Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.

Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.
Bab : 57 Ketidakpercayaan


__ADS_3

Ceklek


Ku buka pintu kamar itu pelan. Ruangan bernuansa putih itu hal yang pertama kali ku lihat, tiba-tiba betraku jatuh ke sosok pria tua yang terbaring lemah dengan seluruh tubuhnya di penuhi dengan alat medis. Air mata yang ku tahan sedari tadi lagi dan lagi air mata itu keluar dengan sendirinya, kulangkahkan kakiku berat menghampiri sosok pria yang selama ini ia rindukan.


" Ayah ke_napa ayah bisa seperti ini hiks," Tangis Ara tak kuasa menahan kesedihan nya saat melihat ayahnya yang terbaring lemah di ranjang.


" Maafkan Ara ka_karna Ara tidak bisa me_menjadi anak yang yang berbakti kepada ayah hiks, Ara minta maaf karna Ara sudah meninggalkan ayah, tapi Ara mohon ayah bangun hiks Ara tidak punya siapa-siapa lagi selain ayah di dunia ini. Lihatlah sebentar lagi ayah akan menjadi seorang Kakek, aku sedang mengandung cucu pertama ayah. Ara mohon bangun hiks," Tangis Ara di dada ayahnya


Jackson yang melihat itu merasa bersalah karna sudah menyembunyikan keadaan ayahnya. " Ara_"


" Tidak. Kamu jahat kenapa kamu menyembunyikan ini dariku? Dia ayahku aku berhak tau. Kamu berbohong kepadaku hiks," Teriak Ara di akhiri dengan isakannya.


Jackson membuang nafas berat dan menghampiri Ara yang masih setia menangisi ayahnya. " Maafkan aku." Dua kata itulah yang terlontar dari mulut Jackson


" Kenapa kamu terus melakukan ini kepadanya?" Jackson memincingkan matanya tak mengerti dengan ucapan Istrinya


" Aku tau ayah aku berbuat salah tapi kamu menghukum dan menyiksaku selama ini, apa semua yang aku alami itu semua tidak cukup untuk kamu tidak menyakiti ayahku hah?!" Jackson sedikit terkejut dengan semua perkataan yang keluar dari mulut Ara.


" Kau menuduhku melakukan ini kepadanya begitu?"


" Kalau bukan kamu siapa lagi," Jackson membuang muka kasar


" Saya memang membencinya tapi saya tidak melakukan ini kepadanya!" Tekan Jackson


" Bohong. Kenapa kamu terus berbohong aku hanya ingin kamu berkata jujur, apa yang ingin kamu lakukan? Kalau kamu ingin menyakiti seseorang sakitilah aku jangan dia," Gubrisku


" Kau benar-benar...," Jackson tidak melanjutkan ucapannya


" Haish sebaiknya kau kembali ke kamar VVIP mu,"


" Tidak aku tidak mau," jawab Ara ketus


" Kau_"


" Jika kamu ingin pergi_pergilah aku tidak akan melarangnya," Jackson tersentak kaget saat Ara mengatakan hal itu karna tidak secara langsung dia mengusirnya.


Jackson membuang nafas kasar dan pergi dengan menutup pintu keras, Ara yang mendengar nya sedikit terkejut dan hanya bisa menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya perlahan.


Luar!


PoV Jackson


Aku benar-benar kesal dengan ucapannya, bisa-bisanya dia menuduhku yang melakukannya dan membuat ayahnya koma seperti itu. Tapi, disisi lain aku mengerti dengan keadaanya karna itu aku tidak jadi mengatakan hal yang dapat menyakiti hatinya. Aku pergi setelah dia berkode mengusirku dan cepat-cepat menghubungi Bimo dan menyuruhnya untuk datang secepatnya.


skip!


" Iya tuan?"


" Saya ingin pergi ke rumah Chandra tolong kamu jaga Ara suruh dia istirahat'," Bimo tertekun saat tuannya akan pergi ke rumah Chandra.


Bagaimana tidak? Chandra adalah musuh gelap tuannya selama ini dan tidak mungkin dirinya akan membiarkan tuannya pergi sendirian.


" Tuan?!" Suara berat Bimo berhasil menghentikan langkah ku.


" Kenapa?" Tanyaku dingin menatapnya


" Saya ingin bicara sesuatu dengan tuan,"


" Katakan!"


Aku memicingkan mataku saat Bimo memberikan sebuah Card hitam kepadaku, ku ambil Card itu dari tangannya dan menatapnya bingung.


" Itu adalah Card milik Godracx yang sempat tuan memberikannya ke tukang service untuk di perbaiki, dan dia sudah memperbaikinya dan maaf karena saya lancang membuka Card itu tanpa seizin tuan," Jelas Bimo


" Tidak papa. Apa isinya?" Tanyaku to the point


" Alangkah baiknya jika tuan langsung melihatnya," Ku langkahkan kakiku pergi menuju ruang rawat VVIP Ara dan langsung menyalakan laptop dan memasukan Card itu.


Beberapa menit kemudian ku kepalkan tanganku erat menahan amarah saat setelah melihat video dari Card yang di berikan Bimo. " Brengsek!"


" Video itu?!" Gumam Bimo tak mengerti


Prankk


Bimo terkejut saat Jackson melempar laptop itu ke tembok.


" Brengsek berani-beraninya dia melakukan ini setelah apa yang sudah saya berikan kepadanya," Ucapku penuh penekanan


" Tidak tuan bukan Video itu yang ingin saya tunjukan," Sergahnya


" Video apa hah? Jelas-jelas Video itu menunjukan jika dia (Godracx) mengkhianati saya!" Tekanku


" Tidak tuan. Justru video itu menunjukan jika Chandra lah yang sudah mengkhianati tuan,"


" Kenapa kau terus.... Apa?" Ucapku terjeda saat kala Bimo mengatakan jika Chandralah yang penghianat.


" Itu benar tuan saya lihat sendiri jika Chandra lah yang sudah mengkhianati tuan, dan sekarang dia sedang mengincar tuan. Dia tidak seperti apa yang tuan pikirkan dia brengsek tuan,"


" Lalu apa, Video ini menunjukkan jika Godracx sudah mengkhianati saya,"


" Itu yang saya tidak tau tuan. Kenapa ada video itu, saya yakin ada seseorang yang sudah menukarnya dan di dalam Video itu bukan Godracx," Aku tidak bisa berpikir apa yang ada di otak anak buahnya saat ini. Kenapa dia terus membela Godracx yang jelas-jelas sudah mengkhianati saya.


" Kau menuduh Chandra yang melakukan semua permasalahan antara saya dan juga Ara dan ayahnya begitu?"


" Bimo. Kau tau betul jika Chandra adalah orang yang selalu mendukung saya lalu apa yang saya ragukan darinya jika dia berkhianat dari saya?!" Ucapku kehabisan kesabaran.


" Tuan tolong percaya Chandra orang jahat. Dia tidak baik seperti apa yang tuan pikirkan, awalnya saya juga tidak menyangka tapi setelah melihat video itu saya jadi yakin jika Chandra lah orang yang selama ini kita cari,"


" Lalu mana videonya? Saya ingin lihat," tanyaku mengangkat tangan kananku ke arah nya.


" Maafkan saya tuan. Tapi, seperti nya Card itu tertukar, dan saya yakin jika di dalam Video itu bukan Godracx ada seseorang yang mencoba menukarnya tuan,"


" Arghhhh!" Teriakku frustasi


" Kau mengatakan jika Chandra yang sudah melakukan semua ini. Lalu kau memberikan Video yang menunjukkan jika Godracx lah yang sudah melakukannya, lalu mana yang harus saya percayai hah? Kau tau selama ini saya mencari orang yang sudah mengkhianati keluarga saya, dan sekarang kau berani mempermainkan saya. Kau menuduh jika orang yang sudah merawat saya dari kecil adalah orang yang menyebabkan orang tua saya tiada begitu?" Teriakku menatap tajam ke arah Bimo.


" Saya tidak bermaksud mempermainkan tuan. Tapi, saya berkata jujur jika Chandralah_"


" Apa?"


Ucapan Bimo terhenti saat kala sebuah suara berat berhasil menghentikan ucapannya, refleks Bimo berbalik melihat pemilik suara berat itu. Bimo terkejut saat melihat Chandra yang sudah berdiri di ambang pintu dengan tatapan sinis ke arahnya.


"Om?!" Chandra menghampiri ku.


" Ada apa? Kenapa kalian tegang seperti ini saat melihat saya?" Tanyanya tidak tau dengan apa yang di obrolkan kami tentang dirinya.


Ku lirik Bimo sekilas dan beralih menatap Chandra. " Tidak. Oh, iya sejak kapan Om ada disini?" Tanyaku mengalihkan perhatian. " Om ingin menjenguk istri kamu, karena kemaren Om belum sempat menjenguknya." Jawabnya


" Dia tidak ada disini, dia ada atas," jawabku

__ADS_1


Ku langkahkan kakiku pergi untuk mengantar Chandra menemui Ara, tapi sebelum itu Chandra melirik sekilas Bimo dengan sudut bibirnya yang tersenyum smrik. Jelas hal itu membuat Bimo semakin tegang dan takut, ternyata semua ucapannya benar jika Chandra lah yang menukarkan nya.


PoV Jackson End


...Plashback on...


Bughh


Tanpa sengaja Bimo bertubrukan dengan seseorang bertopi, Bimo tak sadar jika saat itu ia kejatuhan barang berharga (Card) karna dia terburu-buru saat mendapat telepon dari tuannya untuk segera datang ke rumah sakit.


...Plashback Off...


Chandra melangkah kan kakinya pergi menyusul Jackson yang sudah di luar. Sedangkan sisi lain Bimo benar-benar yakin jika Card itu berada di tangan Chandra.


" Sekarang apa yang harus aku lakukan? Bukti yang ku punya satu-satunya hilang. Bagaimana caranya agar aku bisa membuat Tuan percaya jika dia adalah orang yang membuat permasalahan di dalam hidupnya selama ini," Gumam Bimo sesaat setelah kepergian Chandra.


........


" Ayah aku mohon bangun. Aku minta maaf karna aku sudah meninggalkan mu seorang diri, aku benar-benar tidak bisa melihat mu seperti ini. Aku mohon buka matamu, apa kamu tidak mau melihat cucu pertama mu lahir?" Itulah isakan dan gunakan yang keluar dari bibir kecil itu.


Jackson yang sudah ada di balik pintu mendengar semuanya, ia merasa tidak tega melihat istrinya yang terus menangisi keadaan Ferdy.


" Ekhem," Mendengar deheman seseorang cepat-cepat Ara menghapus air matanya.


" Kamu kenapa kamu kembali lagi?" Tanya Ara


" Memangnya aku akan pergi kemana?" Bukannya menjawab Jackson malah semakin mempersulit.


Tak lama Chandra datang. Ara memicingkan matanya saat melihat kehadiran Chandra di sana, ntah kenapa rasanya Ara tidak menyukai Chandra setelah apa yang di katakan Catran tak sadar hari itu.


" Ara bagaimana kabarmu?" Tanya Chandra


" Aku baik," jawab Ara datar.


" Astaga ada apa dengan di_"


" Jangan sentuh dia!" Refleks Ara berhasil membuat Chandra dan Jackson menatap ke arah Ara tak mengerti.


" Ada apa?" Tanya Chandra bingung


" Maaf maksudku ayahku sedang koma sekarang, ada seseorang yang ingin mencelakai nya dan aku tidak tau siapa dia,"


" Lalu maksudmu aku ingin mencelakainya?"


" Dengar Ara saya hanya ingin menyentuhnya bukan menyakitinya, kau jangan terlalu posesif, dan ya kau bilang ada seseorang yang ingin mencelakainya? Ayolah Ara ini adalah sebuah kecelakaan bukan kesengajaan," gubris Chandra tentu hal itu membuat Ara tak suka dengan semua ucapan yang keluar dari mulut nya.


" Aku yakin kecelakaan ini bukan kecelakaan biasa tapi kecelakaan ini adalah kecelakaan kesengajaan yang sudah di rencanakan seseorang. Dan kenapa kamu begitu mengelak jika ini ada sebuah kecelakaan? Oh apa karna kamu takut jika aku melanjutkan penyelidikan dan kau tertangkap basah," Tandas Ara berhasil membuat Jackson dan Chandra sedikit terkejut.


" Tunggu kenapa kau malah menuduh saya?"


" Karna aku tau orang yang pura-pura baik dan tidak itu seperti apa," Jackson benar-benar tidak mengerti kenapa Ara kini tiba-tiba menuduh Chandra yang membuat Ferdy seperti ini.


" Ara hentikan. Jangan berbicara omong kosong, kau ingat dia adalah om_"


" Aku tau kalau dia bukan om kamu, dia hanya merawat kamu sejak kecil karna itu kamu menganggapnya sebagai Om kamu. Tapi, yang harus kamu tau dia tidak seperti apa yang kamu pikirkan, dia jahat dia ingin menyakiti kamu, dan mengambil semua aset milik kamu,"


" Ara cukup!"


" Dan setelah dia mendapatkan nya dia akan membuangmu dan bisa saja dia akan memperlakukan mu seperti ayahku,"


" CUKUP ARA SAYA BILANG CUKUP!" BENTAK JACKSON SONTAK HAL ITU MEMBUAT ARA TERKEJUT


" Apa kamu bisa berhenti menyalahkan orang lain dengan apa yang terjadi kepada ayahmu hah?"


" Kau menuduh orang yang sangat berjasa di dalam hidupku Ara. Saya tidak akan memaafkan orang itu jika orang itu membuat orang yang berjasa di dalam hidupku merasa sakit hati dengan ucapan mu itu," Ara tersentak saat Jackson mengatakan hal itu.


Apa Chandra adalah orang yang sangat penting di dalam hidupnya di bandingkan aku istrinya? Sampai-sampai dia membentak ku hanya karna tidak ingin dia tersinggung. Huh apa yang kau harapkan Ara? Di dalam hatinya tidak ada kamu lalu apa yang kau harapkan darinya?.


Ara membuang wajah kasar kearah lain sedangkan Jackson ia tersadar dengan ucapannya. " Arghhhh kenapa aku nggak bisa mengontrol emosi?" Gerutu Jackson dalam hati


" Jackson kamu tidak perlu membentak istri kamu seperti itu, Om mengerti jika saat ini istri kamu pasti sangat khawatir dengan ayahnya, jadi kamu tidak perlu marah dan membentak nya," Tuturnya


" Baiklah sepertinya kehadiran Om disini malah semakin memperburuk keadaan, Om pergi dulu ya. Kamu jaga baik-baik istrimu itu," Ujarnya saat sebelum melangkah pergi.


Setelah kepergian Chandra. Jackson merasa tak enak hati karna sudah membentak Ara hingga dia terkejut dan ketakutan seperti tadi. " Ara..."


" Maaf," satu kata yang keluar dari mulut Ara


" Tidak kamu tidak perlu meminta maaf. Disini aku yang harusnya meminta maaf karna sudah membentak mu dan tidak mau mengerti dengan keadaan mu sekarang," Sergahnya


" Aku....aku hanya tidak bisa melihat keadaan ayah seperti ini hiks aku juga tidak tau, ke..napa aku malah menuduh dia, aku minta maaf karna sudah menuduhnya. Aku benar-benar tidak tau apa yang harus aku lakukan sekarang hiks,"


Jackson merasa tak tega melihat istrinya menangis sesenggukan di hadapan nya. Tanpa pikir panjang Jackson meraih tangan Ara dan mendengkap tubuh Ara dalam pelukannya. " Menangislah." desus Jackson


Mendengar ucapan suaminya Ara langsung menangis dan memeluk tubuh kekar itu erat. Selama ini Ara membutuhkan tempat ini untuk menaruhkan luka dan tangisan, tapi baru sekarang ia bisa menaruhnya.


" Apa sudah menangis nya?" Tanya Jackson memastikan


Ara menganguk pelan.


" Suthh sudah jangan menangis lagi massa mau jadi seorang mommy masih cengeng, nggak malu apa sama baby-nya?" Goda Jackson yang mendapat pukulan pelan dari sang empu.


Jackson terkekeh kecil dan memeluk tubuh ramping itu lagi kedalam dengkapannya.


" Sejak tadi kamu belum istirahat ayok kembali ke ruang kamu. Kamu harus banyak istirahat katanya mau sembuh," Ujarnya


" Tapi ayah?"


" Ayah kamu biar Bimo yang jaga," jawabnya


Bibir Ara tersenyum kecil dan menganguk pelan.


Jackson menuntun Ara ke bawah dan menuntunnya istirahat di tempat tidur kecil itu.


" Setelah ini kamu mau kemana?" Tanya Ara memegang tangan Jackson lembut


" Aku harus pergi ke kantor,"


" Apa kamu mau menuruti kemauan ku satu saja?" Pinta Ara


" Apa?"


" Aku ingin kamu tetap disini. Sejak kemarin kamu tidak banyak beristirahat karna menjagaku dan juga ayahku seharian, untuk hari ini aku tidak akan mengangumu kamu bisa beristirahat dengan tenang hari ini,"


" Cuman itu?"


Ara menganguk menanggapi pertanyaan kecil Jackson.


" Baiklah hari ini aku akan istirahat disini," Jackson berjalan ke arah sofa namun sebelum itu lebih dulu Ara menahan tangannya.

__ADS_1


Refleks membuat Jackson melirik ke arahnya bingung. " Ada apa?"


" Mau kemana?"


" Ke sofa. Katanya istirahat,"


" Tidur disini," Pinta Ara imut sembari menepuk-nepuk kasuritu pelan.


" Tidak kamu harus istirahat, jika aku tidur di sana kamu tidak akan merasa nyaman,"


" Tidak akan. Ayok naik tidur disini," Jackson membuang nafas berat dan langsung naik ke atas kasur berukuran kecil itu.


Ara tidur sembari memeluk Jackson begitupun sebaliknya. Jackson terhanyut dalam suasana, tangan Jackson tidak diam dia mengusap rambut itu lembut sesekali dia mencium pucuk kepala itu.


" Aku tidak tau mana yang harus aku percayai. Kamu dan Bimo atau Chandra orang yang selama ini sudah menjagaku dan merawatku, jika kamu tau Ra saat ini aku terpuruk dalam bayang-bayang kehidupan ku ketika kecil hidup tanpa seorang ayah dan ibu yang menuntun ku," batin Jackson memikirkan tentang kejadian tadi.


" Tapi aku bersyukur saat ini ada kamu di sisiku, dengan kehadiran mu disini aku bisa menaruh sedikit kesedihan ku dalam pelukanmu," lanjut Jackson mempererat pelukannya.


......


Sudah beberapa hari Ferdy koma di rumah sakit, sedangkan Ara dia bersikeras ingin pulang padahal kondisinya sangat buruk.


Tanpa sepengetahuan siapapun Jackson memindahkan Ferdy ke rumahnya, karna beberapa hari yang lalu ada seseorang yang mencoba membunuh Ferdy. Dan sialnya Jackson tidak bisa melihat siapa orang itu.


Jackson memang tidak punya rasa simpati sedikitpun jika Ferdy memang harus mati di tangan pria itu, tapi Jackson tidak bisa melihat Ara menangis karna kehilangan Ferdy, dendam yang dulu lama-lama dendam itu semakin pudar seiring perasaannya berubah terhadap Ara. Jackson sudah berjanji kepada dirinya dan juga Ara, jika suatu saat nanti ia menemukan orang yang menyebabkan semua masalah ini terjadi maka dia akan membawa Ferdy ke jalur hukum, yang dimana Ferdy harus mendekam di penjara dengan kasus pembunuhan.


Tapi, janji itu semakin sulit bagi Jackson. Jika Ferdy mendekam di penjara maka Ara akan merasa sedih.


Jackson mengakui jika saat ini ia benar-benar sudah mencintai gadis budaknya (Ara) ntah apa dan kenapa Jackson mencintai wanita itu, mungkin karna perhatian dan kasih sayang Ara yang tidak pernah Jackson dapatkan dari sosok seorang Ibu.


*


Di dalam kamar bernuansa putih itu terlihat sepasang kekasih dengan santainya melakukan aktivitas masing-masing. Ara sedang tiduran di atas ranjang dengan terus memegang perutnya sembari bergumam, sedangkan Jackson ia terus bermain laptop dengan jari-jarinya yang terus menarik di atas keyboard, apa lagi yang di lakukan Ceo tampan itu jika bukan karna kerjaan dan urusan kantor tidak mungkin dia terus bermain dengan laptopnya itu.


" Sayang?"


" Hum," Deheman Jackson dengan tatapan fokus ke layar laptop.


" Menurut kamu baby kita laki-laki atau perempuan?" Tanya Ara dengan tangan terus mengelus perut buncitnya itu.


" Mana aku tau," jawabnya datar


" Haish kamu ini ngeselin banget tau nggak," Gerutu Ara kesal dengan jawaban datar Jackson.


" Ya apa?"


" Nggak jadi lanjut aja," Jackson membuang nafas lelah dan langsung menutup laptopnya itu dan menaruhnya di atas nakas.


Jackson menyampingkan tubuhnya menghadap Ara yang memunggungi dirinya.


" Iya apa?"


" Jangan ganggu aku lagi tidur," sahut Ara


" Tidur kok ngomong?" Ucap Jackson dingin.


Ara berdecak dan berbalik menghadap sang suami, ia begitu kesal dengan jawaban dan ucapannya yang dingin datar. Tidak bisakah dia berbicara manis?


" Kamu bisa nggak sih bicara manis sama istri kamu? Setiap kita bicara kamu selalu aja dingin dan datar aku juga kan pengen di manisin sama kamu," ucapan konyol keluar dari mulut Ara.


" Ya udah mana teh manisnya?"


Ara memicingkan matanya mendengar permintaan sang suami. " Teh manis? Buat apa?"


" Yakan kamu mau aku berbicara manis bukan? Sapa tau kalau aku udah minum teh manis itu aku jadi bisa berbicara manis sama kamu," jawaban konyol terlontar di mulut Jackson.


Ara terkekeh hambar mendengar kekonyolan suaminya itu.


" Tau ahk nyebelin tau nggak," Ara bangkit dari ranjang dan pergi meninggalkan Jackson yang sedang tertawa kecil melihat tingkah imut istrinya itu.


Ara jalan dengan terus bergerutu tentang suaminya yang sulit keromantis kepadanya.


" iya! Apa? Kenapa. Terserah haish nggak bisa apa romantis sedikit, nggak ada kata-kata romantis gitu buat istri? Punya suami dingin amat untung sayang," Gerutu Ara.


" Omo!" Latah Ara terkejut saat tiba-tiba ada seseorang yang memeluknya dari arah belakang.


Jackson menyimpan kepalanya di bahu Ara, saat ini Ara masih terkejut tambah masih kesal dengan dia.


" Yank?"


" Hum," deheman Ara


" Lagi ngapain?"


" Kamu nggak liat aku lagi apa?" Bukannya menjawab Ara malah balik bertanya.


Bukanya marah Jackson malah terkekeh karna ia tau jika saat ini istrinya sedang merajuk kepadanya. " Aku tidak tau makanya aku bertanya."


" Kamu ini_"


Cup


Satu kecupan mendarat di bibir Ara.


Ara membulatkan matanya terkejut karna mendapat serangan tiba-tiba.


" Apaan si_"


Cup


Jackson mengecup bibir ranum itu lagi. Ara merasa malu dengan perlakuan suaminya ini, pipi Ara memerah bak kepiting rebus hal itu membuat Jackson tersenyum senang karna melihatnya malu karna ulahnya.


" Hentikan..."


Cupp


Kali ini bukan bibir Ara yang terkena serangan tiba-tiba itu, melainkan tangan mungil Ara.


Bukan Jackson namanya kalau tidak bisa mendapatkan apa yang dia mau.


Jackson perlahan menyingkirkan tangan Ara yang menutupi bibirnya dan_


...Bersambung!...


...Hallo everyone! How are you to day?....


...Maaf yah baru up sekarang di karenakan ada banyak tugas dunia wi yang harus di kejar🙏😅...


...Buat kamu... Iya kamu yang setia nunggu cerita ini salam rindu dari author ya😘 jangan pernah bosan plis oke 😢...

__ADS_1


...Oke jangan lupa tinggalkan vote, komen, followan nya juga yah:)...


...NEXT TIME🤗...


__ADS_2