Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.

Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.
BAB 42 : RENCANA PENYERANGAN


__ADS_3

" Morfin adalah obat yang digunakan untuk mengatasi rasa sakit dengan intensitas sedang hingga parah, seperti sakit pada kanker maupun serangan jantung. Untuk mengatasi sakit, Morfin dapat di konsumsi sebagai obat tunggal atau dikombinasikan dengan obat pereda sakit lainnya," Jelas Dokter itu.


" Lalu?"


" Obat ini bisa di berikan untuk orang yang sedang memiliki penyakit kanker otak,"


Sonya terkejut dengan jawaban dokter itu. " Apa kanker otak?"


" Iyah dan orang itu harus meminum obat ini agar sakit dari penyakit nya itu berkurang,"


Sonya tak percaya jika Ara memiliki penyakit separah itu, karna kondisi Ara yang menurut nya baik-baik saja.


" Dokter coba check satu kali lagi. Siapa tau dokter salah saat memeriksa nya," Ujar Sonya tak percaya dengan jawaban dokter itu.


" Tidak Bu! Saya sudah memeriksa nya dengan teliti. Dan itu hasilnya jika orang yang mengonsumsi obat ini, maka dia sedang mengalami kanker otak," Jelas Dokter itu.


" Baik terimakasih, kalau begitu saya permisi!" Pamit Sonya dan berjalan keluar ruang dokter itu.


......


Koridor RS.


" Apa yang dikatakan dokter itu benar? Jadi selama ini Ara mengidap kanker otak? Separah itukah penyakit Ara?" Batin Sonya bertanya-tanya.


" Tapi tunggu apa Jackson tau tentang ini semua? Aku harus cari tau. Tapi, tunggu sebentar tanpa obat ini Ara akan menderita karna penyakit nya itu, penyakit yang di derita Ara sangat parah dan aku dengar penyakit itu bisa saja membuat orang itu mati. Hum terima kasih Tuhan karna engkau sudah memberikan jalan untuk dia mati dan tanganku ini tidak akan kotor dan susah payah untuk membunuhnya!" Gumam Sonya tersenyum smrikk.


........


" Apa?" Teriak suara berat itu yang tak lain adalah Chandra.


Catran yang mendengar teriakan marah dari ayahnya hanya diam tak ingin berbicara.


" Kamu anak gak guna! Untuk apa ayah berangkat kan kamu ke sana kalau kamu tidak bisa membunuhnya!" Bentak Chandra di sebrang sana.


" Maaf ayah dia sangat cerdik dan_"


" Dan kamu tidak bisa melawan nya?" Seloroh Chandra


" Ayah sudah bilang jangan pernah sombong terlebih dahulu. Ayah selalu mengatakan berhati-hatilah karna dia sangat pintar dan cerdik. Tapi, apa? Kamu malah seenaknya melakukan hal itu, kamu tidak pernah mendengar ucapan ayah, dan karna kebodohan dan ulahmu itu nyawa kamu sendiri hampir saja melayang di sana,"


" Ayah! Kenapa ayah terus-menerus menyalahkan aku? Disini bukan sepenuhnya kesalahan aku. Dan yak! Dia sangat cerdik jadi itu bukan kesalahan aku dalam hal ini," Pembelaan Catran


" Haishh kau sangat keras kepala!" Umpat Chandra.


" Sudahlah aku ingin pulang. Siapkan tiket untuk kepulangan ku sekarang!" Suruh Catran


" Tunggu _"


Tuttt_tutt_tutt


Belum sempat bicara Catran lebih dulu memutuskan panggilan. " Dasar anak bodoh!" Umpat Chandra


......


Kediaman Jackson


Di rumah Jackson. Ara di tuntun Kiran ke dalam kamar, sebenarnya mereka bertiga menyuruh Ara untuk menginap di rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tapi, Ara bersikeras menolak ujaran mereka, karna Ara takut jika dia berada di dalam Rumah Sakit penyakit yang selama ini ia sembunyikan terbongkar begitu saja.


" Ara istirahat lah. Besok gue ke sini lagi," Ucap Kiran sambil memeluk tubuh Ara.


" Makasih," Ucap Ara dengan mendapat balasan senyuman di bibir Kiran.


Kiran pergi keluar dengan Bimo yang mengekorinya dari belakang, karna tadi Ara sempat menyuruh Bimo untuk mengantar Kiran pulang karna di luar sudah malam dan Ara takut jika di jalan terjadi apa-apa dengan Kiran.


" Ara saya pamit pulang! Jaga dirimu baik-baik, jangan menghilangkannya lagi karna tinggal satu lagi obat pereda sakit untuk penyakit kamu itu,"


" Iya bawel. Pergi sana," Celetuk Ara yang mendapat tatapan tajam dari Calvin.

__ADS_1


Ara yang mendapat tatapan tajam itu hanya terkekeh kecil.


" Iya makasih yah. Aku janji aku tidak akan menghilangkanya lagi, dan sekali lagi makasih karna kamu sudah berbohong untuk ku," Ucapku lirih


" Saya berbohong bukan untuk mu, tapi saya berbohong hanya sebagai dokter untuk pasiennya,"


" Terserah apa yang kamu katakan! Tapi aku benar-benar berterima kasih untuk itu," Tandasku


" Apa kamu benar-benar tidak ingin melakukan perawatan?" Tanya Calvin yang mendapat gelengan kepala dari Ara.


Calvin membuang nafas lelah. Jawaban Ara adalah jawaban dirinya, dan hal itu Calvin tidak bisa memaksa keinginan Ara.


" Saya harap kamu bisa mempertimbangkannya," Ucap Calvin sebelum pergi keluar meninggalkan Ara sendiri di dalam kamar.


" Mudah untuk mu sulit untukku Calvin. Kamu seorang dokter dan keyakinan mu terhadap kesembuhan  ku sangatlah tipis, lalu apa yang bisa membuatku yakin dengan kesembuhan ku jika aku melakukan kemoterapi itu? Jika, memang nasib ku dan takdirku seperti ini, maka aku akan mengikuti alur hidupku. Dan menghabiskan semua sisa waktu hidupku sekarang," Batin Ara menahan kesedihan di dalam lubuk hatinya.


.....


Pukul 11. 30 malam


Terlihat di dalam kamar yang luas itu seorang gadis yang sedang tertidur lelap berada di atas ranjang berukuran king size itu.


Di sisilain khususnya pintu masuk perlahan terbuka.


Krekkk


Seseorang masuk ke dalam rumah dengan langkah perlahan ia berjalan menaiki anak tangga satu demi satu.


Lampu yang sengaja di matikan membuat seisi ruangan gelap.


Langkah demi langkah telah dia lalui, orang itu berjalan dengan langkah pelan ke arah ruangan besar itu.


Krekkk


Pintu itu perlahan terbuka dan orang itu langsung menerobos masuk dan menutup pintu itu rapat-rapat.


Orang itu berjalan menghampiri Ara yang tidak terusik sedikit pun. Ntah setan atau malaikat apa kini tangan orang itu bergerak mengusap rambut Ara lembut, sentuhan dan usapan tangan orang itu hadir kedalam mimpi Ara. Ara bermimpi jika saat ini ada seorang malaikat pelindung yang sedang menjaganya, dan hal itu membuat Ara benar-benar tertidur pulas.


Kini tangan orang itu beralih mengambil selimut dan menyelimuti tubuh Ara hingga leher. Siapakah malaikat pelindung yang ada di dalam mimpi Ara?


......


Kediaman Ferdy!


Terlihat beberapa orang berbadan besar dan ada juga berbadan sedang dengan tubuhnya yang penuh dengan tato sedang duduk di ruang tamu.


" Pak apa rencana awal kita?" Tanya pria berbadan sedang itu.


" Kita akan melakukan penyerangan. Dan kali ini kita akan melakukan nya di sebuah kota dimana disana terdapat sebuah tempat dimana sebagian pemberontak pembunuh berantai itu beraksi!" Jawab Ferdi


"Baik pak!"


" Kamu Dery saya percaya kan tugas ini kepada kamu. Jika saja kamu mencoba menghianati saya lagi, saya tidak akan pernah memaafkan mu," Tekan Ferdi menatap intens ke arah Dery


"Baik bos. Saya tidak akan menghianati kepercayaan bos,"


" Saya pegang ucapan mu itu!"


" Baik bos,"


" Baiklah kalian ikut Dery ke bagian Utara dan sebagainya ikut saya ke bagian timur mengerti?"


" Siap mengerti!" Ucap mereka serempak


" Baiklah persiapkan apa yang kalian butuhkan sekarang! Jangan membuang waktu, jika ada hal yang mencurigakan segara hubungi saya atau Dery mengerti?"


" Siap mengerti!"

__ADS_1


" Bagus ayok!"


Mereka bergegas pergi dengan masing-masing dari mereka memiliki sebuah senjata yang tak lain pistol juga pisau tajam.


......


Kota Oranye!


Bughh_bughh_bughh


" Arghhhh," Teriakan seseorang yang kesakitan.


Bughh_bughhh


Suara teriakan itu berasal dari sebuah bangunan tua di kota itu. Terlihat seorang pria berbaju hitam itu dengan topi sebagai penutup kepala itu sedang memukuli orang di bawahnya dengan sebuah kampak di tangan nya.


Pria itu membunuh orang di bawahnya secara tidak langsung, pria itu sengaja tidak membunuh langsung pria itu hanya agar pria itu bisa merasakan sakit saat detik-detik ia membunuhnya. Pertama ia mengkampak bagian kaki, setelah itu kedua tangannya dan setelah itu orang hitam itu menyiksa orang di bawahnya menggunakan sebuah besi hingga membuat orang di bawahnya terluka parah.


Setelah orang itu tersiksa pria itu langsung mengkampak bagian leher orang itu sehingga tubuh orang itu terpisah.


" Huhhh indahnya nasib kamu. Hahah sayangnya kamu belum sempat berterimakasih kepada ku, karna saya kamu bisa pergi dengan tenang dan kamu tidak menderita lagi dengan hidup mu yang menyedihkan itu hahah," Tawa pria itu seperti orang gila


Di sisilain Dery dan pasukan lainnya sedang melakukan aksinya. Dery perlahan menyelinap ke sebuah bangunan tua, dan sialnya Dery telat datang. Pertama kali yang ia lihat adalah tubuh manusia yang sudah terpisah dari tubuhnya.


" Urus mayat ini!" Suruh Dery kepada bawahannya.


Orang-orang itu mengurus mayat pria itu dan di sisilain Dery menemukan sebuah topeng yang gambar nya sama persis dengan wajah mayat itu.


Di tempat lain!


Di tempat lain Ferdy dan anak buahnya berlari mengejar pembunuh berantai itu, terakhir Ferdy lihat saat pria itu sedang memperk*sa seorang wanita dengan seluruh tubuh wanita itu yang terluka dan memar di sekujur tubuhnya.


Ferdy terus berlari sekuat tenaga, pria itu berlari ke sebuah jalan kecil, Ferdy terus berlari mengejar orang itu dan pada akhirnya Ferdy bisa menangkap pria itu walaupun awalnya memberontak. Ferdy terus mengancam dan bertanya kepada orang itu tentang siapa orang di balik aksi gila nya itu, namun saat Ferdy berhasil membuat pria itu ingin membuka mulut tiba-tiba ada orang yang melemparkan sebuah benda yang mengeluarkan sebuah asap dan membuat Ferdy kesulitan membuka mata dan pada akhirnya orang itu lepas dan pergi ntah kemana " Sial!" Umpat Ferdy saat kehilangan jejak pria itu.


Drttt_drtt_drtt


Suara HT


" Ya?"


" Bos saya menemukan mayat,"


" Urus dia dan serahkan ke kantor polisi!" Suruh Ferdy


" Baik bos!"


......


Pukul 06,00 pagi.


Pagi hari yang sejuk dengan angin yang masih terasa dingin.


Di kamar Ara terbangun bahkan matahari pun belum muncul.


Ara terbangun saat merasakan sebuah tangan kekar yang menindihi perutnya, Ara melirik untuk melihat siapa yang sedang memeluk nya.


" Jackson?" Ara terkejut saat melihat Jackson yang tiba-tiba berada di samping nya dengan tidur yang lelap memeluk nya.


" Kenapa dia ada disini? Bukannya dia pulang beberapa bulan lagi? Lalu kenapa tiba-tiba dia ada disini? Apa jangan-jangan dia penjahat yang selama ini trend itu? Tuhan apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku takut jika dia akan membunuhku, Tuhan tolong aku, aku tidak ingin mati sekarang," Gumam Ara ketakutan.


" Berhenti berbicara omong kosong!Apa wajah ku semenakutkan itu?" Suara seraknya


" Ehk?" Ara sedikit terkejut saat tiba-tiba Jackson membuka suara, dan itu berarti Jackson mendengar gumaman nya tadi.


...JANGAN LUPA VOTE, KOMEN AND FOLLOW MAKASIH:)...


...BANTU AKU BERKARYA!!:)...

__ADS_1


__ADS_2