
Hari demi hari telah di lalui oleh Ara, saat ini kehidupan nya tidak sepahit dulu. Pria yang asing dan tiba-tiba datang membawanya kini sifatnya menghadirkan kenyamanan dan keamanan untuk dirinya.
Ada benih yang tumbuh di dalam diri mereka berdua. Cinta? Ya itulah benih rasa yang tumbuh di dalam diri mereka. Namun, sayangnya Jackson tidak memperdulikan rasa yang tumbuh di dalam dirinya, rasa cintanya masih tertutup dengan ego dan dendam akan masa lalunya.
......
" Jackson apa kamu akan lama disana?" Tanya Ara kepada Jackson yang sibuk memasukan pakaian ke dalam koper.
" Tidak lama! Hanya 1 bulan,"
Ara berdecak mendengar jawabannya.
" Haish! 1 bulan itu lama,"
" Kenapa? Apa kamu takut merindukan ku?"
" Ya. Aku akan merindukanmu," Jawab Ara lirih
Aktivitas Jackson terhenti sesaat setelah mendengar ucapan Ara.
" Kau benar-benar sudah menyukaiku ternyata,"
" Kata siapa? Dan kapan aku bilang menyukaimu?"
Jackson memicingkan matanya saat mendengar ucapan Ara.
" Aku hanya merindukan saat kamu berada di rumah ini. Karna kalau tidak ada kamu di dalam rumah sebesar ini, aku merasa kesepian dan takut, karna kalau ada kamu di sini kamu bisa melindungi ku dari orang-orang jahat itu,"
" Ouh Jadi sekarang kamu menganggap ku bodyguard mu gitu?"
" Bisa jadi,"
Jackson berdecak memalingkan muka. " Haish keterlaluan."
Ara terkekeh kecil melihat wajah Jackson yang menurutnya imut.
" Kamu benar Jackson aku pasti akan merindukanmu," Batin Ara menatap Jackson sendu.
......
Bandara!
" Bimo kamu jaga baik-baik dia. Kalau sampai ada yang lecet sedikitpun, bersiaplah menerima hadiah dari tanganku,"
Bimo menelan Saliva susah payah mendengar ucapan tuannya yang berhasil membuat nya merinding ketakutan. Karna Bimo tau bagaimana sikap tuannya ketika sedang marah.
" Tuan tenang saja Ara akan baik-baik saja,"
Ara terkekeh kecil melihat wajah Bimo yang ketakutan karna ulah Jackson killer itu.
" Dan kamu!" Seru Jackson kini menatap wajah Ara.
Senyuman kecil Ara pudar setelah Jackson membuka suara ke arahnya.
" Jangan senyum-senyum seperti itu. Dan jangan kamu pikir setelah kepergian ku kamu boleh genit sama cowok lain, aku punya banyak pasang mata disini, jadi jangan harap kamu bisa lari dan genit dengan pria lain ngerti!"
Ara terkejut mendengar ucapan nya. Dia bilang dirinya tidak boleh genit, sedangkan dia setiap hari menebarkan pesonanya.
" Ck kamu pikir aku cewe luaran sana? Aku wanita terhormat mana mungkin aku genit sama cowok seperti itu," Tandas Ara tak terima
" Hahh bagus kalau gitu,"
' Pesawat menuju Negara Inggris satu menit lagi akan lepas landas_'
__ADS_1
Jackson pergi ke negara Inggris untuk menyelesaikan proyek dan beberapa pekerjaan di sana. Proyek di sana sangat membutuhkan ke hadiran Jackson karna itu Jackson harus pergi untuk beberapa bulan.
" Jaga baik-baik dirimu! Kalau ada apa-apa kabari saya. Saya akan secepatnya pulang,"
Ara tersenyum kecil menanggapi nya.
" Kamu juga. Dan ingat jangan pernah membunuh orang di sana," Bisik Ara di telinga Jackson.
" Saya akan membunuh orang yang seharusnya saya bunuh!" Tekan Jackson
BUGHHH!
" Yak kenapa kamu memukulku?" Teriak Jackson saat kala Ara memukul lengan nya.
" Kamu memang tidak akan pernah berubah. Apa membunuh orang itu adalah hobi kamu? Haish jika benar kamu memang manusia teraneh di dunia ini," Tandas Ara
" Itu sangat menyenangkan _"
" Permisi pak_ mbak_"
Pukk!
Seseorang pria datang tiba-tiba dengan membawa sebuah barang-barang besar dan menyeret-nyeret ku sampai tubuhku berada di dalam dengkapan Jackson.
Aku terkejut dengan apa yang terjadi, jantung ku berdetak tak normal. Tapi di sisi lain Ara mengambil kesempatan ini untuk memeluk Jackson, ia pasti akan merindukan kehangatan tubuhnya ini.
Disisilain Jackson merasakan sebuah tangan mungil yang pelan-pelan memeluknya. Jackson tau kalau Ada mencoba memeluknya, saat ini Jackson tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau sebenarnya dia juga ingin sekali memeluk gadis di dengkapan nya saat ini.
Perlahan Jackson memeluk Ara dengan satu tangan dengan tangan satunya lagi memegang koper besar miliknya.
Mendapat balasan dari Jackson, Ara tersenyum dan langsung memeluk Jackson erat dengan kedua mata yang berkaca-kaca karna Jackson juga memeluknya.
" Jaga dirimu aku akan baik-baik saja, jangan membiarkan orang-orang berambut pendek itu (pria) mendekati mu, kalau kamu tidak mau dia mati di tanganku," Desus Jackson
" Kamu sangat menakutkan," Desus Ara
Ara melepas pelukannya dan membiarkan Jackson pergi.
" Aku akan merindukanmu!" Gumam Ara setelah kepergian Jackson.
......
" Pah apa yang harus aku lakukan sekarang? Musuh kita tidak berada di negara ini lagi, apa kita harus membunuhnya di luar negara? Atau membiarkan nya kembali dan langsung menghabisinya di disini,"
" Lebih cepat lebih baik. Kita akan membunuhnya di luar negara,"
Tok_tok_tok
Sebuah suara ketukan pintu berhasil membuat dua pria itu terkejut dan menoleh ke arah suara.
Terdapat Calvin berada di depan pintu dengan wajah yang datar.
" Ternyata kalian tidak pernah berubah!" Ucap Calvin
" Hah ternyata kamu masih ingat dengan rumahmu, setelah bertahun-tahun lamanya pergi menghilang dan merintis Rumah sakit yang terkenal itu. Saya kira kamu sudah melupakan keluarga mu ini," Seru Chandra menghampiri Calvin.
" Huhhh saya maunya seperti itu. Melupakan kenangan jika saya mempunyai keluarga di sini, tapi karna saya mempunyai rasa tanggung jawab saya kembali dan ingin melihat keluarga ku. Tapi, saat datang ke rumah ini lagi, saya di sungguhan dengan perkataan yang tidak mengenakkan. Kalian tetap manusia yang punya pikiran seperti hewan,"
" Eloo_?!"
Teriak Catran terhenti saat Chandra menahannya.
" Elo memang bajingan Calvin. Apa lo lupa dengan siapa lo berhadapan? Dia bokap lo apa lo lupa hah," Teriak Catran menatap tajam ke arah Calvin.
__ADS_1
" Gue nggak lupa kalau dia bokap gue. Gue terus berusaha membuat dia berpikir jernih karna gue masih menganggap dia sebagai bokap gue,"
Chandra menatap tajam Calvin.
" Ayah berhenti lah untuk menyakiti keluarga itu. Dia sudah menderita lalu apa lagi yang ayah inginkan darinya?"
" Calvin ayah sangat mendukung mu. Tapi, bertahun-tahun kamu tidak pernah mendukung pekerjaan Ayah. Apa kamu tidak pernah mau membantu ayah?"
" Jika aku harus membantu membunuh dan membuat orang lain menderita aku tidak bisa,"
" Kembali lah dan bantu ayah mendapatkan apa yang ayah mau saat ini. Setelah itu ayah tidak akan pernah menyakiti siapapun lagi,"
" Maaf tapi saya tidak bisa! Melihat orang menderita itu sama saja saya melihat ibu saya menderita," Jawab Calvin berhasil membuat Chandra bungkam.
" Ternyata kamu masih saja menganggap ayah mu ini orang yang paling kejam terhadap ibumu,"
" Benar. Saya tidak akan pernah lupa atas perbuatan yang Anda lakukan kepada ibuku,"
Calvin Melirik arloji di tangannya. " Waktunya aku pulang."
" Semoga kita bertemu lagi. Ingat satu hal saya tidak akan membiarkan rencana kalian berjalan lancar, karna saya akan menghalangi nya," Tekan Calvin menatap Chandra dan Catran yang sedari tadi menahan emosi.
Calvin pergi begitu saja meninggalkan mereka berdua.
Calvin dan Catran jelas berbeda jauh. Calvin tidak pernah setuju dengan apa pekerjaan ayahnya sedangkan Catran, Catran selalu mendukung Chandra dalam perbuatan nya.
......
Kediaman Jackson!
" Huhh tidak ada dia rasanya sepi. Haish baru aja di tinggal beberapa menit udah rindu aja, Humm Jackson benar aku sudah benar-benar menyukai nya, tapi saat ini aku tidak berani mengatakan nya, karna aku takut dia malah menertawakan ku dan malah semakin menjauh," Gumam Ara lirih.
" Ara sekarang saya tinggal disini untuk menjaga kamu, jadi kalau butuh apa-apa panggil saja saya," Ucap Bimo yang di angguki Ara.
" Aku ke kamar duluan," Pamit Ara yang di angguki Bimo.
.....
Sesampainya di kamar Ara langsung membaringkan tubuhnya di atas Ranjang berukuran King size itu. Kedua manik mata itu terus menatap langit-langit kamar berwarna putih itu, Ara bingung harus berbuat apa untuk kedepannya.
Penyakit yang di deritanya semakin lama semakin memburuk, Ara pun tidak bisa menyembunyikan hal ini terlalu lama.
" Calvin benar aku tidak bisa menjalani ini semua sendirian, apa aku harus beritahu ayah tentang hal ini?" Gumam Ara
Drttt_drtt_drttt
Sebuah nada dering panggilan masuk. Dengan cepat Ara bangkit dari ranjang dan mengambil gawai itu.
Ara memicingkan matanya saat melihat nomor yang tidak ia kenal di layar ponselnya.
" Nomor siapa ini?" Gumam Ara dan langsung menggeser warna hijau itu.
" Iya hallo!"
" Apa?"
Setelah menerima panggilan Ara bergegas mengambil tasnya dan berlari keluar rumah dengan tergesa-gesa. Bimo yang melihat itu langsung mengikuti Ara.
" Ara kamu mau kemana?" Tanya Bimo.
" Aku harus pergi,"
" Kemana?"
__ADS_1
" Ke kantor polisi!"
Bimo terkejut mendengar jawaban Ara. Dengan cepat Bimo memberikan tumpangan dan langsung menancap kan gas menuju kantor polisi.