Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.

Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.
Bab : 11 Apa Yang Kamu Inginkan Jackson?


__ADS_3

Beep_beep.


Suara alarm membangunkanku, kuraih jam itu dan betapa terkejutnya saat aku lihat jam menunjukan pukul 06,46.


" Astaga! gue telat," Teriakku


Aku bangkit dari ranjang dan bergegas bersiap-siap.


" Astaga kiran lo kok ngak bangunin gue sih," Ucapku sambil memekai sepatu.


Ara lari terberit-berit keluar rumah menuju halte bus. Beberapa menit telah berlalu namun bus tak kunjung datang, aku terus melihat ke arah arloji di tanganku.


" Gue ngak bisa diem di sini terus, gue harus cari kendaraan lain," Gumamku.


Kulangkahkan kakiku meninggalkan halte bus dan mencari kendaraan, tak lama aku mendapatkan sebuah taxi, tak butuh lama lagi aku naik ke taxi itu dan bergegas menancapkan gas ke arah kantor.


Sesampainya di kantor semua orang sudah siap berjajaran rapih di depan pintu untuk menyambut kedatangan CEO itu, Aku segera ikut baris di antara karyawan-karyawan kantor.


Untung saja aku tidak telat, tapi sialnya sekarang pakaianku kusut dan aku tidak mau membayangkan wajah aku sekarang.


Sesekali ku rapihkan pakaian dan rambutku yang berantakan, aku melihat ada beberapa karyawan wanita yang masih bermake up bahkan berlebihan, dan ada juga sebagian pakaian karyawan khususnya wanita sengaja di biarkan terbuka, ntah apa motif mereka.


" Elo kenapa telat? terus baju sama rambut lo kenapa bisa berantakan?" Tanya kiran


" Elo yang apaan, bukannya bangunin gue elo malah ninggalin gue," Timpalku


" Ya sorry gue lupa, habisnya gue semangat banget karna dia mau datang," Tuturnya


" Ya ngak gitu juga kali ran,"


Tak lama semuanya menjadi hening, semua karyawan siap menyambut kedatagan CEO muda itu.


Aku berdiri agak belakang sehingga aku bisa merapihkan pakaianku.


Aku melihat banyak orang yang memakai pakaian serba hitam berhamburan masuk dan ada juga reporter-reporter yang ikut masuk. Mungkin CEO itu sudah datang.


Kini berbadan besar itu ikut masuk dengan di belakangnya terdapat seorang pria tampan, berjas hitam, hidung mancung, berbadan putih dan mata elang pekat itu.


Semua orang dibuat melayang karna ketampannya namun tidak dengan Ara, kini seperti aliran listrik yang menjambar keseluruh tubuh ara, Ara membelangakan matanya saat melihat siapa yang ia lihat sekarang.



" Jackson!" Lirihku


Yak pria itu jackson, Ara kini tidak bisa berbuat apa-apa pikirannya kacau saat ini dia berusaha untuk menjauh darinya tapi apa alam malah mempertemukannya lagi bahkan sekarang Ara bekerja di perusahaan milik jackson.


Karyawan-karyawan kantor khususnya karyawan wanita mulai melancarkan aksinya, Sedangkan Ara! Ara pergi begitu saja meninggalkan semua orang yang ada disana.


Tanpa sepengetahuan Ara, Jackson melihat keberadaan ara di sana.


Aku berlari kearah rooftop kantor tidak ada siapapun disini, semua karyawan sedang di bawah untuk menyambut kedatangan CEO di perusahan ini siapa lagi kalau buka Jackson.



" Aishhh! Kenapa gue bisa ketemu dia lagi ? Lo yang bego Ara kenapa lo ngak cari tau dulu tentang siapa pemilik dari perusahaan ini." Gumam ara.

__ADS_1


" Sekarang lo harus gimana?"


Di rooftop Ara bimbang ingin sekali dia turun, tapi disisi lain Ara takut kalau nanti ia akan bertemu dengan jack.


" Ngak gue ngak bisa terus-terusan kerja disini, gue harus resain dari pekerjaan ini," Gumam Ara


" Ya mungkin ini cara yang terbaik."


Aku bergegas meninggalkan rooftop dan bergegas membuat surat pengunduran diri, setelah selesai dengan membuat surat resain aku bergegas mengemas barang-barangku.


" Ra lo mau kemana?"Tanya Dona


" Gue mau resa_"


" Nih lo anterin teh dan copee ini ke ruangan Pak Jackson, sebenernya gue mau anterin itu sendiri tapi karna panggilan alam gue ngak bisa, lo cepetn ke ruangan pak jackson soalnya mereka udah nungguin minuman itu ." Suruh Dona menyodorkan sebuah nampan ke tanganku


" Loh Don Gue Mau Resain." Teriakku


" Haish! kenapa harus gue? Gue ngak bisa ketemu dia lagi," Gumamku.


" Fina! Tolong gue dong_"


" Duh maaf ra bukannya gue ngak mau bantuin lo, tapi ini gue di suruh sama si inces buat ngurus yang lain sorry yah." Ucapnya tanpa mendengar ucapanku.


Kalau saja fina dengar dulu tanpa memotong ucapanku pasti dia mau bantuin gue.


" Ck, Ngak papa deh! kali ini aja lagian mulai besok juga gue udah resain," Gumamku


Aku berjalan ke arah ruangan jackson dengan membawa sebuah nampan yang di atasnya sudah ada copee dan teh.


CEKLEK..


Aku membuka pintu itu pelan, aku melihat jack dan beberapa orang yang sedang duduk di sofa melihat ke arahku. Aku mendekati mereka yang sedang duduk di sofa itu, kusimpan Coppe dan teh itu di atas meja namun saat sedang menyimpan coppe itu ada salah-satu pria yang sudah berumur bertanya kepadaku.


" Kamu kerja disini sebagai office girl?" Tanya pria itu


Aku hanya menganguki ucapannya karna saat ini aku ingin cepat-cepat keluar dari ruangan ini.


" Ouh sayang lo kamu itu cantik dan sepertinya kamu itu pintar seharusnya kamu kerja dengan jabatan yang bagus disini." tuturnya


" Ahk tidak pak saya tidak seperti apa yang bapak kira," Elakku.


Jackson terus memerhatikan Ara yang saat ini berada di depannya.


" Kalau begitu saya permisi pak!" Pamitku.


Aku keluar dari ruangan itu dengan perasaan lega, akhirnya sebentar lagi aku bisa keluar dari kantor ini.


" Huhhh akhirnya gue bisa keluar, sebelum pergi gue harus kasih surat pengunduran diri ini dulu," Gumamku


Ara mengambil tasnya d8an berjalan ke ruang HRD.


" Gue kasih ke HRD aja kali yah!"Gumamku.


Tok_Tok_Tok

__ADS_1


Aku mengetuk pintu ruangan HRD itu pelan, mendengar ada yang mempersilahkan masuk dari dalam aku bergegas membuka knop pintu itu.


" Permisi Mbak!"


" Ouh iyah silahkan duduk."


Aku duduk di depannya dengan membawa surat yang telah aku siapkan beberapa menit yang lalu.


" Ada yang bisa saya bantu?"Tanyanya


" Ini mbak aku mau_"


Drtt_drtt_drtt.


Panggilan masuk menghentikan ucapanku.


" Bentar yah mbak! saya angkat telpon dulu," Ucapnya


Mbak HRD itu mengangkat dan berbicara lewat telpon, Aku tidak tau apa yang mereka bicaran toh ngak penting juga.


" Baik pak!" Ucap HRD itu sebelum sambungan telphon terputus.


" Mbak saya mau_"


" Mbak Ara di suruh Pak Jackson untuk keruangannya," Ucapnya memotong ucapanku.


" Hah! keruanganya? mau ngapain yah mbak?" Tanyaku.


" Duh saya ngak tau juga yah mbak."


" Duh gimana yah mbak sebenarnya saya datang kesini mau ngasih surat pengunduran diri saya," Tuturku


" Loh kenapa mbak?" Tanyanya


" Saya mau resain dari perusahaan ini,"


" Jadi mohon maaf saya harus resain sekarang, Ini surat pengunduran diri saya." Ucapku menyodorkan kertas putih itu ke HRD.


" Ummm sebaiknya mbak langsung kasih surat pegunduran diri langsung ke Pak Jackson." Ujarnya


" Apa!"


" Yang benar saja gue resain disini buat ngak ketemu dia, tapi ini malah gue disuruh ke ruangannya. Ya ampun gimana gue mau keluar kalau gini caranya?" Batinku


" Yaudah mbak saya permisi!"


Aku pergi keluar dari ruang HRD dan berniat keruangan Jackson untuk mengakhiri ini semua.


Tok_tok_tok


Aku mengetuk pintu itu, namun, tidak ada jawaban dari dalam, Ku pegang knop pintu itu dan membukanya.


Tatapan ku saat ini terekspos ke satu orang yang sedang duduk membelakangiku di kursi kebesarannya itu.


" Apa Yang Kamu Inginkan Jackson?" Tanyaku

__ADS_1


__ADS_2