
Jackson hanya diam dengan wajah terkejut karna sikap dan perilaku Ara yang gemas kepadanya.
Ara yang sadar refleks menjauhkan tangannya dari wajah Jackson " Maaf." Cicit Ara menunduk tak berani menatap wajah garang Jackson.
" Ara?" Jackson mencoba membuka suara
" Apa?"
Kini tatapan mereka bertemu.
" Obati tanganmu!" Titahnya membuat Ara diam.
" Aku tidak papa. Ini hanya luka kecil,"
" Jangan baper hanya karna ucapan ku tadi," ledeknya
" Aku tidak baper," Pembelaan Ara
" Jika tidak lakukan apa yang aku perintahkan. Obati lukamu sekecil apapun lukamu itu harus tetap di obati jika tidak itu bisa menjadi infeksi," Tandasnya
Ara tersenyum hal itu membuat Jackson bingung.
" Kenapa kamu malah tersenyum?"
" Kamu tidak marah lagi kepadaku kan?" Tanya Ara menatap Jackson dalam dengan senyuman yang tidak pernah pudar.
" Tau apa kamu tentang marah atau tidaknya aku?"
" Perkataan mu itu. Aku tau semuanya dari hal itu, aku memahami jika kamu sedang marah kamu akan mengatakan saya dan kamu di saat berbicara denganku, tapi jika kamu tidak marah kamu akan mengatakan Aku_kamu. Benarkan?"
Jackson hanya berdesis mendengar ucapan ku.
" Lupakan apa kamu tadi marah karna Calvin memeluk ku? Benarkah begitu? Jika ia apa itu tandanya kamu cemburu itu artinya kamu juga menyukaiku?"
" Menyukai wanita bodoh dan ingusan seperti mu? Hah itu bukan termasuk bahkan tidak termasuk ke dalam kriteria wanitaku," Tandasnya.
" Lalu bagaimana seperti apa kriteria wanita mu itu?" Tanya Ara yang tak terima dengan ucapannya
" Wanita yang ku suka dia cantik, seksi, pintar, memiliki mata yang indah, bibir yang pink alami. Tunggu kenapa aku mengatakan nya kepada mu? Yang jelas-jelas kamu tidak memiliki semua kriteria yang ku sebutkan tadi," Celetuk Jackson membuat Ara sedikit terkejut.
" Apa yang kamu katakan? Apa matamu buta? Jelas-jelas aku termasuk kedalam kekriteria yang kamu sebutkan tadi. Aku pintar dan juga cantik lalu apa yang tidak termasuk nya?" Sergah Ara tak terima dengan semua perkataan Jackson.
" Yak kamu memang cantik karna kamu seorang wanita, jika bukan wanita kamu akan termasuk ke kriteria tampan," Sahutnya konyol
" Haish sejak kapan kamu bisa bercanda seperti ini?" Gubris Ara
" Aku tidak bercanda aku mengatakan yang sebenarnya,"
" Cihh konyol," Umpat Ara
Jackson hanya tersenyum melihat wajah Ara yang menurut nya sangat mengemaskan ketika sedang marah seperti itu. Dalam benaknya ia berkata 'imut'.
......
'Beberapa hari telah berlalu tak ada masalah ataupun hal-hal yang mencurigakan. Ini adalah hari ke 7 atau terakhir kalinya Jackson tertidur di atas kasur yang hanya muat satu orang itu. Setelah mendapat persetujuan dari dokter kalau keadaan Jackson semakin membaik dan di perbolehkan pulang, akhirnya dengan perasaan bahagia akhirnya Jackson kembali ke rumah kebesarannya.'
" Selamat tuan akhirnya tuan kembali ke rumah ini lagi," sambut Bimo dengan beberapa tangan kanannya.
Jackson hanya memincingkan matanya saat melihat penyambutan tangan kanannya. " Apa yang kalian lakukan? Kalian pikir saya anak kecil yang baru pulang dari rumah sakit dan di beri penyambutan seperti ini?" Gubris Jackson merasa risih
Ara yang mendengar nada Jackson yang tak suka hanya terkekeh kecil.
" Ara_"
" Howek!" Tiba-tiba Ara mual rasanya semua yang ada di perutnya ingin keluar.
Jackson yang melihatnya terkejut.
" Ada apa denganmu? kamu baik-baik saja?" Tanya Jackson bingung
Ara mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Jackson.
" Ara wajah kamu sangat pucat. Apa kamu benar-benar baik-baik saja?" Kini Bimo yang membuka suara untuk memastikan
" Jackson aku izin ke toilet," Izin Ara dan langsung berlari ke toilet tanpa mendengar jawaban dari Jackson.
" Kenapa dengan dia?" Batin Jackson bingung.
" Tuan biar saya antar ke dalam kamar," Ucap Bimo meraih tangan Jackson berniat menuntun Jackson.
Namun, Jackson malah mengempis tangan Bimo " Saya bisa sendiri." Jackson berjalan pergi menuju kamarnya meninggalkan tangan kanannya yang masih setia berdiri di depan pintu.
" Bisa sendiri tapi kenapa tadi di rumah sakit tuan maksa Ara untuk menuntunnya?" Gumam Bimo polos
......
Dalam kamar!
" Howekkk!" Suara mual Ara terdengar jelas di telinga Jackson saat ia baru masuk ke dalam kamar.
Jackson berjalan ke arah kamar mandi dan tanpa ragu-ragu ia langsung membuka pintu itu. "Kamu sakit?"
" Tidak. Hanya saja aku sedikit mual," jawab Ara
Jackson terdiam beberapa detik setelah itu ia langsung berjalan ke arah nakas dan mengambil sesuatu. " Pakai ini!" Suruhnya
Ara terkejut saat tiba-tiba Jackson menyodorkan sebuah test pack ke arahku. " Test Pack? Apa maksud kamu aku?"
" Tidak ada salahnya jika mencoba,"
" Kamu keluar dulu!" Suruh Ara
" Kenapa harus keluar? Lakukan saja,"
" Haish dasar otak mesum," Teriak Ara mengusir Jackson dan menutup pintu itu rapat-rapat.
Di dalam kamar mandi Ara merasa khawatir dan takut, jika nanti hasilnya positif? Apa yang akan terjadi dengan hidupnya. Dengan cepat Ara membuang semua pikiran kotornya dan langsung mengecek dengan test Pack yang di berikan Jackson tadi.
Beberapa menit kemudian Jackson masih terus menunggu Ara yang tak kunjung keluar dengan hasil test Pack itu.
__ADS_1
Di dalam kamar mandi Ara menangis terisak-isak dengan hasil dari test Pack itu. Ara terduduk lemas saat melihat test Pack itu yang di sana terdapat garis berwarna merah 2 yang artinya Ara positif hamil.
" Apa yang harus aku lakukan sekarang hiks kenapa anak ini muncul? Apa yang harus aku lakukan aku benar-benar bingung," Gumam Ara di sela-sela isakan.
" Ara kenapa kamu lama di dalam? Apa hasilnya?" Teriak Jackson dari luar.
Ara menghapus air matanya kasar dan membuang nafas panjang. Ara menerima semua keputusan Jackson jika tau kalau dirinya sedang hamil.
Ceklek
" Ara ada apa? Kenapa kamu menangis? Apa hasilnya?" Tanya Jackson
Ara menyodorkan test Pack itu ke Jackson dengan tangan yang gemetar.
Jackson mengambil test Pack itu dari tangan Ara. Kalian pasti tau bagaimana reaksi Jackson saat melihat hasil test Pack itu! Yak Jackson benar-benar terkejut dengan hasil test Pack itu.
" Apa ini? Apa kamu benar-benar hamil?"
Ara mengangguk menjawab pertanyaan Jackson dengan air matanya yang tidak bisa ia bendung lagi.
" Aku tau kamu pasti tidak menginginkan kehadiran dia. Karna itu aku bersedia merawat anak ini sendirian tanpa dirimu. Tapi, yang aku mau tolong jangan siksa aku ketika aku punya salah, karna aku tidak mau anak ini terluka," Isakan Ara di hadapan Jackson.
Jackson hanya diam menatap Ara yang sedang menangis di hadapan nya.
Tiba-tiba tangan Jackson terangkat dan mengusap air mata yang membasahi pipi Ara, Sontak hal itu membuat Ara terkejut dan menatap Jackson sendu.
" Aku tidak akan membiarkan anak ini lahir tanpa seorang ayah. Aku memang seorang Psychopat yang kejam, tidak punya hati. Tapi, jika menyangkut darah daging ku sendiri, aku tidak akan membiarkan nya hidup menderita dan terluka sedikitpun," Ara sedikit terkejut dengan ucapannya.
" Apa maksud dari perkataan mu? Apa itu artinya kamu menerima anak ini?" Tanya Ara menatap dalam Jackson
" Aku yang melakukannya dan aku harus bertanggung jawab," jawab Jackson membuat Ara tersenyum bahagia.
" Jackson _"
" Aku akan menikahimu!"
Deghh
Jantung Ara seakan berhenti berdetak setelah mendengar ucapan Jackson pria yang membuat dirinya menjadi budaknya. Ara terkejut dengan ucapan Jackson jika dia akan menikahi dirinya, ada apa ini kenapa dia tiba-tiba ingin menikahiku? Apa rencana selanjutnya? Begitulah pikiran kotor yang ada di dalam pikiran Ara tentangnya.
" Ka_kamu serius?"
" Apa wajahku terlihat bercanda?"
Tidak! Wajahnya tampak seperti biasa, Jackson yang selalu serius dalam hal apapun.
" Katakan apa kamu mau menikah denganku?" Tanyanya lagi.
Ara berpikir sejenak dan menghela nafas dalam-dalam dan membuang nya pelan " Ya aku mau." jawab Ara sedikit kaku
Terlihat kedua sudut bibir Jackson terangkat menampilkan senyuman kecil di bibirnya
" Beberapa hari lagi kita akan melasungkan pernikahan, jadi mulai sekarang jaga kesehatan mu." Ucapnya membuat Ara sedikit terkejut
" Secepat itu?"
" Kenapa? Apa kurang cepat?"
" Beristirahatlah saya akan suruh Bimo untuk memanggil Kiran agar dia bisa menjaga mu selama saya mempersiapkan pernikahan kita,"
Ara mengangguk. Tiba-tiba Jackson meraih tanganku dan menuntun ku ke atas ranjang dan menidurkan ku hati-hati. Ara sedikit terkejut dengan sikap Jackson yang berubah, namun hal itu membuat dirinya lebih merasakan kebahagiaan yang tidak pernah ia dapatkan.
" Jackson,"
" Apa?"
" Dimana kamu mendapatkan test Pack itu?" Tanya Ara mengungkit tentang test Pack.
" Aku tidak pernah berpikir jika kamu akan menanyakan tentang test Pack itu," Ara hanya terkekeh mendengar gumaman Jackson.
" Dulu aku punya sepupu perempuan dan dia sempat tinggal di sini tapi hanya beberapa bulan saja karna dia harus melanjutkan pendidikannya di Jerman. Dan dulu sepupu ku itu sempat mual-mual seperti mu tadi, karna itu aku membelikannya test pack, tapi setelah ku belikan dia bilang kalau dia hanya masuk angin, karna itu dia tidak jadi pake test pack itu," tuturnya
" Ouh aku kira kamu mempersiapkan nya untuk wanita yang dulu pernah tidur bersama mu," Ucap Ara hati-hati
" Siapa? Aku memang pernah tidur bersama wanita lain. Tapi, aku tidak pernah menghamili mereka," jawab Jackson
Tidak peduli seburuk apapun masa lalu Jackson. Ara tetap mencintai nya, meskipun sampai sekarang cintanya hanya bertepuk sebelah tangan tapi siapa yang bisa menghentikan perasaan kalau bukan kita sendiri.
" Kenapa kamu menatapku seperti itu?" Tanya Jackson membuyarkan lamunan nya
" Apa sedikit pun kamu tidak pernah mencintaiku?" Jackson terdiam menatap wajah Ara yang menatapnya sendu.
Jackson memang menyadari kalau dirinya egois tentang perasaannya terhadap Ara. Tapi, Jackson tidak bisa mengatakan apa yang ada di dalam hatinya, karna jujur dirinya sendiri juga bingung dengan perasaan nya sendiri.
" Aku tidak tau. Aku tidak pantas mendapatkan cinta dan memiliki cinta itu, hidupku hanya satu. Hidup tanpa ada cinta itu lebih baik untukku," jawaban yang tidak ingin Ara dengar keluar dari mulutnya.
" Jika nanti hidupku hanya sampai sini. Aku ingin terakhir hidupku aku mendapatkan kebahagiaan cinta itu, aku ingin saat akhir hidupku kamu mengatakan aku mencintaimu. Apa kamu bisa?"
" Apa yang kau katakan? Berbicara omong kosong seperti itu saya benar-benar tidak suka,", Tandas Jackson penuh penekanan.
" Maaf," satu kata keluar dari mulut Ara.
'Jackson andai kamu tau hidupku di dunia ini tidak lama lagi, aku ingin sekali mencintai dan dicintai di akhir sisa hidupku. Aku mencintaimu, tapi aku sadar aku disini hanya budakmu. Budak yang selalu mendapat perlakuan buruk baiknya dan mematuhi semua perintah dan kemauanmu.'
" Ada apa dengan nya? Kenapa dia mengatakan hal itu? Ucapanya tadi mengatakan seakan dia benar-benar ingin pergi. Tapi, apa_apa maksudnya?" Batin Jackson terus memerhatikan Ara yang melihat ke arah lain.
.......
Di ruang kerja!
Terlihat Jackson sedang melamun memikirkan tentang kejadian tadi dimana saat Ara mengatakan hal yang membuat nya bingung akan ucapannya. Haish ini gila! Baru pertama kalinya Jackson memikirkan suatu hal apalagi hanya karna seorang wanita.
" Arghh sebenarnya apa yang terjadi kepadanya?" Gerutu Jackson geram dengan sikap Ara.
Ceklek
" Tuan apa tuan memanggil saya?" Tanya Bimo yang baru datang
" Ahh iya saya ubah hari pernikahan itu,"
__ADS_1
" Ubah? Kenapa?" Bimo heran dengan penuturan tuannya
" Saya ingin pernikahan ini di percepat. Satu hari apa kamu bisa menyiapkan segalanya?"
Bimo tersontak terkejut dengan keputusan Tuannya. Bagaimana bisa dirinya menyiapkan acara seperti itu dalam waktu satu hari. " Tapi tuan kenapa semakin di percepat? Ee maksud saya acara ini sangat mewah mana mungkin kami menyiapkan nya dalam satu hari."
" Saya tidak peduli. Lakukan sebisa mu saja,"
" Baik tuan,"
" Dan ya saya tidak ingin saat hari pernikahan saya ada kesalahan atau kekacauan. Pastikan semuanya aman mengerti!"
" Baik tuan saya akan berusaha semaksimal mungkin," Bimo membungkuk dan langsung pergi keluar untuk menyiapkan segalanya.
......
Setelah menemui tuannya Bimo langsung menancapkan gas ke kantor Jackson. Tujuan Bimo saat ini adalah menemui Kiran.
" Siapa kamu? Aku tidak mengenalku. Pergi sana pekerjaan ku banyak disini!" Usir Kiran tanpa memperdulikan Bimo yang berbicara
" Tuan yang menyuruhmu membantu pernikahannya dengan sahabat mu itu. Apa kau serius dengan ucapanmu itu? Apa kamu tidak ingin membantu pernikahan sahabat mu sendiri?"
Kiran menghentikan aktivitas nya saat mendengar bahwa sahabatnya akan menikah. " Jangan bercanda mana mungkin Ara akan menikah tanpa mengatakan nya kepada ku."
" Hah memangnya siapa kamu? Apa kamu sepenting itu bagi Ara?" Celetuk Bimo
Kiran yang kesal langsung memukul kepala Bimo dengan lipatan berkas.
" Ahhh apa yang kau lakukan?"
" Dasar Bodyguard rese," Teriak Kiran dan berlalu pergi meninggalkan Bimo yang meringis kesakitan karna pukulan Kiran.
" Dasar wanita aneh," umpat Bimo saat sebelum menyusul Kiran
.......
Persiapan demi persiapan sudah dilakukan. Kini hari ini adalah hari dimana Jackson dan Ara melangsungkan pernikahan mereka, acara yang megah dan mewah dengan banyaknya tamu undangan beserta reporter-reporter yang sudah siap untuk mengambil fhoto dan juga berita untuk ia tayangkan.
Terlihat sosok seorang pria tampan bersetelan kemeja putih dengan berbalut jas hitam sedang berdiri di atas pelaminan, siapa lagi kalau bukan Jackson. Tak lama sosok wanita cantik berbalut gaun putih indah itu dengan rambut yang sudah tertata rapih berjalan dengan langkah hati-hati ke arah Jackson dengan Kiran yang menuntun Ara.
Tatapan Jackson tak henti-hentinya menatap kecantikan wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya. Kedua mata elang itu tak lepas dari wajah cantik Ara, Jackson baru menyadari jika ia benar-benar beruntung mendapatkan sosok Ara di hidupnya.
" Ommo lihatlah mereka. Yang satu tampan dan yang satu lagi cantik, mereka memang benar-benar pasangan yang cocok," Ucap salah-satu tamu undangan itu.
" Iya semoga saja hidup mereka bahagia selamanya," Jackson dan Ara mendengar semua gumaman para tamu itu, namun hal itu tidak membuat Jackson lepas dari pandangan nya.
Ara yang risih karna sedari tadi terus di tatap Jackson akhirnya membuka suara " Kenapa kamu terus menatapku seperti itu?"
" Kamu sangat cantik,"
" Apa?"
" Ee tidak maksudku kamu tampak berbeda hari ini," Elak Jackson saat tersadar dengan ucapannya.
Ara ber ouh ria saja menangapi jawaban Jackson.
___________
Beberapa acara telah di lewati. Dan kini akhir pengunjung sudah di tiba, semua para tamu undangan bersorak meminta agar Jackson mencium Ara. Ara yang mendengar sorakan itu hanya meremas gaunnya, kalian bisa rasakan bagaimana perasaan Ara saat ini. Ara benar-benar gugup, apa Jackson akan melakukan nya atau tidak?.
" Cium_ciumm_" Teriakan para tamu terus bersorak menginginkan Jackson mencium Ara.
Jackson yang tau jika Ara sedang gugup mencoba menenangkannya dengan meraih tangan Ara dan mengelus nya lembut.
" Lakukan apa yang mereka inginkan. Jangan membuat mereka kecewa, anggap saja ini adalah sebuah pekerjaan mu sebagai budakku,"
Hati Ara sakit saat Jackson mengatakan hal itu. Awalnya Ara bahagia karna Jackson menikahinya tapi setelah mendengar ucapan nya tadi, Ara merasa dirinya tetaplah seorang budak dimatanya.
" Ara kenapa aku merasakan ketidak bahagian kamu di sana. Andai aku bisa merasakan bagaimana perasaan mu sekarang Ara, mungkin aku bisa membantumu meringankan nya," Batin Kiran saat melihat Ara dari kejauhan.
" Cium_cium_cium,"
Perlahan Jackson mendekati ku, Aku yang tau apa yang akan dilakukan nya hanya menutup kedua mataku. Tak lama aku merasakan sebuah benda kenyal menyentuh bibirku, tanganku meremas lengan Jackson kuat untuk menghilangkan sedikit kegugupan di dalam diriku.
Cekrek_cekrek_cekrek
Banyak orang yang berhamburan mengeluarkan ponsel mereka dan mengabadikan moment ini dengan memfoto saat Jackson dan juga Ara saling berciuman.
Siaran ini live sehingga semua orang tau tentang pernikahan Jackson dan juga Ara. Di tempat lain Sonya berteriak marah karna dia benar-benar tidak tau jika Jackson hari ini menikah, yak karna Jackson sengaja mengundang orang yang menurutnya penting saja.
" Brengsek! Kenapa kamu lakukan ini Jackson? Bertahun-tahun aku menunggu mu dan mendukung semua karir mu tapi apa ini balasanmu kepadaku? Arghhhh gue benar-benar benci sama lo Ara. Lo sudah rebut Jackson dari gue, dan gue nggak akan biarin hidup lo bahagia," Teriak Sonya frustasi
" Jackson selamat untukmu. Maafkan om karna saat kamu masuk ke rumah sakit, om belum sempat menjenguk mu karna saat itu tiba-tiba ada pekerjaan yang tidak bisa om tinggalkan," Ucap Chandra meyakinkan Jackson.
" Tidak papa. Tapi bagaimana keadaan om? Kenapa saat malam itu om tiba-tiba menghilang?" Tanya Jackson
" Eumm malam itu om berada di tempat yang jauh dari lokasi dimana mereka menyerang mu. Tapi, saat om datang kamu sudah tidak ada dan Gio bilang kamu di bawa Ferdy ke rumah sakit," Jawab Chandra sedikit terbata-bata
" Gio? Bukannya dia terluka tidak sadarkan diri saat kejadian malam itu? Lalu bagaimana cara Gio mengatakan kalau saat itu aku di bawa Ferdy?"
" Sial! Kenapa kamu mengatakan hal itu Chandra!" Batin Chandra sedikit gugup
" Eee maksud om_"
" Tuan," tiba-tiba Bimo datang hal itu membuat Chandra membuang nafas berat.
" Huhh untung saja ada Bodyguard bodoh itu, kalau tidak mungkin Jackson akan terus bertanya," Batinnya bernafas lega.
" Ada apa?"
" Itu tuan para tamu ingin berfoto dengan pengantin wanita dan juga pria,"
" Baiklah," Jackson melangkah kan kakinya menghampiri Ara dan melakukan sesi fhoto.
" Huhhh hampir saja, sekarang aku harus hati-hati. Sepertinya dia mulai curiga," Gumam Chandra dan langsung pergi meninggalkan acara pernikahan Jackson.
...Jangan lupa tinggalkan jejak yah:)...
...VOTE, komen, and FOLLOW nya yah:)...
__ADS_1
...SEE YOU NEXT TIME:)!...