
" Ambil! dan lakukan apa yang kamu mau," Suruhku
Jack tidak menjawab ucapan Ara, ara yang melihat jack hanya diam menatapnya mencoba mengambil pecahn itu dan ara arahkan ke pipinya sendiri, Jack yang melihat itu terkejut saat melihat Ara bertingkah bodoh ingin menyeretkan pecahan itu ke tubuhnya sendiri.
Dengan cepat rey menambil pecahan di tangan jack dan membuangnya arah.
Prankk.
" Jack sebenarnya apa yang kamu mau hahk, kamu ingin menyiksaku kan lalu kenapa kamu diam saja hahk," Teriakku
Rahang jack mengeras, Jack membanting tubuh Ara ke tembok dan menguncinya.
" APA KAMU BODOH HAHK, KAMU MAU MELAKUKAN APAPUN DAN MAU MENYAKITI DIRI KAMU SENDIRI HANYA KARNA INGIN PEMBUNUH ITU BEBAS HAHK,"
Deghhh.
Apa yang jack katakan pembunuh? Ara mendorong tubuh jack kasar.
" APA KAMU BILANG PEMBUNUH!"
" Iya Kenapa Kamu Baru Tau,"
" JACK! JAGA UCAPAN KAMU AYAH AKU BUKAN PEMBUNUH," TERIAKKU
" Tapi Itu kenyataannya," Ucapnya
" JACK KALAU KAMU HANYA INGIN MENYIKSAKU SIKSA AKU AJA, TAPI JANGAN PERNAH KAMU BERANI MENGATAKAN KALAU AYAH AKU PEMBUNUH , DIA BUKAN PEMBUNUH," tekanku
Bughh
Jackson mendorong tubuhku ke tembok kasar dengan tatapan yang tajam ke arahku.
" Kamu Mau Tau Kenapa Aku Ingin Menyiksamu Hm! Itu Semua Karna Perbuatan Ayah Kamu Sendiri, Sayang! Kamu Lahir Dari Keluarga Pembunuh Kaya Dia,"
PLAKKKK
Sebuah tamparan mendarat di pipi jackson.
" JAGA UCAPAN KAMU JACKSON! AYAH AKU BUKAN PEMBUNUH JUSTRU AYAH AKU JUGA KORBAN, KAMU TAU IBU AKU DIBUNUH OLEH SESEORANG YANG SAMPAI SEKARANG AKU BELUM TAU SIAPA DIA," TERIAKKU
" PEMBUNUH TETAPLAH PEMBUNUH ARA," UCAPNYA
Air mataku tidak bisa ku bendung lagi, air mataku terus-menerus keluar. Aku berjalan ke arah layar besar itu dan melihat Ayah dalam kondisi lemah.
" Ayah! Katakan Yang Sebenarya Kalau Ayah Bukan Pembunuh Hiks Aku Mohon," Teriakku
Karna sedang melakukan Video Call Ferdy bisa mendengar suara teriakanku melalui ponsel Godraxc.
" Ara," Lirih
" Ayah jawab itu tidak benar kan?" Tanyaku
" JAWAB," Bentak Godracx disana
Ferdy tidak menjawab, ferdy hanya ingin melihat putri kesayangannya yang sedang menangis di layar ponsel Godracx.
Bughhh..
Godracx menendang perut ferdy keras.
" JAWAB," BENTAKNYA LAGI
" I_Iya," lirihnya
Deghh
Jantungku berdetak lebih kencang saat mendengar penuturan ayah yang mengakui dia sudah membunuh orang! Orang yang selama ini bersamanya, pahlawannya, kini sudah menghancurkan kepercayaannya. Aku tidak menyangka ayah bisa melakukan hal bejat seperti itu.
" Maafkan ayah Ara, ayah tidak bisa membiarkan ibu kamu tidak hidup tenang disana. Ibu kamu di bunuh pria berengsek itu, ayah ngak bisa terima semua itu maafin ayah Ara," ucapnya
Aku tidak bisa berkata apa-apa saat ini aku tidak menyangka ayah bisa membunuh orang karna ingin balas dendam.
Tiba-tiba rasa sakit di kepala ku menyerang lagi, kini rasa sakitnya lebih sakit di banding rasa sakit yang awal.
" Ahhhhkkkk," Teriakku kesakitan
Jack yang melihat ara terkejut karna ara berteriak kesakitan sambil memegang kepalanya erat
" Ahhkkkk sakitttt,"
Aku terus memegang kepalaku karna aku tidak bisa menahan rasa sakit yang terus-menerus menyerang.
" Ara kamu kenapa?"Tanya jack
" Ara!" lirih ferdy
__ADS_1
" Ahkkkk sakitttt," teriakk ara lagi.
Tiba-tiba semuanya gelap.
BRUKKK
Ara tak sadarkan diri, untung saja Jackson dengan cepat menahan tubuh ara sehingga ara tidak jatuh ke lantai.
" Godraxc jangan melakukan apapun sebelum saya perintahkan mengerti," Suruh rey
" Baik pak," Ucap godraxc di sebrang sana.
Jackson mengangkat tubuh Ara ala brindal style dan membawanya keluar. Darah yang terus mengalir dari tangan Ara membuat ara segar itu berceceran dimana-mana.
Semua karyawan yang melihat itu terkejut bukan main, karna melihat kondisi Ara yang sudah tak sadarkan diri dengan tangan yang di penuhi oleh darah di pangkuan Jack atasannya.
Kiran selaku sahabat ara terkejut dan khawatir melihat kondisi sahabatnya seperti itu.
" Pak ada apa dengan Ara?" Tanya kiran khawatir
" Ara pingsan dan saya mau bawa dia kerumah sakit," Jawab jack
" Apa boleh saya ikut?"
Jack terdiam beberapa detik dan menganguki ucapan kiran, Jack membawa Ara ke mobil nya yang disusul kiran dan bergegas menancapkan mobil dengan kecepatan tinggi ke Rumah Sakit.
*
Sesampainya di rumah sakit, Rey membopong tubuh ara ke dalam rumah sakit dan membaringkan tubuh ara ke atas bankar.
" Ara! lo harus kuat, lo pasti bisa lewati ini semua," Ucap kiran menyemangati ara yang terbaring lemas.
Dokter itu membawa adnan kedalam ruang UGD dan menyuruh jack dan kiran untuk tetap berada di luar.
" Hiks apa yang terjadi sama lo Ara, gue ngak tega liat lo dalam kondisi seperti itu," Gumam Kiran
Sedangkan di dalam ruang UGD, Dokter sedang menangani Ara yang masih tidak sadarkan diri.
Darah segar yang terus mengalir di tangan Ara.
" Dok! darah pasien terus keluar," Ucap suster
" Lakukan penghentian darah," suruh dokter itu
" Baik dok!"
KREEKKK
Seorang dokter keluar dari ruang UGD, Kiran dan jack menghampiri dokter itu dan menanyakan keadaan Ara.
" Dok! bagaimana keadaan Ara?" Tanya jack
" Dok! Ara baik-baik aja kan?" Tanya kiran
" Pasien sempat kehilangan darah karna darah di tangannya terus keluar tapi untung saja kami sudah menghentikannya. Saat ini pasien masih tidak sadarkan diri karna efek bius mungkin beberapa menit lagi siuman," Tutur dokter itu
" Apa boleh saya masuk?" Tanya Jack
" Silahkan! tapi setelah pasien di pindahkan ke ruang pemulihan," Tuturnya.
...*...
Ara masih belum sadar, ara masih terbaring lemas dengan alat-alat pasien yang terpasang di wajah dan tangan Ara.
Jack berjalan ke arah Ara dan duduk di samping ara yang sudah d sediakan rumah sakit.
" Sebenarnya aku kasian sama kamu, tapi kamu_ kamu lah yang memancing amarahku kalau saja kamu tidak memancing amarahku mungkin kamu tidak akan seperti ini," Batin jack menatap wajah pucat ara.
Kiran yang melihat itu tak berani masuk apalagi disana ada atasannya yang terkenal dingin, cuek itu. Kiran mengurungkan niatnya dan kembali keluar menunggu jack selesai.
*
Kreekkk
Pintu terbuka menampilkan Jack yang baru saja keluar dari ruang itu. Kiran yang melihat jack langsung brdiri dan membungkuk.
" Untuk hari ini kamu tidak usah kerja, kamu jaga Ara disini," suruh jack
Kiran sempat terkejut mendengar penuturan jack karna sulit di percaya, Jack atasannya menyuruh kiran untuk menjaga karyawannya sendiri.
" Baik pak!"
Jack pergi meninggalkan kiran, begitu juga dengan kiran, kiran masuk ke dalam untuk melihat kondisi Ara.
__ADS_1
" Ara kenapa lo bisa kaya gini sih?" Tanya kiran
Yakk Ara sudah siuman saat Jack keluar ruangan.
" Gue gapapa," jawabku
" Kenapa lo ada disini? Lo ngak kerja?"Tanyaku
" Pak jack nyuruh gue buat di sini jagain lo,"
" Ouh iyah lo sama pak jack ada hubungan apa? Gue liat pak jack kahawatir banget sama lo," Tanya kiran
" Gue sama jack ngak ada hubungan yang serius kok! cuman sebatas karyawan sama atasan," tuturku
" Yaudah yang penting sekarang lo gapapa, gue khawatir tau sama lo,"
" Makasih! tapi gue gapapa kok gue cuman pusing sedikit aja nanti juga ilang lo gk usah khawatir" Ucapku.
" Lo! udah makan?" Tanyanya
" Gue ngak mau makan,"
" Loh elo harus makan gue suapin yah," ucap kiran mengambil bubur di nakas
" Ngak gue ngak mau,"tolakku lembut.
" Tapi lo harus makan biar cepet sembuh,"
KREEEKKK.
Aku dan kiran menoleh ke arah pintu dan mendapati jackson yang masuk. Melihat jackson aku jadi teringat saat jackson menyuruh anak buahnya menyiksa ayah di hadapanku. Sampai saat ini aku belum bisa percaya kalau ayah sudah membunuh orang.
" Ra! Gue keluar dulu yah," Ucap kiran membuyarkan lamunanku.
Jackson duduk di samping ara dan menatap ara yang sedang melamun ntah memikirkan apa.
" Gimana keadaan kamu?"Tanya Jack
Ara tidak menjawab ucapan jack, jack yang tidak mendapat jawaban dari ara bangkit dari duduk nya dan berniat pergi.
" Apa salah aku!"
Gumaman Ara berhasil menghentikan langkah Ack, Jack berbalik dan melihat ara yang sudah menangis.
" Apa salah aku jack! sehingga takdir aku seperti ini? Aku tidak menyalahkan siapapun dalam hal ini tapi aku_ aku menyalahkan diri aku sendiri karna aku tidak bisa menjaga ayah sampai ayah berbuat nekat dan membunuh orang hiks," Tanggis Ara.
Melihat ara seperti itu kenapa jack merasa kasian, seharusnya ini yang jack mau melihat wanita di hadapannya itu menderita agar dia tau bagaimana penderitaan yang di alami Jack dulu.
" Jack! A_aku tidak tau kalau ayah aku sudah membunuh orang dan aku tidak tau ayah membunuh siapa hingga kamu sebegitu marahnya sama ayah, tapi aku mohon jangan sakiti ayah lagi. A_aku janji aku akan menuruti kemauanmu dan tidak akan lagi membangkak tapi aku mohon lepasin ayah dan jangan sakiti dia lagi hiks aku mohon," Pintaku
Jackson terdiam mendengar ucapan ara, mana bisa! Jackson melepaskan orang yang selama ini jack cari. Ngak jackson tidak bisa melepaskan Ferdy begitu saja setelah jack mengalami semua penderitaan dari dulu dan sekarang setelah jack mendapatkannya dan ingin membunuhnya mana mungkin begitu saja melepaskannya.
Jack berjalan ke arah Ara dan duduk di bibir bankar.
Jack mengambil bubur yang ada di atas nakas.
" Makan!" suruh rey menyuapi Ara.
" Aku ngak mau," tolakku
" Kamu ingin saya menyakitinya lagi?" Ucapnya
Aku mengeleng mendengar ucapannya " Jangan!"
" Yaudah makan!"
Aku hanya bisa pasrah, karna saat ini yang aku pikirkan adalah keselamatan Ayah, meskipun ayah pernah menyiksaku tapi aku yakin di dalam lubuk hatinya terdapat kasih sayang untukku.
Jackson menyuapiku lembut.
" Jack! Maaf tadi di kantor aku_"
" Lupakan," Selorohnya
Jack memotong ucapanku dan menyuapiku lagì sampai setengah bubur habis.
" Udah! Aku udah kencang," Ucapku
Jack menyimpn bubur itu di nakas dan mengambil air putih dan memberikannya ke ara.
" Makasih," Ucapku.
Jackson tidak menjawab ucapanku dia malah menatapku datar.
" Tidurlah, saya pergi dulu," suruhnya
__ADS_1
Setelah mengatakan hal itu jack pergi keluar meninggalkanku sendirian. Ku baringkan tubuhku dan perlahan kedua mataku tertutup sempurna.