Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.

Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.
Bab : 48 Kejutan Bukan Madu


__ADS_3

Satu persatu para tamu undangan berhamburan pulang. Terlihat Ara sangat lemas dan keram karna sedari tadi Ara tidak pernah duduk sedikitpun membuat dirinya lelah karna seharian melayani para tamu yang ingin berfoto dengannya.


Setelah selesai acara Ara cepat-cepat pergi ke kamar duluan, karna di bawah Jackson masih mengobrol dengan rekan bisnisnya.


KAMAR!


" Huh ternyata menjadi pengantin itu sangat melelahkan," Gumam Ara sembari menyandar kan kepalanya ke sofa.


" Kau lelah?" Suara tiba-tiba berhasil mengagetkan Ara.


" Apa tidak ada lagi yang akan datang?" Tanya Ara hati-hati


" Aku rasa tidak ada. Mandi dan istirahat lah,"


Ara mengangguk dan langsung bangkit dari sofa dan bergegas membersihkan tubuhnya, tapi saat sedang mencoba membuka gaun pengantin nya itu Ara sedikit kesulitan dalam membuka resleting nya.


" Astaga kenapa resleting nya macet? Haish gaun ini sangat berat ini sangat menyebalkan aku tidak suka," Gerutu Ara dengan terus mencoba membuka resleting nya.


Ceklek


Suara pintu terbuka berhasil mengalihkan pandangan netra Jackson yang awalnya terfokus ke layar gawainya kini beralih ke arah pintu.


" Kenapa belum mandi?" Tanya Jackson bingung saat melihat Ara yang masih dengan riasan dan gaun pengantin.


" Eee aku tidak bisa membuka gaun ini. Sepertinya resleting nya macet karna itu aku agak sulit membukanya, kalau boleh apa kamu bisa membantuku?"


Jackson terdiam sejenak dan tak lama dia berjalan kearah ku "Berbalik!" Suruhnya


Dengan cepat aku berbalik menuruti perintahnya.


Srettt


Satu tarikan Jackson berhasil membuka setengah gaun itu. Jackson menelan salivanya susah payah saat melihat punggung mulus Ara, dengan cepat Jackson menggeleng dan membuang pikiran kotor yang ada di pikirannya.


Srettt


" Ahhhhkk,"


Ringis Ara saat kala Jackson menarik paksa resleting itu sehingga tak sengaja resleting itu melukai punggung mulus Ara dan hal itu membuat punggung Ara terluka.


" Maaf. Resletingnya sulit di buka karna itu aku menariknya paksa," Ucap Jackson yang mengerti dengan ringisan Ara.


" Tidak papa,"


Jackson melihat punggung Ara yang tergores itu dan mengeluarkan darah. Tanpa pikir panjang Jackson mendekatkan bibirnya ke punggung Ara dan menghisap darah itu seperti seorang Vampir.


Ara yang merasa geli bercampur perih hanya berdesis.


" A_apa yang kamu lakukan?" Tanya Ara terbata-bata


" Aku hanya menghisap luka goresan mu itu. Cepatlah pergi dan mandi! Sebelum saya bertindak dan melakukan hal yang tidak-tidak,"


Ara terdiam sejenak memikirkan perkataan Jackson. Apa maksud dari perkataannya?


Ara  menggeleng kan kepalanya dan bergegas pergi ke kamar mandi dan melakukan ritual mandinya itu.


Beberapa menit kemudian Ara selesai dengan ritual mandinya, hal yang pertama kali Ara lihat adalah sosok pria tampan yang tertidur pulas di sofa. Perlahan Ara mendekati Jackson berniat membangunkannya.


" Sepertinya dia sangat lelah, apa aku harus membangunkannya?" Gumam Ara saat sebelum membangunkan Jackson


" Jackson bangun! Aku sudah selesai mandi, sekarang kamu bisa mandi," Ara membangunkan Jackson hati-hati


Perlahan kelopak mata elang itu terbuka perlahan " Kau sudah selesai mandi?" Suara seraknya dengan keadaan setengah sadar


" Sudah. Aku sudah siapkan air hangat untuk mu mandi, kamu bisa mandi sekarang,"


Jackson bangkit dari tidurnya dan bergegas ke dalam kamar mandi.


......


Malam ini adalah malam dimana untuk pertama kalinya Jackson dan Ara tidur berdua dengan status sah sebagai seorang suami-istri. Malam ini bisa di katakan sebagai malam pertama bagi sepasang suami-istri yang pertama kali tidur berdua, namun tidak dengan sepasang suami-istri ini, mereka sudah melakukan hubungan suami-istri sebelum mereka dinyatakan sah sebagai sepasang suami-istri.


Malam hari ini tidak terjadi apa-apa dengan pengantin baru itu, seperti biasa mereka tidur di atas ranjang dengan posisi saling memunggungi, namun hanya Jackson yang tertidur pulas tidak dengan Ara. Kedua mata indah itu masih terbuka lebar.


" Seharusnya ini adalah malam pertama bagi pengantin yang baru menikah. Tapi, seperti nya semua itu tidak untukku. Huhhh ini takdir ku dan aku harus mengikhlaskan nya," Batin Ara mengikhlaskan semua takdir hidup nya.


.....


Keesokan harinya!


Ara sibuk dengan urusan pekerjaan rumah dan juga mempersiapkan segala keperluan Jackson ke kantor.


" Jackson aku bawakan sarapan roti lapis untuk mu, maaf hanya ada roti lapis karna semua bahan masakan sudah habis," Ucap Ara menaruh nampan berisi roti lapis dan air minum di sana.


" Apa kamu sudah sarapan?" Tanya Jackson


" Setelah ini aku makan," jawab Ara tanpa melihat Jackson


Jackson mengambil roti lapis itu dan menyodorkan nya ke arah mulut Ara " Buka mulut kamu!" Suruhnya dingin


" Tidak ini untuk ka_"


Ucapan Ara terpotong saat kala Jackson menyuapi roti lapis itu ke mulutnya " Saya sudah  pernah bilang jangan suruh orang makan, jika kamu saja belum makan." Gumamnya


" Maaf!"


" Lupakan. Tolong pakaikan dasi," Pintanya


Ara mengangguk dan menaruh roti lapis itu di mulutnya dengan kedua tangannya yang bermain memasangkan dasi di leher Jackson.


Ammm!


Kedua mata Ara membulat terkejut saat kala Jackson makan roti lapis yang berada di mulutnya. Kedua tangan Ara kaku untuk di gerakan, bagaimana tidak Jackson tiba-tiba memakan roti lapis yang berada di mulutnya hal hasil bibir mereka beradu. Sedangkan Jackson dia hanya bertingkah biasa saja seakan tidak terjadi apa-apa.


" Kenapa diam? Ayo lanjutkan!" Ucapnya


Ara melanjutkan memasangkan dasi di leher Jackson dengan tangannya yang masih sedikit kaku.


" Sudah," Ucap Ara


Jackson berbalik mengambil sesuatu di atas ranjang dan menyodorkan nya ke Ara.

__ADS_1


" Apa ini?" Tanya Ara saat Jackson memberikan sebuah tiket ke Jepang


" Itu sebuah tiket bulan madu kita,"


" Apa? Bu_bulan madu?" Tanya Ara sedikit terkejut


" Hum,"


" Tapi aku rasa kita tidak memerlukan ini,"


" Aku tau. Aku belikan tiket itu agar semua orang tau kalau kita benar-benar sepasang suami-istri yang bahagia," Tuturnya


" Jadi selama kamu bersama ku, kamu tidak bahagia? Apa sedikit pun tidak?" Jackson terdiam mendengar ucapan Ara yang terdengar berat di telinganya


Jackson menutup matanya rapat-rapat dan membuang nafas lelah. 


" Maksud aku tidak seperti itu,"


" Aniyo aku mengerti kok. Baiklah kamu ingin berbulan madu ke Jepang bukan? Oke aku mau aku akan selalu mengikuti semua keinginan dan perintah mu itu. Sebagai pekerjaan ku menjadi budakmu!"


Jackson sedikit terkejut dengan perkataan Ara. Baru pertama kalinya ia mendengar Ara mengatakan hal itu kepadanya, apa dia marah? Haish lalu apa peduli mu Jackson? Ini yang kamu inginkan untuk melihat dan membuatnya menderita.


" Cepat pergilah ke kantor. Biar nanti aku yang menyiapkan segalanya apa saja yang akan di bawa saat kita bulan madu nanti," Ujar Ara mengeluarkan koper besar miliknya dan juga Jackson.


" Ara_"


" Tidak aku bisa sendiri. Cepatlah pergi ke kantor aku akan menyelesaikan nya secepat mungkin, agar kita bisa cepat-cepat pergi berbulan madu. Lebih cepat lebih bagus bukan?" Gubris Ara tanpa melihat ke arah Jackson.


Ara pokus membenah dan memasukan pakaian ke dalam koper.


" Saya pergi!" Jackson pergi meninggalkan Ara di kamar sendirian.


Setelah kepergian Jackson air mata Ara lolos begitu saja. Air mata yang susah payah ia tahan, lolos begitu saja.


" Astaga Ara kenapa kamu cengeng banget! Dia benar tidak ada yang salah darinya, kamu memang budaknya sesuai dari kontrak itu. Lalu kenapa kamu menangis?" Gumam Ara meracau sendirian


Ara tak tahan dengan semua hidupnya, ia menangis terisak-isak dengan kedua tangannya yang meremas seprai kasur itu.


Di sisilain Ara tidak menyadari kalau saat ini ada seseorang yang melihat dirinya menangis seperti itu, siapa lagi kalau bukan Jackson. Jackson bersembunyi di balik pintu dan terkejut ternyata Ara benar-benar menangis karna ucapan nya.


" Ara apa kamu terluka? Ntah kenapa aku tidak ingin melihat mu menangis dan mengatakan hal tadi. Tapi, aku tidak tau kenapa aku terus menyakiti mu dan terus mengatakan hal itu," Batin Jackson merasa bersalah.


......


Skip Bandara


" Bimo Saya serahkan semua tanggungjawab ku di sini kepadamu," Jackson menepuk pundak Bimo sebagai tanda kepercayaan dirinya.


" Terimakasih tuan, berhati-hatilah jika tuan membutuhkan bantuan saya dengan senang hati saya akan langsung datang untuk membantu tuan,"


Jackson mengangguk dan beralih menatap Ara yang sedari tadi hanya diam tidak berbicara. " Ara ayok!"


Ara mengekori Jackson dari belakang dengan sebuah koper di tangannya. Jackson yang tidak menemukan Ara di samping nya refleks berbalik dan melihat Ara yang terlihat keberatan saat membawa koper besar itu. Jackson menghampiri Ara dan langsung meraih koper di genggaman Ara dengan tangan satunya lagi mengengam tangan Ara erat seakan tidak ingin lepas.


Di dalam pesawat Ara merasa ketakutan karna untuk pertama kalinya dirinya naik pesawat lagi. Ara memasang sabuk pengaman itu dengan benar, tapi tiba-tiba Jackson malah melepaskan sabuk itu membuat Ara menatap Jackson bingung.


" Aku hanya melonggarkannya. Jika kamu menggunakan sabuk seperti ini maka kandungan kamu akan terhimpit," Ucapnya yang mengerti dengan tatapan Ara.


" Apa ini pertama kalinya kamu naik pesawat?" Tanya Jackson tiba-tiba refleks Ara melirik menatap nya.


" Dulu waktu kecil saat ibu ku masih ada, aku sering naik pesawat karna mengantar ayah bekerja di luar negara. Tapi, setelah kepergian ibuku aku tidak pernah lagi naik pesawat karna itu aku merasa takut saat naik pesawat kali ini," jawab Ara


Mendengar jawaban Ara Jackson hanya diam dan tiba-tiba saja tangannya meraih dan mengengam tanganku hangat. Aku sedikit terkejut refleks menatap nya " Tidak ada yang perlu kamu takutkan. Ada aku disini."


Ara sedikit terkejut dengan ucapan Jackson. Apa ucapan nya tadi tulus dari hatinya? Apa hanya sebuah sandiwara saja?.


......


Di tempat lain!


" Jepang?"


" Iya tuan. Mereka baru lepas landas beberapa menit yang lalu," Ucap orang di telpon


" Mereka ke Jepang untuk berbulan madu? Ada apa denganku? Kenapa aku terus memikirkan tentang wanita itu," Batin Calvin


" Aku takut jika nanti di sana penyakit nya kambuh lagi. Sepertinya aku harus kesana," Batinnya


" Siapkan tiket keberangkatan saya ke Jepang!"


" Apa sekarang?" Tanya orang di telpon itu sedikit terkejut.


" Ya,"


" Baik tuan,"


Tutt_tutt_tutt


Sambungan telepon berakhir saat Calvin memutuskan sambungan telepon nya.


Skip Bandara!


" Semuanya sudah saya siapkan tuan. Berhati-hatilah," Ucap pria berjas hitam itu yang tak lain adalah sekretaris Calvin.


" Makasih," Calvin berjalan dengan membawa koper masuk ke dalam pesawat yang bertujuan ke Jepang.


.....


Tokyo!


Sesampainya di bandara Tokyo Jepang Jackson dan Ara langsung melakukan cek pemeriksaan, setelah melakukan cek mereka pergi dengan sebuah mobil mewah yang menjemput nya dan mengantarnya ke sebuah Apartemen yang terkenal mewah di negara itu.


Sesampainya di Apartemen Ara di buat melongo dengan Apartemen yang super duper mewah menurutnya. " Ommo ini apartemen atau istana? Ini sangat luas dan mewah pasti apartemen ini sangat mahal, astaga bahkan uang tabunganku dan gajihku tidak akan mampu untuk membayarnya," Gumam Ara melongo saat melihat isi/dalam Apartemen.


Jackson yang melihat itu hanya terkekeh kecil melihat tingkah Ara yang menurut nya sangat lucu.


" Jackson apa kita menginap disini?" Tanya Ara menatap Jackson


" Hum,"


" Kamu serius? Kita disini hanya berdua dan kita disini hanya beberapa bulan, aku rasa kita tidak perlu menginap disini. Ini terlalu mewah dan luas untuk kita,"

__ADS_1


" Anggap saja ini adalah hadiah dariku karna selama ini kamu sudah mengurusku dan rumahku dengan baik," Ucap Jackson


" Tapi ini pasti mahal apa kamu sanggup membayarnya?"


Jackson sedikit tersontak saat Ara meremehkan dan meragukan dirinya tidak bisa membayar Apartemen itu.


" Yakk kamu pikir aku tidak sanggup membayar Apartemen ini? Jika kamu mau bahkan aku bisa membeli Apartemen ini," Gubris Jackson dengan nada tinggi tak terima


" Cihh sombong aku hanya bertanya tadi. Tapi, kamu malah berteriak," Sarkas Ara menatap Jackson kesal.


Jackson terdiam setelah Ara mengatakan hal itu.


" Tapi dimana kamarku? Disini banyak pintu aku bingung dimana kamarnya," Tanya Ara


" Kamar kita ada di lantai dua, sengaja aku memilih lantai dua agar kamu tidak cape saat melakukan aktivitas," Ucapnya


" Ouh makasih aku ke kamar duluan," Ara melangkahkan kakinya menuju tangga, namun baru beberapa naik tangga tiba-tiba Ara meringis kesakitan.


" Ahhhh,"


Jackson yang mendengar rintihan Ara secepat kilat langsung menghampiri Ara " Ada apa?" Tanya Jackson sedikit khawatir


" Ahhsss perut aku_"


" Kenapa dengan perut kamu?"


" Aku nggak tau tapi ini sangat sakit," lirih Ara


Tanpa pikir panjang Jackson mengendong Ara ala brindal style membuat Ara terkejut di buatnya.


" Anak kita aja nggak mau ninggalin ayahnya, tapi kamu. Kamu malah pergi ke kamar sendirian ningalin suaminya disana," Ara tersontak kaget saat Jackson mengatakan yang tidak pernah Ara pikirkan.


" A_aku,"


" Aku sengaja memilih Apartemen ini karna disini memiliki lift, jadi kamu tidak perlu menaiki tangga saat ingin beraktivitas," Seloroh Jackson dan berjalan ke arah lift dan menaikinya dengan Ara di gendongan nya


" Jackson turunkan aku. Aku bisa jalan sendiri," Pintaku tapi Jackson tidak mendengarkan nya.


Lift terbuka lebar Jackson mengendong ku ke kamar dan menurunkan ku hati-hati. Netra ku kini terfokus dengan kamar yang luas ini, kamar yang indah dengan sebuah bunga yang berbentuk hati di atas ranjang membuatku terharu dengan kamar yang terlihat sangat romantis.


Disisi lain Jackson hanya diam dan sedikit terkejut dengan kamar yang di dekorasi seperti ini. Jujur Jackson tidak menyuruh staff untuk mendekor kamar seromantis ini, namun pikiran Jackson tertuju ke Bimo yaitu bodyguard nya, karna sebelum pergi ke Jepang Jackson menyuruh Bimo untuk mencarikan sebuah Apartemen, dan dia tidak menyangka Bimo menyiapkan kamar seperti ini untuknya.


" Jackson kamu mendekor kamar ini untuk apa?" Tanya Ara hati-hati.


Jackson sedikit bingung saat Ara menanyakan apa yang dia tidak tau.


" Untuk tidur untuk apa lagi," jawab Jackson yang ada di dalam pikirannya


" Benarkah? Tapi kenapa mendekor kamar seromantis ini?"


Jackson tersentak saat Ara terus mengodanya hal itu membuat Jackson gugup tambah bingung.


" Apa yang sudah kamu lakukan dengan kamar ini. Kamu benar-benar membuatku malu Bimo. Awas saja jika nanti bertemu akan ku beri pelajaran kau," Batin Jackson geram dengan perlakuan bodyguard nya itu.


" Jackson apa kamu mendekor ini untuk ku? Jika ia aku berterimakasih aku sangat menyukainya,"


" Kau benar menyukainya?"


Ara mengangguk menjawab pertanyaan Jackson.


" Kalau begitu beristirahatlah," Ujar Jackson dengan tangannya memegang pundak Ara.


___________________________


" Bodyguard bodoh apa yang di lakukan! Dia membuat ku malu bisa-bisanya dia melakukan ini tanpa persetujuan dari ku," Gerutu Jackson saat keluar dari kamar itu.


Jackson meraih gawainya dari saku celananya dan mencari nama Bimo disana.


Drttt_!


" Ya hallo tuan? Apa tuan sudah sampai?"


" Berhenti berbicara!" Tegas Jackson membuat Bimo merinding ketakutan.


" A_ada apa tuan? Ke_kenapa nada tuan seperti sedang marah? Apa yang sudah saya lakukan?" Tanya Bimo terbata-bata


" Apa yang sudah kamu lakukan dengan kamar itu hah?"


" Kamar?" Bimo berpikir sejenak memikirkan ucapan tuannya.


" Ouh ya bagaimana kejutan bulan madu nya menurut tuan? Apa kamarnya terlihat romantis? Apa tuan dan Ara menyukainya? Ahhh pasti tuan ingin memuji dan memberiku tips karna sudah mendekor kamar bulan madu tuan menjadi romantis ka_"


" Gaji mu saya potong!"


" Apa?" Bimo tersentak kaget saat tiba-tiba tuannya malah memotong gajinya.


" Kenapa tuan? Apa yang sudah saya lakukan?"


" Kenapa kamu tidak memberitahuku tentang hal ini? Kau tau seumur hidupku saya tidak pernah melakukan ataupun mendekor ruangan romantis, dan kau? Beraninya kau melakukan itu," Geram Jackson dengan nada penuh penekanan


" Tuan saya minta maaf saya pikir ini akan menjadi kejutan yang sangat istimewa untuk tuan karna tuan dan Ara baru menikah," Cicitnya


" Tak peduli apa niatmu. Gajimu tetap saya potong!" Tandas Jackson


" Tuan jangan begitulah jangan potong gajiku, baru saja saya mau menabung buat nikah, apa tuan tidak kasian melihat saya lajang sampai tu_"


" Tidak!" Jawab Jackson spontan memotong ucapan Bimo.


" Astaga tuan Ara pasti menyukainya bukan? Jadi tidak ada hal yang perlu di permasalahan kan. Jika tuan di anggap romantis sama Ara itu bagus bukan? Ara akan semakin menyukai Tuan karna tuan sangat romantis," Bimo berusaha bersusah payah membujuk tuannya yang keras kepala bak batu ess agar si tuan mau mencabut ucapannya tentang potongan gajinya.


" Apa yang dikatakan Bimo ada benarnya. Ara menyukainya dan tadi saya lihat wajahnya tampak senang," Batin Jackson memikirkan wajah Ara


" Tuan?"


" Baiklah kali ini saya maafkan. Tapi jika lain kali kamu melakukan tanpa bertanya kepada saya terlebih dahulu, maka saya benar-benar akan memotong gajimu itu 2x lipat dari dulu saat saya memotong gajimu mengerti!" Tekan Jackson


" Mengerti tuan terimakasih,"


Tutt_tut_tut


" Huh punya bos ancamanya potong gaji mulu, kaya nggak ada yang lain aja. Ancam di nikahin ke gitu biar gw seneng, sedih gue sendiri mulu," Dumel Bimo saat setelah panggilan berakhir

__ADS_1


...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YAH VOTE, KOMEN,AND FOLLOW MAKASIH:)...


__ADS_2