
Di sebuah jalan besar terlihat seorang gadis cantik yang sedang berjalan kaki dengan langkah tergontai menyusuri jalan besar itu.
Tin_tin_tinn
Suara klakson kendaraan yang ada di sana terus menggema di telinga Ara. Sadar tak sadar saat ini Ara merasa dirinya tak sanggup untuk berjalan lagi, penglihatan Ara mengkabut, banyak orang yang memerhatikan dan banyak kendaraan-kendaraan yang Lulu lalang di jalan besar itu.
" Ahhh kepala ku kenapa rasanya sakit sekali,"
Ara terus berjalan dengan tergontai menuju halte bus, rasa sakit di kepalanya tidak bisa Ara tahan lagi. Rasanya seperti ada yang menggerogoti kepalanya.
" Ouh tidak jangan sekarang," lirihku saat tetesan darah mengalir dari hidungku.
Ara melihat Halte bus di sebrang sana. Ara harus menyebrangi jalan ini agar dia bisa pergi ke rumah sakit, kaki Ara sangat lemas bahkan rasanya tidak mampu untuk ia gerakan, tapi Ara nggak punya cara lain selain menyebrangi jalan ini.
" Woy! Lo mau mati hah!" Teriak seseorang
Tin_tin_tin
Sebuah klakson mobil terus menggema di telinga Ara, tapi Ara tidak mendengar kannya. Ara terus berjalan dengan langkah tergontai menyebrangi jalan besar itu.
" Ahhhhh," Teriak Ara
Ara berteriak kesakitan saat merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya.
Ara tidak sadar kalau saat ini dia sedang berada di tengah jalan dengan kendaraan-kendaraan yang Lulu lalang di sana.
Tin_tin_tin
Sebuah klakson mobil dari arah berlawanan terus berjalan, Ara melihatnya namun Ara tidak bisa berbuat apa-apa. Ara siap jika ini akhir dari hidupnya.
Tin_tin_tin
" Mbakkk minggir!"
Semua orang berteriak di sebrang sana, Ara terus memegang kepalanya menahan sakit yang luar biasa dengan darah yang tanpa henti terus keluar dari hidung Ara.
Mobil itu semakin lama semakin dekat, penglihatan Ara pun semakin lama semakin mengkabut.
" AWASSSS!"
CITTTTTTTTTTTT
Mobil itu berhenti tepat di depan Ara. Penglihatan Ara tiba-tiba kabut dan_
BUGHHH
Tubuh Ara jatuh ke atas aspal jalan besar itu.
Orang-orang yang melihat itu langsung berlari menghampiri Ara yang jatuh tak sadarkan diri disana.
Orang yang ada di dalam mobil itupun ikut keluar.
" Mbak bangun!"
" Astaga dia mimisan,"
Ucap orang-orang yang ada disana.
" Saya seorang dokter saya akan menangani nya, tolong bawa dia ke mobil saya!" Suruhnya
Orang-orang itu mengangkat tubuh Ara ke dalam mobil milik pria yang hampir saja menabrak Ara.
Begitu juga dengan pria itu, pria itu menancapkan gas menuju rumah sakit.
*
RUMAH SAKIT.
" Sus tolong siapkan peralatan nya sekarang," Suruh pria itu
" Baik tuan!"
Suster itu berlari menyiapkan peralatan untuk menangani Ara. Pria itu membawa tubuh Ara ke ruang UGD dan menanganinya.
Pria itu menangani Ara dengan sangat telaten. Bahkan banyak sekali orang yang mengaguminya karna pria itu sangat telaten dalam menanggapi pasien.
*
Di tempat lain_
Perusahaan Group Lexus.
" Kenapa tiba-tiba gue kepikiran Ara?" Batin Jackson
Jackson yang sedari tadi tak tenang memikirkan Ara langsung meraih ponselnya dan mencari nama Ara di sana.
' maaf nomor yang kamu tuju sedang sibuk cobalah beberapa saat lagi'
" Arghh kenapa ponselnya mati! Kebiasaan Ara, dia selalu mematikan ponselnya," Gerutunya
Jackson beralih mencari nama Kiran di layar ponselnya dan langsung memanggil nya.
Drtt_drtt_drtt
Panggilan tersambung.
*
Di tempat Kiran.
__ADS_1
" J_Jackson nelpon gue. Duh ada apa yah? Apa jangan-jangan Ara ngadu ke Jackson kalau aku suruh Ara pergi dari rumah itu, tapi tidak mungkin," Gumam Kiran.
Tanpa berpikir panjang lagi Kiran langsung mengangkat telpon dari Jackson.
" Ha_hallo pak!"
" Dimana Ara?"
Pertanyaan spontan dari Jackson.
" Ara? Bukannya dari tadi Ara udah pulang yah?"
Pikiran Jackson berkeliaran saat mendengar jawaban Kiran.
Ara tidak mungkin pulang ke rumah, karna sebelum pergi ke rumah Kiran. Jackson menyuruh Ara datang ke perusahaan nya, dan tidak mungkin Ara tidak menuruti nya.
" Apa kamu yakin Ara sudah pulang?" tanya Jackson lagi
" Iyah! Ara udah pulang. Bahkan dari satu jam yang lalu,"
Jackson terkejut mendengar ucapan Kiran.
Tanpa pikir panjang Jackson langsung pergi keluar kantor dan bergegas pergi mencari keberadaan Ara. Namun, nihil Jackson tidak bisa menemukan keberadaan Ara.
" Astaga dimana dia? Apa Ara kabur? Haish awas saja kalau dia benar-benar mencoba kabur dari gue, gue nggak akan mengampuni nya,"
Jackson memerintahkan Bimo dan seluruh anak buahnya untuk mencari keberadaan Ara.
" Kamu nggak bisa lari dari saya Ara!" Gumamnya dengan kedua tangan yang mengepal
*
Di tempat lain khususnya Rumah Sakit. Pria itu sudah melakukan penangganan ke Ara, pria itu berdiri di samping Ara untuk melihat kondisi Ara.
Terlihat Ara membuka mata perlahan, Ara terus mengerjap-ngerjapkan kedua matanya.
Hal yang pertama Ara lihat adalah langit-langit kamar berwarna putih.
" Akhirnya kamu sadar juga,"
Suara asing berhasil membuat Ara melirik ke arah pria itu.
...
...
" Ka_kamu siapa?" Lirih
" Nama saya Calvin, tadi saya yang hampir saja menabrak kamu. Dan untung saja saya bisa mengendalikan mobil ku," Jawabnya
" Lalu aku dimana?" Tanyaku
" Makasih! Karna kamu sudah nolong aku," Lirihku
" Tidak seharusnya saya yang harus meminta maaf, karna saya tidak bisa membawa mobil dengan benar," Ucapnya
Aku tersenyum kecil ke arahnya.
" Ahsss kepala aku," Lirihku kesakitan
" Kepala kamu sakit lagi?" Tanyanya
" Sebenarnya apa yang terjadi kepada ku? Kenapa rasa sakit di kepala ku selalu muncul?" Tanyaku
Terlihat dari wajah Calvin memutar bola mata bingung harus mengatakan apa.
" Calvin! Kenapa kamu diam? Aku tidak papakan?" Tanyaku
" Saya akan menjelaskan nya,"
Calvin berjalan ke arah meja dan mengambil sebuah map yang berisi kertas putih di dalamnya.
" Apa itu?"
" Ini adalah hasil Lab, saat kamu tidak sadarkan diri. Saya melihat ada yang aneh dari bagian kepala kamu, maka dari itu saya melakukan pemeriksaan terhadap jaringan otak yang ada di kepala kamu, dan ini hasilnya,"
Calvin Menyodorkan sebuah map berisi kertas putih itu kepadaku.
Ku ambil map itu dengan tanganku yang bergemetar.
Saat ku buka, aku mengerutkan dahi tak mengerti dengan isi dari kertas ini.
" Apa maksudnya ini? Aku tidak mengerti,"
" Dari hasil Lab yang saya lakukan terhadap jaringan sel di kepala kamu, saya menemukan sebuah berkembangnya sel-sel dalam jaringan otak kamu dengan cara berlebihan dan tidak terkendali di kepala kamu dan hal itu mengakibatkan kamu mengalami kanker otak stadium 3,"
Deghh
Jantungku berdetak tak normal, rasanya seperti jantungku tak berdetak. Mendengar ucapan Calvin membuatku lemas tak berdaya, penyakit yang tidak pernah aku pikirkan sekarang sedang menggerogoti kepala ku.
Ya Tuhan! Hal apa lagi yang engkau berikan kepadaku? Kenapa engkau turunkan penyakit ganas ini ke dalam tubuhku?
" Kanker otak?"
Dengan berat hati Calvin menganguki ucapan Ara.
Tangis Ara pecah air mata yang tidak bisa ia bendung lagi terus keluar dari matanya.
__ADS_1
" Coba kamu check lagi, mungkin saat kamu melakukan pemeriksaan ada kesalahan, aku tidak mungkin punya penyakit seganas itu," Ujar ku
" Maaf, awalnya saya juga tidak percaya. Tapi, setelah mengecheknya lagi hasilnya tetap positif kalau kamu terkena kanker otak stadium 3," Jelasnya
" Tapi kenapa aku punya penyakit seganas itu?" Tanyaku
" Apa kepala kamu pernah terbentur?" Tanyanya
Aku terdiam mendengar ucapan nya, tiba-tiba aku teringat saat pertama kali aku berusaha mengendalikan Ayah. Saat itu aku mencoba mengendalikan emosi ayah, tapi ayah_ayah malah mendorongku ke Meja dan hal itu membuat kepalaku mengeluarkan darah.
" Iya aku ingat! Dulu kepalaku pernah terbentur saat mencoba mengendalikan emosi ayah, mungkin karna benturan itu aku_"
" Sepertinya, karna benturan itu menyebabkan tumbuhnya jaringan abnormal pada otak, dan terjadilah perkembangan tumor otak atau bisa di sebut Kanker Otak," Jelasnya
Ku pejamkan kedua mataku menahan semua tangisan ku agar air mataku tidak terus-menerus terjatuh.
" Lalu apa aku bisa di sembuhkan?" Tanyaku
" Saya yakin selagi kita melakukan pengobatan yang tepat! Kamu pasti bisa di sembuhkan," Ucapnya
" Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?"
" Pertama-tama kita harus melakukan operasi untuk mengangkat sel tumor/ benjolan yang ada di dalam kepala kamu. Setelah itu kita lakukan kemoterapi agar semuanya berjalan normal, tapi saya tidak yakin kalau setelah melakukan itu kamu bisa sembuh total, karna benjolan yang ada di dalam kepala kamu pasti akan tumbuh kembali dan hal itu mengakibatkan tubuh kamu semakin lemah," Tuturnya
" Lalu untuk apa kamu mengusulkan aku untuk beroperasi jika nanti hasilnya akan sama saja?"
" Tidak! Aku mengatakan hanya kemungkinan saja. Kita akan berusaha, aku yakin kamu bisa melewatinya,"
" Tidak! Aku tidak bisa, aku tidak akan melakukan pengobatan itu,"
" Kenapa?"
" Aku tidak punya biaya dan kamu pasti tau biaya itu sangat besar, aku mana sanggup membayar nya. Aku lebih baik melakukan pengobatan meminum obat saja, aku yakin dengan meminum obat pencegah kanker otak saja bisa membuatku sembuh dari penyakit ini,"
" Tidak! Kamu harus secepatnya di operasi agar tumor yaada di otak kamu tidak semakin membesar dan yang aku takutkan akan menjadi fatal," Ujarnya
" Aku juga ingin sembuh! Tapi aku nggak punya uang, aku nggak bisa,"
" Biar aku bantu kamu,"
Aku mendongak menatap nya tak mengerti dengan ucapan nya tadi.
" Apa maksud kamu?"
" Aku akan membayar biaya pengobatan ini sampai kamu sembuh!"
Aku tersontak kaget saat mendengar penuturan nya, bagaimana bisa dia mengatakan hal itu ke orang yang baru ia kenal seperti ku.
" Apa kamu gila? Aku tidak kenal kamu dan sebaliknya kamu juga tidak kenal aku, lalu kamu ingin membayar semua pengobatan aku? Itu sangat mahal bahkan sampai kapan pun aku tak mampu membayar nya, tapi kamu? Kamu ingin membayar biaya pengobatan orang asing seperti aku?" Jelasku
" Aku percaya kalau kamu orang baik! Katna itu sebabnya aku ingin membantu kamu," Tuturnya
" Sebelumnya aku terima kasih karna kamu mau menolong ku, tapi maaf aku nggak bisa menerima bantuan kamu,"
Calvin menatap ku dengan penuh keheranan.
" Aku punya satu permintaan, aku mohon jangan beritahu siapapun tentang penyakit yang aku alami,"
" Kenapa? Maaf tapi penyakit parah ini harus segera di tangani kalau nggak ini akan fatal," Ucapnya
" Kamu tidak berhak tau!"
" Tapi aku mohon jangan beritahu ini ke siapapun, hanya aku, kamu dan Tuhan yang tau," Lanjutku
" Aku mau minta resep obat pencegah rasa sakitnya," Pintaku
" Tapi_"
" Aku mohon!"
Calvin membuang nafas pasrah dan langsung memberikan resep obat yang ku minta.
Ku langkahkan kakiku pergi dari sana dan bergegas membeli obat yang dia berikan. Setelah mendapatkan obat itu, aku bergegas mencari taksi untuk pulang ke rumah Jackson.
Di sisi lain Calvin mencari keberadaan Ara, karna lupa memberikan ponselnya yang sempat ia simpan saat Ara pingsan tadi.
" Dia pasti sudah pulang. Haish kenapa gue lupa balikinnya sih, pasti dia nyariin ponselnya," Gumam Calvin
*
Dalam Taksi
" Jackson dia pasti mencari ku, astaga bagaimana kalau dia marah, aku harus telpon dia sekarang,"
Ara terus mencari ponselnya tapi tidak di temukan.
" Loh ponsel aku mana? Astaga ponsel aku mana yah? Apa hilang? Yahh gimana dong,"
" Haishh kenapa hari ini banyak sekali masalah!" Decakku
' aku akan menerima apapun yang akan di lakukan Jackson nanti, karna aku sudah tak berdaya. Tubuhku saat ini lemah, bahkan aku tak sanggup melawan nya lagi'
...*...
...Bersambung...
...Gimana_gimana? Udah gereget nggak ama alur cerita nya? Pasti gereget dong yakan heheh:v...
...Buruan kalau suka simpan cerita aku ke cerita favorit kalian biar kalian nggak ketinggalan jauhhh.....sejauh cinta dia sama kamu hahay canda:)...
__ADS_1
...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YAH:)...
...SEE YOU NEXT TIME:)...