Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.

Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.
Bab : 22 Pria Misterius?


__ADS_3

...HAPPY READING...


...Memilikimu adalah impianku namun memilikimu seutuhnya adalah keinginanku!...


...*...


Ara menyiapkan makanan untuk Jackson.


Ara berjalan mendekati Jackson yang sedang berada di kolam.


...



...


Ara melihat Jackson sedang berenang dengan lihainya disana. Merasakan kehadiran Ara, Jackson bangkit dan selesai dengan aktivitas renangnya.


Jackson berjalan ke arahku dengan rambut basah yang terus bercucuran air membuat ketampanannya semakin terpancar. Ara mengambil kimono putih milik Jackson dan memasangkannya ke badan Jackson.


" Aku sudah siapin makanan, nanti kamu makan setelah itu minum obat!" Suruh Ara


Ara berjalan pergi ke dalam rumah. Namun, belum sempat beberapa langkah Ara terpeleset. Jackson yang melihat itu langsung menarik tangan Ara hal hasil Jackson ikut masuk kedalam kolam.


Byurrrr


" Ahkkk!" Teriakk Ara


" Jackson aku ngak bisa berenang," Ara melingkarkan tangannya ke leher Jackson erat.


Jackson menampung tubuh Ara Ala Brindal Syle di dalam air. Jackson menatap lekat wajah Ara, jantung mereka berdua berdegup sangat kencang ketika berdekatan seperti ini.


Jackson dapat merasakan nafas memburu Ara dengan jarak sedekat ini.


Jackson mengangkat tubuh Ara dan berjalan ke bibir kolam.


"Jackson turunin aku disini aja," Pintaku


Jackson tidak mendengar dia malah membawa tubuh Ara ke dalam kamar dengan air yang bercucuran dimana-mana karna akibat dari pakaian mereka yang basah.


Jackson menurunkan Ara di dalam kamar, Ara terberit-berit pergi ke dalam kamar mandi karna merasa tidak tahan kalau sedang berada di dekat Jackson seperti tadi.


Tanpa Ara sadari Jackson tersenyum saat kepergiannya.


*


Kediaman Candra


" Bagaimana?" Tanyanya


" Bos saya sudah mendapat informasi gadis itu," Candra tersenyum senang saat mendengar penuturan anak buahnya.


Anak buah Candra itu memberikan sebuah kertas putih yang berisi biodata Ara lengkap. Candra membaca dengan teliti kertas putih itu.


Netra dan pikiran Candra terkejut saat kala melihat siapa nama Ayah dan Ibu kandung Ara.


Ferdy dan Syntia Clausia Bella.


" Jadi orang tua kandung Ara adalah Ferdy dan Syntia?" Gumamnya


" Iyah tuan! Saya juga tidak menyangka kalau gadis itu adalah musuh besar kita," Sahutnya


" Syntia ternyata putri kamu sangat cantik seperti  kamu," Batinnya tersenyum smrik.


*


Di Kediaman Jackson


_________________________


" Ara! Aku pergi keluar sebentar, kamu hati-hati disini. Tutup pintu rapat-rapat kalau ada apa-apa kabari saya!" Ucapnya


Ara menganguki ucapan Jackson.


" Dan ingat jangan keluar tanpa mengabari saya, kalau ada orang yang tidak kamu kenal jangan membiarkan dia masuk rumah ngerti!" Lanjutnya


" Iyah aku ngerti, tapi sebenarnya kamu mau kemana?" Tanyaku


" Paman Candra ingin membicarakan sesuatu," jawabnya


" Ouh gitu, kamu hati-hati!"ucapku


Terlihat Jackson gugup saat kala Ara mengatakan hal itu. Baru kali ini ada orang yang memerhatikannya.


Jackson pergi keluar meninggalkan Ara di rumah, tak lupa sebelum Jackson pergi, Jackson memerintahkan bodyguardnya datang kerumahnya untuk menjaga Ara  takutnya ada penyusup yang masuk ke dalam rumah di saat Jackson tidak ada.


Sudah beberapa menit Jackson pergi rumah terasa sepi dan hening. Karna merasa bosan Ara mengambil ramote dan menyalakan tv untuk mengisi waktu luangnya.


TINTONG


Suara bel rumah berbunyi menandakan ada orang di depan rumah.


" Jackson! Kenapa dia balik lagi?" Gumamku


Aku bangkit dari tempat dudukku dan berjalan ke arah pintu besar itu.


Ku buka pintu itu pelan." Jack kamu kok seben_."


Ara tidak melanjutkan ucapannya saat kala melihat pria asing di depannya.


...



...


Ara kita itu Jackson tapi ternyata bukan.


" Mmm maaf Anda siapa yh? Mau bertemu dengan siapa?" Tanyaku


Aku tidak bisa melihat wajahnya karna seluruh wajahnya tertutup kain hitam kecuali area matanya.


Pria berbaju hitam itu tidak menjawab pertanyaanku.


" Pak? Maaf ada yang bisa saya bantu?" Tanyaku lagi


Lagi-lagi pria itu diam tidak berbicara. Aku merasa ada sesuatu dari pria di hadapanku, perasaanku tak enak saat kala melihat tangan pria itu mencoba mengambil sesuatu di balik badannya.


Tiba-tiba pikiranku terlintas pesan Jackson beberapa menit yang lalu.


...Flashback On...

__ADS_1


" Dan ingat jangan keluar tanpa mengabari aku, kalau ada orang yang tidak kamu kenal jangan membiarkan di masuk rumah ngerti!" Lanjutnya


...Flashback Off...


Teringat pesan Jackson dengan cepat aku menutup pintu itu dan menguncinya.


Jantungku berdegup kencang aku berlari mengambil telphone rumah dan segera mengklik nomor Jackson.


Drtttt_drttt_drttt


" Jackson please angkat!" Racauku


Disisi lain


____________


Jackson sedang asik mengobrol dengan Candra hingga tidak menyadari kalau ponselnya terus berdering.


" Haishh Jack kenapa kamu ngak angkat!" Gerutuku.


Brakk_Brakkk_Brakk


Suara dobrakan pintu berhasil membuat Ara gemetar ketakutan, Ara berlari ke kamar Jackson dan menutup pintu itu rapat. Ara mengambil ponselnya dan terus memanggil Jackson meskipun tak ada balasan dari Jackson.


" Jackson aku mohon angkat!" Gumamku lirih.


*


" Paman ada apa dengan suara paman? Kenapa suara paman berbeda?" Tanya Jakson


" Ouh yah? Mmm paman sedang flu mungkin karna efek dari flu suara paman tergangu seperti ini," Jawabnya


Jackson menangapi dengan Ouh ria aja.


Jackson melirik arloji di tanganya, tiba-tiba Jackson teringat Ara. Ntah kenapa perasaannya tidak enak.


" Paman kalau begitu Aku pergi dulu," pamitnya


" Eee Jackson kita minum-minum terlebih dahulu," Ujarnya


" Lain kali aja Paman!" Tolak Jackson


Jackson pergi keluar rumah menuju mobilnya.


Sebelum masuk mobil Jackson merongoh ponsel di sakunya dan terkejut saat melihat nama Ara di layar Ponselnya.


" Ara jadi dari tadi dia telpon? Ada apa?" Gumam


Rey mengklik nama Ara di layar ponselnya mencoba menghubungi Ara.


*


TOK_TOK_TOK


Suara ketukan pintu.


" Siapa kamu? Mau apa kamu kesini? Pergi aku tidak mengenalmu!" Teriakku dari dalam kamar


" Ara sayang ini aku Jackson! Buka pintunya," Ucapnya dari luar kamar.


" Bohong! Kamu bukan Jackson, Jackson tidak memekai baju seperti kamu. Pergi mau apa kamu kesini," Teriakku.


Brakk_Brakk_Brakk


Drttt_Drttt_Drttt


Panggilan masuk berhasil mengalihkan pandanganku ke layar ponsel.


" Jackson!" Lirihku dengan cepat aku mengeser warna hijau itu.


Pria itu mendengar saat kala Ara menyebutkan nama Jackson dengan cepat ia mengobrak pintu itu keras.


" Hallo Jack! Jackson tolong aku ada seseorang yang_"


BRAKKKK


" Ara suara apa itu?" Tanya Jackson


Tak menunggu jawaban Ara, Jackson lebih dulu langsung menancapkan gas menuju rumahnya dengan kecepatan tinggi.


Sambungan panggilan masih terhubung sehingga Jack bisa mendengar Ara lewat telphone.


" Siapa kamu? Pergi!" Teriakku.


" Dimana Bimo?" Gumam Jack


Pria itu mendekati ku aku mencoba mundur hingga tubuhku mentok ke dinding. Pria itu mencoba meraih ponsel dari tanganku, aku mencoba memberontak tapi sayangnya tenagaku tidak sekuat tenaganya.


PRAANGGG


Pria itu membanting ponselku ke lantai.


Tuttt_Tuttt_tutt


___________________


" Berengsek!" Umpat Jackson.


*


Aku mencoba lari dari pria itu, tapi sayangnya dia lincah. Dia menarik tanganku dan mendorong tubuhku kasar ke ranjang.


Bughhh


" Ahkkk_ apa yang kamu inginkan?" Teriakku


Pria itu tidak mendengar dia malah naik ke tas ranjang mendekatiku. Aku berusaha bangkit dari ranjang untuk kabur, pria itu sangat lincah. Pria itu malam menghempit tanganku ke atas kepalaku


" Ahkkk sakit lepasin!" Ara terus memberontak dari cengkraman pria itu.


" Kamu sangat cantik Ara!" Pria itu mengelus pipi Ara dengan satu jarinya.


Ara memberontak dan_


BUGHHH


Ara menampar wajah pria itu.


Terlihat dari mata pria itu memerah menatap tajam ke arah ku.


Aku mendorong tubuh pria itu kasar dan bangkit dari ranjang bergegas pergi.

__ADS_1


BUGHHH


" Ahkkkk!" Pria itu menarik kakiku kasar sehingga membuatku terjatuh tengkurap di lantai.


Pria itu membalikan badanku dan berusaha menyentuhku. Aku terus memberontak dan meminta pertolongan tapi nihil tidak ada pertanda ada orang yang menolongku.


" Tolong!!! Tolong!!!"


" Percuma kamu berteriak tidak ada yang akan mendengarnya!" Ucap pria itu berusaha menyentuhku.


" Lepasin gue tolong! Tolong!!"


Bughhh


" Ahkkkk!" Ringgisku saat kala area pipiku panas karna pukulan pria itu.


" BERISIK!" BENTAKNYA


" Hiks Jackson tolong aku!" Batinku lirih.


Pria itu memulai melakukan aksinya mencoba untuk menyentuhku. Dengan sisa tenagaku aku menahan tubuh dia mencoba memberontak.


BUGHHH!


" ARA!"


Rahang Jackson mengeras saat melihat pria itu mencoba menyentuh Ara dengan Ara yang memberontak menangis di bawahnya.


" BRENGSEK!"


Jackson meriah baju pria itu dan memukul wajah yang tertutup kain itu berulang kali.


Bughh_Bugh_ Bughh


Pria itu melawan Jackson dengan mendorong tubuh Jackson kasar dan berlalu pergi.


Jackson berniat ingin mengejar pria itu tapi langkahnya terhenti saat kala mendengar rintihan Ara yang menangis ketakutan Jackson mengurungkan niatnya dan langsung mengampiri Ara yang menangis dengan memeluk kedua kakinya.


Tanpa aba-aba Jackson langsung memeluk Ara erat.


" Jack hiks aku takut," rintihan Ara


" Jangan takut ada aku disini," Desusnya


Merasa Ara lebih tenang, Jackson mengangkat tubuh Ara ala brindal style ke ranjang. Jack membaringkan tubuh Ara hati-hati, Ara  melingkarkan tangannya di leher Jack erat seakan enggan melepaskannya.


Ara yang enggan melepas pelukannya membuat Jackson terpaksa ikut naik ke atas ranjang.


Jackson bersandar ke kepala ranjang sedangkan Ara memeluk Jackson dari samping dengan beřsandar di dada bidang Jackson.


" Ara apa dia menyentuhmu?" Tanyanya.


Aku mengeleng pertanda tidak.


Jackson bernafas lega mendengar jawaban Ara.


" Kenapa ada orang disini? Dimana Bimo?" Tanyanya


" Aku ngak tau, disini tidak ada siapapun. Bimo tidak datang ke rumah," Tuturnya


" Kemana anak itu?" Batinnya.


" Kamu tunggu disini!" Jackson bangkit dari ranjang.


" Kamu mau kemana?" Tanya Ara menahan tangannya


" Aku mau cari Bimo!" Ucapnya


" Aku ikut!"


" Kamu disini_"


" Aku mohon aku takut disini!" Jackson melihat mata Ara yang memerah menahan tangisan.


Lagi-lagi Jackson luluh dibuatnya,Jackson menganguki permintaan Ara.


Ara tersenyum dan bangkit dari ranjang mengekori Jackson.


*


Jackson dan Ara terus mencari keberadaan Bimo di setiap sudut ruangan namun tak kunjung melihatnya. Jackson berjalan ke arah luar tapi tetap saja nihil tidak ada yang menunjukan keberadaan Bimo.


" Kemana anak itu? Kalau saja dia datang awas saja apa yang akan gue lakukan!" Gumamnya.


Jackson dan Ara kembali masuk rumah tapi tiba-tiba.


Brukkk_Brukkk_Brukkk


Suara benturan yang seperti sengaja di buat berasal dari  gudang belakang.


Jackson yang penasaran melangkahkan kakinya mendekati gudan itu, Aku mengekori Jackson dari belakang tubuhnya.


" Jackson hati-hati!" Bisikku


Perlahan Jackson membuka pintu gudang itu pelan dan terkejut saat mendapati Bimo dengan keadaan tangan dan kaki yang di ikat, dan mulut yang di lakban.


"Mmhhhppttt,"


" Bimo!" Jackson mendekati Bimo dan membuka ikatan dan lakban itu.


" Ahkkk!" Ringis Bimo saat Jackson melepas lakban di mulutnya.


" Tuan! Ara_" Bimo tidak melanjutkan ucapannya saat melihat Ara di belaang Jackson.


" Ara kamu ngapapa?" Tanyanya


Ara mengeleng menjawab pertanyaan Bimo.


" Kamu ikut saya!" Suruh Jackson dingin.


Jackson menarikku keluar gudang dan berjalan ke dalam rumah yang di susul Bimo, yang kini sudah berkeringat dingin karna takut oleh tuannya.


...Bersambung!...


...❤...


...Yuhuu!!...


...Gimana part kali ini? Komennya dong kaka" cantik nan ganteng hehe...


...Wow menurut kalian siapa pria misterius itu?...

__ADS_1


...Komen di bawah yah xixi...


...JANGAN LUPA LIKE, VOTE, KOMEN AND FOLLOW!...


__ADS_2