
... **HAPPY READING ALL...
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YAH:)
... ...
... READY**!...
... *...
" Arghhh," Ringgisnya.
" ITU UNTUK LO KARNA LO UDAH BERANI MEMELUK TUNANGAN SAYA!"
DEGHH
Fando terkejut saat Jackson mengatakan kalau Ara adalah tunangannya.
" Apa tunangan?" Gumanya lirih.
Fando melirikku namun aku menbuang muka ke arah lain.
" Kenapa? Kamu belum tau?"
Fando mencoba mendekati Ara, " Ara!"
Jackson menahan tangan Fando.
" Pergi!" Usir Jackson.
" Ara!"
" SAYA BILANG PERGI!" TERIAKNYA
" Seharusnya lo bersyukur karna lo masih hidup dan itu semua karna permintaan Ara, kalau bukan karna permintaan Ara lo udah mati sekarang!" Tuturnya.
" Gue tau pasti karna Fando mengelapkan uang perusahaan," Batin Sonya
Perlahan Fando berjalan pergi keluar, ingin sekali aku berbicara sama Fando berdua tapi Jackson! Jackson pasti melarangku.
" Fandoo," Panggilku
Langkah fando terhenti dan berbalik ke arahku.
Jackson menatapku tajam tapi aku tidak memperdulikannya.
" Izinin aku untuk bicara sebentar sama Fando," Pintaku
" Ngak! Kamu masuk," suruhnya.
" Sebentar aku mohon!"
" Saya Bilang Masuk!" Suruhnya lagi.
" Maafin aku tapi untuk kali ini aku ngak bisa menuruti kemauan kamu!" Tuturku
Tiba-tiba Rahang Jackson mengeras dengan tangan yang mengepal. Aliran panas di tubuh Jackson naik seperti aliran listrik. Aku melepas tanganku dari tangannya dan bergegas pergi menarik Fando ke taman, meninggalkan Jackson yang terdiam dengan penuh amarah dan emosi.
" ARGHHH," TERIAK JACKSON
Jackson bergegas menaiki anak tangga menuju kamarnya dan membanting pintu itu dengan keras.
BUGHHH
Suara pintu itu terdengar jelas di telinga Sonya, Sonya tersenyum senag melihat kejadian ini.
" Pertengkaran di mulai!" Gumam sonya tersenyum smrik.
TAMAN SAMPING
________________
Aku menarik Fando ke taman samping rumah milik Jackson.
" Ara kenapa kamu tidak memberitahuku kalau kamu dan dia tunangan?" Tanyanya
" Itu bukan urusan kamu," Jawabku
" Ara aku tidak akan pernah membiarkan kamu bersama orang bajingan dan berengsek seperti dia,"
" Berengsek? Bajingan? Lalu_ apa bedanya dia sama kamu?" Timpalku.
" Kamu sama_sama berengsek seperti dia, Dimana? ada orang yang tega meninggalkan pasangannya di saat mau mearried hmm dimana?"
" Ara aku bisa jelasin_"
" Jelasin apa lagi? Semuanya sudah jelas Fando. Kalau memang kamu tidak pernah cinta sama aku, seharusnya kamu bilang dari awal jangan seperti ini memberikan harapan palsu ke pada orang lain,"
" Ara aku minta maaf, oke memang dulu aku pergi tiba-tiba. Tapi aku punya alasan!"
" Dulu papah kamu tidak suka sama aku, karna aku terlahir dari orang miskin. Sedangkan kamu_kamu terlahir dari orang yang berada ayah kamu seorang pengusaha terkenal sedangkan aku? Aku hanyalah seorang anak dari seorang ayah yang sukanya mabuk setiap hari,"
" Ayah kamu bilang kalau aku mau menikahi kamu, aku harus mendapat pekerjaan tetap agar bisa menafkahi kamu, karna itu aku bertekad mencari pekerjaan,"
" Karna itu aku tidak memberitahumu, karna aku tau kalau kamu tau semua itu kamu pasti melarangku pergi iyakan?" Tuturnya
Aku terdiam mendengar penuturannya, aku mempercayai semua kata yang keluar dari mulut Fando. Tapi, semua itu percuma sekarang hati aku sudah beku dan hancur, aku tidak mungkin kembali lagi kepadanya.
Tiba-tiba Fando meraih tanganku dan mengengam tanganku erat.
" Ara apa kamu masih mencintaiku?" Pertanyaan yang terlontar dari mulut Fando membuatku diam tak berkutik.
Disisi lain Jackson terus memerhatikan kami berdua di atas kamar.
Aku menarik tanganku dari gengamannya.
" Maaf Fando, aku ngak bisa," jawabku
" Kenapa? Apa karna Jackson?"
" Ara aku ngak mau kamu dekat sama dia apalagi satu rumah sama dia, dia itu seorang psychopat dia bisa melakukan apapun dan bisa saja berbuat kasar sama kamu. Aku ngak mau sampai semua itu terjadi!" Sambungnya
" Andai kamu tau Fando, aku tinggal disini memang untuk menjadi budaknya," Batinku
Fando memegang tanganku erat, " Kita keluar dari sini."
__ADS_1
Fando menarikku ke depan gerbang, aku terus memberontak tapi tetap saja Fando tidak mau melepas pegangannya dari tanganku.
" Fando tempat aku disini, Jackson tunangan aku jadi aku harus menuruti semua keinginannya. Aku mohon sekarang kamu pergi dan jangan pernah temui aku lagi," Ucapku dengan menekankan di akhir kalimat.
" Ara kamu_"
" Aku mohon," selorohku.
Fando terdiam menatap gadis yang selama ini ia perjuangkan, ternyata perjuangannya selama ini hancur di sini. Gadis yang membuatnya semangat dalam bekerja kini dia menyuruhku untuk menjauhinya, sakit itulah yang di rasakan Fando saat ini. Fando tidak bisa memaksa Ara untuk tetap bersamanya, karna Fando sadar Ara tidak akan pernah bahagia bersamanya.
" Oke! Aku pergi jaga baik-baik diri kamu disini, satu hal yang harus kamu tau. Aku akan selalu mencintai kamu,"
Ku palingkan wajahku ke arah lain, aku tidak berani menatapnya. 'Maafkan aku Fando' itulah yang bisa aku katakan saat ini.
Fando pergi meninggalkanku sendiri, ingin sekali aku memeluknya untuk terakhir kalinya tapi semua itu tidk mungkin.
" Ouh jadi Fando adalah mantan Ara, hmm bisa gue manfaatin dia," Gumam Sonya.
*
KREEEKK
Ku buka pintu coklat itu pelan.
Saat aku masuk aku tidak mendapatkan sosok Jackson disini 'Dimana dia?'.
PROKKK_PROKKK_PROKKK
Sebuah tepukan tangan berhasil membuatku menoleh ke arah suara itu.
" Jackson!" Gumamku lirih.
Jackson menghampiriku dengan wajah dinginnya itu.
Jackson kini berada tepat di hadapanku, aku sama sekali tak berani menatapnya.
BUGHHH
" Ahkkkk," Ringgisku saat kala Jackson menghempitku ke tembok.
Jackson menatapku dengan tangan yang tidak tinggal diam. Tangan Jackson terus mengelus pipiku lembut, namun berbeda dengan wajahnya. Terlihat dari wajahnya kalau saat ini Jackson sedang menahan amarahnya.
" Woww drama kalian sangat bagus sayang!" Ucapnya dengan tangan yang terus mengelus pipiku.
" A_apa maksud kamu?"
Tatapan Jackson kini menatapku lekat.
Jantungku berdetak tak normal lagi, ada rasa takut dan ada rasa gugup di dalam hatiku.
Ntah apa yang ingin di lakukan Jackson kepadaku, aku sudah pasrah akan apa yang akan di lakukan Jackson.
" Kenapa wajahmu pucat sayang? Kamu tenang saja aku tidak akan melakukan hal yang kasar kepadamu,"
" Aku suka karna kamu memilihku di banding Fando Ara," Ucapnya menatapku.
" Ahkkkk," Ringisku saat Jackson mengengam tanganku kasar.
" Jackson sakit," Rintihku.
" Awssshh Jack sakit,"
" Tangan kamu sangat indah tapi sayang pria penghianat itu sudah menyentuhnya,"
Aku terkejut saat mendengar penuturan Jack, jadi karna itu Jackson sampai tega mencengkram tanganku kasar seperti ini?
" Seharusnya kamu tidak membiarkan pria itu menyentuhnya sayang!" Jackson menyengkram tanganku semakin keras.
" Ahkk Jackson sakit lepasin," Aku terus memberontak.
Rasanya saat ini urat tanganku lepas begitu saja.
" Aku Tidak Suka Ada Orang Yang Menyentuh Tubuhmu Sedikitpun Termasuk Dia Sekalipun," Tekannya menatap tajam ke arahku.
" Tidak Ada Yang Boleh Menyentuh Kamu Kecuali Aku," Tekannya
" Apa maunya? Kenapa sifatnya berubah-rubah. Kadang perhatian yang membuatku luluh, tapi hanya karna masalah kecil saja dia berubah menjadi seperti seorang iblis yang tidak punya hati. Dia terus menyakitiku sampai aku tunduk tak bisa berbuat apa-apa kepadanya," Batinku menatap sayup ke padanya.
" Ouh jangan, kenapa kamu menangis sayang? Udah jangan menangis maafkan aku karna aku menyakitimu. Aku hanya tidak suka tubuh kamu di sentuh oleh pria lain kecuali aku," Ucapnya dengan ibu jari nya yang ia gunakan untuk menghapus air mataku.
Tanganku keram dan berdenyut nyeri.
Jackson melepas cengkramannya dari tanganku, terlihat dengan jelas tanganku lembam berwarna biru. Jackson yang melihat itu langsung menuntunku ke ranjang, dan mencoba mengobati luka lembam karna ulahnya.
Lihatlah perlakuannya berubah seketika, tadi kasar sekarang lembut apa yang ada di pikirannya?.
" Apa ini sakit?" Pertanyaan konyol keluar dari mulutnya.
Ya tentu sakit lah, tanganku lembam membiru seperti ini karna siapa?.
" Aku tidak akan berbuat kasar seperti ini, kalau kamu nurut dan tidak pernah membuatku marah," Ucapnya tanpa melihat ke arahku.
" Ara jangan pernah membiarkan tubuh kamu di sentuh orang lain kecuali aku mengerti?" Ucapnya
Aku menganguk lelah menjawab ucapannya.
" Jackson! Apa aku boleh bertanya sesuatu?" Ucapku pelan.
Aku tidak mau ucapan dan kata yang keluar dari mulutku membuatnya semakin marah.
" Katakan apa yang ingin kamu tanyakan?" Jackson menatapku menunggu pertanyaanku.
" K_kamu bebasin ayah?" Tanyaku
" Iyah!" Jawabnya datar
" Kenapa? Maksudku kamu sangat membenci ayahku lalu kenapa kamu membebaskannya,"
" Aku tidak membebaskannya begitu saja, Aku hanya membiarkan dia untuk membuktikan siapa yang sudah berani memfitnah Ayah aku!" Jawabnya.
" Kalau boleh tau ayah aku membunuh siapa?" Tanyaku mengharapkan jawaban dari Jackson.
" Kenapa kamu bertanya tentang itu?" Tanyanya
" Aku anaknya jadi aku berhak tau ayah aku membunuh siapa!" Jawabku
__ADS_1
" Ayah kamu membunuh ayah_"
" JACKSON!"
Ucapan Jackson terhenti saat kala sebuah teriakan dari bawah menghentikan ucapan Rey. Kami sempat bertatapan namun hanya beberapa detik saja, Aku dan Jackson bergegas keluar kamar untuk melihat siapa yang sudah berteriak.
" Om!" Gumam Jackson
Aku melihat Candra yang sudah menahan amarahnya menatap Jackson, Jackson mendekati Candra begitu juga denganku.
" Jackson anak buah kita tewas?" Ucapnya
Aku terkejut begitu juga dengan Jackson, Terlihat wajah Jackson memerah menahan emosinya.
" Tewas? karna apa?" Tanya Jacskon.
" Ada yang sudah membunuhnya, siapa lagi kalau bukan Ferdy si pembunuh itu,"
Aku terkejut bukan main saat Candra berbicara kalau Ferdy yang membunuh, Ngak_ngak mungkin ayah yang melakukannya.
"Brengsek!" Umpat Jackson
Aku melihat rahang Rey emngeras dengan kedua tangan mengepal yang sudah siap ia layangkan ke arah mangsanya.
" Jackson! Itu tidak mungkin Ferdy aku yakin Ferdy tidak mungkin melakukan itu!" Ucapku meyakinkan Jackson.
Candra mengerutkan dahi saat kala melihat Ara yang membela Ferdy.
" Kamu mengenalnya?" Tanya Candra
Aku menoleh ke arah candra, saat aku ingin membuka suara. Tiba-tiba pesan Ferdy terlintas di pikiran ku.
... FLASHBACK ON...
" Ara jangan pernah beritahu siapapun kalau Papah adalah Ayah kamu mengerti," Suruhnya
" Loh pah kenapa?" Tanyaku penasaran
" Papah ngak mau kamu terkena masalah karna papah, Pokonya kalau ada orang yang menanyakan orang tua kamu, Kamu jangan sebut nama papah sama Ibu ngerti! "Suruhnya
... FLASHBACK OFF...
" Ara kenapa kamu bengong?"
Suara seram itu membuyarkan lamunanku.
" Ngak! Aku tidak mengenalnya," Jawabku spontan
Jackson melirikku saat kala mendengar penuturanku.
" Sudahlah! Jackson ayok kita pergi, kita cari Ferdy dan langsung menghabisinya agar tidak ada lagi yang menghalangi kita," Ucapnya
Jackson melirik Ara begitupun sebaliknya, Aku mengeleng pertanda 'Jangan' aku mengengam tangan Jackson erat agar dia mengerti apa maksudku.
Candra melihat saat Ara mengeleng seperti memohon jangan, membuat Candra curiga akan Ara.
" Biarkan saja paman ! kita lihat seberapa jauhnya dia melakukan itu," Ucap Jackson.
Candra terkejut mendengar ucapan Jackson.
" Jackson apa kamu lupa dia yang sudah membunuh_"
" Aku tau itu, tapi ini bukan saatnya untuk menghabisinya," Seloroh Jackson.
" Jackson apa yang sudah membuatmu seperti ini?" Sarkasnya
" Ouh apa karna wanita ini (Menunjuk Ara)"??
" Jangan pernah menunjuknya paman!" Sarkas Jackson menatap tak suka.
" Ouh jadi benar karna wanita ini?" Ucapnya
" Hahh! kamu hebat Ara sudah bisa membuat Jackson luluh!" Aku tidak mengerti apa maksudnya.
Candra menatap dalam ke arahku namun hanya beberapa detik setelah itu Candra pergi keluar rumah dengan keadaan penuh emosi.
Setelah kepergian Candra keadaan rumah menjadi hening. Aku melihat Jackson yang sedang diam di balkon kamarnya menatap langit yang berwarna biru itu.
Ku langkahkan kakiku mendekatinya, jujur saja aku ingin berterima kasih kepadanya. Karna Jackson Ayah akan baik-baik saja.
" Jackson!" Panggilku lirih.
Jackson mendongak menatapku sekilas.
" Makasih! karna kamu sudah mau menghentikan aksi paman kamu," Ucapku
" Aku yakin papah aku ngak mungkin melakukan hal itu," Lanjutku.
Jackson tidak berbicara sedikitpun kepadaku. Aku membuang nafas berat dan beranjak pergi meninggalkan Jackson disana.
*
" Arghhhh,"Teriaknya.
" Kali ini lo bisa bebas Ferdy! tapi tidak untuk nanti," Gumamnya.
" Untuk sekarang aku harus cari tau tentang gadis itu? Aku yakin ada hal yang di sembunyiin dari Jackson dan Gadis itu," Gumamnya
Candra berjalan ke arah nakas dan langsung mengambil ponselnya untuk mencari kontak seseorang.
Via Telphone
" Cari tau tentang gadis yang ada di rumah Jackson!" Perintahnya.
" Baik tuan!" Jawab pria di telpone itu.
Tuttt_Tutt_Tutt.
Sambungan panggilan berakhir, Candra mencengkram ponsel miliknya erat.
Candra terus memikirkan tentang Ara.
" Sintya aku merasakan kehadiranmu disini," Gumamnya.
... ***Bersambung...
__ADS_1
Jangan Lupa Like, komen, vote and follow makasih***