Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.

Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.
Bab : 26 Sebuah Ikatan.


__ADS_3

...HAPPY READING!...


...___________________________________________...


"Papah_Jackson!" Lirihku


Seakan waktu berhenti jantungku berdegup tak karuan. Mendengar pecahan keras membuat kekekhawatiranku pecah. Namun, saat aku melihat keadaan tak ada sedikitpun tanda-tanda Jackson dan Ferdy bertengkar.


"Ada apa ini?" Tanyaku


Jackson yang awalnya menunduk kini mendongak ke arahku.


" Ara? Sejak kapan kamu berdiri di situ?" Tanyanya


" Tadi aku dengar ada suara pecahañ. Makanya aku kesini. Aku kira kalian_"


" Bertengkar?" Lanjutnya


Aku menganguki ucapannya sebagai jawaban.


" Hmm Tadi papah melempar botol itu ke arah sana (Menunjuk) karna tadi ada penyusup yang mencoba masuk ke dalam rumah ini," Ucapnya


Aku yang penasaran. Mengikuti arah jari telunjuk Jackson yang menunjuk ke arah pojok tembok.


Betapa terkejutnya aku. Saat melihat pecahan botol itu mengenai seekor tikus yang sudah berumuran darah di lantai.


" Astaga! Seekor tikus?" Ucapku tak percaya


" Benar! Hah Aku sangat kagum kepda ayahmu. Kamu tau? Lemparannya sangat bagus," Ucapnya


" Haishh_ Kalian benar-benar aneh. Membunuh hewan yang tak berdosa! Itu hal yang wajar kalau ada tikus di dalam rumah,"


" Asal kalian tau! Aku hampir saja tidak bisa bernafas saat mengingat kalau kalian bertengkar lagi. Tapi, ternyata kalian_?" Ucapku tanpa melanjutkan ucapanku


Jackson yang mendengar ucapanku terdiam dan melirik Ferdy. Yang sedari tadi terus menunduk.


" Ara! Papah ingin bicara berdua," Ucap Ferdy yangg tiba-tiba menarikku ke dalam kamar meninggalkan Jackson di ruang tamu sendiri.


" Hemm sungguh sangat lemah!" Umpat Jackson menatap kepergian Ara dan Ferdy.


Dalam Kamar


__________________


"Ada apa pah?" Tanyaku


" Papah ingatkan sama kamu! Jangan pernah mendekati Chandra," Tekannya


" Memangnya kenapa?Dia paman Jackson mana mungkin aku_"


" Dia bukan pamannya Jackson," Selorohnya


"Apa?"


" Dulu dia sahabat papah dan juga Ayahnya Jackson. Tapi, mereka berdua berhianat. Mereka bersekongkol untuk menghancurkan perusahan papah dan semua aset milik papah mereka rebut. Sekarang papah tidak punya apa-apa lagi. Ayahnya Jackson adalah pembunuh ibu kamu Ara, Jadi karna itu kamu harus balaskan dendam Ibumu dan Ayahmu ini kepada mereka," Ucapnya


" Tidak ayah! Aku tidak bisa. Aku yakin bukan ayah Jackson yang membunuhnya," Elakku


" ARA! Papah melihat dengan kedua mata papah sendiri kalau Ayahnya Jackson yang sudah membunuh Ibumu. Dan Asal kamu tau sebelum dia membunuh Ibumu. Dia melecehkan Ibumu tepat di depan ayah sendiri,"


DEGH


Seakan waktu berhenti dan nafas yang ikut berhenti. Jantungku berdegup mengikuti setiap kata yang keluar dari mulut Ferdy. Tak, pernah ku bayangkan ternyata ini yang membuat ayah sangat defresi dan ingin selalu balas dendam. Ibu, aku tidak pernah tau kalau setragis itu saat ibu ingin bertemu dengan kematian!.


" Ngak mungkin hiks!" Tak bisa ku bendung lagi air mata ku lolos begitu saja.


"Kamu tau? Saat itu papah berusaha menyelamatkan Ibumu. Tapi, Papah tidak berdaya. Air matanya terus mengalir, saat itu Papah benar-benar seperti orang yang tidak bisa apa-apa," Ucapnya dengan air mata yang tidak bisa ia tahan lagi


Tiba-tiba Ferdy mencengkram kedua bahuku. "Ara! Kamu ingin Ibumu tenang bukan?"


" Balas kan dendam ayah dan ibumu," Suruhnya


Dengan cepat ku gelengkan kepalaku sebagai jawaban.


" Ara! Apa yang kamu pikirkan? Mereka sudah merengut nyawa dan kehormatan ibumu! Lalu,, apa yang kamu pikirkan lagi?" Bentaknya


" Ara ngak bisa_"


Ucapanku terpotong saat Ferdy menarik tanganku dan menyimpanya tepat diatas kepalanya.


" Bersumpahlah kamu akan membalaskan dendam ayahmu dan ibumu,"


Air mataku terus mengalir membasahi pipiku. Pikiranku saat ini benar-benar kacau.  Ayahku memintaku bersumpah di hadapannya.Lalu, apa yang harus aku lakukan?.


" Pah_"

__ADS_1


" Pergilah! Dan jalankan dendam ayah dan ibumu," Ucapnya membelakangi ku


Aku bergegas pergi meninggalkan Ferdy disana. Sumpah yang di berikan oleh Ferdy kepadaku membuat pikiranku benar-benar kacau. Apa aku sanggup melakukan hal itu kepada  pria yang baru beberapa hari ini membuatku merasakan perhatian setelah beberapa tahun tidak ku dapatkan?.


" Sudah selesai?" Tanya seseorang membuyarkan lamunanku


Dengan cepat aku mengangukinya.


*


SKIP KEDIAMAN JACKSON.


Sesampainya di rumah Jackson. Aku langsung beranjak pergi ke dalam kamar meninggalkan Jackson yang menatap bingung oleh sikapku yang tiba-tiba dingin kepadanya.


" Apa yang di katakan Ferdy? Kenapa sikap nya seperti itu?" Batin Jackson


Kediaman Chandra!


_______________________


" Ouh anakku sekarang kamu sudah besar!" Ucap pria itu yang tak lain Candra sambil memeluk pria berjas hitam itu yang tak lain anaknya.


Ya Candra memiliki seorang 2 anak laki-laki. Yang bernama Cēlvin Agantara dan Cetran Agantara. Keduanya selisih umur 1 tahun. Saat umur 7 tahun Candra mengirim anaknya ( Catran) untuk tinggal di luar negri ( Inggris). Dan sekarang anaknya sudah menyelesaikan pendidikannya. Dan sekarang akan meneruskan perusahaan milik ayahnya Candra di Soul.


" Ayah aku sangat merindukanmu!" Ucap pria itu. ...


" Ayah juga sangat merindukanmu. Ahkk sudah sekian lama ayah menantikan kepulanganmu. Ada banyak hal yang ingin ayah ceritakan," Ucapnya


" Apa itu?"


" Tentang musuh besar ayah. Dia kembali,"


" Ferdy?" Tanya Catran


"Iya, Sekarang dia muncul. Hahh ayah harus berhati-hati, dia sangat licik dan pintar, apa kamu mau membantu ayahmu ini?" Tanyanya


" Apapun akan ku  lakukan untuk ayah," Ucapny


" Bagus! Dari dulu kamu memang anak ayah yang bisa ayah andalkan dari dulu,"


"Tidak seperti kakakmu itu. Dia sangat sombong setelah sukses dia tidak ingat bahkan membantu ayah saja tidak!" Ucapny


" Benarkah? Lalu dimana dia sekarang?" Tanyanya


" Apa? Ayah mengusirnya? Kenapa?" Tanyanya terkejut setelah mendengar ucapan ayahnya


" Dia menentang papah. Papah menyuruhnya untuk merintis perusahaan papah. Tapi, dia menolak mentah-mentah, dia malah memilih pergi dan tidak tau bagaimana caranya sekarang dia menjadi seorang Dokter  dan membangun RS terkenal itu," Jawabnya


" Hah dia memang tidak tau cara berterima kasih," Ucap Catran


" Itu bagus. Berarti semua aset milik ayah akan menjadi milikku sekarang," Batin Catran


" Emmm ayah! Apa yang bisa aku bantu untukmu?" Tanya Catran


" Ahh yah! Sekarang di rumah Jackson. Ada putrinya Ferdy ," Ucapnya


" Dan tugasmu adalah! Untuk mendekatinya setelah itu kamu bawa dia. Oleh karna itu ayah mempunyai Kartu Ase milik Ferdy,"


" Lalu apa untungnya bagi kita?"


" Perusahaan kita membutuhkan tanda tangan Ferdy! Karna dialah pemilik asli perusahaan itu," Jawabnya


" Ahhh yah aku mengerti. Baiklah aku akan menjalankan misi ini," Ucap Catran


...CATRAN...



SKIP


" Ara! Tolong ambilkan handuk," Teriak Jackson


Tanpa menjawab ucapannya, dengan cepat aku mengambil handuk untuk memberikannya kepada Jackson.


Ku ketuk pintu berchat  putih itu 3 kali.


TOK_TOK_TOK


Tak lama Jackson membuka secelah pintu itu. Aku menyodorkan handuk itu di tanganku tanpa melihat ke arahnya.


" Itu terlalu jauh! Dekatkan sedikit lagi," Suruhnya.


Ku dekatkan lagi handuk itu hingga sampai ke dalam celah pintu itu. Tak lama aku merasakan tangan Jackson yang sudah tepat memegang handuk itu. Namun, Ada yang aneh. Jackson tidak mengambil handuk itu.


Tiba-tiba aku merasakan sebuah tangan kekar yang dingin memegang pergelangan tanganku.

__ADS_1


" Jackson! Itu tangan aku, bukan handuk," Ucapku 


Namun, bukannya mendengar. Jackson malah menarikku ke dalam kamar mandi, dan menutup pintu itu dengan tangannya.


" Ahhhkk Apa yang kamu lakukan?" Teriakku sambil menutup wajahku menggunakan kedua tanganku.


Jantungku berdegup kencang. Ntah apa yang akan di lakukan Jackson. 'Astaga aku benci dengan pikiranku sekarang!'.


" J_jackson apa yang ingin k_kamu lakukan?" Tanyaku gugup


    


Jackson tidak menjawab ucapanku. Aku merasakan tetesan air mengenai tanganku. Ku buka kedua tanganku perlahan..


DEGHH


Jantungku berdetak tak normal saat melihat wajah tampan Jackson dengan wajah dan rambut yang basah membuat wajah tampan Jackson semakin keluar.


Beberapa detik aku tersadar dari lamunanku. Cepat-cepat aku berbalik dan mencoba membuka pintu.


CEKLEK_CEKLEK


" Haish kenapa dengan pintunya? Kenapa tidak bisa di buka?" Gumamku sambil terus menerus mencoba membuka pintu.


Aku berbalik mencoba bertanya kepada Jackson. " Jackson kenapa pintunya_"


" Ahhhhhkkkk_"


" Jackson pakai handuknya!" Teriakku


Ya aku baru sadar kalau saat ini Jackson sedang telanjang.


" Kenapa? Bukannya kamu menyukainya?" Ucapnya


" Apa maksud kamu? Aku tidak pernah mengatakan hal itu," Elakku dengan kedua  tangan yang ku gunakan untuk menutupi wajahku.


" Hah Benar! Saat itu kamu sedang mengingau mana mungkin kamu mengingatnya?"


" Haish! Jangan ngawur. Mana mungkin aku ngingau kaya gitu," Sarkasku


" Jackson cepat buka pintunya! Kalau tidak_"


" Kalau tidak apa hm?" Selorohnya


" Eee kalau tidak_aku akan_"


" Aku akan berteriak kalau disini kamu ingin melecehkan aku,"


" Ouhh silahkan saja! Tapi asal kamu tau. Kamar aku kedap suara. Jadi, sekeras apapun kamu berteriak tidak akan ada yang mendengarnya," Suara retaknya


" Astaga! Kenapa aku bisa lupa akan hal itu," Aku hanya bisa mengigit bibir mengingat betapa bodohnya aku


" Lalu apa salah nya? Kamu tunangan aku. Itu berarti sebentar lagi kamu akan menjadi Istri aku. Dan Anggap saja sekarang kita melakukan pemanasan terlebih dahulu,"


Aku terkejut mendengar penuturan Jackson. Apa dia sadar dengan ucapannya? Haish dia benar-benar gila.


" Jackson apa kamu sadar dengan ucapan mu barusan?"


" Tentu saja aku sadar,"


" Kalau kamu sadar. Mana mungkin kamu mengatakan kalau aku adalah tunangan kamu!"


" Aku ingatkan sekali lagi. Kalau aku bukan tunangan kamu, Kita hanya ada di dalam hubungan tanpa ada suatu ikatan. Kita hanya ada di dalam perjanjian kontrak bukan  sebuah Ikatan," Ucapku dengan menekankan kata di setiap kalimat.


Jackson terdiam setelah mendengar ucapanku. Ntah apa yang ada di pikirannya sekarang.


" Tolong buka pintunya!" Ucapku sambil berbalik membelakanginya.


Jackson membuka kunci pintu itu. Dengan cepat aku pergi meningalkannya. Ada rasa sesak mengatakan hal tadi. Tapi,aku mengatakan hal yang sebenarnya. Aku dengannya hanya ada di dalam perjanjian kontrak bukan di dalam ikatan.


Disisilain~


Setelah kepergian Ara. Jackson menutup pintu itu kembali dan langsung menyalakan shower. Air shower itu membasahi seluruh badan Jackson, Jackson terus teringat akan perkataan Ara.



Ada perasaan benci dan marah saat Ara mengatakan hal itu. Tapi, apa yang di katakan Ara semua itu benar. Aku dengannya tidak ada hubungan apa-apa, hanya ada perjanjian kontrak yang membuatnya terikat denganku.


...💙...


...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SEPERTI KOMEN, FOLLOW AND VOTE....


...MAKASIH:)...


..."Jangan pernah bosan dengan cerita ku yah heheh:)...

__ADS_1


__ADS_2