Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.

Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.
Bab : 56 Sad or Happy?


__ADS_3

Kamu adalah wanita yang sudah dikirimkan Tuhan kepadaku, sebanyaknya wanita di luaran sana ntah kenapa dia malah mengirimkan kau ke dalam hidupku. Hati dan pikiran batu ini bisa kau luluhkan dengan cara unikmu itu, ku akui kau wanita sempurna.


Tapi aku tidak pernah berpikir jika diriku yang tidak sempurna di takdirkan denganmu yang jauh lebih sempurna dariku'


@Jackson William Wilson.


...............


" Sayang aku ingin pulang!" rengek Ara bersikeras ingin pulang


" Kau ini. Kamu masih sakit,"


" Aaa tapi aku sudah sembuh. Lihat aku?! Apa kamu tidak kasian melihat ku terus terbaring di sini? Kamu tau makanan disini sangat tidak enak blaa aku tidak suka," Ara terus merengek ingin pulang namun terus di hiraukan Jackson.


" Tidak! Kamu tetap di sini sampai dokter bilang kamu boleh pulang,"


" Tapi_"


Drtt_drtt_drtt


" Ya hallo?" Jackson pergi keluar setelah mendapatkan telepon


" Duh bagaimana caranya keluar dari sini? Kalau lama-lama aku disini bisa-bisa dia tau tentang penyakit aku," Gumam Ara


Tak lama Jackson datang dan duduk di samping Ara.


" Siapa?" Tanya Ara


" Dari Klien," jawabnya datar


" Oh, terus kenapa wajah kamu di tekuk seperti itu?"


" Tidak papa," jawab Jackson melempar senyum manis ke Ara


Tapi, Ara masih tetap tidak percaya dengan jawabannya. Wajahnya yang bertolak belakang membuat Ara semakin yakin jika dia sedang menyembunyikan sesuatu darinya.


Ceklek


" Maaf tuan. Tuan memanggil saya?" Tanya Bimo saat masuk ruang rawat VVIP Ara


" Tunggu di luar," Bimo membungkuk dan langsung keluar tak lupa menutup pintu itu kembali.


Ara menatap suaminya heran kenapa dia menyuruhnya ke luar? Apa yang akan dia bicarakan?


" Aku keluar dulu!"


Ara memegang tangan Jackson mencoba menahannya. " Kenapa harus diluar? Kenapa tidak disini?" Tanya Ara menatapnya


Jackson mendekati Ara dan berbisik. " Ini pembicaraan antara pria saja. Wanita tidak boleh mendengarnya."


" Woah benarkah?"


" Hum,"


" Yasudah sana," Jackson tersenyum ke arah Ara dan pergi keluar menghampiri Bimo yang sudah menunggunya di luar.


*


" Ada apa tuan?" Tanya Bimo saat kala melihat Jackson keluar dari ruang rawat VVIP Ara.


" Ikuti saya!" Bimo mengikuti Jackson dari belakang.


Di dalam hatinya ia bertanya-tanya mau kemana tuan mengajaknya? Tapi, Bimo lebih baik diam menunggu saja.


Jackson berjalan ke arah lift dan menunggu pintu lift itu terbuka.


" Tuan kita mau kemana?" Tanya Bimo penasaran


" Lihat saja nanti," ucap Jackson dingin


Bimo mengangguk pelan dan ikut masuk kedalam lift, Jackson menekan angka 9 karna saat ini mereka sedang berada di lantai 4 dan butuh 5 angka untuk sampai ke lantai 9. Tak lama lift terbuka lebar Jackson berjalan ke arah sebuah ruangan dan langsung masuk.


Ceklek


Hal yang pertama kali Jackson lihat adalah seorang pria paruh baya yang terbaring lemah tak berdaya di atas ranjang kecil itu dengan banyaknya alat medis yang memenuhi tubuh pria itu.


" P_pak Ferdy?" Bimo terkejut saat melihat kondisi Ferdy yang terbaring lemah di sana.


" Tuan dokter sudah memeriksa nya dan kondisinya sangat kritis," Tutur salah-satu pria itu yang di cap sebagai tangan kanan Jackson penganti Gordacx


Jackson berjalan menghampiri Ferdy yang terbaring lemah disana. " Apa yang terjadi?"


" Saya tidak tau persis kejadiannya, tapi saat itu ada beberapa mobil yang mengikuti mobil pak Ferdy dari arah belakang, hingga akhirnya mobil yang di tumpangi Pak Ferdy bertabrakan dengan sebuah bus," Ungkap Dito.


" Saya ingin bertemu dengan dokternya,"


" Baik tuan saya panggil dulu," Dito melangkahkan kakinya pergi untuk menjemput dokter yang menangani Ferdy.


Tak lama Dito datang bersama seorang dokter pria yang menangani Ferdy. " Dokter bagaimana kondisinya?" Tanya Jackson


" Luka yang di alami pasien cukup parah karna benturan yang sangat keras apalagi di bagian kepalanya. Pasien juga sempat kehilangan darah tapi untung saja kami bisa menghentikannya, tapi sepertinya karna benturan yang sangat keras itu mengakibatkan pasien mengalami koma," semua orang ada disana terkejut mendengar pernyataan dokter itu.


" Apa koma dok?" Tanya Jackson sedikit terkejut


" Iya pak,"


" Sampai kapan dok?"


" Saya tidak tahu pasti nya pak. Tapi, saya berharap semoga saja pasien cepat-cepat bangun agar keadaannya tidak semakin memburuk," ucapnya berharap


" Apa yang harus aku katakan kepadanya," Batin Jackson memikirkan bagaimana reaksi istrinya jika tau tentang kondisi ayahnya sekarang.


.......


" Bagaimana keadaan mu? Apa masih pusing?" Tanya Calvin memeriksa kondisi Ara


" Tidak hanya saja masih sedikit sakit,"


" Kamu tidak boleh banyak pikiran, beristirahatlah. Saya sudah ganti infusan ini jadi tidak akan ada suster yang akan datang kesini," ucap Calvin


" Makasih karna sampai sekarang kamu masih mau membantuku," Calvin hanya menanggapi ucapan Ara dengan senyuman kecilnya itu.


Calvin pergi setelah memeriksa kondisi Ara, dan ia juga tak ingin jika Jackson tiba-tiba datang dan melihat nya ada di disana. Bisa-bisa ada perang dingin lagi.

__ADS_1


Ceklek


" Jackson kamu_"


" Apa?" Jawab Jackson dengan nada sedikit tinggi


Tuh kan baru aja di omongin udah panas, pasti tadi mereka sempat bertemu di luar.


" Mau ngapain dia kesini?" Tanyanya menatapku datar


" Tuh, dia cuman ganti infusan doang," Ara menunjuk infusan yang tergantung di sampingnya


" Gitu aja cemburu," umpat Ara yang masih di dengar Jackson


" Kalau ia kenapa?" Sahutnya


" Awas aja ya kalau saat aku nggak ada kamu genit sama pria lain apalagi sama pria tadi, aku tidak akan memaafkan mu," Ucapnya menatap sinis


" Memangnya kenapa? cemburu?"


" Ya iyalah mana ada suami yang nggak cemburu lihat istrinya berduaan sama pria lain, apalagi pria itu suka sama kamu,"


" Oh, ya? Tapi aku belum pernah tuh denger kamu bilang aku mencintaimu," Jackson terdiam setelah Ara mengatakan hal itu.


" Kapan kamu akan mengatakannya? Apa kamu tidak akan mengatakannya?" Ucap Ara dengan tatapan sendu


" Jackson aku ingin mendengarnya," Ara meraih tangan Jackson dan mengengamnya.


Tak mendapat sahutan dari Jackson perlahan tangan Ara melongar dari genggamannya. "Baiklah aku tidak akan_"


Ucapan Ara terhenti saat kala sebuah benda kenyal menyentuh bibirnya sontak hal itu membuat Ara terkejut. Kedua matanya tertutup seiring Jackson memberikan kenyamanan di bibirnya, sebuah cium*n itu kini berubah menjadi sebuah luma*an. Perlahan tangan Jackson meraih tekuk leher Ara untuk memperdalam ciumannya itu, kini mereka bercumbu menukar saliva mereka masing-masing. Hal yang jarang mereka lakukan meskipun mereka sudah resmi menjadi sepasang suami-istri.


Jackson melepas pangutan mereka, Ara membuka matanya perlahan dan menatap Jackson yang juga sedang menatapnya. Bukan ini yang Ara harapkan melainkan ucapan yang Ara harapkan darinya, tapi sepertinya sulit untuk dia mengatakannya, apa dia masih ragu? Atau dia hanya ingin bermain-main saja? Kenapa begitu sulit untuk dirinya mengatakan ' Aku mencintaimu '.


Ibu jarinya bergerak mengelap saliva dari bibirku. Ara terus memperhatikan mata elang itu, kedua mata yang selalu membuatnya nyaman jika seperti ini, berbeda jika dia sedang marah kedua mata itu berubah menjadi merah dan itu sangat menakutkan.


" Kata itu tidak harus aku ucapkan bukan? Dengan ini saja aku rasa sudah cukup," ucapnya menatapku dalam


Ara mengangguk dengan senyuman kecil di bibirnya. Jackson merengkuh tubuh Ara dan memeluknya. " Seumur hidupku tak ada barang berharga yang kumiliki. Tapi, sejak kehadiran mu sekarang aku memilikinya." Gumamnya


Kedua sudut bibir Ara terangkat menampilkan senyuman kebahagiaan disana, Ara mempererat pelukannya seakan tak ingin melepaskan nya lagi begitu juga dengan Jackson, kini dia dapat merasakan bagaimana rasanya memeluk orang yang kita sayangi itu sangat nyaman dan kebahagiaan yang tidak dapat ia rasakan seumur hidupnya.


" Tuan sekarang saya yakin dan apa yang ku katakan itu benar jika tuan dan Ara adalah satu cinta sejati yang sengaja Tuhan pertemukan dalam sebuah ikatan persahabatan keluarga. Sekarang memang tuan dan Ferdy saling membenci, tapi setelah tuan mengetahuinya kalian akan menjadi satu keluarga yang sangat bahagia,"


" Maafkan saya karna saya belum bisa mengatakan nya sekarang, saya tidak ingin membuat tuan semakin kepikiran apalagi sekarang keadaan Ara semakin memburuk, tapi saya janji secepatnya saya akan memberitahukan semua keburukan Chandra kepada tuan," Gumam Bimo dalam hati saat melihat kebahagiaan tuannya.


Bimo menutup pintu itu pelan dan pergi meninggalkan ruangan rawat Ara membiarkan mereka berduaan. Sebenarnya Bimo ingin berbicara perihal video Gordacx dan kebusukan Chandra tapi saat melihat kebahagiaan tuannya hal itu membuat dirinya mengurungkan niatnya, dan mungkin nanti ia akan berbicara.


" Sayang?"


" Hum," deheman Jackson


" Ntah kenapa aku sangat mengkhawatirkan keadaan ayah akhir-akhir ini," Jackson tersentak  saat istrinya merasakan keberadaan ayahnya.


Memang firasat seorang anak tidak akan ada yang bisa mengukirinya, sejauh apapun kita menutupinya suatu saat nanti pasti akan terungkap.


" Sudah lama aku tidak melihat nya, aku tidak tau bagaimana keadaannya sekarang. Aku sangat ingin melihat nya, perutku sudah semakin besar tapi ayah, dia belum mengetahui jika saat ini aku sedang hamil cucunya," Ara menatap suaminya sendu. Jackson yang mengerti dengan tatapan itu hanya tersenyum kecil dan mengelus rambut hitam itu. " Kita nanti akan ketemu ayahmu itu, tapi nanti jika keadaanku sudah lebih baik." Ujar Jackson


" Aku sudah sembuh. Aku sangat khawatir dengan keadaannya, dia hidup sendiri. Aku ingin bertemu dengannya aku mohon," 


" Kenapa tidak sekarang?"


" Sekarang kamu harus istirahat sayang,"


" Aku tidak mau istirahat sebelum aku tau bagaimana keadaan ayah," Gubris Ara memalingkan muka kearah lain.


" Astaga kenapa kamu begitu keras kepala. Bagaimana mana caranya aku bawa dia ke sini sedangkan dia sedang di rawat juga," Batin Jackson membuang nafas panjang.


" Baiklah aku akan cari sendiri ayahmu itu asalkan kamu mau istirahat dan berhenti menampilkan wajah seperti itu," Ucap Jackson tak kuat melihat bibirnya itu.


" Kamu janji?" Ara mengangkat satu jarinya


" Iya aku janji," Jackson mengaitkan jarinya dengan jari Ara.


" Sudah jangan cemberut seperti itu. Sangat jelek bahkan semut pun tak ingin melihatmu," celetuk Jackson yang mendapat pukulan keras dari Ara.


" Kau ini terus meledekku, gini-gini aku itu istri kamu," Sarkas Ara menatap tajam


" Iya _iya aku hanya bercanda, jangan ngambek dong," Godanya


" Tau ahk. Sana pergi cari ayah jangan kesini kalau belum ketemu Ayah,"


" Kok gitu?" Jackson memicingkan matanya menatap Ara


" Bodo!" Ara memunggungi Jackson agar dia cepat pergi dan mencari Ferdy.


Tak berselang lama Jackson pergi tapi sebelum itu diam mencium rambutku sekilas, Ara sangat tersentuh dengan ciuman itu. Tak pernah ia pikirkan jika pria yang dulu ia takutkan bisa seromantis ini.


*


Kediaman Chandra


" Ahahah sangat senang melihatmu terluka seperti itu Ferdy. Hahaha kau mencoba ingin mengelabui Jackson? Hah tidak semudah itu, jika kau menceritakan semuanya kepadanya dia tidak akan percaya karna apa? Dia lebih akan mempercayaiku dan memihak diriku ketimbang kau musuhnya sendiri," Tawa lepas kebahagiaan Chandra saat melihat Ferdy mengalami kecelakaan karna ulahnya.


" Ayah_ayah aku dengar dari anak buah ayah di depan kalau Ferdy sekarang sedang di rumahsakit kerja mengalami kecelakaan tragis? Dan semua itu karna Ayah. Apa benar begitu?" Tanya Catran mendekati ayahnya yang seperti orang gila tertawa sendiri.


" Bagaimana menurutmu?"


" Woah jadi semua itu karna Ayah?" Chandra mengangguk menangapi pertanyaan anaknya dengan senyuman yang tidak pernah pudar dari bibirnya.


" Wow Ayah itu sangat keren. Ahss kejadian itu pasti sangat menakjubkan bukan? Kenapa ayah tidak mengajakku? Aku juga ingin melihat dia berguling di dalam mobil saat bertabrakan dengan bus. Itu pasti akan menjadi moment paling langka bukan?" Ucapan gila terlontar di mulut Catran


" Sebenarnya ayah tidak berniat untuk membuatnya seperti itu, tapi dia membuat ayah sangat emosi, dia mencoba ingin mengatakan segalanya tentang ayah ingin membunuhnya kepada Jackson, haish ayah sangat emosi dan akhirnya ayah mengejarnya mengunakan mobil, tapi ayah tidak menyangka jika hal itu membuat dia kecelakaan," Tutur Chandra.


" Apa? Hah untung saja dia kecelakaan jadi rencana kita masih aman. Tapi, bagaimana jika dia bangun? Dan menceritakan nya kepada Jackson? Semua rencana kita pasti gagal,"


" Kau tenang saja semua itu tidak akan terjadi,"


" Maksud ayah?"


" Orang mata-mata ayah dia ada di sana, dia mengabari ayah jika saat ini Ferdy sedang koma di rumahnya sakit,"


" Apa? Ko_koma?" Teriak Catran sedikit terkejut

__ADS_1


" Ya,"


" Haish kasian sekali kamu Ferdy harus mengalami nasib buruk seperti itu," Gumam Catran lirih.


Catran mengangkat kedua tangannya dan berkata. " Tuhan cabutlah nyawa dia agar dia terlepas dari nasib sialannya itu," Doa Catran di akhiri dengan sebuah tawa mereka.


" Ehk tapi tunggu ayah, bagaimana keadaan Ara? Apa dia sudah tau tentang kondisi ayahnya?" Tanya Catran


" Ayah tidak tau tapi rumahsakit sakitnya sama dengan rumahsakit sakit dimana Ara di rawat,"


" Itu bagus ayah. Hum aku punya rencana," Gumam Catran melirik ayahnya dengan senyuman smrik di bibirnya.


.......


Rumah Sakit!


" Jackson kemana yah kok belum datang juga. Apa dia belum menemukan Ayah? Ayah_ ayah dimana? Aku sangat merindukanmu," Gumam Ara lirih.


Ceklek


" Jack...son," ucap Ara terjeda


" Hallo Ara how are you? Are you oke?" Ara membuang wajahnya kasar saat melihat Catran datang.


Ia kira Jackson tapi ternyata bukan, malah pria gila itu yang datang.


" Ouh sayang kenapa wajahmu cemberut seperti itu?"


" Jangan sentuh aku!" Teriakku mengepis tangannya kasar saat mencoba menyentuhku.


" O...o...o kenapa ketika kamu sedang sakit seperti ini kamu sering marah-marah hm?"


" Ngapain kamu disini? Aku tidak mengenal mu silahkan pergi pintu terbuka lebar untukmu keluar," Tandas Ara menatap tajam


" Apa ini aku baru saja datang dan kau langsung menyuruhku pergi, apa kamu tau aku sangat khawatir saat mendengar kalau kamu masuk rumah sakit ini, dan kamu tau _"


" Aku bilang pergi!" Selorohku.


" Kamu akan menyesal karna kamu mengusir ku,"


" Pergi atau aku teriak," ancamku


" Oke_oke baiklah aku akan pergi. Tapi, sebelum itu aku hanya ingin mengatakan suatu hal yang tidak kamu ketahui tentang ayahmu itu,"


Ara terdiam dan sedikit terkejut dengan ucapan Catran. " Ayah?"


" Hm, apa kau tau tentang kondisi ayahmu sekarang Ara?" Tanya Catran memancing Ara.


" Ayah a_ada apa dengannya? Ke_kenapa dengan kondisinya Catran. Cepat katakan kenapa?" Teriak Ara


" Tunggu apa suamimu belum memberitahu mu?"


" Jackson? Ti_tidak dia tidak mengatakan apapun,"


" Hah suami macam apa itu? Ayah iparnya kecelakaan dan sekarang sedang koma dan dia tau itu semua tapi dia tidak sedikit pun memberitahumu?" Ara tersentak kaget saat Catran mengatakan jika Ferdy kecelakaan dan koma.


Tapi, ada hal yang membuat Ara lebih terkejut dan kecewa kalau Jackson tidak memberitahu dirinya sedangkan dia tau tentang kondisi ayahnya.


Lagi dan lagi air bening itu menetes menerobos keluar. Belum masalahnya selesai kini sudah ada masalah yang baru, belum juga dirinya sembuh dan keluar dari rumah sakit kini ayahnya juga malah ikut masuk kedalam rumah sakit.


" Hiks kenapa ayah bisa seperti ini?" Tangis Ara


" Catran dimana dia di rawat?" Tanya Ara menatap Catran sendu


" Dia tidak jauh. Dia juga di rawat di satu rumah sakit ini, dia di rawat di lantai 9. Dan jika kamu mau melihatnya dengan senang hati aku akan mengantarmu," tawarnya


" Tidak. Aku bisa pergi sendiri,"


" Baiklah,"


" Hiks ayah maafkan aku," isakan Ara.


Ceklek


" Ara," Jackson terkejut saat melihat Ara yang menangis tersedu-sedu di sana.


Jackson menghampiri Ara yang menangis. " Ara kamu kenapa?" Tanya Jackson yang tidak mendapat jawaban dari sang empu.


Jackson melirik Catran tajam dan tanpa berpikir panjang Jackson langsung memukul Catran habis-habisan.


" Beraninya kau datang kesini dan membuatnya menangis hah," Bentak Jackson terus memukuli


" Arghh lo salah paham bukan gw yang buatnya menangis," Gubris Catran tak terima dengan pukulan yang di berikan Jackson.


" Saya tidak akan mengampuni mu,"


" Jackson stop!" Teriak Ara  berhasil menghentikan aksi Jackson yang ingin memukul Catran


" Cukup jangan terus memukuli nya, dia tidak salah apapun. Justru aku berterima kasih kepadanya karenanya aku bisa tau bagaimana kondisi ayah aku sekarang," Jackson sedikit terkejut dengan ucapan Ara.


" Aku benci sama kamu," Ara melepas paksa impusan yang ada di tangannya.


Jackson yang melihat itu terkejut dan mencoba menghentikan Ara, tapi Ara benar-benar marah ia tidak peduli dengan kesehatannya dan juga ucapan Jackson.


" Ara kamu mau kemana? Kamu masih sakit," Tanya  Jackson khawatir karna Ara pergi keluar kamar rawat nya.


Sedangkan Catran dia hanya tersenyum smrik melihat pertengkaran diantara mereka.


Ara terus berjalan dengan keadaannya yang masih lemas. " Biar aku bantu." Jackson meraih tangan Ara tapi Ara malah menepisnya." tidak perlu. Aku bisa sendiri."


Jackson hanya pasrah dengan sikap Ara kepadanya, ini semua karna pria bodoh itu. Semuanya jadi seperti ini itulah umpatan yang ada di dalam hati Jackson. Ingin sekali dirinya menghabisi Catran karna sudah lancang masuk ke dalam kamar rawat VVIP Ara dan mengatakan yang sedari tadi ia berusaha tutupi.


...Bersambung!...


Hallo kakak cantik nan ganteng apa kabar?


Semoga kita selalu di lindungi oleh Allah SWT.


Oke gays gimana nih ceritanya? Makin ngawur? Makin banyak typo? Hum Mon maaf di maklumin ya sobat. Otakku udah kekeleyengan Karna mikirin tugas dunia real yang nggak ada habis-habisnya😭 (curhat dikit boleh dong hehe)


JANGAN PELITKAN JARIMU UNTUK MEMBERIKANKU SUAPAN BERGIZI DARI VOTE, KOMEN DAN FOLLOWNYA KAK😢😘


Yuk ahk kita bersorak hore untuk part kali ini heheh (lebay lo Thor)

__ADS_1


OKE NEXT TIME YAH DAHHH.


Salam rindu dari author buat kalian yang baca iya kamu😁😘🤗


__ADS_2