
...Biasakan follow dulu sebelum baca!!...
...*...
" Kita pulang sekarang!" Suara berat itu berhasil mengalihkan netra Ara beralih menatap nya.
" Tapi kita disini baru beberapa hari,"
" Baru beberapa hari atau kamu masih mau disini karna ada pria itu," Gubris Jackson
Ara hanya membuang nafas berat dan menyetujui keinginan pria di depannya.
.........
Skip Bandara
Kami sampai di negara asal kami dengan keadaan baik-baik saja. Bimo yang mendengar tuannya akan pulang dengan senang hati langsung menjemput nya di bandara.
...*...
...Meloncat Waktu!...
PoV Ara
Semakin lama perutku semakin membesar, usia kandungan ku kini sudah menginjak 7 bulan. Bahkan perhatian Jackson kepadaku semakin hari semakin perhatian dan romantis, penyakit ku pun semakin lama semakin memburuk, sejak kejadian beberapa bulan yang lalu di negara Jepang Jackson mengusir Calvin setelah kejadian itu sejak itu aku tidak melihatnya lagi. Dan sampai sekarang pun aku masih sedikit kesal dengannya kenapa dia datang dan memergoki nya saat itu? Hahh sudahlah semuanya sudah berlalu dan lagipula Jackson tidak pernah mengungkit nya lagi.
" Chagia" Panggil Jackson dengan suara teriak
Apa yang sudah aku katakan itu benar, Jackson semakin hari semakin romantis bahkan sekarang aku dan dengannya sering memangil satu sama lain dengan sebutan Chagia dan sayang.
" Iya Ada apa? Kenapa kamu harus berteriak? Aku bisa mendengar nya meskipun dengan suara lembut," Gubrisku kesal dengan Teriak Jackson yang setiap hari selalu berteriak.
" Iya maaf aku kira kamu sedang di bawah," Ucapnya menampilkan deretan gigi putihnya itu.
" Aku pergi ke kantor kamu hati-hati di rumah, jangan kemana-mana!" ujarnya
" Hum baru aja aku mau minta izin untuk pergi ke dokter, ini hari cek aku konsultasi ke dokter kandungan," Ucapku berbohong karna sejujurnya ini adalah hari untuk cek tentang penyakit ku.
" Yasudah aku akan mengatarmu,"
" Haish semalam kamu bilang apa sama aku? Hari ini kan meeting penting kamu. Jadi nggak papa biar aku sendiri,"
" Tidak aku akan mengatarmu ke rumah sakit, setelah itu aku langsung pergi ke kantor,", Gubrisnya
" Yaudah aku mana bisa menolak ucapan suamiku," Jackson mengacak rambut istrinya gemas karna tingkah nya yang semakin hari semakin mengemaskan apalagi sekarang perut istrinya semakin membesar dan hal itu membuat istrinya semakin chubby'.
.....
Skip Hospital!
" Maaf karna aku tidak bisa mengantarmu cek hari ini," Ucapnya merasa bersalah
" Tidak papa lagi pula aku hanya melakukan cek up saja, aku pergi dulu kamu hati-hati di jalan," Ujarku
Aku membuka sabuk pengamannya dan membuka pintu mobil, tapi tiba-tiba Jackson menahan tanganku refleks aku melirik ke arahnya.
" Ada apa?" Tanya ku menatapnya bingung
" Apa kamu melupakan sesuatu?" Tanyanya dengan menatap ku
" Melupakan apa?" Ku berpikir sejenak memikirkan apa yang aku lupakan
" Sepertinya aku tidak melupakan sesuatu. Memangnya aku melupakan apa?" Tanya ku balik
" Tidak ada cepat pergi aku harus ke kantor," Ucapnya dengan tatapan yang beralih melihat ke depan dengan tatapan kecewa.
Aku melupakan apa? Aku rasa tidak ada tapi kenapa dia sangat kecewa?
Tiba-tiba netra ku melihat pasangan kekasih di depan sana, wanita itu mencium pipi kekasihnya saat sesaat pria itu pergi meninggalkannya.
Hal itu membuatku ingat dan sedikit terkejut jadi karna itu dia merasa kecewa.
Cepat-cepat ku raih dagunya dan mencium kedua pipinya lembut sontak hal itu membuat Jackson sedikit terkejut.
" Maaf karna aku melupakannya, jangan sedih seperti itu. Itu sangat tidak cocok dengan seorang Psychopat seperti mu," ledekku
Terlihat sudut bibirnya terangkat menampilkan senyuman manis di bibirnya. Dia mengacak rambutku dan membiarkanku pergi ke dalam rumah sakit.
Setelah kepergian Jackson aku bisa bernafas lega, dengan cepat aku pergi ke ruangan dokter spesialis kanker otak. Calvin tidak ada di rumah sakit ini ntahlah tiba-tiba dia menghilang begitu saja bak di telan bumi.
" Dokter bagaimana hasilnya? Apa penyakit ku semakin membaik? Apa aku bisa sembuh?" Tanya ku tak sabar dengan hasilnya.
" Saya sudah berulang kali menegaskan untuk ibu melakukan kemoterapi lebih lanjut. Tapi, ibu terus menolaknya, karna itu bebesar hati saya mengatakan jika kondisi ibu semakin hari akan semakin memburuk,"
Ku tarik nafas dalam-dalam dan membuang nya pelan.
" Aku tidak punya pilihan lain dok, aku tidak ingin anakku kenapa-kenapa. Aku tidak ingin mengambil keputusan yang beresiko," Gumamku lirih
" Saya mengerti dengan perasaan ibu. Tapi, ibu juga harus mengerti jika ibu tidak melakukan kemoterapi ini maka tubuh ibu akan semakin memburuk. Penyakit kanker ibu sudah memasuki stadium akhir, dan saya harap ibu mempertimbangkan hal ini secepatnya, karna kami tidak bisa menunggu lebih lama lagi karna penyakit ibu semakin lama akan semakin memburuk," Jelasnya
" Apa ada cara lain dok untuk mencegahnya? Dokter saya mohon mengerti lah saya tidak bisa melakukan kemoterapi ini, karna ini bisa berefek buruk dengan bayi saya, saya tidak mau sampai itu terjadi," Mataku berkaca-kaca dengan hasil yang tidak pernah aku inginkan.
" Anda bisa berbicara dengan spesialis penyakit kanker otak ini. Dia baru saja pulang dari Amerika dan saya harap dia bisa membantu ibu,"
" Siapa?"
" Dia sedang melakukan operasi pasien, dan beberapa menit lagi dia selesai. Ibu boleh menunggunya di ruangannya biar kami beritahu dokter kalau ada seseorang yang ingin menunggunya," Ujarnya
" Baik dok makasih," Aku bangkit dari dudukku dan pergi keluar, tapi sebelum itu dokter itu memberitahu kan dimana ruangan dokter itu.
" Tidak aku tidak bisa melakukan itu, aku tidak akan membiarkan anak aku kenapa-kenapa, walaupun aku tau kemungkinan untuk aku bertahan hidup sangatlah tipis," Batin ku menyeka air mataku kasar dan bergegas pergi ke ruangan yang di tunjuk dokter tadi dan duduk menunggu nya.
........
Tempat lain!
" Dok ada seseorang yang ingin bertemu dengan dokter," Ucap suster itu
__ADS_1
" Siapa?" Tanya dokter berjas putih itu
" Tidak tau pak, dia sedang menunggu bapak di ruangan bapak,"
" Baiklah kamu periksa pasien ini setelah itu pindahkan dia ke ruang rawat,", Ujarnya
" Baik pak," pria itu berjalan pergi ke ruangannya dimana disana ada Ara yang sejak tadi menunggu dirinya.
.......
" Dimana dokter itu? Sudah satu jam aku tunggu tapi dia tidak datang-datang juga," Gumamku dengan terus melirik arloji di tanganku.
Netra ku tak henti-hentinya melihat-lihat sekitar, aku bangkit dari dudukku dan berjalan ke arah nakas dimana disana terdapat fhoto yang tak asing lagi di mataku.
" Fhoto ini?"
Ceklek
Netraku beralih ke arah pintu. Aku terkejut saat melihat sosok yang sudah lama tidak pernah kulihat kini ada di depanku.
" Calvin?"
" Ara!"
Tatapan kami bertemu namun hanya beberapa detik saja. Aku berjalan ke arahnya dengan sebuah bingkai fhoto di tanganku.
" Ara kenapa kamu disini?"
" Apa maksud nya ini?" Ku perlihatkan bingkai foto di tanganku ke padanya.
Terlihat Calvin sedikit terkejut dan bingung.
" Calvin apa maksudnya ini? Katakan kenapa kamu menyimpan foto ku?" Aku benar-benar tidak mengerti kenapa dia menyimpan fhoto ku di ruangannya.
" Maaf karna saya tidak meminta izin kepada mu tentang foto itu, kamu sudah tau maka aku akan mengakuinya. Saya memang tidak pantas mengatakan hal ini, tapi asal kamu tau saya mencintaimu, saya benar-benar sangat menyukai mu sejak pertama kali saya bertemu denganmu. Wanita yang menarik, hebat, polos, baik, cantik, semua itu ada di dalam dirimu_"
" Cukup Calvin. Apa kamu tidak sadar aku sudah punya suami dan aku sedang mengandung_"
" Saya tau itu, tapi apa aku meminta kamu untuk mencintaiku? Tidak saya hanya mencintaimu walaupun saya tau itu akan menyakitkan,", Selorohnya
" Maafkan saya. Tapi saya janji saya tidak akan mengangumu, saya hanya ingin membuat mu sembuh dari penyakit ini," lanjutnya
Aku terdiam mendengar ucapannya, ntahlah aku bena bingung. Aku tidak pernah menyangka kalau Calvin akan mengakui perasaannya seperti ini, setelah sekian lama menghilang ntah kemana.
" Kau ingin bertemu ku? Ada apa?" Tanyanya mengalihkan pembicaraan
" Aku_"
" Duduklah akan ku buatkan minuman untukmu," ujarnya
Aku duduk di sofa ntahlah setelah Calvin mengungkapkan perasaannya kenapa rasanya menjadi canggung saat berbicara dengannya.
Tak lama Calvin datang dengan sebuah teh di tanganya.
" Ada apa?"
" Iyah, dulu saya disana berkuliah tapi saya cuti beberapa bulan dan bekerja disini. Setelah bertemu dengan mu saya semakin ingin melanjutkan kuliahku dan berusaha untuk mencari tahu tentang bagaimana cara menyembuhkan penyakit mu itu," Aku sedikit terkejut mendengar penuturan nya jadi dia pergi melanjutkan pendidikan hanya untuk mencari tau bagaimana cara menyembuhkan penyakit ku?
" Kamu pergi karna aku?"
" Sudah ku katakan aku mencintaimu aku akan melakukan apapun agar aku bisa melihatmu tetap hidup walau itu tidak bersamaku," Tandasnya
" Tapi seharusnya kamu jangan melakukan itu, dan alangkah baiknya jika kamu melupakan ku," Tandasku
" Aku harap ini terakhir kalinya aku bertemu denganmu. Aku permisi," Aku bangkit berniat pergi tapi tiba-tiba Calvin menahan ku.
" Ada apa? Jika kamu tidak mencintaiku lalu apa masalahnya? Saya tidak paksa kamu untuk mencintaiku, saya kembali kesini untuk menyembuhkan mu," Sarkasnya
" Aku tidak bisa,"
" Tapi kenapa?"
" Aku menginginkan seorang dokter untuk bisa menyembuhkan ku bukan untuk mencintaiku. Tapi, kenapa? Kenapa kamu malah mencintaiku?" Teriakku di depannya dengan wajah berkaca-kaca
" Aku mohon hidupku sudah hancur, jangan membuat hidupku semakin hancur hanya karna kamu menyukaiku," Gumamku lirih
Calvin hanya bisa diam menatap wanita yang ia cintai menangis di depannya.
" Baiklah saya berjanji setelah kamu sembuh aku akan pergi jauh, tapi sebelum itu izinkan saya membantu mu," Pintanya menatap ku dalam.
Aku hanya bisa membuang nafas berat dan mengiyakan permintaannya, sungguh sebenarnya aku tidak ingin ada hal apapun yang berkaitan dengannya karna aku tidak mau sampai Jackson tau dan ada perkelahian lagi.
PoV Ara End
......
Perusahaan Gruop Lexus
Terlihat Jackson sedang fokus dengan laptopnya dengan beberapa berkas di atas mejanya.
Drttt _drtt_drttt
Satu panggilan masuk berhasil mengalihkan perhatian nya. Jackson meraih ponselnya dan memincingkan matanya saat melihat nomor yang tidak di kenal menelponnya.
" Nomor siapa ini? Ahhkk tidak penting," Gumam Jackson dan meletakkan ponselnya kembali.
......
Di tempat lain Bimo sedang mengemudi mobil milik tuannya dengan kecepatan sedang, setelah mendapat telepon dari seseorang dengan cepat Bimo langsung menancapkan gas nya menuju tempat itu.
Tak butuh lama Bimo sampai di tempat itu.
Sebuah ruangan!
" Bagaimana?" Tanya Bimo kepada pria itu
" Saya sudah melakukan sebisa saya mungkin, semoga saja data-data yang ada di dalam sim card ini tidak hilang," Pria itu yang sempat Jackson dan Bimo datangi untuk memperbaiki SIM-card milik Godracx.
__ADS_1
" Terimakasih. Ini sebuah cek untuk anda," Bimo memberikan sebuah kertas cek uang dan bergegas pergi.
Sesampainya di rumah Jackson Bimo bergegas masuk dan langsung menuju ruang kerja miliknya dan memasang sim card itu di laptop miliknya.
Isi Sim Card!
Di dalam video itu terlihat beberapa orang berbaju hitam itu sedang berkumpul, disini bisa di lihat dengan jelas wajah para pria itu, tapi sialnya hanya satu orang yang tidak bisa Bimo lihat.
" Kalian sudah mengerti dengan rencana kita selanjutnya?" Tanya pria paling depan membelakangi kamera Godracx.
" Mengerti bos," sorak para pria di depannya yang di cap sebagai tangan kanannya
" Bagus. Saya ingin kalian bawa dia dan sekap dia, lalu siksa dia hingga dia lumpuh, setelah itu sisanya untuk saya. Saya akan memberikan dia pelajaran hingga dia lupa siapa saya sebenarnya," Tandas pria itu.
Bimo masih tidak mengerti dengan semua ucapan pria itu, siapa yang akan mereka sekap? Tapi, tiba-tiba Pria itu berbalik, kamera Godracx tepat berada di atasnya hingga wajah pria itu sangat jelas. Sontak Bimo terkejut dan tidak percaya dengan pria yang ia lihat.
" Tidak mungkin. Jadi pembunuh berantai itu komplotan_ komplotan Chandra?" Bimo semakin fokus menonton isi video itu.
" Hahahah Jackson!!! Sebentar lagi kau akan mati di tanganku. Tak akan ku biarkan kau hidup dalam kebahagiaan, saya pastikan kau hidup dalam penderitaan, seperti nasib ayahmu itu. Hahah ayah dan anak sama_sama bodoh! Dulu ayahnya sudah kutipu, sekarang anaknya hah sudah ku buat anaknya bertekuk lutut di hadapan ku," Bimo membulatkan matanya saat mendengar ucapan demi ucapan yang keluar dari mulut Chandra.
Krekkk
" Siapa disana?" Teriak Chandra di video itu
Godracx berumpat dan segera pergi setelah keberadaan nya di ketahui oleh Chandra. Chandra menyuruh tangan kanannya pergi menangkap nya begitu juga dengan dirinya.
Di dalam Video Godracx terus berlari.
" Tuan di video ini semua bukti kejahatan Chandra ada disini. Saya mohon berhati-hatilah, dia tidak seperti apa yang tuan pikirkan, dia bajingan, brengsek, Penghianat. Dia juga yang sudah membuat kesalahpahaman antara tuan besar dengan Ferdy. Saya mohon berhati-hatilah," Ucap Godracx sebelum video itu selesai.
Bimo tidak pernah menyangka jika pria yang sudah Jackson anggap ayahnya sendiri tega menghianati dirinya.
" Chandra jadi selama ini dia di balik permusuhan antara Ferdy dan juga tuan besar? aku harus memberikan file ini kepada tuan, dia harus tau semuanya," Bimo mengeluarkan sim card dan bergegas pergi.
Namun, saat ingin membuka pintu tiba-tiba Bimo terkejut dan langsung menyembunyikan Sim Card itu saat melihat Chandra dan juga Catran di luar.
" Bimo ada apa? Kenapa kamu berlari terbirit-birit seperti itu?" Tanya Chandra manis
" Ahk itu saya harus segera ke kantor karna tadi tuan menelpon kalau dia sedang membutuhkan bantuan saya,", jawab Bimo bohong
" Ouh begitu baiklah," Bimo pergi dan langsung menancapkan gas menuju kantor.
.....
Di sisilain Ara terus melamun di sepanjang perjalanan. Perkataan Calvin tentang penyakit nya terus terngiang-ngiang di pikirannya.
...Plashback On...
" Ara kamu harus menjalani kemoterapi. Kaku tidak bisa terus mengandalkan obat-obatan itu, karna sampai kapanpun obat itu tidak akan berpengaruh terhadap kesembuhan kamu," Ujar Calvin meyakinkan Ara agar Ara mau menjalani kemoterapi
" Aku sedang hamil dan kemoterapi itu memiliki efek samping kepada bayi aku,"
" Kamu benar. Obat-obat kemoterapi sangat tidak baik untuk bayi kamu, itu akan membuat bayi kamu cacat, lumpuh dan.... Tapi, kamu tenang saja aku akan melakukan semaksimal mungkin untuk keselamatan kamu dan juga bayi kamu,"
" Tidak Calvin, aku tidak bisa mengambil keputusan seberat ini. Jika memang hidupku sampai disini aku ikhlas asalkan aku ingin melihat bayi ini lahir dengan selamat," Calvin memejamkan matanya ia tidak tau apa yang harus dia lakukan sekarang.
" Aku tidak suka dengan ucapanmu itu! Ini bukan Ara yang saya kenal, kenapa_kenapa kamu mudah sekali mengatakan ini akhir hidupmu? Kau bukan malaikat dan tuhan yang tau kapan hidupmu akan berakhir, kau hanya manusia yang seharusnya berusaha," Sarkasnya
Ara meraih tangan Calvin dan mengengam nya erat " Aku mohon bantu aku, hidup aku tidak lama lagi dan kamu tau itu. Bahkan jika aku menjalani kemoterapi itu belum tentu 100% aku akan sembuh, aku sudah ikhlas menjalani nya Vin. Aku mohon untuk terakhir kalinya bantu aku menjaga bayi ini, hanya beberapa bulan saja setidaknya sampai anak ini lahir setelah itu aku bisa tenang,"
Calvin mengepis tanganku kasar, matanya yang merah menahan air matanya keluar " Saya membenci mu, saya membenci semua ucapan yang keluar dari mulut anda."
" Kau boleh membenciku tapi aku mohon bantu aku. Beri aku obat-obat untuk menahan rasa sakit ini, aku hanya butuh beberapa bulan untuk melahirkan anak ini setelah itu aku akan pergi. Aku akan membawa semua penderitaan Jackson, Ayah semuanya termasuk kamu. Aku mohon kau mencintaiku bukan? Aku punya satu keinginan darimu tolong bantu aku, hanya kamu satu-satunya orang yang bisa membantuku hiks aku mohon," Tangis Ara di pecah di hadapan Calvin.
Calvin menghapus air matanya kasar dan menangkup wajah Ara " Baiklah karna kamu yang meminta nya akan kulakukan. Tapi, aku akan berusaha untuk menyembuhkan mu bagaimana pun caranya." Tekadnya
...Plashback Off...
" Mommy tidak akan membahayakan mu hanya karna pengobatan untuk kesembuhan Mommy. Mommy nggak akan menjalani kesembuhan hanya untuk kamu, Mommy ingin kamu sehat dan baik-baik saja," Gumam Ara menyeka air matanya.
Taksi yang di tumpangi nya berhenti tepat di depan gerbang rumah besar milik Jackson. Ara turun dan bergegas masuk ke dalam rumah.
Ceklek
Saat Ara buka pintu Ara di suguhkan dengan pemandangan yang tak mengenakan. Catran dan Chandra sedang menikmati minuman-minuman yang menjijikan itu. Haish orang tidak tau malu, minum-minum di rumah orang.
Ara tak memperdulikan mereka, Ara bergegas pergi ke dalam kamar, tapi tiba-tiba Catran menahannya.
" Ara mau kemana hum? Ayok kita minum-minum dulu. Kau pasti menyukainya dan lihatlah anakmu ajarkan dia minum sejak masih di dalam kandungan," ucap Catran konyol seperti nya dia sudah mabuk.
" Apa kamu tidak waras?" Sarkas Ara dan pergi
Tapi Catran terus saja menganggu Ara. Ia menarik Ara duduk dan terus memaksa Ara meminum-minuman itu. " Catran aku nggak mau." Tolak Ara
" Sudah minum saja lagian Jackson tidak akan memarahimu," kali ini Chandra yang membuka suara.
" Kalian benar-benar keterlaluan,"
" Ahahah kami keterlaluan? Suamimulah yang keterlaluan," Teriak Catran tak kalah keras
" Ahahah kau memang tidak beruntung. Memiliki suami bodoh seperti dia, kami hanya memanfaatkan dia tapi dia begitu mudahnya membohongi dia hahah," Gumam Catran tak sadar
Ara sedikit terkejut dengan pengakuan Catran meskipun dia mengatakan nya tanpa sadar tapi Ara tau semua yang di katakan nya itu benar.
" Kalian memang benar-benar tidak punya hati. Dia baik kepada kalian, tapi ini balasan kalian? Lepas_lepaskan tanganku," Ara terus memberontak tapi nihil tenaganya lebih kuat di banding tenagannya.
" Kamu tidak bisa lari dariku," racaunya
" Lepas_"
" CATRAN?!!!"
BUGHHH
Semuanya terkejut termasuk Ara saat tiba-tiba Jackson datang dan langsung memukul Catran.
Lanjut?
__ADS_1