
Kantor Polisi!
Sesampainya di kantor polisi Ara bergegas berlari ke dalam kantor dengan wajah yang pucat karena khawatir.
" Pak dimana ayah saya? Sa_saya putrinya,"
" Maaf kalau boleh tau siapa nama ayah ibu?" Tanya salah-satu pria dengan beratribut lengkap seperti nya dia kepala polisi.
" F_ferdy,"
" Ouh pembunuh berantai itu?"
Ara terkejut dengan ucapan pria tua di depannya. Bisa bisanya dia mengatakan kalau ayah nya pembunuh berantai.
" Maaf pak ayah saya bukan pembunuh berantai seperti yang apa yang bapak katakan!" Tandas Ara menatap tajam pria di depannya
" Hah saya mengatakan tentang apa yang saya tahu_"
" Bapak tahu bukan berarti semua itu benar!" Seloroh Ara berhasil membuat kepala polisi itu diam.
" Baiklah anda boleh duduk di kursi yang sudah kami sediakan, kami akan memanggil ayah mu terlebih dahulu," Ucapnya
Ara berjalan ke arah kursi itu dengan Bimo yang mengekorinya dari belakang.
" Tuhan apa lagi ini? Kenapa masalah terus datang kepada keluarga ku? Belum selesai masalah Ayah dan juga Jackson dan sekarang masalah apa lagi yang sudah ayah lakukan?" batin Ara
Tak lama Ferdy datang. Namun, jarak kami di batasi oleh besi-besi yang berjajaran.
" Ayah katakan apa yang sudah terjadi? Kenapa ayah bisa di sini?" Tanya ku menatap sendu Ferdy yang sedari tadi menunduk
" Ayah di fitnah! Ayah tidak tau kenapa mereka menuduh ayah yang melakukan nya, tapi kamu harus percaya sama ayah, ayah tidak mungkin melakukan itu. Ayah tidak membunuh bahkan menyentuhnya saja tidak!" Tutur Ferdy memegang tanganku yang memegang besi penjara itu.
" Apa maksudnya?"
" Kemarin ayah mendengar berita jika Godracx anak buah Jackson meninggal karena di bunuh. Karena, itu ayah ingin mencari tau siapa pembunuh itu, karna itu ayah pergi ke tempat dimana pria itu selalu muncul ketika malam hari. Tapi, sialnya saat papah memergokinya dan berusaha menangkap pria itu para polisi itu datang dan malah menangkap ayah dan mencap ayah sebagai pembunuh berantai itu," Jelas Ferdy
Bimo yang mendengar itu berpikir sekilas jika benar apa yang di katakan Ferdy semua itu benar, itu berarti pelakunya bukan Ferdy melainkan orang lain.
" Haish kenapa ayah melakukan ini? Sebaiknya ayah tidak ikut campur dalam hal ini. Biarkan petugas polisi yang menangani ini, lalu apa yang terjadi? Sekarang ayah di sini dan mereka bisa saja menghukum ayah seberat-beratnya karna mereka menganggap ayah pelaku selama ini," Gerutu Ara dengan tanpa sadar air mata menetes melintasi pipinya.
" Ayah lakukan ini untuk ibu kamu!"
" Ibu? Apa urusannya ibu dengan semua ini? Aku tau ibu di bunuh oleh seseorang tapi itu bukan berarti ayah harus melakukan ini, ayah di dunia ini aku hanya punya ayah. Apa ayah tidak pernah kasian kepadaku? Apa ayah tidak pernah memerhatikan ku? Aku kesepian aku butuh kasih sayang seorang ayah, tapi apa? Aku tidak mendapatkan nya. Aku tau ayah benar-benar kehilangan ibu tapi apa ayah berpikir? Aku juga sangat kehilangan sosok ibu di dalam hidupku, ayah tidak pernah melihat betapa terpuruknya diriku saat melihat ayah seperti ini," Tangis Ara pecah di hadapan Ferdy.
Entah kenapa Ferdy merasa tersentuh saat Ara menangis seperti itu dengan dirinya yang bisa diam mendengarkan isakan demi isakan yang keluar dari mulutnya. Karna jujur dulu saat Ara menangis di hadapan nya ia tidak pernah merasa kasihan sedikitpun tapi sekarang rasanya ingin sekali Ferdy menghapus air mata itu dengan tangannya.
" Apa yang harus ayah lakukan? Ayah tidak bisa melihat kamu menderita, ayah ingin membuktikan siapa pembunuh ibumu sebenarnya, jika memang Jordan bukan pembunuh ibumu maka ayah akan bersedia menekan di penjara,"
" Kenapa? Siapa yang ayah bunuh? Katakan sejak awal aku tidak pernah tau siapa orang yang sudah ayah bunuh?" Tanya Ara menatap dalam Ferdy.
" Apa Jackson belum mengatakan nya?" Tanya balik Ferdy
" Belum!"
" Jika belum. Maaf ayah tidak bisa mengatakan nya biar nanti Jackson sendiri yang mengatakan nya,"
" Kenapa? Kenapa tidak sekarang ayah mengatakan nya?"
" Karna ayah tidak sanggup!"
Ara terdiam sebersikeras apapun dirinya meminta dan memaksa Ferdy mengatakan nya jika di dalam dirinya tidak ingin mengatakan nya dia tidak akan mengatakan nya.
" Ara! Kamu harus ingat baik-baik apa yang pernah ayah katakan. Jauhi Chandra jangan pernah mendekati nya,"
" Waktunya sudah habis!" Ucap kepala polisi itu
" Ara kamu jangan khawatir. Ayah di sini baik-baik saja, lagipula ayah akan bebas secepatnya karna ayah tidak bersalah dalam hal ini," Ucap Ferdy
" Ayah di sini hati-hati, aku akan berusaha mencari tahu tentang pembunuh ibu," Ucap Ara pelan
Ferdy tersenyum senang saat putrinya kini mencoba membantu nya untuk mencari tahu tentang pembunuh istrinya.
.....
Negara Inggris!
Hotel!
" Gimana keadaan Ara? Apa dia baik-baik saja? Haish kenapa aku harus memikirkan dia?" Gumam Jackson dengan terus memegang ponselnya.
...Via Messange...
ARA
aktif beberapa menit yang lalu.
_
_________________________________
^^^JACKSON^^^
^^^Ara saya sudah sampai di Inggris!^^^
__ADS_1
ARA!
online
Ouh udah sampe?
Bagus kalau gitu.
^^^JACKSON^^^
^^^Apa ada masalah?^^^
ARA
Tidak ada!
^^^JACKSON^^^
^^^Kalau ada apa-apa^^^
^^^kabari saya!^^^
^^^Saya secepatnya akan pulang.^^^
ARA
Kenapa? Khawatir yah?
^^^JACKSON^^^
^^^Jangan berpikiran macem"^^^
ARA
Yaudah kali jujur aja.
Aku tau kok kamu pasti
khawatir kan sama aku?
Habisnya dari tadi aku hitung
kamu udah ngomong kaya gitu
beberapa kali deh...🤔
Eumm kira-kira sepuluh kali ada😅
^^^JACKSON^^^
^^^adalah hal terkonyol di^^^
^^^dalam hidupku!^^^
ARA
Benar! Kamu memang
pria teraneh yang pernah aku temui. Pria sejarah yang tidak pernah ku dapatkan dan inginkan hadir di masa depanku.
Pria yang memiliki pikiran di luar kendali manusia berada di dalam pikiran kamu,
Kekonyolan ku adalah kenapa aku bisa bertahan dengan pria seperti mu?
^^^JACKSON^^^
^^^ (read) ^^^
...Messange Off...
Ara tersenyum kecil saat Jackson hanya meread pesan panjangnya itu.
Di tempat lain Jackson mencerna tulisan pesan yang di kirim Ara, sebuah kata yang bisa di artikan jika hal yang membuat Ara bertahan adalah rasa cinta yang sudah tumbuh di dalam dirinya.
*
" Ara kenapa kamu tidak mengatakan kepada tuan kalau kamu sekarang ada masalah?" Tanya Bimo
" Aku sedang berusaha untuk membuat mereka tidak bertengkar lagi. Dan lagi pula aku tidak ingin Jackson ke kepikiran hanya karna masalah ini, biar ini jadi urusan ku dan juga ayah ku,"
" Apa kamu menyukainya?"
Langkah Ara terhenti saat Bimo menanyakan hal yang tidak pernah Ara pikirkan.
Ara berbalik menatap Bimo yang berada di belakangnya. " Siapa?"
" Jackson!" Jawab Bimo spontan dengan tatapan yang tak lepas dari ku.
" Apa aku harus menjawab pertanyaan mu itu?"
" Jika tidak juga nggak papa. Tapi, asal kamu tau kehadiran mu membuat dia menjadi lebih hidup dan menjadi lebih tau apa arti sebuah kebahagiaan. Karna kamu tau? sejak saya kecil hingga sekarang saya tidak pernah melihat kebahagiaan dan arti hidup di dalam dirinya, karna semua kehidupan nya dan kebahagiaan nya sudah pergi meninggalkan nya saat sejak dia masih kecil,"
" Apa maksud dari perkataan mu itu?"
__ADS_1
" Saya menginginkan kamu tetap berada di sampingnya apapun kondisinya!" Pintanya
" Beberapa bulan lagi masa kontrak ku dengannya sudah berakhir, aku akan pergi jika memang aku harus pergi. Tapi, jika dia menahan ku aku akan tetap ada di sampingnya,"
Bimo terdiam tidak bisa berkata-kata lagi.
Ara masuk ke dalam mobil dengan Bimo yang masih terdiam mematung di sana.
" Bimo aku juga menginginkan hal itu. Tapi, aku hanyalah tamu jika kontrak ku habis aku tidak bisa apa-apa, aku akan pergi. Tapi, sebelum aku pergi aku akan mengungkapkan siapa pelaku yang sebenarnya!" Batin Ara
.....
" Catran berhati-hati lah, dan pulang dengan membawa kabar baik!" Ucap Chandra merangkul putranya itu.
" Putra mu ini akan membawa kabar baik kalau perlu langsung membawa mayat itu ke hadapan ayah," Serunya
" Pergilah!"
Catran meraih koper besarnya dan pergi ke dalam pesawat.
Chandra tersenyum bahagia karna sebentar lagi semuanya akan selesai.
.....
Satu jam lebih Catran sudah sampai di sebuah negara tepatnya negara Inggris. Catran berjalan ke sebuah apartemen yang sudah ia beli kemarin.
Apartemen yang mewah dan elegan dalam sekejap menjadi miliknya karna sebuah money miliknya yang tidak pernah habis-habisnya.
" Ayah aku sudah sampai di Inggris!" Ucap Catran dengan menempelkan ponselnya di telinganya.
" Bagus! Lakukan tugasmu jangan membuat ayahmu kecewa," Ucap Chandra di sebrang sana.
" Tapi pah bagaimana dengan wanita itu? Aku ingin sekali menghujamnya, dia begitu cantik bahkan tubuhnya sangat menggiurkan, ahhhh sepertinya aku akan gila jika berada di sini. Seharusnya ayah kirim tangan kanan ayah kenapa harus aku? Kalau saja ayah kirim tangan kanan ayah mungkin sekarang aku akan bersenang-senang dengan wajah Jackson bersama wanita cantik itu," Ucap Catran tidak terkontrol.
" Kamu tenang saja wanita itu tidak akan kemana-mana, kamu pokus saja dengan apa yang ayah katakan. Jika, kamu berhasil menyingkirkan nya wanita itu akan menjadi milik kamu selamanya," Seru Chandra di sebrang sana.
" Hahhh baiklah ayah. Aku tutup dulu telpon nya, aku harus istirahat' agar aku bisa fress besok,"
" Baiklah berhati-hati lah, dia sangat pintar dan cerdik. Jangan hanya karna hal kecil kamu terbedaya ngerti?"
" Ayah tenang saja aku sudah menyiapkan rencana yang bagus untuk menghadapi pria bejat itu!" Seru Catran dengan senyuman smrik di bibirnya.
Catran menutup sambungan telepon dan melempar nya ke atas kasur itu.
.....
Di kediaman Jackson!
Terlihat Ara mondar-mandir tak menentu, perasaannya saat ini campur aduk. Ntah kenapa Ara terus resah memikirkan keadaan Jackson sisana.
" Kenapa perasaan ku seperti ini? Apa terjadi sesuatu dengan Jackson? Aku tidak bisa tenang jika tidak mengetahui kondisi Jackson saat ini. Aku harus menelepon nya," Gumam Ara dan merogoh gawai di sakunya.
Drttt_drtt_drtt
Beberapa menit panggilan telepon tersambung,namun tak ada tanda-tanda Jackson mengangkatnya.
" Hallo?'
" Jackson?"
Ara bernafas lega saat Jackson mengangkat telepon nya.
" Ada apa? Kenapa kamu menelepon ku jam segini? Di sana sudah malam kenapa kamu belum tidur?" Tanya Jackson di sebrang sana.
" Aku tidak bisa tidur. Ntah kenapa aku terus memikirkan kamu, aku_"
Ucapan Ara terhenti saat mendengar kekehan kecil Jackson di sebrang sana.
" Hahah Ara_Ara ternyata kamu sangat merindukan ku sampai-sampai kamu tidak bisa berjauhan dengan ku walau hanya sedetik saja," Ledeknya dengan kekehan yang tidak pernah henti.
" Tidak aku_"
" Sebanyak apapun dan seberusaha apapun untuk kamu mengelaknya. Hati kamu tidak bisa bohong, aku sudah tau bagaimana perasaan hatimu kepadaku! Kamu mencintaiku,"
Bibir Ara kaku untuk di gerakan. Jackson sudah tau tentang perasaannya apakah dia akan menghukum ku? Karna aku sudah melanggar janji kontrak itu?
" Lalu? Apa kamu akan menghukum ku? seperti perjanjian yang tertera di atas kertas putih itu?" Tanya ku dengan nada lirih
Jackson tidak menjawab pertanyaan Ara bagaimana cara Jackson menjawab nya? Jackson sendiri bingung harus melakukan apa, seharusnya ini kesempatan nya untuk membuat dia menderita dan meninggalkan nya begitu saja, tapi diri Jackson tidak mau melakukan nya.
" Sudah malam sebaiknya kamu tidur!" Suruhnya Dingin
" Kenapa kamu tidak menjawab? Dan kenapa kamu malah menyuruhku tidur? Apa hukuman yang akan kamu berikan kepadaku? Kesalahan ku saat ini aku melanggar kontrak itu, dan sekarang aku tidak bisa menghentikan kalau aku mencintaimu!"
Deghh
Jackson terdiam kaku dengan ponsel yang masih menempel di telinganya, hembusan nafas panjang Ara terdengar jelas di telinganya, Jackson sama sekali tidak mengatakan apapun saat ini. Dia hanya mendengar kan semua ucapan-ucapan Ara tanpa menggubris nya.
" Baiklah! Aku akan menunggu hukuman mu itu, kamu tidak perlu takut aku tidak akan pernah pergi. Aku hanya akan pergi jika kamu menyuruhku pergi!"
Jackson tetap tidak membuka suara.
" Hum seperti kamu sudah mengantuk. Baiklah aku tidak akan menganggu mu. Aku senang jika kamu baik-baik saja, jaga dirimu di sana. Selamat Malam!"
__ADS_1
Ara menutup sambungan telepon itu sepihak. Senyuman kecil itu terlihat sangat jelas di bibir Ara, Ara tersenyum senang saat dirinya berhasil mengungkap kan rasa cintanya kepada seorang pria untuk pertama kalinya.