia? Saya yakin dia datang kesini bukan semata-mata hanya karna liburan, melainkan dia kesini untuk bertemu kamu! Apa kamu berjanjian dengan dia?" Gumam Jackson dalam hati


Jackson membuang nafas panjang, dia mengatur nafasnya yang memburu. Jackson tidak ingin emosinya menaik dan malah menyakiti Ara yang saat ini sedang mengandung anaknya.


Disisilain!


" Jadi disini mereka?! Tapi dimana Ara?" Gumam Calvin


...Plashback On...


"Aku harus ikuti dia. Aku harus tau kondisi Ara," Calvin melakukan pembayaran dan bergegas menyusul Jackson.


Mobilnya dengan mobil Jackson sudah kehilangan jauh, tapi untung saja Calvin masih bisa mengejarnya.


...Plashback Off...


" Aku harap kamu baik-baik saja," Ucap Calvin sebelum pergi meninggalkan Apartemen Jackson.

__ADS_1


Jangan lupa vote, komen, and follow.


__ADS_2