
Ceklek
Pintu terbuka menampilkan Bimo, Calvin, Kiran dan juga Dokter sekaligus suster itu.
Kiran menghampiri Ara dan menangis melihat sahabatnya yang terbaring lemah, dokter itu meminta untuk semuanya keluar, karena Ara harus di pindahkan ke ruang mayat, hal itu sontak membuat Jackson semakin marah karena mereka ingin memindahkan Ara ke tempat yang tidak seharusnya Ara di sana.
" Berani-beraninya kalian memindahkan istri saya ke tempat itu. Dia masih hidup apa kalian tidak lihat?" Bentak Jackson
" Maaf tuan, kami harus segera mengurusi kematian istri tuan. Sebaiknya tuan keluar dan urus semua administrasi nya," tangan Jackson mengepal ia memberikan bayinya ke Bimo dan tangannya langsung mencengkram kerah baju dokter itu kasar.
Jackson tidak memandang dia perempuan atau bukan, yang dia pikirkan sekarang adalah ia sangat tidak suka dengan ucapan dokter di depannya. " Jangan jadikan saya menjadi seorang pengecut yang hanya bisa berlaku kasar terhadap wanita." Sarkas Jackson membuat kuduk bulu dokter itu merinding ketakutan karna cengkraman tangan Jackson.
Semua orang yang ada di sana terkejut dengan aksi yang di lakukan Jackson, begitu juga Calvin. Calvin menghampiri Jackson dan melepas tangan Jackson kasar dari kerah baju dokter itu.
" Jackson jaga sikap kamu!" Tegas Calvin dengan tatapan tajam
" Hah kau sama dia sama saja. Seharusnya saya tidak membawa istri saya ke rumah sakit ini, dan karna kalian istri saya menjadi seperti ini," Jackson malah menyalahkan Calvin dan dokter wanita itu atas apa yang terjadi terhadap Ara.
" Jackson..."
" Apa?"
" Saya akan menuntut kalian dan rumah sakit ini jika terjadi sesuatu dengan istri saya," Ancam Jackson.
Calvin benar-benar tidak tau dengan isi pikiran Jackson, ia tau jika saat ini dia merasa sangat kehilangan tapi itu bukan berarti ia bisa mengalahkan dirinya dan juga rumah sakit ini tentang kejadian ini. Karna, ini adalah murni takdir Ara untuk pergi bukan karna kesalahan dari pihak rumah sakit.
" Tuan sudah. Tuan harus mengikhlaskan kepergian Ara untuk selamanya, mereka sudah melakukan semaksimal yang mereka bisa, saya tau jika tuan sangat mencintai dan menyayangi nya tapi percayalah Tuhan lebih menyayangi nya,", Bimo mencoba menenangkan Tuannya yang masih tak percaya dengan kepergian Ara.
" Tidak Bimo dia masih hidup. Dia sudah berjanji kepada saya untuk tetap bersama saya, tapi apa? dia mengikarinya. Baru pertama kali saya mempercayai seseorang, tapi orang yang saya percayai malah pergi meninggalkan saya. Saya benar-benar tidak mau kehilangan nya," Gumam Jackson lirih dengan wajahnya yang berkaca-kaca.
" Saya benar-benar menyesal Bimo. Saya menyesal karna sudah membiarkan nya pergi,"
Semua orang yang melihat itu, langsung pergi membiarkan Jackson sendiri. " Tuan saya tau kesedihan tuan saat kehilangan seseorang yang kita cintai. Tapi, tuan harus ingat Ara pasti akan sedih jika melihat tuan menangis seperti ini karenanya." Ujar Bimo
" Bagaimana cara saya bangkit lagi Bimo?Saya benar-benar kehilangan separuh jiwa saya yang dulu, dan itu semua karna dia. Tapi, orang yang membuat saya meninggalkan jiwa itu malah pergi meninggalkan ku seperti ini,"
Bimo membuang mukanya ke arah lain. Dia tidak sanggup melihat tuannya seperti ini, ini adalah hal pertama kali yang ia lihat dari sosok tuannya, pria yang terkenal dingin, arogant, fosesif, kejam bisa menjadi seorang pria yang lemah akan cinta?!.
Jackson menyatukan keningnya dengan kening sang istri dengan tangannya yang mengengam tangan Ara erat. " Sayang apa ini yang selama ini kau tutupi dariku? Kenapa kamu lakukan ini kepada ku? Aku benar-benar tidak mau kehilangan mu. Baru saja aku berpikir untuk bisa memulai hidupku yang baru bersama mu dan si kembar, tapi kamu malah mengelaknya. Kenapa? Kenapa tuhan selalu mengambil harta yang berarti di hidupku." Gumam Jackson lirih
"Ara jangan tinggalkan aku,"
Air mata Jackson jatuh tepat pada kelopak mata yang tertutup rapat itu. Tanpa Jackson dan Bimo sadari jari mungil itu bergerak pelan, Jackson mencium kening itu lama dan beralih mencium bibir putih pucat itu lama. Jackson melepas ciumannya itu dan menatap Ara yang enggan membuka.
" Aku mencintaimu Gadis Kecilku," Ucap Jackson lirih dengan air matanya yang berlinang.
" Ayok tuan," Bimo memberikan jalan untuk Jackson.
Kaki Jackson sangat berat untuk melangkah meninggalkan Ara. Ia benar-benar tidak menyangka jika gadis kecil nya itu pergi meninggalkan nya.
Jackson melangkah kan kakinya berat, namun belum beberapa langkah suara elektrokardiogram membuat langkahnya terhenti. Elektrokardiogram yang belum sempat dokter dan suster itu lepas kini berfungsi seperti semula, Jackson sedikit terkejut dan langsung menghampiri Ara.
" Ara kamu bisa dengar aku?!" Jackson terus mencoba membangun kan Ara yang tak kunjung membuka mata.
Jackson mengengam tangan Ara erat, sedangkan Bimo ia berlari ke luar memanggil dokter. Tak lama Calvin, Kiran datang dan langsung memeriksa keadaan Ara, terlihat dari wajah Calvin ia benar-benar sedikit syok dengan apa yang ia lihat sekarang.
__ADS_1
" Ara apa kamu dengar suara saya?" Tanya Calvin menatap Ara dalam
Bibir yang kaku itu perlahan membuka sedikit dan mata itu pun ikut membuka sedikit. Bimo dan Kiran tak percaya saat melihat Ara yang sadar.
" Sayang?!"
" Jack....son?" Jackson tersenyum dengan matanya yang berlinang, Jackson merasa lega dan bahagia saat mendengar suara yang sangat ia rindukan dari gadis kecilnya itu.
" Ini aku,"Jackson mencium punggung tangan Ara dan mengengam nya erat.
" Ini suatu keajaiban. Ara kembali bisa dikatakan jika Ara sedang mati suri, Dan saya punya satu kabar baik lagi untuk kalian semuanya termasuk kamu Ara. Setelah saya periksa tidak ada tanda-tanda kanker itu ada di dalam kepala kamu," ungkap Calvin
" Maksud kamu?" Tanya Kiran
" Operasi yang kami lakukan ternyata berhasil, Ara berhasil melewati masa kritisnya. Tapi, saya tidak pasti apa penyakit kanker ini permanen sembuh atau nanti akan muncul lagi, tapi saya berharap Ara tetap selalu sehat," Ucap Calvin.
" Calvin makasih untuk semuanya," ucap Ara lirih yang mendapat senyuman dari Calvin.
" Kalau begitu saya permisi," Calvin pergi keluar meninggalkan mereka.
Tapi, tiba-tiba Kiran malah mengikuti Calvin. Bimo yang melihat itu memicingkan matanya dan meminta izin kepada tuannya pergi keluar.
......
" Pak Calvin?!" Panggil Kiran berhasil menghentikan langkah Calvin
Calvin menoleh ke arah Kiran.
Tiba-tiba Calvin sedikit terkejut saat tiba-tiba Kiran memeluknya erat dan menangis berterima kasih di dengkapannya. Bimo yang melihat kesal karna sejak tadi ia yang slalu ada di samping Kiran tapi kenapa dia malah berterima kasih kepada Calvin? Bukan_bukan karna ingin Kiran mengatakan terimakasih hanya saja ntah kenapa rasanya tak suka jika Kiran memeluk Calvin seperti itu.
Sedangkan di tempat lain Jackson tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya saat Ara kembali. Jackson terus saja menatap wajah Ara dengan tatapan sendu.
" Bagaimana tidak? Aku hampir saja kehilangan orang yang sangat aku cintai," Ara sedikit terkejut mendengar pengakuan dari Jackson
" Ka..mu menci..ntaiku?" Tanya Ara berjeda.
Jackson tersenyum Dengan tangannya mengelus pucuk rambut Ara. " Aku mencintaimu."
Ara kini kembali terkejut bagaimana tidak? Kata yang ingin ia dengar dari suaminya kini telah ia dengar. Ntah sedih? atau bahagia saat ini Ara benar-benar tidak bisa menghentikan air matanya yang meronta-ronta ingin keluar.
" A..pa aku tidak salah dengar? Ka..mu mencin...taiku?"
" Betapa bodohnya aku karna tidak pernah mengatakan ini kepadamu. Jujur aku menyesal, aku menyesal karna tidak mengatakan ini dari dulu kepada mu kalau aku sangat mencintaimu Gadis Kecilku," senyuman bahagia dan air mata bahagia terlihat dari wajah Ara. Meskipun wajah Ara sangat pucat tapi masih terlihat Ara yang merasa bahagia.
Tangan Ara tak sengaja memegang perutnya yang rata, refleks hal itu membuat Ara terkejut dan menatap suaminya bingung. " Jackson kemana bayiku?" Ara benar-benar bingung saat perutnya rata tidak sebuncit tadi.
Jackson mengelap keringat dingin Ara dan tersenyum kecil ke arahnya. " Kamu tidak perlu khawatir, bayi kita sangat sehat dan mereka sangat tampan seperti ayahnya." Ara memicingkan matanya mendengar kata ' mereka'
" Terima kasih karna kamu sudah mau menahan rasa sakit dari penyakit mu hanya untuk melindungi baby kita. Aku tidak tau apa yang harus aku katakan lagi, tapi aku benar-benar berterima kasih karna kamu sudah mengorbankan nyawa kamu untuk baby kita,"
" Tidak kamu tidak perlu berterima kasih seperti itu. Ini adalah tugasku sebagai seorang istri dan seorang ibu untuk menjaga anaknya,"
" Aku sangat mencintaimu," Kata itu terus keluar dari mulut Jackson.
" Aku juga," balas Ara
__ADS_1
" Ehk tapi dimana baby aku? Apa mereka kembar?" Tanya Ara menunggu jawaban.
" Ya. Mereka sedang melakukan perawatan, karna mereka lahir secara prematur. Aku minta maaf karna aku mengambil keputusan ini tanpa menunggu jawaban dari mu, aku tidak punya cara lain selain melakukan ini. Aku tidak mau kehilangan kalian bertiga," Tutur Jackson menatap sendu Ara.
Beberapa jam yang lalu Jackson harus memilih antara babynya atau istrinya. Jackson benar-benar terpuruk saat itu, dan tidak ada orang yang mengetahui nya.
" Sayang aku ingin melihat mereka," pinta Ara
" Jangan dulu kamu harus istirahat'. Mereka juga pasti sedang tidur karna tadi mereka habis menangis karna mereka sangat mencemaskan ibunya," seru Jackson
" Aku ingin melihat mereka. Apa mereka tampan? Apa mereka sangat mirip dengan mu? Apa mereka rewel? Sayang ayok aku ingin melihat nya," rengek Ara bersikeras ingin bertemu anaknya.
" Kali ini aku tidak akan mengizinkan nya. Kamu harus banyak istirahat sayang, kamu harus ingat kondisi kamu sekarang," tegas Jackson
" Baiklah," Jackson mengacak rambut hitam itu sayang.
" Kamu ini makan?"
" YAAA!!!" Jackson sedikit terkejut mendengar jawaban Ara yang nadanya sedikit tinggi.
" Kamu mengagetkanku," goda Jackson membuat Ara terkekeh kecil.
" Yaudah aku pergi dulu," Ara mengangguk pelan.
Jackson pergi keluar. Setelah merasa Jackson sudah tidak Ara, Ara turun dari kasur kecil itu dan keluar untuk mencari babynya, ntah kenapa perasaannya tak enak dengan bayinya karna itu Ara bersikeras pergi diam-diam.
Ara bertanya-tanya kepada suster-suster disana menanyakan dimana letak ruang perawatan bayi. Tak lama suster itu menunjukan ruangan itu dengan cepat Ara berjalan ke arah ruangan itu dengan langkah pelan.
Sedangkan di tempat lain Jackson terkejut dan khawatir saat ia datang tidak menemukan Ara di tempatnya. Jackson terus mencari Ara ke setiap sudut ruangan tapi tetap tidak ada. " Kemana dia?" Gumam Jackson
.....
Di tempat lain Ara menempelkan tangannya di kaca besar itu sambil melihat anaknya yang berada di dalam sana. Ingin sekali Ara masuk memeluk dan menciumnya, tapi suatu keadaan membuatnya tak bisa melakukan nya. Dan benar saja firasat Ara tentang bayinya, Si kembar terus menangis di dalam sana, tanpa pikir panjang Ara masuk ke dalam dan langsung menghampiri suster yang menjaga bayinya.
" Permisi mbak saya ibunya. Saya ingin menggendongnya," pinta Ara
" Mbak kok ada disini?" Terlihat wanita itu terkejut melihat Ara disana.
" Aku merindukan anakku, mereka pasti haus apa boleh aku memberinya asi?" Tanya Ara konyol. Tentu saja dia adalah ibunya dan sepantasnya Ara menyusuinya.
" Tapi_"
" Saya baik-baik saja," Ara meraih pangkuan bayinya dari tangan wanita itu.
Ara mengayun-ayunkan bayinya sayang. " Suttt jangan menangis lagi ini Mommy sayang, Mommy tidak akan meninggalkan kalian lagi." Gumam Ara.
Dan ajaibnya bayi itu berhenti menangis saat di gendong Ara.
Di sisi lain Jackson melihat Ara yang mengendong bayi nya di dalam sana, Jackson membuang nafas lega saat mendapati Ara dengan keadaan baik-baik saja.
__________Bersambung___________
Holla! Gimana kabar kalian? Ada yang kangen nggak sama aku hehehe (pede boleh dong hehe)
Jangan lupa vote, komen, dan following yah.
__ADS_1
Ouh iya jangan lupa juga untuk masukin cerita ini ke daftar bacaan/ favorit kalian biar nggak ketinggalan:)
Oke next time yah bye:D