Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.

Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.
BAB : 46 Wanita Bodoh!


__ADS_3

Bimo keluar pergi meninggalkan ku berdua bersamanya. Aku hanya diam menunduk tak berani melihat ke arahnya, sedangkan Jackson dia terus saja memerhatikan ku.


" Aku lapar!"


Dua kata yang keluar dari mulut nya sontak Ara mendongak mendongak nya.


" Apa?"


" Apa kamu tidak dengar? Aku bilang aku lapar," Ulangnya.


Ara mengangguk dan langsung mengambil sebuah mangkuk kecil berisi bubur  di atas nakas yang sudah di siapkan oleh perawat. Ara menyuapi Jackson dengan teliti.


" Bukannya tadi kamu ingin menghukumku?" Tanya ku hati-hati tak berani menatap nya.


" Jadi kamu ingin di hukum?"


" Aniyo! Aku hanya bingung tadi kamu suruh Bimo keluar karna kamu ingin menghukumku, tapi sekarang kamu tidak melakukannya,"


" Aku rasa tanganku masih sakit. Karna itu aku menyuruhnya keluar agar dia tidak melihat saat kamu menyuapiku," jawabnya dingin


" Ouh gitu. Huh aku hampir saja bertanya-tanya kesalahan apa yang sudah aku lakukan sekarang?" Gumam Ara yang mendapat senyuman kecil dari Jackson.


" Tuan ee maksud ku Jackson kenapa kamu melakukan penyelidikan seorang diri? Itu sangat berbahaya untuk mu. Untung saja ayah bisa menemukan mu kalau tidak ntah apa yang terjadi kepada mu saat itu,"


Jackson hanya diam mendengarkan semua ucapan Ara. Jackson hanya memikirkan tentang siapa orang itu? Dan kenapa ia ingin sekali membunuhnya, dia sudah membunuh ayahnya lalu apa lagi yang ia inginkan?


Ara yang melihat Jackson hanya diam, mencoba mengalihkan pembicaraan agar Jackson tidak mengingat-ngingat kejadian tadi. " Emm apa kamu baik-baik saja?" Tanya ku


Jackson mengangguk sebagai jawabannya.


Ara menyuapi Jackson lagi, namun Jackson malah menghentikan nya " Aku sudah kenyang."


" Tapi kamu baru makan sedikit,"


" Tidak! Sebaiknya kamu makan. Bimo sudah bawakan makanan untuk mu, lebih baik kamu makan jangan sampai kamu sakit dan merepotkan ku seperti kemarin," Ucapnya


" Aku tidak akan sakit!"


Jackson memalingkan wajahnya ke arah lain. Bibir Ara mengerucut dan langsung membawa makanan itu ke sofa dan memakannya.


Jackson terus memerhatikan Ara yang sedang melahap makanan itu.


Ceklek


Pintu terbuka lebar berhasil mengalihkan perhatian nya ke arah pintu.


" Astaga pak Jackson apa yang sudah terjadi?" Sonya berteriak dan langsung menghampiri Jackson di sana.


Ara yang melihat itu hanya menatap sinis ke arah Sonya 'mau ngapain dia?'


" Kenapa kamu ada disini?" Tanya Jackson yang tidak suka dengan keberadaan Sonya.


" Aku khawatir sama kamu. Kenapa kamu tidak mengabari ku kalau kamu masuk rumah sakit? Jahat sekali kamu membiarkan orang kantor yang memberitahu kan keadaan kamu kepada ku,"


" Nye_nye_nye," ledekan Ara terdengar jelas di telinga mereka berdua.


Sonya hanya menatap sinis menangapi ledekan Ara, sedangkan Jackson _Jackson hanya tersenyum kecil tanpa sepengetahuan 2 wanita itu.


" Pak Jackson apa kamu baik-baik saja? Ouh apa ini yang tertembak?"


" Ashhhh kenapa kamu memegang nya?" Ringis Jackson saat Sonya menekan luka bekas tembakan/ operasi di punggung nya.


" Ouh ommo maaf pak aku tidak tau. Astaga siapa yang sudah melakukan hal ini kepadamu?" Racaunya


" Jangan berlebihan! Dan kenapa kamu bertanya seakan kekasih ku? Bahkan kekasih ku saja tidak seperhatian ini," Sindir Jackson membuat Ara tersedak karna terkejut mendengar ucapan Jackson.


Jackson yang menyadari nya hanya menahan kekehannya, dan terlintas di pikirannya untuk membuat Ara cemburu.


" Ouhhh benarkah? Hah Sudah aku bilang dia tidak benar-benar mencintaimu, dia hanya menginginkan harta mu saja. Dan lihatlah dia (melirik Ara) dia sedang sibuk mengisi perutnya yang kosong dia tidak peduli jika kekasihnya sedang sakit seperti ini," Sindir Sonya terang-terangan


Ara bangkit dari duduknya dan dengan langkah kesal Ara menghampiri Sonya.


" Maaf Sonya sepertinya disini bukan pekerjaan mu. Jika kamu ingin menjenguk atasanmu sebaiknya kamu bersikap sopan disini," Tandas Ara


" Benar aku disini ingin menjenguk nya. Dan lihatlah penampilan mu apa kamu bersikap sopan kepada orang yang derajatnya lebih tinggi dari mu?"


" Apa? Siapa yang kamu maksud? Aku? Hah kamu lupa drajatku lebih tinggi disini. Karna sekarang dia adalah tunangan ku itu berarti semua pekerjaan nya itu sama saja milikku," Jelas Ara


" Haish kamu lihat itu Jackson? Bahkan dia bangga dengan apa yang ia miliki sekarang, karna apa di pikir setelah menjadi tunangan mu dia berhak mengatur tentang semua pekerjaan mu di kantor?"


" Dia tidak salah itu semua benar. Pekerjaan saya adalah pekerjaan nya juga, jika saya sakit dia yang akan mengganti kan saya," Jawab Jackson


Ara puas dengan jawaban Jackson sedangkan Sonya_Sonya hanya menatap Ara sinis.


" Sayang kata dokter ini waktunya minum obat. Jadi kamu harus minum obat," Ujar Ara mengambil obat yang sudah di siapkan perawat di atas nakas.


Dan tiba-tiba Ara terkejut saat tiba-tiba Sonya merampas obat yang di pegang Ara kasar.


" Apa yang kamu lakukan?"


" Memberi Jackson obat," jawab Sonya tidak tau malu.


" Itu tugas ku. Kembalikan!" Pinta Ara


" Tidak aku yang akan memberikan nya,"


" Pak ayok buka mulutnya ini waktunya minum obat," Ucapnya mengikuti kata Ara.


" Haish apa kamu tidak punya rasa malu?" Gubris Ara yang geram dengan perilaku Sonya yang tidak sopan.


Sonya membuang nafas lelah dan beralih menatap Ara. " Apa yang kamu pikirkan Ara? Aku hanya melakukan tugasku sebagai sekretaris nya, pak Jackson membutuhkanku."


" Disini aku kekasihnya jadi disini yang paling berhak adalah aku!" Tegasku


Jackson hanya membuang nafas panjang melihat dan mendengar pertengkaran dua wanita itu.


" Ahhsss kepalaku! Kenapa harus sekarang?" Batin Ara kesakitan saat tiba-tiba rasa sakit itu menyerang nya lagi


" Minggir!"


" Tidak biar aku yang melakukannya,"


" Saya bilang minggir!"


" Ahhkk,"


Teriak Ara saat kala Sonya mendorong nya kasar. Jackson terkejut dan refleks bangkit dari tidurnya.


" Ara," lirih Jackson


Kedua tangan Jackson meremas selimut erat, aliran panas dari tubuhnya dan wajahnya yang memerah saat melihat Calvin memeluk Ara di depannya.


PoV Ara


Aku terkejut saat tiba-tiba Sonya mendorong ku kasar dan untung saja tiba-tiba Calvin datang dan menahan tubuhku sehingga tubuhku tidak jatuh ke lantai dingin itu.


Tatapan kami bertemu namun hanya beberapa detik saja saat tiba-tiba Calvin membalikan tubuhku dan langsung memelukku erat.

__ADS_1


Sontak hal itu membuat ku, Jackson dan Sonya terkejut dengan dengan apa yang di lakukan Calvin.


" Apa yang kamu lakukan?" Desusku


" Maafkan aku tapi hidungmu berdarah," jawabnya


" Apa?"


" Sebaiknya kamu cepat-cepat pergi sebelum Jackson mengetahui nya," Ujarnya


" Makasih," Setelah mengucapkan hal itu cepat-cepat Ara pergi keluar tanpa memperdulikan Jackson.


Jackson yang marah di tambah dengan apa yang ia lihat semakin membuat pria berdarah dingin itu semakin marah mungkin bercampur cemburu.


" Tuan apa kamu baik-baik saja?" Tanya Calvin baik-baik


" Pergi!"


" Saya kesini hanya ingin menjenguk saudari jauhku, tapi sepertinya kehadiran ku membuat mu terusik. Baiklah semoga kamu lekas sembuh dan minum obatmu itu agar keadaan mu cepat membaik," Ujar Calvin


" Berhenti berbicara omong kosong! Bukannya ini yang kamu mau? Ouh apa jangan-jangan kamu sudah memberikan racun ke dalam obat itu?"


Sonya terkejut dengan ucapan Jackson di depannya.


" Kenapa kamu bisa berpikiran seperti itu?"


" Karna itu adalah motif anda!" Tandas Jackson


" Sepertinya diluar ada pasien yang benar-benar membutuhkan bantuan ku di bandingkan dengan pasien yang berada di kamar VVIP ini," Calvin melangkah kan kakinya pergi meninggalkan mereka berdua.


Kedua tangan Jackson mengepal menahan amarah dan emosi yang ada di dalam dirinya " Arghhhhhhhh!"


Prankkk


Sonya terkejut dengan apa yang Jackson lakukan. Jackson melempar gelas berisi air itu ke tembok membuat pecahan gelas itu berserakan dimana-mana.


" Tuan ada apa?" Tanya Bimo yang baru datang tidak tau apa-apa.


" Ini semua karna Ara. Dia yang sudah membuat Jackson seperti ini," Tuduhnya


" Tuan_"


" Keluarkan dia!"


" Apa? Aku?" Sonya terkejut saat tiba-tiba Jackson menyuruh nya keluar


" Baik tuan,"


" Tunggu! Apa-apa ini Jackson? Apa kesalahanku?" Tanya Sonya tak terima


" SAYA BILANG KELUAR KAN DIA BIMO! APA KAMU TIDAK DENGAR?" TERIAK JACKSON MEMBUAT SONYA TERDIAM KAKU.


" Baik tuan," Bimo menyeset Sonya kasar keluar ruangan VVIP itu.


.......


" Ahhh ya ampun kenapa darahnya tidak mau berhenti?" Gumam Ara terus mendongak kan kepalanya ke atas mencoba menghentikan darah itu keluar.


Setelah keluar dari ruang perawatan Jackson, Calvin langsung berlari mencari keberadaan Ara karna khawatir dengan kondisi Ara. Kini tujuannya yaitu toilet wanita.


Calvin celingak-celinguk untuk melihat kondisi sekitar agar tidak ada yang tau kalau dirinya masuk ke dalam toilet wanita, kalau sampe orang iltau bisa berabe nanti.


Tok_tok_tokk


" Siapa?" Tanya Ara dari dalam


" Ini saya Calvin," jawab Calvin dari luar


" Astaga Calvin kamu sedang apa disini? Nanti kalau ada orang yang lihat gimana?"


" Suttthh makanya jangan berisik! Ayok ikut saya," Titahnya menarik tangan Ara


" Ehk mau kemana?"


" Ke tempat yang lebih aman," Calvin menarik Ara keluar dan menuntun Ara ke sebuah tempat yang sepi dan menundukkan Ara di kursi panjang itu.


" Tunggu disini!" Titahnya


Calvin pergi meninggalkan ku sendiri dan kembali dengan sebuah kotak P3K di tangannya.


" Dongakkan kepalanya," suruhnya


Ara menuruti perintah Calvin.


Calvin mencoba menghentikan darah yang terus keluar di hidung Ara." Makasih," satu kata yang keluar dari mulut Ara


" Berhenti mengatakan makasih kepada ku. Aku hanya melakukan tugasku sebagai seorang dokter," Gubris nya


" Apa terasa pusing?" Tanyanya


Ara mengangguk menangapi pertanyaan Calvin.


" Apa kamu selalu meminum obat yang sudah saya berikan tepat waktu?" Tanyanya


" Emm sebenarnya aku tidak suka minum obat," cicitku


" Apa? Haish jadi kamu tidak meminumnya?"


Ara menggeleng sebagai jawaban.


" Haish kalau kamu tidak meminumnya bagaimana caranya agar kamu bisa sembuh?" Terlihat nada Calvin kesal+marah


" Kamu tau obat itu tidak enak dan pa_"


" Lalu? Saya peduli?" Seloroh Calvin


" Haish kamu menyiksa ku!" Umpat Ara


" Hey aku bukan menyiksa mu melainkan aku menyembuhkanmu," Gubris nya kesal


" Iya_iya nanti aku minum,"


" Kalau saja nanti aku lihat kamu tidak meminumnya. Akan ku beri hukuman kepadamu," Ancamnya


" Orang-orang dingin seperti kalian bisanya mengancam dengan hukuman," Gumam Ara


" Apa?"


" Aniyo. Apa darahnya sudah berhenti?" Tanya Ara mengalihkan pembicaraan


Calvin menganggukan kepalanya.


" Kalau begitu aku pergi dulu, Jackson pasti menungguku dan dia pasti marah karna aku pergi tiba-tiba dan tanpa berbicara kepadanya terlebih dahulu," Gumam Ara


" Pergilah!"


Ara mengucapkan terimakasih dan melangkah kakinya pergi meninggalkan Calvin yang masih setia menatap kepergian dirinya.

__ADS_1


......


Ceklek!


" Astaga ada apa ini? Kenapa banyak pecahan gelas disini?"  Ara yang baru datang bingung dengan keadaan ruangan VVIP yang sudah berantakan dengan pecahan gelas dimana-mana.


" Jackson maaf karna tadi aku tidak sempat berbicara terlebih dahulu kepada mu kalau aku mau keluar. Aku_"


" Bimo suruh dia bersihkan jangan sampai kakiku terluka karna menginjak pecahan itu," titah Jackson dengan kedua matanya yang tertutup tanpa mendengar kan penjelasan Ara.


" Tapi tuan_"


" Tidak ada hal yang perlu di pertanyakan lagi!" Tegasnya memotong ucapan Bimo.


Ara yang dengar titah Jackson langsung mengambil tempat sampah kecil dan sapu untuk membersihkan pecahan gelas itu. Ara tau jika saat ini Jackson sedang marah kepadanya, tapi Ara tidak pernah berpikir jika Jackson tidak mau mendengar penjelasannya sedikitpun.


Bimo yang tak tega melihat Ara. Hanya bisa pasrah menuruti perintah tuannya.


" Ahhhss,"


Sebuah rintihan kecil membuat sang pemilik mata itu terbuka. Namun, hal itu tidak membuat pria itu bangkit dari kasurnya itu.


" Ara kenapa kamu tidak hati-hati?" Bimo menghampiri Ara saat Ara merintih kesakitan karna tangannya yang tergores oleh pecahan gelas itu.


" Lukamu harus di obati. Sebaliknya kamu tinggalkan itu biar aku yang melanjutkan nya," Ujar Bimo


Ara mengangguk pelan dan bangkit berniat pergi keluar. Tapi, tiba-tiba Jackson menghentikan langkahnya dengan suara yang membuat nya sedikit sakit.


" Apa kamu tidak dengar perkataan ku? Saya bilang biar dia yang membersihkan semua itu," Bentak Jackson


" Maaf tuan. Tapi Ara terluka,"


" Lalu apa saya perduli?"


Air mata yang tidak bisa ia bendung akhirnya lolos begitu saja saat mendengar ucapan Jackson yang membuat dirinya sedikit sakit.


Dengan cepat Ara menghapus air mata itu dengan tangannya kasar. " Bimo biar aku saja."


" Tapi Ara_"


" Kamu tidak dengar apa perintah tuanmu itu?"


" Aku tidak papa. Lagian ini hanya luka kecil, aku tidak selemah itu," Lanjut Ara dan langsung membersihkan lantai itu.


Jackson hanya menutup kedua matanya erat-erat. Bimo yang melihat itu hanya diam, ntah apa yang ada di dalam tuannya itu. Kenapa sikapnya seperti ini? Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa tuan sangat marah kepada Ara, tidak mungkin hanya karna Ara keluar tuan bisa semarah ini. Begitulah isi yang ada di pikiran Bimo tentang tuannya.


Beberapa jam telah berlalu kedua insan itu hanya diam tak ada tanda satu orang pun yang ingin membuka suara.


Netra Ara terfokus ke sosok pria di atas kasur sana, terlihat Jackson tidak nyaman dengan tidurnya, tanpa ragu-ragu Ara mendekati Jackson dan bertanya.


" Apa kamu membutuhkan sesuatu?"


Satu pertanyaan dari Ara namun tidak dijawab oleh sang empu.


Terlihat dengan jelas wajah Jackson yang pucat karna menahan rasa sakit dari punggung nya. Karna pasca operasi Jackson belum sempat meminum obat yang sudah di sarankan dokter.


Ara mengambil obat dan minum itu dan menyodorkan nya ke Jackson " Minumlah sejak tadi kamu belum minum obat. Setelah meminum obat ini mungkin rasa sakit di punggung mu akan berkurang." Ujar Ara yang tidak mendapat respon sedikitpun.


Ara yang kehabisan akal meladeni orang keras kepala seperti dia tanpa pikir panjang Ara langsung memasukkan obat itu paksa ke dalam mulut Jackson. Sontak hal itu membuat Jackson terkejut.


" Maaf karna kalau tidak seperti ini kamu tidak akan meminum obat ini," Ucap Ara yang mengerti dengan tatapan Jackson


" Ini minumnya," Ara menyodorkan segelas air putih kepadanya


" Jika kamu sedang marah kepadaku jangan melampiaskan semua kemarahan mu itu kepada dirimu sendiri ataupun orang lain. Jika kemarahan mu hanya bisa reda kalau aku tersakiti, maka aku bersedia untuk tersakiti asalkan kamu tidak,"


" Cih wanita bodoh!" Umpatnya yang masih terdengar jelas di telinga Ara


Jackson mencoba melepas kemeja putih nya itu. Ara yang melihat Jackson kesulitan dengan sigap membantu Jackson melepas kemeja nya itu.


" Tidak usah saya bisa sendiri!"


" Bahkan tubuhmu saja tidak bisa membohongi dirinya sendiri  kalau dia sedang kesulitan,"


" Tau apa kamu tentang tubuhku?"


Ara menatap Jackson dalam " Mulut kamu memang berbicara tapi tubuhmu tidak!"


Ucapan Ara berhasil membuat Jackson kikuk berhenti berbicara. Ara membantu Jackson menganti pakaiannya, walaupun ada kesulitan saat melakukan nya karna luka yang masih di bilang basah.


" Luka mu masih basah. Sebaiknya kamu jangan terlalu banyak beraktivitas," ujar Ara


" Kenapa kamu masih ada disini?"


" Apa maksudmu? Aku disini untuk menemanimu,"


" Tapi saya tidak butuh kehadiran mu," jawab Jackson dingin


" Aku tidak peduli. Memang itu yang sering kamu ucapkan bukan? Kamu sering mengeluarkan semua egomu itu untuk menutupi jika kamu membutuhkan bantuan," Sarkas Ara


" Huhh sudah saya bilang kamu pulang! Disini ada Bimo biar dia yang mengurusku," Gubris Jackson


" Haih Bimo? Cih bilang aja kamu ingin berduaan dengan pacarmu itu kan?"


" Apa pacar? Siapa yang kamu maksud itu?"


" Huh siapa lagi kalau bukan sekretaris seksi mu itu," Tandas Ara menatap jengkel Jackson.


" Sonya?"


Ara memalingkan wajah ke arah lain.


" Wait! Jangan bilang kamu cemburu kepadanya?"


" Lalu kenapa? Lagian kamu sudah tau tentang perasaan ku bukan? Tapi kamu sengaja membuat ku sakit dengan cara seperti tadi,"


" Hah perasaan apa maksudnya? Jelas-jelas kalian sudah berhubungan, dan saya lihat kalian sudah lama kenal hingga bermesraan dan berpelukan di hadapan orang. Cih tidak tau rasa malu," Ucapnya memalingkan muka ke arah lain.


" Siapa yang kamu maksud? Aku?"


Jackson tidak menggubris ucapan Ara.


" Tunggu apa karna kejadian tadi sikap kamu berubah kepada ku? Apa kamu cemburu melihat Calvin memeluk ku tadi? Benarkah begitu?" Tanya Ara sumringah berharap Jackson mengatakan iya.


Namun, bukan Jackson namanya kalau ia berkata jujur tentang perasaan nya.


" Tidak! Bahkan saya tidak peduli jika kamu mau berpelukan bahkan bergandengan tangan dengan siapapun," jawab Jackson 


" Mm benarkah? Haish kamu sangat imut jika sedang tertangkap basah seperti ini," Kekehan kecil Ara dengan tangan yang menangkap wajah Jackson gemas.


Jackson hanya diam dengan wajah terkejut karna sikap dan perilaku Ara yang gemas kepadanya.


JANGAN LUPA UNTUK TINGGALKAN JEJAK!!!


...VOTE...


...KOMEN...

__ADS_1


...AND FOLLOW!!!...


...SEE YOU NEXT TIME EVERYONE:)...


__ADS_2