Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.

Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.
Bab : 12 Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat!


__ADS_3

" Apa Mau Kamu Jackson?"


Jackson yang mendengar ucapanku refleks memutar kursi kebesarannya dan menatap ke arahku.


" Ara! Akhirnya kita bertemu lagi." Ucapnya


" Cepat katakan apa mau kamu?" Sarkasku


" Hahh kamu tentu tau apa keinginan aku Ara,"


" Apa maksud kamu Jack, Aku tidak tau,"


Jackson bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke arah depan.


Jackson menyandarkan tubuhnya ke depan meja dan menatap Ara.


" Kamu Ara,"


DEGHH


Dua kata yang keluar dari mulut Jackson berhasil membuatku terdiam Apa maksud perkataanya.


" Aku?" Ucapku sambil menunjuk diri ku sendiri


" Ck, kamu ingin apa dari aku? Kamu ingin menyiksaku lagi hah? Apa selama ini kamu belum puas dengan semua yang kamu lakukan kepadaku?"


Bukannya menjawab jackson malah ketawa kecil, Memang gila.


" Hahah Kamu memang sangat pintar Ara, kamu sudah tau apa yang aku inginkan sebelum aku memberitahu mu," Ucapku


" Kamu memang brengsek Jackson," Teriakku


Lagi-lagi jackson hanya menjawab ucapanku dengan tertawa.


" Saya tidak pernah membayangkan dan tidak pernah ingin membayangkan saat semua Karyawan yang mengidolakan dan memuja di perusahaan kamu ini sendiri tau tentang siapa diri kamu sebenarnya." Ucapku


" Hah kamu benar saya tidak pernah membayangkan ketika semua karyawan saya tau kalau saya adalah seorang Psychopat,"


" Yakk untung saja sampai sekarang tidak ada yang mengetahuinya hanya kamu satu-satunya yang mengetahuinya Ara! Dan sekarang kamu bekerja di perusahaan saya membuat saya gampang untuk menyiksamu Ara," Sambungnya


" Hahkk_ Jangan Harap Jackson, Karna Sebentar Lagi Saya Akan Keluar Dari Perusahaan ini." Sarkasku


Mendengar Ucapanku Jackson terdiam mengerutkan dahi menatapku.


Aku berjalan ke arahnya sesekali aku menatap mata drak elangnya itu, Ku keluarkan kertas berwarna putih itu dan ku simpan kasar di atas meja.


PUKKKK


Aku menyimpan kertas itu di atas meja, jackson sempat melirik kertas yang ku pegang dan bertanya-tanya kertas apa itu.


" Saya Resain Sekarang juga," Ucapku dengan tatapan yang tidak pernah lepas darinya


Jackson terkejut mendengar ucapanku, tak mau menunggu lama lagi aku melangkahkan kaki ku keluar ruangan karna rasanya beberapa detikpun aku tidak nyaman berada di ruangan ini.


Tapp_tapp_tappp


Suara langkah kakiku meninggalkan jackson yang masih terdiam di sana.


" Kamu Tidak Bisa Keluar Ara."


Langkahku terhenti saat tiba-tiba jack membuka suara. Refleks aku berbalik menatapnya.


" Apa maksud kamu?"


" Kamu tidak bisa keluar dari perusahaan saya begitu saja Ara, Kamu sudah menandatangani Surat Kontrak yang sudah saya buat,"


Aku mengerutkan dahi, surat kontrak? sejak kapan aku menandatangani surat kontrak? itulah yang bertanya-tanya didalam benakku.


" Surat kontrak apa maksud kamu, Aku tidak pernah menandatangani surat kontrak yang kamu maksud."Ucapku


" Apa kamu tidak ingat! saat kamu melamar kerja di perusahaan saya? Kamu mendatangani surat itu dan saking senangnya kamu tidak membaca isi dari surat itu,"


" Apa!"


" Dari surat kontrak itu kamu tidak bisa keluar dari perusahaan saya selama 10 bulan dan jika kamu keluar kamu harus membayar denda 2× lipat dari itu." Sambung rey.


Aku terkejut saat mendengar penuturannya, Astaga apa yang telah aku lakukan kenapa aku tidak membacanya terlebih dahulu.


" Apa jadi Kamu menjebak aku!" Teriaku


" Tidak saya tidak pernah menjebak kamu, saya hanya melakukan apa yang harus saya lakukan dalam sebuah bisnis," ucapnya.

__ADS_1


" Ck, Bisnis macam apa ini! Jelas-jelas kamu menjebakku," Sarkasku


" Jangan salahkan saya dalam hal ini, salahkan lah diri kamu sendiri kenapa dari awal kamu tidak membacanya terlebih dahulu," Sarkasnya


Benar ini kesalahan aku karna aku ceroboh dan bodohnya aku tidak membaca isi surat itu terlebih dahulu.


" Saya tidak peduli, saya akan tetap keluar perusahaan ini." Sarkasku


" Apa kamu bisa membayarnya?"


" Saya memang tidak bisa tapi saya akan berusaha untuk membayar denda itu," Ucapku


" Kamu tidak bisa membayarnya nanti, Jika kamu ingin keluar sekarang maka uang pun harus ada sekarang." Tekannya


" Apa sekarang? mana bisa aku membayar uang sebanyak itu jackson!"


" Saya Tidak Peduli Yang Saya Mau Kalau Kamu Keluar Uang Pun Harus Ada Sekarang!" Sarkasnya


Saat ini jackson membuatku bingung memang itulah yang di inginkan jackson membuat Ara terpelosok ke dalam sehingga ara bingung dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi sehingga dia harus tetap bertahan di perusahaannya.


Namun, yang di lakukan Jack tidak sesuai dengan apa yang jack inginkan dari awal, Jack pikir Ara akan tetap bekerja di perusahaannya karna tidak membayar uang itu dalam waktu singkat tapi nyatanya tidak Ara benar-benar ingin keluar dari kantornya hingga beberapa cara ara lakukan agar bisa keluar dari perusahaan, bukan_bukan karna ingin keluar perusahaan tapi karna Di dalam perusahaan terdapat Jackson seorang pria yang membuat hidup Ara merasa di teror.


" Saya Tidak Bisa Membayarnya Karna Itu Kamu Boleh Menangkapku Dan Menyerahkanku Ke Kantor Polisi." Ucapku menyerahkan diri.


Jackson terkejut dengan apa yang di lontarkan Ara, Ia tak menyangka sebegitu tidak maunya Ara melihat Jackson sampai-sampai dia mau menyerahkan dirinya ke kantor polisi.


" Kenapa diam jack ayok cepat panggil polisi, aku lebih baik mendengkam di penjara dari pada aku harus berada di kengkanganmu." Teriaku


Jackson tidak menjawab, jack masih tak menyangka apa yang di lakukan Ara.


" Oke! Kalau gitu biar aku aja yang panggil polisi itu, " Tuturku


Dengan cepat aku meronggoh gawai di tasku dan mencari kontak polisi di log panggilan.


Tidak butuh waktu lama aku sudah menemukan kontak polisi dan segera mungkin ku hubungi kontak polisi itu.


Drttt_Drttt_Drttt


Suara panggilan terhubung.


" Ara jangan bertindak bodoh," gubrisnya


Ara tidak mendengar ucapan jack.


" Hallo Pak! Ini dengan saya Ara mau melap_"


Brakkkkk!


Tutt_tutt_tutt


" JACK APA YANG KAMU LAKUKAN HAHK." TERIAKKU


Ara di terkejut saat tiba-tiba Jack mengambil ponsel di tangan ara dan langsung melempar ponsel ara kesembrang arah.


Sehingga ponsel ara hancur.


Ruangan Jackson kedap suara sehingga tidak ada bisa mendengar pertengkaran dua sejoli itu.


" JANGAN BERTINDAK BODOH ARA!" SARKASNYA


" Bodoh Kamu Bilang? Hal Yang Paling Bodoh Yang Aku Lakukan Adalah Ketika Aku Mau Menuruti Semua Keinginan Obsi Psychopatmu itu Jackson!" Timpalku


Tiba-tiba Rahang jack mengeras dengan kedua tangannya yang mengepal.


" AKU GAK MAU LAGI MASUK KE DALAM LUBANG ITU LAGI, DAN AKU JUGA GAK MAU TAKDIRKU DI TANGAN SEORANG PSYCHOPAT KAYA KAMU," Tekanku


Kini Jackson sudah mengeras, wajahnya yang semakiň merah padam seperti siap menerkam mangsanya.


" Seterah kamu! kamu mau ngomong apa pun aku sudah tidak peduli tekadku sudah bulat aku akan tetap keluar dari perusahaan ini." Ucapku


Aku berbalik melangkahkan Kaki keluar mninggalkan Jackson yang aku tau saat ini jackson sedang menahan amarahnya itu. Tapi aku tidak peduli, aku terus melangkahkan kakiku keluar.


" ARGHHH!!"


Sebuah teriakan yang familiar di telingga ara berhasil menghentikan langkah ara.


" Arghhhh!! Sakit hentikan," teriaknya lagi.


" Ayah!" Lirih


Mendengar teriakan itu, Ara refleks berbalik dan melihat Jackson yang dengan santainya mendengarkan suara teriakan itu di ponselnya.

__ADS_1


" Arghhhh!" sebuah teriakan di ponsel Jack


" Ayah," lirih


Jackson melirik Ara tersenyum smrik.


" Jackson! Apa Yang Kamu Lakukan sama Ayah Aku?"


Jantungku berdetak kencang saat mendengar sebuah teriakan kesakitan ayah di ponsel jack.


" JACK JAWAB!" TERIAKKU


" Lihatlah," Ucapnya


Jackson memperlihatkan sebuah video, bukan_bukan sebuah video melainkan Video Call dengan Godraxc yang menampilkan Ferdy dengan tangan yang di ikat dengan wajah dan tubuh yang sudah acak-acak dengan di baluti oleh belumuran darah segar dimana-dimana.


Tanggisku pecah saat melihat kondisi ayah seperti itu


" Ayah!" lirih


Dengan cepat ku ambil ponsel yang ada di gengaman jack, namun jackson malah meninggikan ponselnya itu sehingga tidak bisa aku jangkau.


" Sebentar! Di ponsel tidak begitu jelas aku akan memperlihatkannya dengan jelas tunggu sebentar," Ucapnya santai.


Jackson menyambungkan video call tersebut kedalam sebuah layar besar miliknya, dan disitu bisa di lihat dengan jelas bagaimana mereka menyiksa Ferdy dengan tragis.


Tanggisku benar-benar pecah, bagimana tidak kita melihat sendiri Ayah kita berada di tempat itu dengan kondisi seperti itu.


" AARGGHHH!" TERIAK FERDY


" Ayah!" Teriakku


" Jackson apa yang kamu lakukan hiks! Lepasin dia, dia tidak bersalah dalam hal ini kamu boleh membenciku kamu boleh menyiksaku tapi jangan sakiti ayah aku hiks aku mohon!" Tanggisku pecah


Jackson tidak memperdulikan Ara yang menangis memohon kepadanya, Jackson sudah gelas mata dan juga hatinnya, Jackson sudah menahan amarahnya sejak tadi tapi Ara sendirilah yang memancing amarahnya.


" Jack Hiks aku mohon jangan sakiti ayah aku dia tidak bersalah, disini aku_aku yang bersalah kamu boleh melakukan apapun kepadaku tapi aku mohon lepaskan dia," Ucapku memohon.


" ARGHHHH," TERIAK FERDY LAGI


Hati ara sakit pedih bercampur aduk melihat kondisi orang tuannya sedang di siksa di depan matannya sendiri.


Tiba-tiba Rasa Sakit di kepala Ara menyerang lagi. Tapi ara tidak peduli yang ia pedulikan sekarang adalah nyawa Ayahnya.


" Jack Hiks aku mohon Hentikan lepasin dia," Teriakku memohon


Jackson tetap tidak mendengar ia masih pokus menatap ke layar yang dimana ferdy denag kesakitan.


" Oke! Kamu suka kan menyiksa aku baik, lakukan sekarang aku ada disini cepat Jack siksa aku sekarang, tapi aku mohon lepasin ayah aku hiks." Aku menguncang-guncang tanganya namun tidak ada balasan sama sekali.


Tatapanku terhenti saat melihat sebuah guci besar.


Ku berjalan ke arah guci itu tanpa sepengetahuan jack, Ku ambil sebuah botol yang ada di atas meja dan kuarahkan botol itu ke arah Guci.


PRANKKKK.


Botol yang ku pegang pecah begitu juga dengan guci, Tanganku berdarah karna pecahan botol itu namun aku tidak peduli


" Awshh," Ringgisku


Mendengar pecahan jack menoleh dan terkejut saat mendapati Ara dengan tangan yang sudah mengalir darah segar hingga bececeran kemana-mana.


Jack berjalan ke arahku dan langsung meraih tanganku.


" APA KAU GILA HAHK." BENTAKNYA


" IYAH AKU GILA! KENAPA? INI KAN YANG KAMU MAU "TERIAKKU


Jack mengambil tisu untuk membersihkan darah di tangan Ara. Namun, ara mengepis tangannya yang sadari tadi memegang tangan ara, Ara ambil serpihan pecahan guci itu dan ku arah ke Jack.


" Ambil!" Suruhku


" Apa Maksud Kamu?"


" Ambil! Dan Lakukan Apa Yang Kamu Mau," Suruhku


...❤...


...Happy Reading...


Gimana part sekarang?

__ADS_1


Jangan Lupa Tinggalkan jejak seperti Like, komen, vote and follow makasih.


__ADS_2