
Jackson mencium bibir ranum itu lama, Ara yang terbawa suasana memejamkan matanya perlahan. Tangan kanan Jackson perlahan meraih leher Ara untuk memperdalam ciuman itu, kini ciuman itu berubah menjadi sebuah luma*an. Jackson melu*at bibir itu agresif setelah mendapat balasan dari sang empu. Sedangkan Ara dia hanya bisa menepuk lengan Jackson pelan karna dirinya hampir saja mati karna ulahnya itu.
Perlahan Jackson melepas pangutan mereka, kini kedua tangannya pindah menangkup wajah Ara dan menatapnya dalam begitupun sebaliknya.
" Apa kamu mau berjanji kepada ku?" Tanya Jackson tiba-tiba
" Janji apa?" Tanya Ara memicingkan matanya
" Katakan janji atau tidak?!"
" Aku harus tau apa yang harus aku janjikan," sarkasku
Perlahan Jackson mengangkat jarinya di depanku. " Berjanji untuk tidak meninggalkan ku!" Ara terdiam mendengar ucapannya. "Aku."
" Janji atau tidak!" Selorohnya
PoV Ara
Apa yang harus aku katakan Jackson? Aku tidak bisa berjanji. Hidupku tidak lama lagi dan bagaimana caranya aku bisa menepati janjimu itu? Aku ingin sekali menepatinya dan tanpa kau suruhpun aku akan tetap disini bersama mu dan anak kita, tapi aku tidak mampu sekarang hidupku hanya menghitung waktu untuk pergi.
Aku menatap wajahnya sendu saat tiba-tiba ibu jarinya mengusap air mataku yang tak sadar mengalir begitu saja. " Kenapa kamu menangis?" Tanyanya dengan nada khawatir.
Ku gelengkan kepalaku dan memeluk tubuhnya erat. " Sedikitpun aku tidak ingin meninggalkan mu." Desusku di dengkapannya.
Jackson hanya diam tak mengerti dengan jawaban ku.
PoV Ara End
Jackson masih diam tak mengerti dengan ucapan Ara. Sedangkan tangannya tak henti-hentinya mengelus rambut hitam itu lembut, tapi tiba-tiba tangan Jackson berhenti mengelus rambut itu, saat melihat banyaknya helai rambut di tangannya, sontak hal itu membuat Jackson memicingkan matanya bingung.
" Apa kamu ganti shampo?" Ara melonggarkan pelukannya dan melihat apa yang saat ini Jackson lihat.
Ara sedikit terkejut saat beberapa rambutnya berada di tangan besar itu. " Eum itu... Ahk ya beberapa hari terakhir ini aku sering ganti shampo karna aku ingin mencoba hal yang baru." Jawab Ara bohong.
" Benarkah?"
Terlihat dari wajah Jackson yang sedikit tidak percaya dengan jawaban Ara. Ara hanya mengangguk menanggapi ucapannya.
" Pakai shampo yang lama. Jangan sering ganti shampo, bisa-bisa rambut kamu habis karna rontok," Ujarnya
" Iya nanti aku pake shampo yang dulu lagi," jawabku lesuh.
" Ya udah sekarang bumil mau apa?" Tanya Jackson
Ara terkekeh kecil saat mendengar ucapannya yang sedikit lucu karna menggunakan kata bumil kepadanya.
" Aku ingin kamu mengendongku ke kamar," pintaku
" Cuman itu?" Ara menganguk pelan menanggapi ucapannya.
" Oke," Jackson mengangkat tubuh Ara ala brindal style dan membawanya ke dalam kamar.
Sesampainya di kamar Jackson membaringkan tubuh Ara ke ranjang hati-hati.
" Sekarang kamu mau apa lagi?" Tanyanya
" Kenapa sekarang kamu bersikap romantis seperti ini hm?"
" Katanya kamu mau aku bersikap romantis tidak dingin seperti tadi,"
" Ouh Iyah... Ya udah sekarang kan perut aku sudah semakin besar dan kita belum mempersiapkan perlengkapan baby kita,"
" Jadi?"
" Kita belanja buat perlengkapan baby yuk, kamu mau nggak?" Ara menampilkan wajah chubbynya di depan Jackson.
" Biar Bimo yang membelinya,"
" Iihh Bimo nggak akan tau soal beginian, kamu ihk massa kamu nggak mau beliin perlengkapan baby kamu sendiri, kalau gitu kenapa kamu buat baby," Ara tersentak sadar saat mengatakan hal itu tak berani menatap wajah sang suami.
Jackson yang mendengarnya hanya terkekeh sedangkan Ara dia hanya menutupi wajahnya karna malu.
" Ya udah ayok. Tapi, kalau nanti kamu cape bilang jangan di Pendem ngerti?"
" Iya ayok... Bawel,"
" Ehk apa kamu bilang bawel? Baru aja ngomong,"
Ara hanya terkekeh menampilkan deretan gigi putihnya itu. Jackson hanya mengacak rambut Ara gemas.
" Dasar gendut," umpat Jackson yang masih terdengar jelas di telinga Ara.
" Apa kamu bilang?"
" Apa bilang?"
" Haish tadi kamu bilang aku gendut,"
" Ouh ituh memang nya kenapa?"
" Ihk kamu....," Ara mengerucut kan bibirnya 3 cm
" Apa sih,"
" Kita di rumah aja," Ara duduk di tepi ranjang dengan bibirnya yang masih maju 3 cm
" Loh kok duduk lagi? Kenapa?"
" Aku jelek yah?"
" Kata siapa?"
" Tadi kamu bilang aku gendut, pasti itu karna aku hamil jadi aku terlihat gendut. Kamu pasti malu kalau jalan sama aku, ngak papa biar Bimo aja yang belanja kita tetap disini," Jackson tersenyum kecil melihat Istrinya yang baper karna ucapannya tadi.
" Lalu apa salahnya kalau kamu gendut? Memangnya kalau gendut itu berarti jelek tidak kan. Gini yah segendut atau sekurus apapun kamu, dimana orang yang sangat mencintai kamu dia tidak akan pernah berhenti menyukai kamu, jika dia mencintaimu apa adanya," Ara terharu mendengar kata romantis yang keluar dari mulut suaminya.
" Kamu gendut seperti ini semakin chubby' dan cantik. Lagi pula kamu gendut seperti ini karna kamu sedang mengandung anak aku, aku tidak malu jika jalan sama kamu. Jadi, berhenti insecure kamu cantik apa adanya,"
" Bener yah?"
" Iya," Ara bangkit dari duduknya dengan senyuman yang tak pernah hilang dari bibirnya.
" Ayok!" Ara mengandeng tangan Jackson keluar.
Jackson hanya tersenyum kecil saat melihat Ara yang kembali percaya diri seperti Ara yang ia kenal.
.......
Di tempat lain!
__ADS_1
Di dalam sebuah ruangan yang luas terlihat seorang pria yang sedang terbaring lemah dengan tubuhnya yang di penuhi oleh alat-alat medis dengan seorang pria berjas hitam di sampingnya siapa lagi kalau bukan Ferdy dan Bimo.
Bimo mendapat tugas untuk menjaga keadaan Ferdy 24 jam karna dirinyalah orang yang sangat di percayai oleh Jackson.
" Pak Ferdy saya minta maaf karna selama ini saya sudah membencimu tapi hari ini saya mohon bangun. Saya tau jika anda tau segalanya tentang kebusukan pria itu, dan saya yakin jika orang yang mengejar anda dan menyebabkan anda seperti ini adalah dia. Anda pasti ingin membuatnya menderita betapa sakitnya kehilangan orang yang kita sayangi, begitu juga dengan tuan, selama ini dia sangat terpuruk karna di tinggal oleh kedua orang tuanya. Saya memang membencimu karnamu tuan menderita, tapi untuk kali ini saya mohon bangun dan beritahu tuan tentang kebusukan pria itu saya mohon," gumam Bimo menatap Ferdy yang sangat pucat.
Skip Pusat Perbelanjaan
Ara dan Jackson berkeliling pusat perbelanjaan dengan Jackson mendorong troli berukuran besar itu sedangkan Ara ia memilih-milih barang sekaligus harga yang akan di beli.
Ara berniat ingin membeli mie instan untuk stok di rumah, tapi sebelum itu Ara mengecek terlebih dahulu berapa harga mie itu, Ara sedikit terkejut saat melihat harga mie yang menurutnya mahal dari mie biasanya.
" Mie apaan ini mahal banget," teriak Ara tak sadar berhasil mengalihkan perhatian semua orang kepadanya.
Semua orang yang berada di sana menahan tawa mendengar teriakan Ara.
Jackson yang sadar semua orang memerhatikan mereka tanpa pikir panjang mengambil semua mie itu tanpa melihat harganya dan langsung mendorong troli dan tubuh Ara dari tempat itu.
" Kalau kamu ingin beli sesuatu beli saja, jangan berteriak seperti tadi," Busuknya di telinga Ara.
" Iya maaf. Habisnya aku kaget kenapa satu mie aja harganya semahal itu, aku aja sering beli mie harganya cuman 4.000,000 rb tapi ini 20,000,000 rb," Gerutu Ara yang masih di perhatikan oleh orang-orang yang lewat.
" Beda sayang. Ini mie keluaran terbaru makanya beda harga beda kualitas. Udah jangan cemberut kaya gitu malu di liatin orang," Goda Jackson
" Biarin yang penting kamu nggak malu jalan sama aku," Jackson terkekeh kecil mendengar penuturan istrinya yang menurutnya sangat lucu.
" Yaudah sekarang mau beli apa lagi?" Tanya Jackson
" Aku haus," suara manja Ara
" Yaudah kita cari minum,"
Jackson membayar semua barang yang tadi di beli di kasir. Tak lama setelah melakukan pembayaran mereka berjalan-jalan untuk mencari cafe yang ada di pusat perbelanjaan tersebut, begitu ramai pengunjung yang datang ke cafe itu membuat Jackson mengurungkan niatnya untuk minum di cafe itu tapi melihat Ara yang kehausan dan kelelahan terpaksa Jackson menerobos antrian panjang itu.
" Sayang kamu tetap disini di sana sangat ramai, aku tidak mau kamu kelelahan dan kepanasan hanya karna menunggu antrian,"
" Lalu? Aku harus menahan haus disini?"
" Mana mungkin aku membiarkan mu dan baby kehausan,"
" Kamu tetap disini biar aku yang masuk," Lanjutnya
Ara melirik ke arah dalam dan memicingkan matanya saat melihat banyaknya wanita cantik di sana yang sedang mengantri.
" Nggak boleh, kita pergi cari tempat yang lain," Jackson memicingkan matanya tidak mengerti dengan Ara yang tiba-tiba melarangnya.
" Kenapa?"
" Kamu sengaja yah suruh aku diam disini biar kamu leluasa tebar pesona sama wanita lain," Jackson tersentak kaget dengan ucapan istrinya.
" Apa maksud kamu? Aku ke dalam untuk kamu,"
" Di dalam banyak wanita cantik dan kamu milih tempat ini karna itu bukan?"
" Ara jangan mulai deh,"
" Yaudah cari tempat lain,"
" Astaga mau cari kemana lagi? Semuanya penuh, kamu mau mati kehausan disini?" Celetuk Jackson
" Ya kamu ngomongnya jangan kaya gitu,"
" Yaudah nurut, diam disini atau nggak minum sama sekali," Ancamnya
" Yaudah sana, aku liatin kamu disini. Kalau sampe kamu tebar pesona sama wanita lain di dalam awas aja," Ucap Ara menatap tajam
" Terserah kamu," Jackson pergi ke dalam meninggalkan Ada yang masih cemburu.
Jackson masuk dan mendapat antrian 125, sontak hal itu membuat dirinya sedikit terkejut. Mana mungkin Ara harus menahan haus dalam 125 antrian. Di sisi lain banyak orang yang terpesona dengan bentuk tubuh Jackson yang di bilang ferfect dan wajahnya yang tampan bisa di bilang sangat sempurna, semua orang khususnya kaum wanita terus memerhatikan Jackson yang berdiri di antara antrian dengan tatapan datar. Jackson sadar dengan perhatian wanita ke arahnya karna itu Jackson merasa risih dan ingin cepat-cepat keluar dari tempat panas itu.
Disisi lain Ara berdecak kesal karna melihat semua orang memerhatikan suaminya yang berada di dalam, ingin sekali tangannya dan mulutnya berbicara kasar dan pedas kepada orang-orang itu yang sudah berani-beraninya menatap suaminya.
" Ini tuan Jackson pengusaha muda tersukses di negara ini yah?" Tanya salah-satu wanita di sampingnya.
Jackson menganguk dengan wajah datarnya.
" Woahh apa aku boleh minta foto?" Pinta wanita itu dengan wajah memohon.
Namun, Jackson tidak menggubrisnya, wanita itu mengeluarkan ponselnya dan memotret dirinya dan juga Jackson yang diam pokus ke antrian.
Dalam hati Jackson terus bergerutu ingin cepat-cepat keluar dari antrian sialan ini.
Sedangkan disisi lain Ara mendengus kesal karna Jackson diam saja saat di ajak foto sama wanita lain. Api cemburunya terus meronta-ronta di dalam tubuhnya, dia benar-benar cemburu dengan apa yang saat ini ia lihat.
....
Beberapa menit telah berlalu kini antrian Jackson masih 115, Jackson berdecak kesal dan langsung berjalan ke arah resepsionis dan meminta agar dirinya mendapat pesanan lebih cepat.
" Mbak tolong beri saya pesanan ini, istri saya sedang hamil. Saya bisa memberikan uang 2x lipat dari harga ini, asalkan berikan pesanan saya sekarang!" Pinta Jackson
Jackson memicingkan matanya melihat wajah resepsionis yang menatapku tanpa berkedip. Jackson melambaikan tangannya pelan di depan wajahnya mencoba menyadarkannya. " Hallo, mbak? Mbak dengar saya?"
" Ehk iya aku dengar. Eum bukannya tuan adalah Ceo di perusahaan terkenal itu?"
" Ya,"
" Eum bo_boleh nggak aku pinta foto, setelah itu aku akan memberikan pesanan tuan secepatnya," Pinta wanita itu.
Jackson membuang nafas lelah dan menyetujui permintaan wanita itu, kalau bukan karna Ara mungkin sekarang wanita yang ada di depannya sudah habis di tangannya karna sudah berani meminta sesuatu kepadanya.
Wanita itu merasa senang karna sudah berfoto dengan idolanya, Jackson mengambil pesanannya dan memberikan sebuah lembaran uang yang cukup banyak kepada wanita itu sebagai janjinya tadi. Dan pergi keluar menghampiri Ara yang duduk dengan wajah datar.
" Nih makanan dan minumannya. Cepat makan!" Suruh Jackson namun tidak di gubris oleh Ara.
" Kenapa lagi hm?" Tanya Jackson membuang nafas berat karna melihat wajah istrinya yang datar.
" Kamu sudah berjanji untuk tidak tebar pesona sama wanita lain. Tapi, tadi aku lihat sendiri kamu tebar pesona dan berfoto sama wanita lain," Jackson membuang nafas berat mendengar ucapan Ara yang sangat cemburu kepadanya.
" Aku tidak tebar pesona seperti yang kamu katakan. Mereka yang mendekati ku, dan ini karna kamu aku membiarkan wajahku ini berfoto dengan kasir itu, kalau aku tidak memikirkan mu mungkin aku akan pergi dan menunggu lebih lama lagi, dan kamu akan kehausan," jelasnya
" Jadi kamu tidak berniat mencari wanita lain kan?" Tanya Ara konyol
" Astaga, jadi sejak tadi kamu berpikir kalau aku akan mencari wanita lain begitu?" Ara menganguk menanggapi pertanyaan nya
" Huh kau ini. Dengar aku tidak akan meninggalkan wanita sepertimu karna tidak ada wanita yang menarik, cantik, pintar, dan ingusan seperti kamu di dunia ini,"
Ara menepuk lengan Jackson keras membuat sang empu sedikit terkejut. " Kamu bisa nggak sih romantis sedikit, massa aku di bilang ingusan sih." Ucap Ara sendu.
" Iya_iya cuman bercanda kok, udah jangan cemberut kaya gitu,"
__ADS_1
........
Di tempat lain!
Terlihat Chandra, Catran dan juga Bimo berada di dalam ruangan dimana dimana terdapat Ferdy yang masih tak sadarkan diri.
" Kalian mau ngapain? Apa kalian belum puas melihat penderitaan tuan dan juga dia?" Teriak Bimo menatap tajam
" Ahahah Bimo_bimo kamu tidak bisa memerintah kami. Kau hanyalah bawahan, jadi kau tidak berhak mengatur kami," Tekan Catran menatap tajam.
" Kalian lihat saja suatu saat nanti rencana busuk kalian akan terbongkar, dan tuan dia tidak akan membiarkan kalian kesempatan lagi. Kalian akan menyesal karna sudah melakukan ini terhadap tuan," Tegas Bimo
" Bac*ot lo!"
" Tenang Catran jangan terbawa emosi," Chandra menahan Catran yang ingin mencoba menyentuh Bimo.
" Pah dia harus di kasih pelajaran, agar dia jera dan tau dengan siapa dia berbicara," Sarkas Catran
" Biarkan saja dia melakukan apapun, dia tidak memiliki bukti apapun lalu bagaimana dia membuat anak malang itu percaya,"
" Hahah kita biarkan dia melihat sendiri tuan kesayangannya mati mengenaskan di depannya," celetuk Catran tersenyum smrik
Tangan Bimo mengepal ia sangat geram dan marah dengan ayah dan anak di depannya.
Bughh
Bimo menghajar Catran keras hingga terpental ke luar ruangan. Chandra berusaha menyingkirkan Bimo yang terus memukuli anaknya Catran, tapi semua itu sia-sia saat ini Bimo sudah gelap mata ia tidak peduli dengan apa yang di lakukan nya sekarang.
Bughh_bughh
" Bimo hentikan jika kau ingin tetap hidup," Teriak Chandra mencoba menghentikan aksi Bimo
" Bimo_"
" Arghh," tubuh Chandra terpental ke meja saat kala Bimo tak sengaja mendorong tubuhnya kasar.
Darah segar mengalir di jidat Chandra hal itu membuat Catran murka terhadap Bimo dan ingin menghabisi nyawa Bimo disana.
" BIMOOO!!!" teriak Catran meraih kerah baju Bimo dan menghajar nya tanpa ampun.
Perkelahian mereka tak habis-habisnya, meskipun mereka sudah babak belur dan juga lembab di sekujur tubuhnya mereka masih tetap bergulat emosi dan ingin membunuh satu sama lain.
Sedangkan di sisi lain Jackson dan Ara sudah berada di perkarangan rumah, langkah mereka terhenti saat mendengar sebuah teriakan dan perkelahian di dalam rumahnya, tatapan mereka saling bertemu beberapa detik setelah itu belari ke dalam rumah.
Saat di dalam rumah Jackson begitu juga Ara terkejut melihat perkelahian antara Bimo dan juga Catran, Jackson menghampiri kedua pria itu mencoba memisahkan mereka berdua, tapi sialnya kedua pria itu sudah gelap karna emosi sehingga Jackson tidak bisa memisahkan mereka berdua.
Tidak punya ide lain untuk memisahkan mereka berdua Jackson berjalan ke arah nakas dan mengambil sebuah pistol miliknya. Ara memegang perutnya erat ia sangat takut jika Jackson memegang pistol seperti itu.
Jackson memasukan peluru ke dalam pistol itu dan langsung menembaknya ke udara.
Dorr
Suara tembakan yang di buat Jackson berhasil menghentikan perkelahian mereka dan kini perhatian mereka terfokus ke arah Jackson yang kini sedang menatap mereka tajam.
" Tuan?" Bimo melepas pegangan tangan nya dari lengan Catran dan menjauh darinya begitupun sebaliknya.
" Apa yang kalian lakukan hah?" Bentak Jackson.
Kedua pria itu hanya menunduk dan melirik satu sama lain.
" Jika kalian ingin berkelahi jangan disini. Ini rumah saya," bentak Jackson lagi.
" Maafkan saya tuan," Permintaan maaf dari Bimo
" Katakan apa yang terjadi selama saya tidak ada disini?"
" Jackson seharusnya kau pecat bodyguard sialan kau itu. Dia sangat bodoh dia tidak pantas di jadikan bodyguard kau itu," Sarkas Catran
" Bodoh? Dia bodoh tapi bisa saya andalkan. Sedangkan kamu, kamu bodoh dan tidak guna," Celetuk Jackson berhasil membuat Catran tersentak kaget.
" Terserah apa yang kau katakan Jackson. Tapi, asal kau tau bodyguard yang kau banggakan itu sudah melukai ayah ku, dan hampir saja dia ingin membunuhnya," Jackson dan Ara tersentak kaget mendengar penuturan Catran.
Pandangan kami beralih menatap Bimo yang babak belur. " Maafkan saya tuan. Saya tidak bisa menahan diri lagi, mereka sudah keterlaluan, mereka ingin membunuh tuan_"
" Mau ngelak apa lagi kamu hah? Jackson lihat dia (menunjuk) dia terluka dan itu semua karna dia," Tandas Catran
Jackson mengikuti apa yang di tunjuk Catran dan sedikit terkejut saat melihat Chandra yang sudah terluka hingga mengeluarkan darah, Jackson menghampiri Chandra dan bertanya. " Om apa yang sudah terjadi?" Tanya Jackson sedikit khawatir. " Haish apa lagi kalau bukan karna bodyguard bodoh mu itu Jackson." Sahut Catran mengopori Jackson.
" Tidak tuan saya tidak senga_"
" CUKUP BIMO!" SELOROH JACKSON MENATAP TAJAM.
Semua orang yang ada disana terkejut mendengar bentakan dari Jackson, Bimo tidak pernah mendapat bentakan seperti ini sebelumnya tapi kali ini ia merasa jika tuannya benar-benar bukan tuan yang Bimo kenal.
" JANGAN BICARA SATU PATAH KATA PUN!" TEGAS JACKSON BULAT
" Bimo. Kali ini kau sudah keterlaluan, kau sudah melewati batas hari ini. Apa yang ada di pikiran mu hah? Kau tau betul jika dia adalah orang yang sejak kecil selalu mendukung ku lalu sekarang kau menuduhnya dan ingin membunuhnya? Sebenarnya apa isi dari otak mu itu Bimo!" Teriak Jackson kehabisan kesabaran.
Ara terkejut mendengar bentakan demi bentakan yang keluar dari mulut suaminya kepada bawahan yang sudah ia anggap adiknya sendiri. Terlihat dengan jelas kedua mata Bimo memerah menahan tangisan yang ia tahan untuk tidak keluar di hadapan tuannya.
" Maafkan saya tuan. Saya hanya ingin orang yang membuat tuan menderita merasakan apa yang selama ini tuan rasakan," jawab Bimo menatap Jackson dalam
" Apa kau punya bukti menuduhnya?"
" Saya punya bukti tuan tapi bukti itu telah di rampas oleh Chandra, tuan saya mohon percaya,"
" Cukup!"
" Kali ini kamu sudah melewati batas. Saya akan memberikan mu hukuman,"
Semua orang yang ada disana terkejut mendengar penuturan Jackson.
" Tuan_"
" Kau akan tinggal di bawah tanah selama 1 bulan," Ara terkejut mendengar ucapan Jackson, apa dia sadar dengan ucapannya?
" Jackson tidak perlu. Om tidak pa_"
" Tidak Om. Dia harus bertanggung jawab, apa yang dia lakukan terhadap Om itu sudah keterlaluan," Ucap Jackson sambil melirik Bimo
" Ikuti saya!" Suruh Jackson.
Bimo melangkah kan kakinya mengikuti Jackson dari belakang tapi sebelum itu tatapan Bimo dan Chandra bertemu, bisa Ara lihat dengan jelas jika Chandra dan Catran saling tersenyum smrik menatap Bimo yang berjalan ke bawah tanah.
.......
Skip Bawah Tanah!
Bimo masuk ke dalam penjara bawah tanah dan Jackson yang menguncinya sendiri. Terlihat dengan jelas Jackson menahan kesedihan nya begitu juga dengan Bimo, Ara tidak bisa melakukan apapun. Ara benar-benar bingung dengan situasi seperti ini, ntah siapa yang harus Ara percayai Bimo? Atau Chandra?
__ADS_1
...Bersambung...
Jangan lupa tinggalkan jejak yah