Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.

Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.
Bab 65 : Crazy!


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Ferdy menyerahkan dirinya sendiri ke kantor polisi. Aku merasa sedih karna harus melihat ayahku sendiri memdengkap di penjara, tapi aku tidak bisa melakukan apa-apa. Apa yang di lakukan Ferdy di masa lalu terhadap ayah mertuaku sangatlah tidak pantas.


Keluarga ku semakin hari semakin humoris dan bahagia, sudah lama aku tidak mendengar nama Sonya, Catran begitu juga Chandra, mereka menghilang seperti di telan bumi. Namun, aku sempat mendengar jika Chandra dia menghilang begitu saja, sedangkan Catran dia mendengkap di penjara.


.......


PoV Author


Di suatu hari khususnya di dalam kamar. Terlihat Ara yang sedang sibuk dengan bayinya, Ara benar-benar pusing karna si kembar terus saja menangis sedangkan Jackson dia terus saja berteriak meminta handuk karna posisinya dia sedang mandi dan kebiasaan nya lupa membawa handuk.


" Sayang mana handuknya!!", Teriak Jackson di dalam kamar mandi.


" Kamu ambil saja sendiri aku sedang sibuk dengan si kembar,", sahut Ara


Jackson membuka pintu itu dengan tidak mengunakan sehelai baju pun. Ara yang sekilas melihat hanya berteriak kesal. " Ya. Kenapa kamu keluar tanpa pakaian?" Teriak Ara dengan menutupi wajahnya dengan tangannya.


" Kan kamu suruh aku ambil sendiri, yaudah aku keluar aja," jawabnya tanpa rasa malu.


" Haish yaudah sana pakai bajumu itu,"


Bukannya menurut Jackson malah mendekati Ara dan memeluknya dari belakang.


" Jackson apa yang kamu lakukan? Pergi sana dan pakai bajumu," Ara benar-benar gugup di buatnya


" Kenapa? Kenapa kamu menutupi wajahmu itu? Bukannya kamu sudah melihatnya?" Goda Jackson dengan senyuman jahil di bibirnya


" Ti_tidak,"


" Benarkah? Bukannya kamu selalu menyukainya hm?" Jackson benar-benar puas melihat wajah istrinya yang memerah karna ulahnya.


" Haish pergi sana," Jackson terkekeh melihat tingkah istrinya yang malu seperti itu.


Jackson mengalah dan langsung memakai pakaian santainya. Berhubung hari ini adalah hari libur Jackson jadi bisa meluangkan waktunya bersama istri dan si kembar.


" Chagia?!" Panggil Jackson.


Jackson menatap Ara datar saat dia bulak balik sibuk dengan si kembar sedangkan dirinya tak dia hiraukan.


" Chagia?!" Panggil Jackson lagi


" Apa?"


" Aku butuh kamu,"


" Kamu nggak lihat aku sedang apa?" Jackson membuang nafas lelah.


Setelah hadirnya si kembar perhatian Ara berubah kepadanya. Sekarang perhatian Ara beralih ke si kembar hal itu membuat Jackson cemburu dengan anaknya sendiri.


" Chagia aku punya solusi untuk kamu, gimana kalau misalkan aku cari suster untuk si kembar?" Ujar Jackson


" Suster?"


" Hum,"


" Kenapa kamu suruh suster untuk menjaga mereka? Apa kamu pikir aku tidak sanggup merawat mereka?" Wajah Ara berubah menjadi sendu.


Jackson tersentak saat Ara salah paham denga ucapannya.


" Bukan_ bukan begitu. Maksud ku kamu kan selalu bekerja mengurus rumah tangga, pagi sampai malam kamu selalu mengurusku dan si kembar, aku hanya tidak ingin kamu kecapean karna itu aku mau cari suster untuk meringankan pekerjaan kamu," jelas Jackson meyakinkan Ara.


" Tapi aku masih sanggup kok,"


" Aku tau kamu sanggup. Tapi, aku tidak mau kamu sakit karna kelelahan mengurus kami,"


Ara membuang nafas berat.


" Mukanya jangan kaya gitu dong. Aku cuman meringankan pekerjaan kamu, tapi meskipun begitu kamu masih tetap menjaga si kembar hanya saja aku hanya meringankan sedikit pekerjaan kamu,"


" Baiklah terserah kamu,"


" Kamu marah?"


" Aniyo,"


" Serius?"


" Hum,"


Jackson tersenyum ke arah Ara sedangkan Ara, Ara sedikit tidak setuju dengan keputusannya.


*


Malam hari!


Di dalam kamar terlihat Jackson yang tidak bisa tidur. Sedangkan Ara dia sedang sibuk menidurkan Si lembar, tak lama Ara naik ke atas ranjang dan duduk di samping Jackson.


" Sayang kenapa kamu belum tidur?" Tanya Ara


" Aku tidak bisa tidur, karna orang yang bisa membuat aku tidur sedang sibuk menidurkan orang lain," sindir pedas Jackson yang sudah kesal karna seharian Ara sibuk mengurusi si kembar.


" Astaga dia anakmu kenapa kamu cemburu kepada mereka?" Gubris Ara tak percaya dengan Jackson.


" Aku sangat cemburu melihat kamu sangat perhatian ke orang lain,"


" Astaga sayang dia anak kamu. Kalau kamu tidak mau aku merawatnya kenapa kamu_" Ara tidak melanjutkan ucapannya.


" Lupakan,"


" Ya sebaiknya kamu tidur dan istirahat," Jackson tidur membelakangi Ara.


" Sayang jangan seperti ini," Ara memeluk Jackson dari belakang.


Tapi, tak ada tanda Jackson membalas pelukannya. " Sayang aku minta maaf. Yaudah sekarang kamu mau apa? Aku tidak akan menolaknya tapi aku mohon jangan seperti ini jangan membelakangi ku." Ucap Ara lirih


Jackson masih tetap tidur tidak mendengarkan Ara.


" Sayang hiks," Jackson membuka matanya lebar-lebar saat mendengar isakan istrinya. Refleks Jackson berbalik dan terkejut saat melihat Ara yang menangis.


" Jangan nangis," Jackson memeluk tubuh ramping itu.


" Jangan seperti ini hiks aku minta maaf,"


" Tidak kamu tidak perlu minta maaf, kamu tidak salah apa-apa,"


" Kalau aku nggak salah apa-apa kenapa kamu diemin aku kaya gini?"


" Aku hanya ingin menghilangkan nafsu ku saja,"


" Maksud nya?" Ara memicingkan matanya tak mengerti maksud dari ucapan Jackson.


" Tidak ayok tidur,"


Jackson merengkuh tubuh Ara.


" Sayang,"


" Hum," deheman Jackson


" Kenapa kamu menahannya?" Jackson memicingkan matanya menatap Ara.

__ADS_1


" Aku istrimu dan kamu suamiku. Kamu boleh melakukannya tanpa harus menyembunyikan nya," Ujar Ara


" Tidak kita bisa melakukannya lain kali. Sekarang kita tidur, kamu pasti sudah lelah bukan?"


" Kata siapa? Aku tidak merasa lelah sedikit pun,"


" Karna kamu selalu bersamaku dan hal itu membuat ku tidak merasa lelah," lanjut Ara yang mendapat senyuman dari Jackson.


" Kamu serius?" Tanya Jackson meyakinkan


Ara melempar kan senyuman manisnya sebagai jawaban.


Jackson mendekati wajah Ara dan mencium bibir itu lembut. Dua insan itu hanyut dalam kehangatan sepasang suami-istri, hal yang jarang mereka lakukan semestinya sepasang suami dan istri.


Kebahagiaan yang tiada tara dapat mereka rasakan, suasana malam hari, angin malam, dan suara derasnya hujan itu membuat malam itu semakin indah. Tidak ada yang tau apa yang terjadi di antara mereka, hanya Tuhan dan mereka lah yang tau.


......


Di pagi hari yang cerah terlihat dua insan itu sudah melakukan aktivitas masing-masing. Ara menyiapkan segala hal untuk Jackson yang ingin berangkat kerja, dan untung saja si kembar tidak rewel sehingga dapat meringankan pekerjaan Ara.


" Aku berangkat sekarang. Kamu hati-hati di rumah, kalau ada apa-apa kabari aku atau nggak Bimo," pamitnya sebelum pergi ke kantor


" Kamu juga hati-hati," Jackson mencium kening sang istri dan juga mencium si kembar.


Setelah kepergian Jackson rumah menjadi sepi. Ara hanya bermain-main dengan si kembar walaupun Ara tidak mengerti dengan beoan si kembar.


Tintong!


Suara bel berbunyi menandakan ada tamu di luar.


" Kenapa Jackson kembali lagi? Hum pasti ada yang ketinggalan," Gumam Ara


" Sayang Mommy buka pintu dulu yah,"


Setelah berpamitan dengan si kembar Ara melangkahkan kakinya pergi untuk membuka pintu. Suara bel itu terus berbunyi walaupun Ara sudah berteriak sebentar.


Ceklek


" Kenap...pa," ucapa Ara yang terjeda


Ara membulat kan matanya saat melihat Chandra berada tepat di depannya. Dengan cepat Ara menutup pintu itu tapi sialnya Chandra lebih sigap di bandingnya, Chandra masuk dengan santainya ke dalam rumah.


" Chandra mau apa kau datang kesini?" Ara benar-benar takut dan khawatir saat tiba-tiba Chandra datang untuk pertama kalinya setelah ia menghilang selama ini.


" Wow rumah ini banyak perubahan," Gumam Chandra


" Katakan mau apa kau datang kesini! Dan kemana saja kau selama ini?"


" Hah peduli apa kau heh? Saya pergi kemanapun bukan urusanmu. Saya datang kesini ingin membalaskan dendam saya kepada suamimu itu, dia sudah membuat anak saya mendengkap di penjara kau tau itu," Ara terkejut mendengar ungkapan Chandra


Tiba-tiba perhatian Ara dan Chandra teralih saat tiba-tiba si kembar menangis. Ara menatap Chandra sekilas dan langsung berlari ke arah box bayi yang disana terdapat si kembar yang sedan menangis, Ara berhasil memeluk Aldres sedangkan Chandra berhasil mengambil Aldren.


" Kembalikan dia!" Pinta Ara


" Woah dia sangat tampan persis ayahnya. Hah saya tidak tau bagaimana reaksi ayahmu itu saat melihat kamu menghilang di bumi ini,"


" Tidak jangan sakiti dia!" Teriak Ara


" Kalau sampai kau berani menyakitinya sedikit pun saya tidak akan memaafkanmu Chandra," Tegas Ara dengan tatapan tajam


" Hahahaha," Tawa gila Chandra mengemma di seluruh sudut ruangan.


" Kau mengancam saya hm? Ara_ara saya tidak takut dengan ancaman recehmu itu,"


" Aku mohon lepaskan dia_ dia tidak tau apa-apa," pinta Ara memohon dengan tatapan sendu.


Saat ini Ara benar-benar takut dengan keadaan Aldren yang berada di tangan Chandra.


" Lepaskan dia. Urusanmu bukan dengan anak saya tapi suami saya," Tegas Ara.


" Saya tau itu. Tapi saya rasa saya akan membuat dia menderita bagaimana rasanya kehilangan anak,"


" Tidak_"


" Jangan mendekat jika kamu tidak ingin anakmu ini kenapa-kenapa!" Seloroh Chandra berhasil menghentikan langkah Ara.


" Katakan kepada suamimu itu untuk datang ke gedung tua dan datang seorang diri tanpa ada seorang polisi satu pun. Jika saja kalian berani menipu saya, maka lihatlah nanti nasib anakmu ini akan mati mengenaskan di tanganku," Ara menangis melihat Aldren yang menangis di gendongan Chandra.


Ara benar-benar tidak berdaya saat ini.


Chandra pergi dengan membawa Aldren, setelah kepergiannya cepat-cepat Ara menghubungi Jackson untuk menyuruhnya pulang.


Beberapa menit kemudian Jackson dan Bimo datang setelah mendapat kabar jika Aldren di culik oleh Chandra. " Dimana dia sekarang?" Tanya Jackson


" Aku tidak tau dia membawa Aldren pergi. Jackson aku mohon bawa Aldren pulang, dia sangat ketakutan hiks aku mohon selamatkan dia," tangis Ara di depan Jackson.


" Kamu tenang saja aku akan membawa Aldren pulang dan dia akan baik-baik saja. Aku tidak akan membiarkan pria brengsek itu menyakiti Aldren sedikit pun," Ucap Jackson penuh penekanan.


" Katakan dimana dia?" Tanya Jackson lagi


" Dia mengatakan jika dia menyuruhmu untuk datang ke sebuah gedung tua," Jawab Ara


" Gedung tua?" Jackson berpikir sejenak


" Baiklah kau tetap disini jaga Aldres biar aku dan Bimo yang pergi ke sana," Ujar Jackson


" Aku ingin ikut,"


" Sayang aku mohon jangan sekarang. Kamu ingin Aldren baik-baik saja bukan? Jika kamu ikut lalu bagaimana dengan Aldres? Apa kamu tidak kasian dengannya?" Ara terdiam sejenak dan melirik Aldres yang sedang tertidur pulas karna seharian menangis mungkin karna merasakan kekhawatiran tentang adiknya yang di culik.


" Baiklah tapi kamu harus berjanji kepadaku," Ara mengangkat jari kelingking nya


" Berjanji apa?"


" Kamu harus janji untuk baik-baik saja, kamu dan Aldren harus pulang dengan keadaan selamat dan baik-baik saja. Kamu berjanji?!"


" Aku berjanji!" Jackson mengaitkan jarinya ke jari Ara


Bimo yang melihat itu hanya tersenyum tipis. Semoga saja janji tuannya bisa terjadi.


Jackson pergi dengan langkah tergesa-gesa ke luar rumah dengan Bimo yang mengikutinya dari arah belakang.


" Tuhan jagalah mereka, jangan kau ambil hartaku lagi. Cukup_cukup mereka tidak lagi," batin Ara sendu


......


Jackson mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Di dalam hati Jackson ia benar-benar mengutuk Chandra, Jackson benar-benar tidak pernah menyangka jika orang yang selama ini ia anggap Om nya sendiri ternyata penghianat di dalam selimut.


Sesampainya di sebuah bangunan tua, Jackson dan Bimo cepat-cepat masuk ke dalam bangunan itu. Jackson terus mencari-cari keberadaan Chandra namun tak kunjung di temukan.


.....


Di sisi lain Aldren terus menangis tanpa henti membuat Chandra muak dan membentak bayi tak berdosa itu.


" Kau sama ayahmu tidak ada bedanya. Kau dan dia sama-sama pembawa sial, seharusnya kau mati saja tak ada gunanya kau hidup," Gumam Chandra seperti orang gila yang berbicara konyol dengan seorang bayi.


Aldren terus menangis tanpa henti dengan wajahnya yang memerah karna terus menangis.


Sedangkan Jackson ia mendengar tangisan bayi, tentu saja Jackson langsung mengetahui kalau suara bayi itu adalah tangisan bayinya. Jackson dan Bimo berlari mengikuti sumber suara itu, dan suara itu berasal dari sebuah atap.

__ADS_1


Jackson dan Bimo berlari menaiki anak tangga satu persatu.


" Chandra saya tidak akan mengampuni mu!" Umpat Jackson


.....


" Dimana ayahmu itu heh? Hah dia pria pengecut mana mungkin dia datang dan menyelamatkan mu. Kau sangat tidak beruntung karna mendapatkan seorang ayah yang tidak pernah memperdulikan mu hahah," Tawa Chandra seperti orang gila.


Brakkkk


Chandra terkejut dan berbalik ke arah belakang dan mendapati Jackson yang sedang berdiri disana dengan keadaan emosi dan marah. Tawa Chandra semakin keras, dia benar-benar sudah gila.


" Hahah lihatlah ayahmu sudah datang untuk menjadi super hiro mu. Huh Jackson_jackson saya pikir kau tidak akan datang karna kau takut, dan hampir saja saya melempar bayi ini ke bawah," Tangan Jackson mengepal kuat, rasanya dirinya ingin menghabisi pria di depannya. Tapi, ia urungkan saat melihat Aldren yang menangis di gendongan nya.


" Jangan berani kau menyakitinya," Tegas Jackson


" Kenapa? Kenapa saya tidak boleh menyakitinya? Bukannya kau juga suka menyakiti anak saya hm?" Jawa Chandra membalikan ucapan Jackson


" Hah anak mu sudah besar dan anakmu itu sangat bodoh. Anak mu bukan anak kecil lagi, dia sudah dewasa tapi pikirannya seperti anak bayi!" Tandas Jackson


" Ahahaha," Tawa Chandra lagi


" Kau sangat berbicara besar Jackson. Apa kau tidak sadar dengan semua ucapanmu itu heh? Selama ini kau sudah ku bodohi dan kau bilang anak saya bodoh? Ahaha kau mengatai Catran atau kau sendiri hah?!"


" CHANDRA...!"


" Jangan mendekat kalau kau tidak ingin anakmu ini saya lempar ke bawah gedung ini," Jackson menghentikan langkahnya saat Chandra mengarahkan Aldren ke garis pembatas


" Jangan kau berani melakukan nya Brengsek!" Teriak Jackson kehabisan kesabaran


" Kau benar saya memang brengsek!"


Jackson menatap Aldren yang masih menangis disana. Dapat Jackson rasakan kalau Aldren saat ini sedang ketakutan.


" Lepaskan dia!"


" Apa kau bilang? Saya tidak dengar,"


" LEPASKAN DIA!" JELAS JACKSON


" Kamu ingin dia? Baiklah saya akan memberikan nya kepadamu hanya dengan satu syarat,"


" Apa?"


" Kau harus berlutut di hadapan saya dan bebaskan anak saya," Jackson tersentak mendengar syarat yang terlontar dari mulut Chandra


" Kenapa? Apa kau tidak sanggup? Baiklah jika itu mau mu. Saya akan melempar anakmu ini dan lihatlah dia akan mati dengan cara mengenaskan," Chandra mengarahkan Aldren melewati pembatas, hanya dengan melepaskan kedua tangan saja Aldren bisa jatuh ke bawah dengan ketinggian 245 Meter.


Jackson dan Bimo terkejut melihat aksi gila Chandra.


" Tuan kita harus gimana?" Tanya Bimo khawatir.


" Sesuai rencana kita,"


" Tapi tuan..."


" Lakukan!" Potong Jackson


" Baiklah," Jackson berjalan mendekati Chandra


" Baiklah saya terima syaratmu itu. Tapi, sebelum itu berikan dia kepadaku,"


" Kau pikir saya bodoh? Kau pikir saya akan memberikan dia kepadamu dan kau bisa membawanya pergi begitu?"


" Hah kau salah jika kau ingin saya berlutut di hadapan mu baiklah saya akan berlutut. Tapi, jika kau tidak memberikan dia kepadaku maka saya tidak akan segan untuk bertindak kasar," Sarkas Jackson dengan tatapan tajam.


Perlahan Jackson berlutut di hadapan Candra, Chandra yang melihat itu menatap Jackson tak percaya. Apa yang ia lihat itu benar-benar Jackson? Jika ia kenapa begitu mudah membuat dia berlutut seperti ini?!.


Terlihat tangan Chandra menarik Aldren, Jackson bernafas lega saat Aldren tidak berada di sana lagi. Kini Aldren berada di atas Jackson dengan Chandra masih menggendongnya.


" Lakukan!" Umpat Jackson


Tanpa Chandra ketahui Jackson dan Bimo saling melakukan komunikasi lewat earphone. Sehingga membuat mereka berdua lebih mudah untuk melakukan aksinya.


Bimo perlahan berjalan mendekati Chandra yang masih melamun melihat Jackson yang berlutut di hadapannya.


Grepp


Chandra terkejut saat tiba-tiba Bimo datang dan merebut Aldren dari tangan nya.


" Apa_apaan ini?" Teriak Chandra masih terkejut


Jackson berdiri dan menatap Chandra dengan senyuman smrik.


" Saya bodoh Chandra!"


Bughhh


Jackson memukul Chandra keras hingga Chandra terpental. Jackson memukul Chandra bruntal, tak sedikit pun Jackson memberikan Chandra celah untuk melawannya.


" BERANI SEKALI KAMU MENYAKITI ANAK SAYA HAH!"


BUGHH


" INI UNTUK KAMU YANG SUDAH MEMBUAT HIDUP KELUARGA SAYA HANCUR!"


BUGHHH


" DAN INI UNTUK KAMU KARNA SUDAH BERANI MEMBOHONGI SAYA!"


BUGHHH


" DAN YANG TERAKHIR UNTUK KAMU YANG SUDAH BERANI MENYAKITI ANAK SAYA DAN MENGANGGU KEHIDUPAN ISTRI SAYA!"


" Arghhh!" Chandra tergeletak lemas dengan wajah dan sekujur tubuhnya yang memar.


Jackson menghampiri Aldren dan meraih Aldren dari pangkuan Bimo. " Suttt ini daddy sayang. Jangan menangis lagi daddy tidak akan membiarkan dia menyakitimu dan menyakiti kembaranmu." Gumam Jackson lirih


Di sisi lain Chandra masih bisa membuka mata meskipun keadaannya sudah parah. Chandra mencoba bangkit dan meraih sebuah pistol di celananya dan mengarahkan nya ke arah Jackson.


" Kau harus mati!"


Dorrrr


Satu tembakan telah di lakukan Chandra. Suara tembakan itu mengema di seluruh sudut tempat itu, bahkan tangisan Aldren pun rasanya tak terdengar dengan jelas. Jackson terkejut begitu juga dengan Bimo, mereka masih tidak percaya dengan apa yang sudah terjadi.


...Bersambung!...


Hayo siapa hayoh yang ketembak?


Pleasee deh Chandra nggak bosen apa hidup lo ngebunuh orang mulu? Hidup Jackson sudah menderita pleasee jangan buat dia menderita lagi huwaa😭


Komen yang bawel kacan dan kacap:)


Jangan lupa tinggalkan jejak yah:)


Next time oke:)


Saya harap kalian tidak pernah bosan dengan cerita aku aamiin xixxi😁

__ADS_1


__ADS_2