
...HAPPY READING...
'' A_apa yang ingin k_kamu lakukan?" Jantungku berdetak tak normal
" Apa yang kamu katakan tadi hm?" Tanyanya dengan tatapan yang terus menusuk ke dalam netra mataku
" A_aku_"
" Ouh tuhan, Apa dia marah?Jika benar habislah akù," Batinku
" Hey_" Ucapnya dengan meraih daguku
" Kenapa? Apa kamu pikir aku marah?"
Deghhh
Pikiran ku terhenti saat mendengar ucapan Jack dengan menggunakan kata Aku dan Kamu di saat sedang berduaan seperti ini.
" Kamu tenang saja aku tidak marah sama sekali,"
Huhhhh Aku bisa bernapas lega setelah mendengar ucapan nya itu.
" Aku menyukainya!" Bisiknya di telingaku
Aku mengerutkan dahi mendengar ucapannya, Refleks aku menatap mata elang itu. Untuk mencari tau apa maksud dari ucapan nya tadi.
" Aku mau mulai saat ini kamu memanggilku dengan sebutan itu,"
" Apa?"Teriakku
" Kenapa?"
" Jackson aku ngak mau!" Tolakku
" Terserah! Yang aku mau. Kamu memanggilku dengan sebutan itu, Kalau tidak aku akan menciummu," Ancamnya dengan menekankan kata di akhir kalimat.
" Apa-apaan ini!" Desisku
" Kenapa? Ngak suka?"
" Jackson kamu tidak_"
Cupp
Satu kecupan mendarat di bibir ranum Ara. Seperti ada sengatan listrik, rasanya saat ini tubuh Ara terasa
kaku untuk di gerakan.
Namun, ada hal yang membuat Ara kesal dan marah. Karna secara tidak langsung Jackson mengambil First Kiss Ara. Karna jujur sejak berpacaran dengan Fando, Ara tidak memberikan First Kiss nya karna Ara ingin memberikannya di saat mereka sudah sah manjadi suami istri. Dan baiknya Fando mengerti akan hal itu.
" Sayang aku tidak pernah bermain dalam hal apapun, jadi. Jangan menganggap remeh perkataanku,'' Ucapnya dengan menekankan kata di akhir kalimat.
" Jackson_Kamu_"
Cupp
Jackson mencium bibir ranum Ara lagi.
Tangan Ara mengepal menahan semua kekesalan sejak dari tadi.
" Jackson please jangan menciumku terus menerus," Sarkasku
CUPPP
" Ahhh Apa bisa kamu tidak menciumku saat aku sedang berbicara hah!" Teriakku spontan karna geram akan sikapnya yang tidak sopan.
Namun, bukannya merasa malu. Jackson malah terkekeh melihat ku.
" Haish (membuang muka)Anda benar-benar gila," Celetukku
Ara mendorong tubuh kekar Jackson kasar dan beranjak pergi. Namun, belum sempat beberapa langkah tangan Ara di tarik Jackson dan menghimpit tubuh Ara ketembok lagi.
" Apa lagi?" Tanyaku ngegas
" Kamu marah?" Tanyanya
" Bagaimana aku tidak marah?Fisrt Kiss ku hilang dan itu karna kamu," Jawabku
" Apa? Fisrt Kiss? Tidak mungkin. Tidak mungkin kamu dan Fando tidak melakukan hal itu!" Ucapnya tak percaya
" Memang tidak!" Jawabku ngegas
Ara yang melihat Jackson melamun, dengan cepat Ara mengambil kesempatan ini dangan mendorong tubuh kekar Jackson dan langsung berlari ke kamar meninggalkan Jackson yang masih terdiam disana.
" Jadi Ara dan Fando? Hah kenapa gue jadi seneng kaya gini?" Gumamnya di akhiri dengan senyuman kecil di bibirnya
Perkataan Ara tentang First Kiss terus mengema di pikiran dan telinga Jackson. Tanpa Jackson sadari iya terus tersenyum dengan tangan yang terus memegang bibirnya.
Jackson meraih ponsel di saku celananya dan langsung mengklik nama Bimo di layar ponselnya.
VIA TELPHONE
_________________
Bimo 📱
__ADS_1
" Ya Hallo Tuan?"
Jackson
" Kumpulkan semua anak buah dan bersenang-senanglah, Setelah kalian puas berikan tagihannya ke saya. Biar saya yang bayar,"
Bimo
" Tapi tuan! Ada hal apa sampai-sampai tuan melakukan hal ini?"
Jackson
" Tidak ada! Hanya saja saya memberikan time Fress untuk kalian,"
Bimo
" Ouh iyah tuan! Terimakasih,"
Tutt_Tutt_Tutt_
Sambungan panggilan teĺphone berakhiŕ
Jackson melemparkan gawainya ke sofa, begitu juga dengan dirinya. Ia membaringkan tubuh kekarnya di atas sofa empuk miliknya itu.
'' Hah cuaca hari ini sangat indah!" Paraunya
Jackson terus tersenyum tanpa henti'setiap memikirkan tentang gadis yang baru beberapa menit yang lalu telah di buat kesal oleh nya. Ntah kenapa Jackson sangat bahagia mendengar kalau dialah orang yang mengambil Frist Kiss Ara. Itu, artinya dialah orang yang pertama mencium Ara.
*
Di sisilain Ara sedang memikirkan perasaannya pada Jackson. Saat Jackson menciumnya ada perasaaan aneh yang tumbuh dari dirinya, memang Ara kesal akan perlakuan Jackson, tapi di sisilain. Ara merasa senang karna pria yang pertama kali menyentuh bibirnya adalah Jackson, pria yang akhir-akhir ini sudah membuat dirinya bingung akan perasaan nya sendiri.
" Ini gila! Mana mungkin aku mencintai orang yang membenci ayahku sendiri," Gubrisku
Tak berselang lama. Ponselku berdering menandakan ada panggilan masuk. Dengan cepat ku ambil gawaiku untuk melihat siapa yang menelponnya, netraku jatuh pada layar gawaiku yang bertulisan "Papah" di sana. Dengan cepat ku geser warna hijau di gawaiku.
VIA TELPON
ARA
'' Hallo pah?Papah gimana kabarnya? Jackson tidak melakukan apapun kan ke papah?''
FERDY
'' Tidak! Jackson tidak melakukan apapun,"
ARA
" Huhh baguslah kalau papah gak kenapa-kenapa,"
FERDY
ARA
" Bertemu? Gimana caranya? Jackson pasti tidak akan mengizinkannya, apalagi jika Jackson tau kalau aku keluar untuk bertemu dengan papah,"
FERDY
" Arghh papah tidak mau tau! Yang papah mau kamu ke rumah sekarang,"
ARA
'' Tapi pah_"
Tutt_tutt_tutt
Ferry memutuskan sambungan telfon sepihak sebelum Ara meyelesaikan ucapan nya.
" Aku harus ngomong apa?" Gumamku lirih
Ceklek
" Ommo," Latahku terkejut karna tiba-tiba ada seseorang yang masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu
" Kenapa?" Tanyanya mengerutkan dahi
" Huh ternyata dia!" Umpatku
Jackson berjalan mendekatiku.
" Ada apa?" Tanyanya lagi
" Mmm boleh ngak aku keluar?"
Jackson mengerutkan dahi mendengar ucapan ku " Bicara yang benar!"
" Aku ingin bertemu Ayahku," spontan
" Kamu_"
" Aku merindukannya!" Selorohku
" Kamu merindukan orang yang sudah menyiksamu?"
" Tidak! Dia seperti itu karena dia sangat kehilangan orang yang di cintanya,"
__ADS_1
" Aku mohon!Aku ingin bertemu dengannya. Aku janji aku ngak akan lama, setelah kamu suruh aku pulang. Aku akan langsung pulang," Ucapku
" Apa ucapan kamu bisa saya pegang?" Tanyanya intens
" Iyah," Jawabku
" Baiklah! Aku antar kamu,"
" Apa? K_kamu serius?" Tanyaku meyakinkan
" Apa menurut kamu wajahh aku kurang meyakinkan?" Tanyanya sambil menatapku
Dengan cepat ku gelengkan kepalaku " Aniyo!"
" Ayok! Kita berangkat," Ucapku sambil mengengam tangan Jackson.
Aku yang sadar, dengan cepat melepas pegangan tanganku dari tangannya.
Namun, belum sepenuhńya terlepas Jackson malah meraih tanganku dan menggenggam nya erat. Refleks aku menatapnya.
" Kenapa di lepas?" Tanyanya lembut
" Anu Aku_ ''
" Tetap seperti ini," Ucapnya
Aku terkejut dengan ucapan nya. Apa dia serius dengan ucapannya barusan?
" Ada apa dengannya?Kenapa sifatnya seperti ini?" Batinku
Jackson menuntunku ke luar rumah. Tidak pernah ku bayangkan seorang Jackson yang berhati beku dan dingin, kini sedang membukakan pintu mobil untukku.
Di sepanjang perjalanan Jackson terus mengengam tanganku. Sesekali Jackson tarus melihat ke arahku dengan bibir yang tersenyum ke arahku, walaupun hanya senyuman kecil, tapi ini bisa di jadikan moment. Karna, jarang-jarang Jacksoñ tersenyum seperti itu.
SKIP
Tok_tok_tok
Ara mengetuk pintu berwarna coklat itu tiga kali. Tak lama pintu itu terbuka dan menampilkan Ferdy di balik pintu.
" Papah!" Lirihku
Terlihat dari wajah Ferdy berubah sàat melihat Jackson di sampingku, begitu juga sebaliknya. Aku terus berdoa agar tidak akan ada hal yang terjadi antara Jackson dan Ferdy.
" Hallo papah mertua. Apa kabar?" Sapa Jackson
" Saya baik. Masuklah!" Jawabnya dingin
Ara merasa senang dan lega karna di antara keduanya kali ini tidak melakukan kekerasan lagi. Namun, siapa yang tau? Di dalam diri mereka berdua ada rasa marah dan dendam saat itu. Tapi, amarah dan dendam mereka ia pendam karna ada Ara disitu.
" Emm kalian ngobrol dulu, aku mau ngambil air minum untuk kalian," Aku meninggalkan mereka berdua di sana.
Ada rasa khawatir sàat meninggalkan mereka apalagi ketika sedang berdua seperti itu. Yang aku takutkan adalah ketika keduanya mengingat dendam mereka dan kehilangan kendali yang pada akhirnya mereka melakukan kekerasan lagi.
*
" Pengecut! Adalah orang yang memanfaatkan anak yang tidak tau apa-apa untuk di jadikan pelampiasan dendamnya!" Ucap Ferdy dengan menekankan kata di setiap kalimat
" Hemm (tersenyum smrik). Anda salah, justru saya menyelamatkan anak itu dari seorang pembunuh berantai itu,"
Ferdy mengepalkan kedua tangannya mencoba untuk menahan amarah dan emosinya.
" Anda tau? Sungguh kasian anak malang itu. Setiap hari dia selalu di siksa, Cececece ntah apa salahnya," Lanjut Jackson
" Saya seperti itu karna saya kehilangan istri saya. Karna pria bejat itu istri saya pergi meninggalkan saya dan anak saya,"
" Dan sekarang anaknya di sini. Mencoba melakukan hal bejat lagi ke anak saya," Sambungnya
" Jika Anda tidak memulainya duluan, dan jika anda tidak membunuh ayah saya di hadapan saya dan ibu saya. Mungkin semua ini tidak akan terjadi dan yak anak Anda tetap bersama anda. Dan keluarga saya akan bahagia dan masih ada saat ini juga!" Jawab Jackson penuh penekanan karena menahan emosinya dari tadi
" Kau bilang saya yang memulai duluan? Hey ayahmu lah yang memulai ini semua. Dia penghianat, bejat cihhh bahkan saya tidaķ sudi menyebut namanya membayangkannya saja saya tidak sudi," Sarkasnya
" Saya sudah pernah bilang bukan ayah saya yang melakukan hal itu. Tapi, apa? anda tidak pernah mendengarkan orang lain. Anda menyalahkan ayah saya yang jelas-jelas tidak bersalah dalam hal ini. Pikiran dan akal sehat anda sudah tertutupi oleh emosi dan dendam sampai anda tidak mendengar penjelasan ayah saya dan apa? anda malah membunuhnya,"
" Dan di sini yang pantas di bilang pembunuh dan bejat itu adalah Anda Ferdy," Tekan Jackson menatap tajam Ferdy
Ferdy mengepalkan kedua tangannya. Kini kedua katanya memerah dengan netra yang menatap tajam ke arah Jackson, begitu juga sebaliknya. Ara yang sedang sibuk berada di dapur tidak tau akan apa yang terjadi saat ini antara Jackson dan ayahnya.
" Pak Ferdy_Pak Ferdy. Anda seorang mafia dan ayah saya seorang psychopat. Dulu kalian sangat dekat, tapi hanya karna kesalah pahaman pertemanan kalian hancur. Dan sekarang anda bukan seorang mafia lagi tetapi seorang pembunuh berantai,"
" Sayang nya sampai akhir ini. Putri nya masih belum tau kalau ayah yang dicintainya adalah seorang mantan mafia. Dan kini berubah profesi menjadi seorang pembunuh berantai,"
PRANKKK!
Suara pecahan botol mengema di seluruh sudut ruangan rumah Ferdy. Ferdy melempar botol itu kasar menggunakan tangannya sendiri. Ara yang sedang berada di dapur terkejut mendengar lemparan dañ pecahan botol. Hal yang pertama Ara pikirkan adalah Jackson dan ayahnya. Arà yang khawatir dengan cepat berlari menuju ruang tamu yang di mana ada Jackson dan Ferdy.
" Papah_Jackson_!" Lirihku
...💙...
...Hay semuanya!...
...Gimana nih part kali ini, Udah bikin kalian tegang belum?...
...Boleh dongs komen bawelnya kaka 😁...
__ADS_1
...Yuk!dukung author caranya mudah kok...
...Tinggal Komen, Follow, And Vote....