
Tepat pukul jam 12 malam, aku terbangun dari tidurku karna mendengar sebuah tembakan pistol yang mengema di seluruh sudut ruangan.
DOORRR!
Suara tembakan itu terus mengema di telinggaku ada rasa takut di dalam diriku namun ku beranikan lawan ketakutanku.
" Suara tembakan apa itu? Apa jangan-jangan Jackson mau mencoba bunuh seseorang di dalam rumahnya, atau jangan-jangan dia ingin mempersiapkan untuk membunuhku!." Gumamku.
Pikiranku saat ini kalut, aku tidak bisa berpikir fositif karna suara tembakan itu.
Ku beranikan semua keberanianku untuk melihat ke arah luar, ku langkahkan kakiku menuju pintu.
Namun, saat ingin membuka pintu kamar tiba-tiba ada seseorang yang masuk ke dalam kamar hal itu membuatku terkejut dan ada rasa takut.
Orang itu Jackson, jacskon masuk tergesa-gesa ke dalam kamar dan menutup pintu itu dan menguncinya namun hal yang membuatku lebih terkejut adalah saat melihat jackson mengengam sebuah pistol di tangannya.
" Pistol? A_apa yang ingin kamu lakukan? " Tanyaku ketakutan.
" K_kamu ingin bunuh a_"
" Shtttt!"
jackson memotong ucapanku.
" Kamu tetap disini! jangan keluar." Ujar jackson serak
" Kenapa? Ada apa? kenapa kamu bawa pistol" Tanyaku
" Di luar ada orang ntah siapa itu, dan sebaiknya kamu tetap di dalam kamar jangan keluar sebelum saya perintahkan mengerti." Ucapnya
" Ngak! Maksud kamu, kamu mau keluar iya? sedangkan kamu tau di luar ada orang asing?"
" Ara dengar aku! Kamu tetap di sini jangan keluar karna itu sangat berbahaya untuk kamù."
" Bahaya? kamu sudah tau itu bahaya lalu untuk apa kamu keluar? Ngak kamu jangan bertindak bodoh jackson sebaiknya kita telpon polisi." Ujarku
" Ara! tidak ada waktu untuk memanggil polisi, aku akan urus semua ini." Ucapnya dan beranjak pergi namun aku menahannya.
" Jack! kamu jangan gila, di luar itu berbahaya." cegahku
" Ara! kamu gak usah khawàtir aku akan baik-baik saja."
" Sebelum aku keluar aku akan mengunci semua akses di kamar ini." ucap jack sambil mengambil remot untuk mengucinya.
" Jack! Jangan keluar kamu gak tau di luar itu ada apa? sebaiknya kamu tetap disini dan aku akan panggil polisi." Ucapku mengambil gawai di atas nakas.
Aku mencari nomor polisi di gawaiku, tapi tiba-tiba jack megambil ponselku.
" ARA! SAYA BILANG JANGAN, KAMU TETAP DISINI DAN JANGAN MENCOBA KELUAR MENGERTI." TEKAN JACK.
Aku menganguki ucapannya, jackson melangkahkan kakinya keluar namun langkahnya terhenti saat aku memanggilnya.
" Jackson." Panggilku
Jackson yang di panggil ara refleks menoleh ke arah ara.
" Hati-hati!" Ucapku
Mendengar ucapanku jackson langsung pergi dengan cepat aku mengunci pintu itu dengan remot yang baru saja di berikan jackson kepadaku.
__ADS_1
*
PoV JAKSON
Setelah keluar dari kamar Ara, Jackson mengendap-endap turun ke bawah, Jackson bersembunyi di balik tembok.
Kini jackson dapat melihat dengan jelas pria asing yang mengunakan serba hitam dengan wajah yang tertutup kain.
" Hmmm kamu masuk ke dalam rumah yang benar! Ayok kita mulai bermain sekarang." Batin jack tersenyum smrik.
Jackson melangkahkan kakinya perlahan ke arah pria itu.
Kini jackson sudah tepat di belakang pria itu.
Pria itu mengetahui Jackson berada di belakangnya saat melihat sebuah cermin yang menampakan pantulan dirinya dengan jackson.
Tanpa aba-aba pria itu berbalik dan menyodongkan pisaunya ke arah jackson dan untung saja jackson mengelaknya sehingga pisau itu tidak mengenai tubuh jackson.
" Hmmm ternyata pintar juga kamu!" Ucap jackson tersenyum smrik
" Hahahh kau bodoh tentu saja saya pintar di banding kamu!" Sarkasnya percaya diri.
" Saya memang bodoh! sangking bodohnya saya anda bisa masuk ke dalam rumah saya." Ucap jackson.
" Hahah sebaiknya sekarang kamu renungkan tentang diri kamu sendiri, karna sebentar lagi kamu akan mati di tangan saya." Ujarnya
" Ouh! Benarkah? Hmmm Saya Suka Sama Percaya Diri Anda" Ucapjack santai
" Baiklah! saya akan merenungkan diri saya terlebih dahulu sebelum saya mati di tangan anda." ucap jack sambil menutup kedua matanya.
" Ck Dasar Bodoh." Umpat Pria itu
Jackson Membuka matanya dan dengan cepat menhan tangan pria itu dan.
DOORRRR!
Jackson mengarahkan pistolnya ke arah perut pria itu.
Jackson tidak bodoh seperti dia, jackson cerdik mana mungkin seorang jackson mengikuti ucapan pria di hadapannya tentang renungan!.
Hahhkk bukan jackson namannya kalau tidak bisa menaklukan musuhnya.
" Saya bodoh bukan? Sangking bodohnya saya bisa menaklukan kebodohan seseorang." Ucap jackson menatap pria di hadapannya yang kini sudah tatapan kosong.
*
" Suara tembakan itu lagi! Gimana ini? gimana keadaan jackson di luar sana?" Gumam ara cemas.
"Ngak! Aku ngak bisa diam disini terus, aku harus keluar bantu jackson." Gumamku dan beranjak pergi keluar.
Aku menuruni anak tangga mengendap-endap mencari keberadaan jackson.
" Dimana dia?" Gumam
Tiba-tiba aku mendengar suara ku langkahkan kakiku ke sumber suara.
Aku menemukan jackson yang berdiri tidak terlalu jauh dariku dengan pakaian jackson yang berumuran darah.
" Jackson." Lirihku
__ADS_1
Jackson yang mendengar namanya di sebut refleks menoleh dan terkejut melihatku.
" Ara!" gumam jack
Kini tatapan Ara beralih ke arah bawah depan jackson, Ara mmbulatkan mata saat kala melihat seorang pria yang sudah tergeletak di lantai dengan seluruh tubuhnga berumuran darah.
Dengan cepat kututup mulutku dengan kedua tangannya agar tidak menghasilkan suara.
" Astaga! Apa yang aku lihat sekarang?" Gumam ara terkejut
" Ara! Kenapa Kamu Keluar." Teriak Jackson berhasil mengalihkan tatapanku menjadi melihat ke arah jack.
Aku terkejut saat kala melihat seseorang berbaju hitam, dengan wajah yang di tutupi kain sudah tepat di belakang jackson.
" JACKSON! DI BELAKANG KAMU."
Teriakku, jackson melirik ke arah belakang dan yak_ jackson berkelahi dengan pria itu.
BUGHHH
Jackson memukul rahang pria itu dengan kepalan tangannya.
" ARGHHHH."
Ringgis pria itu kesakitan, Pria itu terpental ke lantai saat kala jackson menyerangnya.
Terlihat pria itu sudah tidak berdaya tergeletak lemas di lantai, Jackson mengarahkan pistolnya ke arah pria itu.
Aku yang melihat itu hanya bisa diam dengan tatapan kosong, kali ini aku aan melihat jackson membunuh seseorang secara langsung di hadapanku.
" Hahh_hahh ( engos-engosan) Ini Adalah Akhir Dari Hidupmu." Ucap jackson mengarahkan pistolnya ke arah pria itu.
THO****OORRR.
Suara tembakan mengema di seluruh sudut ruangan termasuk di telingaku. Aku membulatkan mata dan terkejut setengah mati dengan tatapan kosong ke depan.
Shit! Jackson tidak menembak pria yang berada di bawahnya melainkan menembak seseorang yang ada di belakangku.
Aku benar-benar terkejut karna tiba-tiba jackson menembak seseorang dari belakangku, karna yang ku tau jackson akan menembak pria di bawahnya.
Melihat jackson tidak memerhatikannya, Pria yang berada di bawah jackson pergi tergesa-gesa mwninggalkan kedua rekannya yang sudah mati di tangan jackson.
" Ara!" Gumam jack
Tiba-tiba Mataku kabut aku ambruk tak sadarkan. Dengan cepat jackson berlari ke arahku dan menangkap tubuhku yang ingin ambruk ke lantai.
" ARA!" teriak jack
BRUGHHH...
" Ara bangun!." Ucap jack sambil menepuk-nepuk pipi ara pelan.
" Dasar Keras Kepala." Umpat jack
Karna tak kunjung bangun, jackson membopong tubuh mungil Ara Ala brindal Style dan membawanya ke Kamar Jackson.
...Bersambung!...
JANGAN LUPA LIKE,KOMEN, FOLLOW, AND VOTE MAKASIH.
__ADS_1