Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.

Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.
Ep. 77 00-00


__ADS_3

...Happy Reading...


...00-00...


Di kota Padless Jackson mengarahkan semua anak buahnya untuk tetap waspada, menurut perkiraan Felix tepat pukul 00-00 pasti ada saja hal yang terjadi di sana. Di ruangan yang luas itu Jackson berdiri di depan jendela besar itu melihat pemandangan kota yang cukup indah dan damai dengan menikmati segelas anggur merah di tangannya. Tiba-tiba ponsel miliknya berdering dan panggilan itu dari sang istri tercinta yaitu Ara, Jackson mengangkat panggilan itu dan menaruhnya di depan telinga.


" Hallo sayang apa kamu merindukanku?"


[ Kamu benar aku merindukanmu] ucap Ara di sebrang sana


" Aku baru meninggalkan mu beberapa jam yang lalu dan kamu sudah merindukan ku?"


[Kamu kan tau aku tidak bisa jauh dari kamu]


" Hahah iya aku mengerti, besok pagi aku pulang. Aku juga nggak bisa lama jauh dari kamu," ucap Jackson. Saat sedang berkomunikasi dengan Ara tiba-tiba Jackson mendengar suara dan merasakan keberadaan seseorang di belakang nya, Jackson tersenyum smrik saat melihat seseorang di pantulan jendela itu. Jackson berpura-pura seakan tidak melihat apa-apa.


" Sayang sekarang sudah terlalu raut, tiddurlah,"


[ Sayang tapi aku masih kangen sama kamu] rengek Ara di sebrang sana. Mata Jackson tidak diam, ujung mata itu terus melirik-lirik seseorang yang berada di belakang tubuhnya dengan tangannya memegang benda tajam.


" Tutup matamu dan bayangkan aku ada di sampingmu. Sekarang sudah malam aku akan menelponmu pagi,"


[Hm.. baiklah, selamat malam jaga dirimu]


" Aku mencintaimu,"


[Aku juga]

__ADS_1


Sambungan telpon berakhir. Jackson masih berpura-pura tidak menyadari keberadaan seseorang di belakang nya, namun saat itu menyerang hendak menusukan benda tajam itu ke tubuh Jackson, Jackson langsung mengelak dan menendang tubuh pria itu hingga terpentalke tembok.


" Siapa kau?"


" Tidak peduli siapa aku, tugasku hanya satu yaitu menghabisi mu," Pria itu berlari dan berteriak kearah Jackson. Jackson memeagang pisau tajam itu menggunakan tangannya sehingga tangannya terluka, pria itu terus menekankan pisaunya untuk melukai Jackson tapi Jackson masih bisa menahan pisau itu walaupun tangannya sudah berlumuran darah.


" Saya tidak tau apa masalah mu. Tapi saya akan tau sebentar lagi," ucap Jackson.


Jackson menarik pisau itu dan membuangnya sebrang arah, dengan sekali pukulan pria itu ambeuk ke lantai. Bukan hanya pukulan saja, Jackson menghajar pria itu hingga habis tidak memberikan pria itu kesempatan untuk melawan. Tak lama pintu terbuka menampilkan Felix dan beberapa anak buah Jackson lainnya, terlihat dari wajahnya Felix terlihat sangat hawatir akan keadaan Tuannya. Saat Felix dan lainnya datang mereka sudah melihat pria itu sudah lemas tak berdaya dengan banyaknya darah yang berceceran di lantai.


" Tuan nggak papa?" tanya Felix khawatir


Jackson tidak menjawab, ia mendekati pria itu dan berjongkok di depan nya. " Katakan siapa yang menyuruhmu membunuhku?"


" aku tidak akan pernah memberitahumu, aku lebih baik mati dari pada harus mengatakan nya kepadamu, " sarkasnya


" Oh benarkah jadi kau lebih memilih mati? Baiklah aku akan mengabulkan permintaan mu itu, tapi cara ku membunuh orang sangat berbeda. Apa kamu yakin tidak mau mengatakan nya hm? " ucap Jackson memberi kesempatan untuk pri itu berkata jujur. Tapi, pria itu malah diam membuat Jackson kehabisan kesabaran dan menyuruh Felix membawa Pria itu ke tempat penyiksaan.


" Arghh hentikan...!" teriak pria itu kesakitan


" Kamu yakin tidak mau memberitahu saya? Kamu lebih memilih mati dari pada hidup? Tapi sayangnya semua kematian itu tidak menyenangkan. Kematian itu sangat lah menyakitkan, saya akan memberitahumu detik-detik kematianmu sehingga kamu tidak akan pernah berbicara mudah soal kematian," ucap Jackson membuat pria itu ketakutan.


Jackson menyuruh anak buahnya untuk sedikit meyayat kulit pria itu membuat pria itu berteriak kesakitan. Namun, pria itu sangatlah sulit untuk mengatakan nya walaupun dapat Jackson lihat pria itu sudah tidak tahan.


" Tuan sepertinya sangat sulit membuat dia berbicara,"


" Kamu bisa mencari informasi tentang dia?"

__ADS_1


" Dia seorang warga biasa yang mereka jadikan senapan untuk menyerangmu. Karna bagi mereka rakyat biasa seperti dia mati atau tidak pun dia tidak berharga bagi mereka, karna itu dia mengirim pria itu ke sini," tutur Felix. Felix memang tidak bisa membaca pikiran orang lain namun Felix memiliki kecerdasan yaitu bisa mencari informasi apapun dengan kecerdasan yang ia miliki


Jackson melihat dengan seksama pria di depannya. Pria tua lugu dan polos itu apa mungkin membunuh seseorang kalau bukan karna tujuannya? Tiba-tiba netra Jackson jatuh pada sebuah benda kecil yang berkelip di balik kaosnya, Jackson mendekati pria itu dan mengambil alat perekam. Jackson tersenyum dan mematikan rekaman itu dan menatap pria itu, kini sekarang Jackson tau apa yang membuat pria itu sulit mengatakan apapun. Sedangkan di sebrang sana pria misterius itu berdecak kesal dan marah karna rencananya gagal.


" Apa ini yang kamu takutkan?" tanya Jackson yang di angguki pria itu.


" Saya sudah mematikan rekaman ini, semua yang kamu lakukan dan ucapkan dia tidak akan pernah tau. Jadi sekarang katakan apa yang membuatmu kemari dan berniat menghabisiku?" tanya Jackson lagi


" M_maafkan saya tuan... saya hanyalah seorang suami dan ayah yang tidak bisa apa-apa. Saya terpaksa melakukan ini agar istri dan anak saya baik-baik saja, mereka mengancam saya untuk membunuh tuan. S_saya benar-benar minta maaf, saya mohon lepaskan saya," tangisnya pecah di depan Jackson.


" Kau memang pria bodoh, jika kamu di ancam sebaiknya pergi ke kantor polisi bukan malah membunuh orang yang sama sekali belum pernah kamu lakukan," tandas Felix kesal dengan pria di depannya.


" Maafkan saya, saya menyesal tolong lepaskan saya. Saya janji saya tidak akan pernah menganggu kalian lagi,"


" Beritahu saya siapa yang menyuruh mu? " tanya Jackson serius. Pria itu terdiam ada rasa takut di dalam hatinya


" Katakan atau saya hilangkan tanganmu,"


" Leon Russell. D_dia yang menyuruh saya melakukan ini," ucap pria itu ketakutan


" Leon..?" Jackson terkejut mendengar nama itu, bagaimana tidak Leon adalah sahabat lamanya yang sejak dulu selalu membantunya memecahkan masalah dan sekarang tiba-tiba ada seorang pria datang ingin membunuhnya dan itu karna suruhan sahabatnya sendiri. Jackson masih tidak percaya dengan apa yang pria itu katakan, Jackson bergegas pergi namun langkahnya terhenti saat pria itu terus berteriak memohon kepada Jackson.


" Tuan tolong saya, setelah mereka tau bahwa kau menemukan rekaman itu. Mereka pasti datang ke rumah saya dan menyakiti anak dan istri saya, saya mohon bantu saya mereka tidak tau apa-apa tentang ini," ucap Pria itu terus memohon.


Jackson terdiam sejenak dan bergegas pergi meninggalkan pria itu yang terus memohon. Suaranya yang berisik membuat semua kesal, anak buah Jackson langsung memukul perut pria itu hingga tidak bisa berbicara apa-apa lagi.


...**Next Part\=>...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian.


Like, Komen, Follow and Vote makasih**:)


__ADS_2