Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.

Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.
Bab : 27 CLUB


__ADS_3

...HAPPY READING...


FOLLOW DULU SEBELUM BACA:)


...*...


Tap_tap_tap


Suara langkah kaki yang turun dari tangga.


Ara yang sibuk membersihkan meja, refleks melihat ke arah tangga.


" Kamu mau kemana?" Tanyaku


" Kunci pintu! Jangan keluar sebelum ada izin dari saya," Ucapnya tanpa menjawab pertanyaan ku.


Jackson pergi tanpa memperdulikan Ara yang ada di sana.


" Ada apa dengannya?" Batinku


*


Ara melanjutkan membereskan rumah. Rumah ini sangat besar dan mewah, bahkan jujur Ara tak sanggup kalau membereskan rumah ini sendirian.


Kini tugas Ara tinggal membersihkan dua ruangan lagi.


Jackson memberi tahu kalau ruangan ini adalah Kamar Chandra sedangkan di pojok sana adalah Kamar Orang tuanya dulu.


" Dimana Jack menyimpan kuncinya?" Gumamku Melingak-linguk mencari kunci.


Tak lama Ara menemukan kunci di nakas. Dengan, cepat Ara membuka pintu itu.


Ceklek.


Saat ku buka pintu. Aku tidak bisa melihat apa-apa, semuanya gelap gulita. Aku meraba-raba untuk mencari dimana tombol lampu itu.


Tak lama, aku menemukan nya dan dengan cepat ku tekan tombol itu.


Hal yang pertama aku lihat adalah bingkai Chandra yang tidak ada senyum yang terukir dari bibirnya.


" Kamar ini rapih. Tidak ada yang harus aku bersihkan," Gumam


Aku berniat pergi dari kamar itu, namun tiba-tiba perkataan Ferdy kemarin tentang Chandra membuat Ara penasaran.


" Apa benar Chandra dan Jordan yang sudah membunuh ibuku dan melecehkan ibuku? Aku harus cari tau. Aku harus membuktikan nya agar Jackson mau melepaskan ayah dan aku," Gumam


Ara langsung mencari benda yang bisa ia jadikan sebagai bukti kalau memang benar mereka yang sudah membunuh ibuku.


"


Disini tidak ada barang yang mencurigakan, tapi ayah bersikeras kalau memang mereka pelakunya,"


" Ntah apa yang harus aku lakukan? Aku kehilangan ibuku dan perhatian ayah kepadaku. Tapi, disisilain aku juga kasian ke Jackson, Karna kedua orang tua nya sudah tidak ada,"


" Arghh apa yang harus aku lakukan? Tuhan. Bantu aku untuk membuktikan semua ini," Gumamku


Ku langkahkan kaki ku keluar kamar. Namun, belum sempat beberapa langkah, langkah ku terhenti saat netra mataku menangkap sebuah rak buku yang jaraknya tidak terlalu jauh dari ku. Ku dekati rak buku itu, tak ada hal yang mencurigakan. Tapi, ntah kenapa aku penasaran dengan rak buku ini.


Saat sedang melihat-lihat buku, aku menemukan sebuah tombol.


" Tombol apa ini?" Gumam


Aku yang penasaran menekan tombol itu.


Setelah menekan tombol itu aku terkejut bukan main saat tiba-tiba sebuah rak buku itu terbuka otomatis.


" Ruangan apa ini?"


Ku langkahkan kaki ku ke dalam ruangan itu. Lagi-lagi aku terkejut dan takut saat tiba-tiba rak buku itu tertutup dengan sempurna.


" Pintunya kok tertutup? Tolong_tolong ada orang di luar?" Teriakku ketakutan


" Astaga bagaimana caranya aku keluar?" Gumam


Aku berbalik melihat sekeliling.


Jantungku berdebar tak normal, rasanya aku ingin lari. Berada di tempat gelap seperti ini, membuatku semakin takut.


" Kenapa ruangan ini sangat gelap?" Kalangkah kan kakiku pelan untuk mencari sebuah senter.


Kuraba-raba semua benda yang aku pegang. Tak lama aku menemukan sebuah senter, dengan cepat ku nyalakan senter itu.


' Huhhh aku bernafas lega Karna disini ada sedikit cahaya senter.


" Seperti nya ini ruang kerja Chandra. Aku harus mencari informasi di sini siapa tau Chandra menyimpan barang disini!" Gumam


Ku geledah semua ruangan ini telaten.


" Ahhhhhh!" Teriakku ketakutan saat mendapat sebuah tengkorak orang di dalam koper.


"Tempat apa ini? Kenapa banyak tengkorak orang di sini? Apa jangan-jangan Chandra_" Aku tak berani melanjutkan ucapanku.


Aku bangkit dan bergegas mencari cara agar bisa keluar dari tempat ini.


Netra Ara menangkap sebuah peti berukuran kecil di pojok sana. Ara mengambil peti itu dan menaruhnya di atas meja.


Ara meniup peti itu Karna terlalu banyak debu, mungkin Karna sudah terlalu lama.


Saat Ara ingin membuka peti itu. Sayang nya peti itu di gembok, membuat Ara berpikir lagi gimana cara membuka gembok ini.


Dengan sekali berpikir Ara langsung mengambil jepit yang ia pakai untuk membuka gembok itu.


Tak berselang lama, gembok itu terbuka. Dan dengan cepat Ara membuka peti itu hati-hati.


Krekkk

__ADS_1


Suara peti itu di buka.


" Apa ini?" Ara mengambil benda itu.


" Pisau?"


" Pistol?"


" Baju hitam?"


' Kenapa Chandra mempetikan barang-barang ini? Apa Karna takut kalau perbuatan nya di ketahui oleh petugas polisi?'


Netraku jatuh ke suatu benda di dalam peti itu.


Ku ambil benda itu. " Topeng?"


" Kenapa Chandra menyimpan topeng seperti ini?" Batin


Ku balikan topeng itu. Untuk melihat gambar topeng yang ku pegang saat ini.


"Gambar siapa ini?" Aku mengerutkan dahi setelah melihat gambar orang di topeng itu.


" Tapi aku baru lihat topeng seperti ini! Bahannya tipis_"


Tintong_tintong


" Astaga! Jackson sudah pulang. Aku harus cepat-cepat keluar dari sini,"


Ara bergegas membereskan peti itu dan menyimpan nya kembali dengan tergesa-gesa. Ara mencari tombol seperti yang ia temukan tadi.


Tintong_tintong_tintong


" Astaga! Mana sih tombolnya," Ara terus mencari dan pada akhirnya ketemu.


Dengan tergesa-gesa Ara berlari keluar kamar dan mengunci pintu itu lagi.


*


" Iyah sebentar!" Teriak Ara dan membuka kan pintu.


Ceklek!


Orang yang pertama kali aku lihat adalah orang asing yang tidak aku kenal.


" Maaf siapa yah?" Tanyaku


" Dia anak saya!" Jawab seseorang yang baru datang. Yang tak lain adalah Chandra.


" Om!"


" Jackson dimana? Anak saya ingin bertemu dengan nya," Tanya Chandra


"Dia sedang keluar! Masuklah biar saya buatin minuman untuk kalian," Ucapku berlalu pergi ke dapur.


" Pah dia wanita yang papah cerita kan?" Tanya Catran.


" Hum tak ku sangka. Ternyata dia sangat cantik," Ucap Catran


" Kenapa? Kamu menyukai nya?" Tanya Chandra


" Tentu saja. Mana ada orang yang tidak menyukai gadis secantik dia," Ucapnya di akhiri dengan senyuman smrik.


*


Dapur~


Terlihat Ara sedang sibuk membuat minuman untuk Chandra dan Catran.


Di saat sedang sibuk dengan minuman, tiba-tiba Ara merasakan sebuah tangan kekar melingkar di perut ratanya. Ara terkejut sontak Ara berbalik dan menampar orang itu.


Plakkk


Satu tamparan mendarat di pipi Catran.


" Kamu?" Ara terkejut saat mendapati Catran di depannya.


" Aishh kenapa kamu menamparku?Apa salahku?" Tanyanya tanpa rasa malu sedikit pun.


" Apa kamu bilang? Apa salah kamu? Apa yang tadi kamu lakukan itu salah. Aku tidak kenal kamu, dan berani-beraninya kamu memeluk ku seperti tadi," Sarkasku


" Hah_ Jadi Karna itu kamu menamparku? Astaga! Kamu ini sangat imut," Ucapnya dengan tangan yang mencolek daguku.


Dengan cepat aku Mengepis tangannya.


" Kamu jangan macem-macem yah?" Ancamku


" Kenapa kalau aku macem-macem hm? Apa ada orang yang marah?" Catran mendekat hingga tubuhku mentok.


Ku dorong tubuhnya kasar hingga jarak kami agak jauh.


" Tentu saja ada yang marah. Karna saya sudah punya tu_" Ucapanku terhenti saat ingin menyebutkan kalau aku sudah mempunyai tunangan yang tak lain Jackson.


Tapi, aku ingat. Kalau aku dan Jackson hanya tunangan di dalam kontrak bukan ikatan.


" Apa? Tunangan?" Ku tatap wajahnya itu saat dia tau tentang Apa yang ingin aku katakan.


" Hah (membuang muka) Ayolah! Tinggalkan dia dan pergi bersamaku. Aku akan memberikan mu lebih dari apa yang Jackson berikan kepadamu, kamu ingin uang?"


Aku mendongak menatapnya bingung dengan apa yang dia katakan.


" Berapa Jackson membayar kamu? Aku akan membayar kamu 2x lipat dari Jackson membayar kamu. Asalkan kamu mau jadi budak Sex saya,"


Plakkk!


Satu tamparan keras mendarat di pipi Catran lagi.

__ADS_1


" Kamu pikir aku apa hah?"


" Ingat satu hal aku bukan Jalang, Aku bukan wanita murahan seperti yang kamu katakan," Tekanku


Terlihat wajah Catran memerah menahan amarah.


Tangan Catran Mencengkeram tanganku erat.


" Berani sekali kamu menampar saya Jalang!" Teriaknya di depan wajahku.


" Stop memanggil ku dengan sebutan Jalang, Karna aku bukan Jalang," Aku Mengepis cengkeraman tangannya dari tanganku.


Aku pergi ke dalam kamar meninggalkan di sana. Ku tutup pintu kamar rapat-rapat.


Ntah kenapa di saat seperti ini aku malah memikirkan Jackson, Kalau saja Jackson ada disini mungkin Jackson akan membela aku.


" Ouh iya Jackson dimana?" Gumam


Ku langkahkan kaki ku menuju nakas. Aku mengambil ponsel dan mencari nama Sayang di layar ponsel.


Yak_ Saat itu Jackson membelikan ponsel baru untuk Ara karna ponsel Ara sudah rusak karna perbuatan Jackson sendiri. Nama Jackson di kontak Ara, semua itu Jackson sendiri yang menamainya menjadi 'Sayang❤'.


*


Drtt_drtt_drtt


Panggilan tersambung. Namun, tak ada tanda-tanda Jackson mengangkat nya.


" Jackson dimana yah?" (Khawatir)


Ara terus mencoba menghubungi Jackson. Tapi, Jackson tidak mengangkat nya.


Di sisilain~


Club~


" Ahh! Sudah lama aku tidak meminumnya," Ucap Jackson


" Ara_ara kenapa kamu selalu muncul di pikiran ku? Haha kamu sangat cantik dan baik. Tapi kenapa aku tidak bisa mencintaimu? Haha tidak_tidak aku mencintainya," Racau Jackson.


Jackson terus minum hingga beberapa botol.


Banyak wanita di club yang menggodanya tapi Jackson tidak tergoda sama sekali meskipun di bawah minuman itu.


" Itu kan Jackson? Dia ada disini? Hum ini kesempatan yang sangat bagus. Aku yakin dengan ini Jackson akan menjadi milikku," Ucap wanita itu yang tak lain Sonya.


Sonya mendekati Jackson yang sudah mabuk berat.


" Jackson? Kamu ada di sini?"


Jackson mendongak melihat Sonya.


" Sonya! Kenapa kamu ada disini? Seharusnya kamu di kantor. Banyak pekerjaan yang harus kamu kerjakan," Ucap Jackson.


" Ahk apa yang kamu katakan? Ini sudah malam mana mungkin aku masih kerja,"


" Ouh ya! Kau benar," Jackson terus meminum wine itu hingga 5 botol sudah habis tak tersisa.


Tanpa rasa malu Sonya duduk di pangkuan Jackson.


" Kenapa kamu duduk di pangkuan ku hm?" Tanya Jackson


" Eumm aku akan membantu apapun yang kamu inginkan," Sonya melonggarkan dasi dan membuka kancing baju atas Jackson. Tanpa ada tolakan dari Jackson sendiri.


" Astaga! Kamu sudah minum banyak,"


" Aku merindukan minuman ini. Sudah lama aku tidak meminumnya," Ucap Jackson di bawah kendali nya.


" Eumm Jackson aku_" Sonya perlahan mendekati wajah Jackson.


Hal yang di incar Sonya sekarang adalah bibir seksi Jackson.


" Ahhh tidak!" Jackson menutup mulut Sonya dengan tangannya.


Sontak membuat Sonya terkejut karna Jackson menolaknya.


" Saya ingin pulang. Ara sudah menunggu saya di rumah,"


" Minggir aku ingin pulang!" Racau Jackson


Jackson bangkit dari duduknya.


" Ahh biar aku antar kamu pulang yah!" Tawarnya


" Tidak! Saya bisa pulang sendiri.


Saya tidak mau Ara berpikir macam-macam tentang kita," Jackson berjalan dengan tergontai keluar Club.


" Brengsek! Apa secinta itu Jackson ke Ara. Sampai-sampai saat sedang mabuk berat seperti itu, Jack masih memikirkan gadis sialan itu," Umpat Sonya menatap kepergian Jackson.


...❤...


...*...


...Terimakasih:)...


...Jangan lupa tinggalkan jejak yah....


...Komen yang bawel di kolom komentar yah......


...Boleh krisar juga:)...


...Buat kakak- kakak cankep yang belum berteman dengan aku. Ayok mari kita berteman:)...


...👇...

__ADS_1


FOLLOW IG :@DwiMartiningsih0813


Wp : @DwiMartiningsih0813


__ADS_2