
...HAPPY READING!...
"Ara!" Lirih Kiran
Ara bangkit membenarkan posisinya, Jackson yang melihat itu dengan sigap membantu Ara.
" Apa kamu gak papa?" Tanya Jackson
Aku menatapnya beberapa detik untuk mencerna perkataannya tadi.
'Apa pertanyaanya tadi adalah sebuah perhatiannya?Atau hanya pertanyaan sandiwaranya di depan Kiran'
Ara menggeleng sebagai jawaban
" Kiran tolong kamu jaga Ara! saya mau ambil obat dan air minum untuk Ara," Suruhnya
" Eee gak usah Jackson, Biar nanti aku aja," Sergah ku
Jackson berjalan mendekatiku dengan tangan yang mengelus rambutku lembut " Apa yang kamu katakan sayang?Kamu sedang sakit." Ucapnya
"Aku ngak mau merepotin kamu!" Jawabku
Jackson kini duduk di depan ku " Siapa yang bilang kalau kamu merepotkan aku hm?" Tanyanya
" Jackson aku_,"
" Shttt_dengerin aku! Kamu tunangan aku mana mungkin kamu merepotin aku. Kemarin saat aku sakit! Kamu yang ngerawat aku, sekarang gantian. Biar aku yang ngerawat kamu,"
Ntah kenapa saat Jackson mengatakan hal itu rasanya hatiku tersentuh 'Andai apa yang dikatakannya tadi itu semua murni dari hatinya bukan hanya semata untuk sandiwara saja'
" Udah sekarang kamu istirahat! Aku keluar sebentar. Kiran kamu jaga Ara," Suruhnya
" B_Baik pak,"
" Sayang! Aku keluar dulu,"
CUPPPP
Satu kecupan mendarat di dahi Ara.
Jangan tanyakan lagi bagaimana wajah Ara saat ini. Ara, terkejut saat mendapat bekas benda kenyal dari Jackson. Bukan hanya Ara, Kiran yang melihat itu terkejut saat melihat keromantisan dari bosnya dengan sahabatnya sendiri.
Jackson pergi meninggalkan Ara yang terdiam kaku karna ulahnya itu.
" Oh astaga! Apa yang baru saja aku lihat?" Lamunan ku membuyar saat kala Kiran membuka suara.
" Astaga!Apa kalian tidak bisa memprivasi keromantisan kalian di hadapan gue sebentar?"Kesalnya
" Ngapain sih Jackson, Apa harus kaya gitu sandiwarannya?" Batin ku
PELETAK
" Ah_,"
Ringgis ku saat kala Kiran menjitak dahi Ara keras
" Lo kok jitak gue sih, sakit tau," Kesalku
" Ya habisnya elo! Gue udah pernah bilang sama lo. Buat, pergi Kerumah Sakit. Tapi, apa? Elo malah ngak dengerin ucapan gue. Sebenarnya lo itu ngangab gue sahabat elo ngak sih?" Ucapnya dengan menekankan kata di akhir kalimat.
" Asal lo tau!Gue khawatir sama lo hiks gue ngak mau lo kenapa-kenapa," Tanggis Kiran pecah di depanku
Aku tidak tega melihat Kiran menangis apalagi menangisnya karna diriku. Dengan cepat ku angkat kedua tanganku untuk menghapus air matanya itu.
" Jangan gue mohon jangan nangis, gue ngak papa kok," Ucap ku meyakinkannya
Kiran mengepis tanganku kasar " Ngak papa gimana? Muka lo pucat, dan lo tadi habis pingsan Ra. Lo itu lagi sakit, kenapa sih lo itu ngelak terus."
" Gue minta maaf!"
" Gue akan maaf in lo, Asal lo mau nurunin kemauan gue," Ucapnya
" Apa?" Tanyaku
" Kita ke rumah sakit!"
" Oke! Kalau hal itu yang bikin lo tenang. Gue mau," Jawabku
Terlihat sudut bibir Kiran terangkat menampilkan senyum senang dari Kiran.
" Yaudah, gue balik ke kantor dulu yah. Gue takut tunangan lo marah nanti," Ledeknya
" Yaudah gih sana,"
" Nanti, Gue kabari lo oke," Ucapnya
" Iyah! Bawel," celetukku
" Elo jangan lupa istirahat, kalau ada apa-apa kabari gue oke," Ucapnya tanpa melihat jalan
" Kiran awas di depan lo_"
__ADS_1
BUGHHH
Aku mengigit bibir saat kala Kiran menubruk pintu kamar keras
" Kiran lo nggak papa?" Tanyaku
" Ngak gue ngak papa. Lo jangan khawatir ini ngak sakit kok," Ucapnya dan pergi dengan membawa ringgissan
" Hahah Kiran-kiran lo bisa berkata bohong tapi hati lo ngak bisa," Tawa ku
" Ekhem udah selesai ketawanya?" Suara yang familiar di telingaku berhasil membuatku sadar kehadirannya
" Eh.. ,"
Jackson berjalan ke arahku dengan sebuah nampan di tangannya
" Habis ngegosip apa hm?Sampe ketawa kaya gitu,"
" Ngak! Aku ngak lagi ngegosip,"Elakku
" Lupakan!"
" Buka mulut kamu!" Suruh nya sambil mengarahkan sendok yang berisi bubur
" Aem aku bisa sendiri,"
Aku mencoba mengambil sendok dari tangannya. Tapi, Jackson malah menjauhkan sendok itu dari ku.
" Biar saya yang suapi kamu. Kamu lemas karna sakit jadi kamu nggak bisa makan sendiri,"
" Aku tidak selamah itu!" Sarkasku
"Benarkah? Kalau kamu tidak lemah. Kamu tidak akan pingsan tadi!" Timpalnya
Lagi dan lagi cowo berhati es ini berhasil membuatku terdiam. Bukan, Bukan karna kalah hanya saja saat ini aku sedang tidak mempunyai kemampuan untuk berdebat dengannya.
Jackson mulai menyuapi ku. Sifatnya yang seperti ini membuatku nyaman akan dirinya, apa dia tau aku sedang berusaha menghilangkan rasa suka ini agar rasa ini tidak terlalu dalam. Tapi, dia malah menghalangi ku dengan sifatnya yang tidak bisa ku tebak.
Skipp
Jackson menyuruhku meminum obat. Tak pernah ku bayangkan, orang yang selama ini menginginkan ku menderita. Tapi, lihatlah dia malah merawat ku dengan telaten seperti ini.
" Istirahatlah! Saya ada di bawah. Jika, perlu sesuatu panggil Saya," Ujarnya
" Jackson!" Panggilku
" Apa?"
" Aku hanya ingin tanya. K_kenapa? Tadi kamu mencium keningku?" Tanyaku
" Ternyata ada yang baper disini!"
"Apa? Baper? Ngak. Sapa juga yang baper," Elakku
" Lalu itu?"
" Aku hanya bertanya!" Jawabku ngegas
" Haishh katanya mau pergi. Yaudah, sana pergi! Aku mau tidur," Kesalku
Ara menarik selimut untuk menutupi sebagian tubuhnya
Jackson yang melihat tingkah Ara tersenyum karna menurutnya tingkah Ara saat ini sangat menggemaskan.
Skipp
RUANG KELUARGA
______________________
PoV Jackson
Di ruang keluarga Jackson tak bisa fokus ke layar laptop nya. Bagaimana bisa? Setiap memikirkan pekerjaan kantor, Ara gadis yang beberapa menit yang lalu ia temui terus tergiang-giang di dalam pikirannya.
" Arghhh kenapa gue terus mikirin dia sih?" Gerutunya
" Ngak! Gue ngak bisa gini terus," Gumamnya
TINTONG
Suara bel rumah berbunyi menandakan ada tamu di luar.
Ara yang awalnya tertidur kini terbangun saat mendengar suara bel.
" Di luar ada tamu? Siapa?" Gumam Ara
__________
" Arghhr siapa lagi?" Umpatnya
Jackson bangkit dari sofa dan beranjak pergi ke arah pintu
__ADS_1
Krekkk
Jackson memutar bola mata malas saat siapa yang sudah mengangunya
" Hallo! Pak Jackson," Sapanya
" Kenapa kamu kesini? Pekerjaan kamu banyak di kantor,"
" Ahkk justru karna perkerjaan kantor saya kesini pak. Saya disini ingin meminta Tanda tangan bapak, karna berkas ini harus hari ini saya setorkan dan berkas ini harus ada tanda tangan dari bapak," Tuturnya
" Masuk!" Suruh Jackson dingin
Sonya yang mendapat izin dari Jackson tersenyum senang.
" Berikan mana yang harus saya tandatangani?"
" ouh iyah pak disini," Ucapnya sambil menunjuk dimana Jackson harus menandatangani
Ketika Jackson sedang sibuk dengan berkas-berkas yang harus di tandatangani. Sonya melingak-linguķ mencari sesuatu.
" Emm pak! Bu Ara dimana? Sejak tadi saya belum lihat Bu Ara,"Tanyanya
" Dia lagi sakit!" Jawabku
" Apa! Ouh astaga. Pak apa boleh saya menjenguk bu Ara?" Tanyanya
" Tidak perlu! Saya sudah selesai menandatangani semuanya kamu boleh kembali kantor," Jawabku spontan
" Apa-apaan ini? Ngak pokoknya gue harus cari cara agar bisa lebih lama di sini, udah usah payah gue cari cara buat masuk ke rumah ini. Dan sekarang setelah gue masuk Jackson malah nyuruh gue ke kantor!" Batinnya
" Baiklah pak Jackson saya permisi!" Pamitnya
" Ahkkk_"
Sonya berpura-pura terjatuh hal-hasil Jackson menangkap badan Sonya.
Dan sialnya Sonya sengaja membiarkan kancing baju atasnya di biarkan terlepas dan itu menampilkan pay*d*r* Sonya terlihat.
Dan tanpa Jackson dan Sonya sadari, Ara yang berdiri tidak jauh dari mereka melihat kejadian semuanya.
Ara berjalan ke arah Jackson dan langsung melepas pelukan Jackson " Maaf! Sonya kamu kenapa?"
" Sial! Kenapa ada dia disini sih," Umpatnya
" Mmm Maaf bu, tadi bukan seperti apa yang ibu lihat," Ucapnya
" Ouh ngak kok! Saya tidak berpikir macam-macam. Lagian, saya percaya kok sama tunangan saya. Iya kan sayang?"
Aku terkejut saat mendengar perkataan Ara. Apalagi terakhir kalimatnya, Aku tidak pernah menyangka kalau Ara akan mengatakan 'sayang' di depan Sonya.
" Ahh iyah sayang! Dan sonya kalau jalan itu hati-hati. Dan yak nanti saat saya masuk kantor. Saya tidak mau lihat kamu memakai pakaian kurang bahan (Seksi) seperti itu," Ucapku jjjkk
" What! Kurang bahan? Hallo baju sebagus ini di bilang kurang bahan ckk kurang ajar...," Umpatnya
" Aemm, Bu. Kata pak Jackson ibu sedang sakit?" Tanyanya
" Ouh iya sayang! Kamu kan lagi sakit kenapa keluar? Seharusnya kamu di kamar aja istirahat. Ouh apa kamu butuh sesuatu? Biar aku ambilin," Tawarku
Sonya memutar bola mata malas " Ck so ratu banget sih si Ara." Batinnya
" Ngak. Tadi aku dengar ada tamu makanya aku turun,"
" Sonya! Kenapa kamu masih disini? Cepat kembali ke kantor!" Suruhku
" Baik pak!' Saya permisi,"
Sebelum beranjak pergi, Sonya melirik Ara tajam. Ara, yang melihat tatapan tajam Sonya ke arahnya mengerti kalau saat ini Sonya sedang kesal karna niatnya untuk menggoda Jackson gagal.
PoV Author.
Ara sengaja memperlihatkan kemesraan nya dengan Jackson di depan Sonya. Karna, Saat ini semua publik mengetahui kalau hubungan Ara dan Jackson adalah bertunangan.
Ara hanya mengikuti alur yang semestinya orang yang bertunangan. Ara sadar kalau hubungannya dengan Jackson hanya pura-pura, tapi itu bukan berarti Ara membiarkan Jackson bermesraan dengan wanita lain. Karna, dimata publik aku adalah kekasih Jackson. Dan tidak mungkin aku hanya diam tidak melalukan apapun saat melihat tunangan ku sendiŕi bermesraan dengan wanita lain.
Sonya sudah menghilang di balik pintu. Ntah kapan, karna sedari tadi Ara sedang melamun.
Bughhh
" Ahhkkk_,"
Aku terkejut saat tiba-tiba Jackson menghimpit tubuhku ke tembok.
Jarak kami sangat dekat, sampai aku bisa merasakan nafas masing-masing.
" J_jackson a_apa yang ingin lakukan?" Tanyaku terbata-bata
...💙...
...Assalamualaikum wr wb...
...Apa kabar semuanya?...
__ADS_1
...Pada kangen gak hehe😁...
...Bilang kangen ke biar aku seneng (ngarep lu:( )...