Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.

Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.
Bab : 49 Bawaan hamil


__ADS_3

Pukul sudah menunjukkan pukul 10, 45 malam. Sepasang kekasih itu sedang tertidur lelap di atas ranjang yang penuh dengan kelopak bunga mawar harum itu,  Lampu yang redup membuat dua insan itu semakin nyaman dan nyenyak saat tidur. Tapi, beberapa menit kemudian tiba-tiba Ara terbangun dari tidurnya karna merasakan perutnya yang bersorak minta untuk disini, dengan berat hati Ara bangun dan melihat Jackson yang tertidur sambil memeluk nya.


" Aku sangat lapar tapi dia lagi tidur mana berani aku membangunkannya. Bisa-bisanya bukannya di kasih tapi malah di amuk," Umpat Ara di dalam hati.


Ara perlahan mengangkat tangan Jackson dari perutnya dan menyimpannya hati-hati.


Ara bergegas keluar kamar menuju dapur, saat di dapur Ara benar-benar membuang nafas kasar karna tidak menemukan makanan sedikitpun, hanya ada bahan-bahan masakan saja sedangkan perutnya sudah benar-benar meronta-ronta.


Kruuukkk


Suara perut lagi tapi kali ini lebih keras dari sebelumnya.


" Sayang sabar yah, kamu pasti lapar sama mommy juga lapar, tapi disini nggak ada makanan sama sekali. Mau bangunin daddy kamu tapi takut marah," Gumam Ara sambil mengelus-elus perut ratanya itu.


" Duduk biar aku bikinin makanan untuk kalian,"


" Ommo," Latah Ara terkejut saat tiba-tiba Jackson datang di arah belakang.


PoV Jackson


Aku terbangun dari tidurku saat tidak merasakan keberadaan Ara di samping ku. Dan benar saja saat aku bangun aku tidak menemukan keberadaan dia, aku bergegas mencari keberadaan nya hingga mencari-cari ke kamar mandi dan kesemua sudut ruangan namun tak kunjung menemukan nya. Tapi, tiba-tiba aku melihat lampu yang menyala di area dapur, tidak berpikir panjang aku berjalan pergi ke dapur dan melihat Ara yang sedang bergumam.


" Sayang sabar yah, kamu pasti lapar sama mommy juga lapar, tapi disini nggak ada makanan sama sekali. Mau bangunin daddy kamu tapi takut marah,"


Aku tersenyum saat melihat dan mendengar nya bergumam seperti itu, dia sangat imut dan bahkan menggemaskan saat berbicara dengan kandungannya itu. Apalagi disana dia mengatakan dirinya dan juga aku dengan sebutan Mommy and Daddy rasanya sangat bahagia bukan memiliki keluarga yang lengkap dan bahagia?


PoV Jackson End!


" Jackson sejak kapan kamu ada disini?" Tanya Ara masih kaget dengan adanya Jackson tiba-tiba


" Seharusnya aku yang tanya kenapa kamu disini?" Tanya balik Jackson


" Aku sangat lapar makanya aku cari makanan disini, tapi disini nggak ada makanan. Hanya ada bahan masakan itu,"


" Lalu kenapa tidak membangunkan ku?"


" Aku_aku takut kamu marah makanya aku tak berani membangunkan mu," Ucap Ara lirih.


" Semenakutkan kah aku? Sampai kamu tak berani membangunkan ku dan membiarkan baby kita kelaparan hm?" Ara diam dan mengerucutkan bibirnya.


" Sudah kamu duduk biar aku buatin kamu nasi goreng," Ara berbinar mendengar ucapan Jackson


" Kamu serius?"


" Humm,"


" Sayang kamu dengar itu? Daddy mau buatin kita makanan itu artinya sebentar lagi kita akan makan enak," Gumam Ara konyol berbicara dengan baby di kandungan nya.


Jackson yang mendengar Gumaman Ara hanya tersenyum dan mulai memasak.


Tak lama Jackson selesai dengan masakannya, Jackson memberikan semangkuk nasi goreng untuk Ara, Ara dengan senang hati memakannya dengan senyuman yang tidak pudar dari bibirnya.


Nyammm


Satu suapan membuat Ara terdiam, Jackson yang melihat reaksi wajah Ara tidak bisa ia tebak " Kenapa wajahmu seperti itu? Apa makanan nya tidak enak?"


" Tidak_tidak ini benar-benar sangat enak. Aku menyukainya, tak sangka ternyata kamu pintar memasak juga yah," puji Ara dengan terus melahap nasi goreng itu


" Kalau begitu habiskan!" Suruhnya


Ara mengangguk menanggapi ucapan Jackson.


" Kamu tidak ikut makan?" Tanya Ara


" Melihat mu lahap makan itu  sudah cukup membuatku kenyang," Ara menatap Jackson dan kini langkah makannya tak selahap tadi setelah mendengar ucapan nya itu.


Beberapa menit kemudian!


" Sudah selesai?"


Ara mengangguk pelan.


" Kalau sudah selesai ayok ke kamar lanjutkan tidur," Ujarnya dan Ara hanya mengangguk dan mengekori Jackson ke kamar.


Di dalam kamar Ara tidak bisa tidur sedangkan Jackson kedua matanya sudah tertutup rapat.


Ntah apa yang terjadi tapi tiba-tiba Ara menginginkan tidur dan Jackson memeluk dan mendengkapnya hangat, mungkin itu semua ngidam si bayi. Ahhh tapi itu tidak mungkin, apa yang harus aku lakukan sekarang?


" Sayang Mommy mohon jangan ngidam yang aneh-aneh yah, Mommy tidak bisa memberikan semua yang kamu mau," Gumam Ara lirih.


" Ara tidur! Kenapa kamu belum tidur juga?" Suara serak milik Jackson saat ia merasakan pergerakan Ara di ranjang.


" Ma_maaf,"


" Tidur ini sudah malam," Tegasnya


Ara dengan cepat menutup kedua matanya rapat-rapat, tapi tetap saja Ara tidak bisa tidur jika Jackson tidak memeluknya.


" Jackson," Ara mengetuk punggung itu 3 kali dengan jarinya pelan


" Humm?" Sahutnya


" Eumm aku nggak bisa tidur,"


" Lalu?"


" Eumm aku,"


"Aku_aku mau kamu... Eum itu aku_"


" Kamu mau aku melakukan apa?" Ara terkejut saat tiba-tiba Jackson berbalik menatapnya tiba-tiba.


Kini sekarang kami posisi tidur berhadapan.


" Se_sebelumnya maaf ka_kalau aku lancang ta_tapi apa kamu mau me_memelukku?"


Jackson menyeringai dan menatap Ara.


" Ee ini bukan kemauan ku, tapi ini kemauan dia ( mengelus perut) aku hanya memberikan apa yang dia mau, aku nggak mau dia ileran," Cicit Ara


Jackson tersenyum ke arah Ara, Ara yang melihat itu tersentak kaget saat pertama kalinya dia tersenyum lebar ke arahnya.


" Ka_kamu tersenyum kepadaku? Apa mataku tidak rabun?" Racau Ara konyol


" Tidak kamu tidak rabun. Kenalilah!"


Jackson mendekat dan merengkuh memeluk tubuh mungil itu hangat. Ara yang tidak bisa berkata-kata lagi hanya diam dengan sikap Jackson yang semakin hari semakin berubah. Tangan Ara perlahan memeluk tubuh kek itu erat seakan tak ingin melepaskan.


" Kenapa tidak dari tadi bilang hm? Mulai sekarang bicaralah kalau kamu menginginkan sesuatu, aku tidak akan memarahimu," Desusnya

__ADS_1


Ara tidak menjawab ucapan Jackson dia hanya tersenyum senang dengan ucapannya. Wajah Ara bersembunyi di balik dada bidangnya itu harum dari tubuhnya itu membuatku nyaman di dengkapannya. Tidur memeluk seseorang yang kita sayang itu sangat nyaman, percayalah!


" Aku mohon jangan berubah," Gumam Ara pelan


Jackson yang masih setengah sadar mendengar gumaman pelan Ara. Bibir itu menampilkan senyuman kecil dan mengeratkan pelukannya.


........


" Chagia  kenapa kamu tidak membangunkan ku hm?" Ara yang sibuk memasak terkejut saat tiba-tiba Jackson memeluk nya dari belakang


" Jack_"


" Suttt berhenti memanggilku dengan sebutan Jackson," Jackson menempelkan jarinya di depan bibirku


" Lalu aku harus memanggil mu apa?"


" Sayang!"


" Apa?" Ara terkejut dengan ujarannya. Mana bisa Ara memanggil nya dengan sebutan manis seperti itu, sedangkan Ara tidak pernah memanggil dia dengan sebutan itu.


" Kenapa? Apa kamu tidak mau? Apa kamu tidak ingat sekarang kamu sudah menjadi istriku, dan seharusnya kamu memanggilku dengan sebutan itu bukan namaku," Gubris Jackson


" Tapi aku_"


" Ayok katakan! Jangan membuatku marah pagi ini hanya karna kamu tidak mau menuruti kemauan kecilku," Sarkasnya


" Ba_baiklah sa....yang," Ucap Ara dengan sedikit jeda


" Apa ini? Aku tidak dengar katakan lagi," Titahnya


Astaga dia membuat Ara gugup!


" Ayok katakan?!"


" Iya sayang sudah puas?"


Jackson tersenyum mendengar suara imut dari istrinya.


Jackson mengacak rambut Ara gemas " Istri yang pintar."


Ara melongo dengan kelakuan suaminya itu. Ada apa dengannya? Apa kepala nya terbentur saat tidur semalam?sangat aneh!.


Beberapa jam telah berlalu pengantin baru itu kini sedang sibuk dengan urusannya masing-masing. Jackson yang sibuk dengan laptopnya sedangkan Ara yang sedang duduk di sofa merasa bosan.


" Arghhh apa tidak ada kerjaan sama sekali? Apa ini yang dinamakan bulan madu?" Teriak Ara frustasi


Jackson yang mendengar teriakan Ara hanya diam dan fokus ke layar laptopnya.


" Haish lihatlah dia_ dia yang mengajakku berbulan madu tapi lihatlah, dia malah masih sibuk bekerja," Gerutu Ara menatap Jackson kesal


" Berhenti bergerutu apa dengan bergerutu kamu bisa menyelesaikan pekerjaan aku?" Sahutnya dengan tatapan yang masih fokus ke dalam laptop.


" Tapi sayang kita kesini untuk berbulan madu. Bukan untuk bekerja!" Gubris Ara  sedikit berteriak


PoV ARA


Tiba-tiba aku tersadar dengan ucapan ku.


Jackson melirikku tajam, aku yang mendapat tatapan elang itu hanya bisa menelan saliva susah payah. Jackson berjalan ke arahku dengan wajah yang datar, aku terkejut saat tiba-tiba Jackson menindihiku, tatapan kami bertemu dan jarak kami pun sangat dekat bahkan kami bisa merasakan nafas masing-masing. Aku gugup di bawahnya sedangkan Jackson ia terus menatapku.


" A_apa yang ingin kamu lakukan?" Tanya ku terbata-bata


Jackson tak menggubris ucapan Ara.


" Astaga apa yang harus aku lakukan?" Umpat ku dalam hati


" Ahhhss Jackson perut ku sakit, aku mau ketoilet," Alasanku lagi namun tak kunjung membuat Jackson menyingkir dari tubuhnya.


Aku hanya mendengus kesal dan pasrah di bawah kungkungan singa putih itu.


" Apa yang kamu inginkan di bulan madu ini hm?"


" Kamu pasti tau saat sepasang suami _istri berbulan madu mereka pasti membuat benih bukan? Tapi, sayangnya aku sudah menaruh benihku di sini, lalu apa yang harus aku lakukan sekarang? Ouh apa kita akan melakukan nya lagi dan membuat si kembar di dalam sana,"


Aku membulatkan mata saat Jackson mengatakan hal itu.


" Benar seharusnya kita melakukan nya lagi. Karna waktu itu aku melakukannya kasar karna aku sedang marah tapi sekarang aku tidak marah dan aku akan melakukannya lembut," Lanjutnya


" Tidak aku tidak mau,"


" Aku suami mu aku berhak memintanya," Goda Jackson


" Jackson berhenti aku ingin ke toilet,"


" Aniyo aku tidak akan melepaskan mu. Kau sendiri yang memancing ku untuk melakukannya," Godanya lagi


" Tidak aku hanya merasa bosan disini. Aku ingin_aku ingin jalan-jalan, aku ingin melihat bagaimana dan seperti apa kota disini," Sergah ku


" Baiklah kita akan jalan-jalan tapi sebelum itu kita bermain-main dulu. Setuju?!" Jackson menatapku dengan senyuman mesum di bibirnya.


" Dasar mesum," Cepat-cepat ku dorong tubuh kekar itu kasar dan langsung berlari tanpa memperdulikan nya yang terus berteriak.


" Sayang jangan lari itu sangat berbahaya untuk kandungan kamu!" Teriak Jackson saat melihat ku berlari


PoV Author!


Tinggg!


Setelah kepergian Ara tiba-tiba Jackson menerima pesan dari Bimo dengan cepat Jackson langsung membukanya.


...Kolom Messange!...


...ON...


" Tuan malam ini di sana ada sebuah pameran besar yang di lakukan hanya 1 tahun 2 kali. Tuan bisa datang mengunjungi nya bersama Ara, itu tempat yang sangat cocok untuk tuan dan juga Ara,"


" Apa itu penting untuk saya?"


" Haish tuan berhentilah menjadi orang yang tak peduli. Jadilah tuan yang sesungguhnya, jadilah tuan yang ada di dalam hati tuan, tinggalkan diri tuan yang sekarang. Percayalah di dalam diri tuan yang sesungguhnya berada Jackson yang bahagia,"


" Dimana tempatnya?"


" Tuan ingat saat kita datang ke tempat mansion barang antik? Di sana tempat nya,"


^^^(Read)✔^^^


...Messange Off!...


Skip Malam Hari!

__ADS_1


PoV Jackson


Setelah Bimo mengatakan jika malam ini ada sebuah pameran besar di kota ini dengan cepat aku menyusul Ara ke kamar dan menyuruhnya untuk bersiap-siap. Saat di perjalanan kami membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai ke pameran itu. Setelah satu jam lamanya di dalam mobil akhirnya kami sampai di tempat pameran itu, aku berjalan ke dalam tempat pameran itu dengan Ara mengikutiku dari belakang.


" Kon'nichiwa, watashitachiha atta to omoimasu! Shikashi koko de?"


( Hallo tuan aku rasa kita pernah bertemu! tapi dimana?) Tanya pria paruh baya itu dengan seorang wanita yang lebih muda darinya menyapaku


" Hai no yōdesu. Watashi wa Jackson!"


(Sepertinya iya. Saya Jackson!) Ucapku membalas sapaannya.


" Jackson? Ā, watashi ga tamashī ni kite sokode anata ni atta toki ni atta koto o omoidashita,"


(Jackson? ouh yah aku baru ingat kita pernah bertemu saat aku datang ke soul dan bertemu anda di sana) Aku mengangguk menanggapi ucapan nya


"Ā, anata no soba no josei wa daredesu ka?"


(Ouh tunggu siapa wanita di samping mu?) Tanya pria itu saat melihat Ara yang hanya diam tak mengerti dengan obrolan mereka berdua.


" Kanojo wa watashi no tsumadesu,"


(Dia Istriku) jawab ku spontan.


" Hontōni? Itsu kekkon shita no? Ā, totemo rakkīdesu. Kanojo wa totemo utsukushīdesu,"


(Ouh benarkah? kapan kalian menikah? Ahh tuan sangat beruntung. Dia sangat cantik) Ucap pria paruh baya itu tersenyum ke arah Ara.


Ara yang mendapat senyuman dari pria itu tak mengerti. Ara hanya membalas senyumannya itu tanpa mengetahui apa yang dia senyumkan darinya.


PoV ARA


Aku tidak mengerti saat pria itu tiba-tiba tersenyum ke arahku. Apa yang di bicarakan mereka berdua? Kenapa dia tersenyum ke arahku.


" Sā, saisho ni soko ni iku no o shitsureishimasu!


( Tuan saya permisi ke sana dulu!) Pria itu pergi dengan seorang wanita muda yang mengekori nya.


Setelah mereka pergi aku langsung bertanya kepada Jackson, tentang apa yang sudah mereka bicarakan tadi? Kenapa mereka tersenyum ke arahku?


" Jackson apa yang kalian bicarakan tadi? Kenapa dia tersenyum kepadaku?" Tanya ku


" Kenapa kamu bertanya kepadaku? Bukannya kamu tadi tersenyum? Itu artinya kamu tau apa yang kami bicarakan tadi,"


" Jujur aku tidak tau. Aku hanya berpikir mungkin mereka memujiku karna itu dia tersenyum kepadaku dan aku hanya membalasnya, tapi apa yang kalian bicarakan tadi? Aku tidak mengerti bahasa Jepang," Jelas ku


" Dia bertanya apa kamu sudah punya kekasih? Dan aku jawab tidak. Lalu dia berkata lagi apakah dia mau menjadi kekasih ku? Tapi aku tidak menjawab nya karna itu dia tersenyum kepadamu. Tapi kamu_kamu malah tersenyum itu artinya kamu mau menjadi kekasihnya,"


Aku terkejut dengan ucapan Jackson. Bagaimana bisa dia mengatakan hal itu.


" Haish kamu keterlaluan aku istrimu dan kau suamiku. Tapi kamu jahat sekali mengatakan kalau aku tidak punya kekasih, lalu kamu siapa? Hah keterlaluan," Gerutuku membuang muka kesal.


" Tadi aku hanya bercanda tapi kamu_kamu malah menangapi nya bukan? Dan hal itu membuat pria tua itu akan mengejarmu. Sebelum dia pergi dia mengatakan satu hal kalau dia menyukai senyuman dan bibir seksimu itu," Goda Jackson tak henti-hentinya membuat Ara kesal.


" Haish itu semua karna aku tidak tau bahasa alien mereka ehk maksudku bahasa Jepang mereka. Kamu tidak mengatakan nya kalau dia tersenyum tadi itu menanyakan hal itu, huh kamu keterlaluan aku istrimu dan bisa-bisanya kamu mengatakan jika aku tidak memiliki kekasih kepada orang lain. Apa kamu lupa? Sekarang aku mengandung anak mu dan bisa-bisanya kamu mengatakan jika aku bukan kekasih mu? Lihat lah nak bahkan daddy mu tak ingat dengan kehadiran mu sekarang, ayok nak kita pergi tinggalkan dia biarkan dia sendirian seakan tidak punya istri dan keluarga," Gerutu ku dan pergi meninggalkannya.


PoV Author


Ara pergi begitu saja setelah lamanya bergerutu tak henti-hentinya. Setelah kepergian Ara, Jackson tak kuasa menahan tawanya saat melihat wajah kesal Ara dan gerutunya yang tak ada jeda sedikitpun. Apakah dosa menertawakan orang? Ahk bodo amat saat ini Jackson benar-benar tak bisa menahan tawanya hanya karna satu wanita yang baru pertama kali membuatnya bisa lepas tertawa.


Jackson menyusul Ara yang pergi  ntah kemana. Jackson terus mencari-cari keberadaan Ara namun nihil ia tidak menemukan nya. Tapi, tiba-tiba saat Jackson pergi ke belakang ia mendengar isakan tangis seseorang, Jackson yang penasaran mendekati suara itu dan terkejut saat melihat siapa yang ia lihat sekarang.


PoV Jackson


Aku terkejut saat melihat Ara yang terisak-isak menangis di kursi panjang itu dengan tangan yang mengelus-elus perut ratanya. Aku menghampiri dia yang belum sadar atas kehadiranku.


" Ara kenapa kamu disini? Dan kenapa kamu menangis?" Tanya ku


" Hiks kamu jahat untuk apa kamu mengajakku kesini? Kalau hanya sebagai gandenganmu saja. Saat kamu mengajakku tadi aku merasa senang, tapi kamu mengajakku hanya sebagai teman, aku istrimu tapi kamu malah tidak menganggap ku hiks kamu jahat," Isakan Ara


Aku terkejut mendengar penuturan nya. Astaga jadi karna kejadian tadi dia menangis seperti ini? Kenapa akhir-akhir ini dia menjadi sangat cengeng? Apa karna sekarang dia sedang mengandung?


Ku rengkuh dan ku peluk tubuhnya hangat. Ntah kenapa aku tidak bisa melihatnya menangis seperti ini. " Maafkan aku."


" Kamu jahat hiks," Isakan Ara di dengkapanku


" Maafkan aku sebenarnya tadi aku hanya bercanda, semua yang ku katakan tadi semua itu bohong," Ara mendongak menatap ku


" Maksudnya?"


" Jangan menangis aku tidak serius dengan ucapanku. Aku berbohong kepadamu maafkan aku,"


" Jadi semua yang kamu katakan tadi itu bohong? Jadi maksudnya kamu ngeprank aku gitu,"


" Hum,"


" Lalu apa yang kamu katakan


padanya?"


" Dia bertanya siapa wanita cantik yang ada di sampingku dan aku jawab Dia Istriku karna itu dia tersenyum kepadamu," jelasku


" Hiks jadi kamu benar-benar berbohong? Haish kamu keterlaluan aku kira kamu benar-benar tidak menganggap ku," Rengeknya dengan terus memukuli lenganku


" Ahhs sudah jangan terus memukulku seperti itu," Ku pegang tangannya karna sakit atas pukulannya itu.


" Cih cengeng gitu aja nangis," ledekku


" Aku juga nggak tau kenapa aku cengeng kaya gini hiks,"


Aku hanya tertawa hambar mendengar ucapannya.


" Berhenti menangis apa kamu tidak malu di lihat oleh baby di kandungan mu itu? Hah baby pasti malu karna mempunyai ibu cengeng sepertimu," celetukku


" Iya_iya aku nggak cengeng lagi. Kenapa kamu terus-menerus mengataiku cengeng?" Gubris Ara kesal.


Aku hanya tersenyum kecil melihat nya mengerucutkan bibir. Ouh Tuhan rasanya ingin sekali ku cium bibirnya itu. Arghhh apa yang kau pikirkan Jackson?


...Bersambung!!...


Gimana part-nya?


Duhhh udah gereget nggak sih kalian sama si Ara dan Jackson? Kalau boleh jujur aku udah gereget banget. Sama si Jackson ego mulu😭


Uuhh kalau bumil kok makin sosweet yah.. arghhh pengen jadi Aranya 😭😭


Gimana? Kalian suka nggak sama ceritanya? Kalau nggak suka boleh klik di kolom komentar dan hujat saja saya ikhlas!.


Yukkk buruan kasih dukungannya Vote, komen and FOLLOW sebanyak-banyaknya!!!!

__ADS_1


Maaf kalau makin kesini makin ngawur ceritanya hehehe soalnya pusing Ama kerjaan dunia nyata😭😘


...NEXT PART:)...


__ADS_2