Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.

Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.
Bab : 20 Ada apa dengannya?


__ADS_3

Di dalam sebuah kamar terdapat seorang gadis dan pria yang sedang tertidur. Dengan pria itu tertidur di atas kedua paha gadis itu.


Jackson terbangun dari tidurnya, hal yang pertama kali ia lihat adalah seorang gadis cantik yang tengah tertidur dengan posisi terduduk.


 


Perlahan Jackson bangkit dari tidurnya dan menatap Ara yang tengah tertidur, tangan Jackson tidak tinggal diam. Jackson menyingkirkan sehelai rambut yang menghalangi wajah Ara. 'CANTIK' itulah yang ada di dalam pikiran Jackson, Jackson melihat Ara yang sepertinya tidak nyaman dengan tidurnya mencoba mengubah posisi tidur Ara, Jackson membaringkan tubuh Ara hati-hati agar sang empu tidak terbangun.


Jackson terus menatap kelopak mata yang tertutup itu, dengan tangan yang terus mengelus pucuk rambut Ara. Ada rasa aneh di dalam lubuk hatinya, kenapa hatinya seperti ini ketika berada di dekat gadis di bawahnya? Tidak mungkin Jackson menyukainya bukan?.


Tiba-tiba tatapan Jackson terhenti ke salah-satu benda yang membuat semua pria tidak bisa menahan nafsu.


Bibir pink alami milik Ara membuat jantung Jackson berdetak tak normal, dengan susah payah Jackson menahan hasratnya tapi tetap saja jiwa lelaki terus meronta-ronta.


Tanpa sadar Jackson mendekatkan wajahnya dengan wajah Ara.


" Haishh, apa yang baru saja ingin lo lakukan Jackson?" Jackson membuang muka kasar ke arah lain.


Dengan susah payah Jackson menahan nafsunya, Jackson bangkit dari ranjang berniat pergi dari kamar. Namun, langkahnya terhenti saat kala mendengar sebuah ngigauan Ara saat tertidur.


" Jackson aku senang kamu baik-baik saja!" Ngigau Ara.


Jackson terkejut saat Ara mengigau tentang dirinya.


" Apa gue ngak salah dengar? Ara ngigau tentang gue?"


" Apa dia khawatir sama gue?".


Jackson terdiam beberapa detik lalu pergi keluar kamar meninggalkan Ara yang masih setia tertidur di atas kasur king size nya itu.


*


Skip Keesokan harinya.


POV AUTHOR!


" Huwaaaa," Ara menguap sambil mengeliat.


Ara bangun dari tidurnya, Ara heran dan bingung saat tidak mendapati Jackson di sampingnya, karna Jackson tidak biasa bangun pagi.


Ara beranjak dari ranjang dan bergegas mencari Jackson ke setiap sudut ruangan.


Tapp_tapp_tapp


Ara menuruni anak tangga satu demi satu, langkah Ara terhenti saat mendengar sebuah suara dari arah dapur. Ara yang penasaran melangkahkan kakinya ke area dapur.


" Jackson!" Gumamnya lirih


Ara terkejut saat mendepati Jackson berada di dapur dengan tangan yang bergerak bermain dengan alat dapur.


Ara mendekati Jackson yang disana.


" Jackson kamu_"


" Ehk kamu udah bangun, ayok duduk aku udah buatin sarapan buat kamu," Jackson menuntun Ara ke meja makan dan mempersilahkan Ara duduk.


Ara duduk dengan kebingungan dan keheranan akan perubahan sikap Jackson.


 'Kenapa dia? Ngak ada angin ngak ada ujan tiba-tiba dia lembut kaya gini sampai-sampai mau buatin aku sarapan. Apa karna benturan lift kemarin membuat otaknya / sedikit?.


Jackson menyidangkan makanan ke piring Ara, Ara hanya melihat makanan itu tanpa memakannya, Jackson berjalan dan duduk di depan Ara.


" Ayok makan, kamu tenang aja aku ngak kasih racun ke dalam makanan kamu," Suruhnya


Ara melirik Jackson sekilas lalu merih sendok di piring itu.


NYAMMMM..


Ara memakan nasi goreng itu ragu.


" Gimana?" Tanya Jackson


" Emmmm enak banget, aku ngak nyangka kamu bisa masak juga,"


Jawaban Ara berhasil membuat Jackson tersenyum kecil. Ara melahap nasi goreng buatan Jackson dengan lahap, Ara yang merasa sedari tadi di tatap oleh sang manik hanzel drack itu mendongak menatapnya.


" Kamu ngak makan?" Tanya Ara


" Ngak kamu habiskan saja, saya mau langsung kerja," Jawabnya


" Apa kamu masih sakit! Sebaiknya kamu di rumah saja biar nanti urusan kantor aku yang handel," Ujarku


" Tidak usah saya gapapa," Jackson bangkit dari tempat duduknya dan beranjak pergi ke atas menuju kamarnya meninggalkan Ara sendiri di meja makan.


POV ARA.


Aku menatap punggungnya begitu lama sampai punggung itu menghilang di balik pintu. Ada apa dengannya? Kenapa sikapnya berubah drastis seperti itu? Aku menyukai sifatnya yang itu di banding sifat nya yang kasar dan tidak pernah peduli.


Skip selesai makan.


Ara beranjak pergi ke kamar.


KREEKKK


Aku membuka pintu bercat coklat itu, dan mendapati Jackson yang telanjang dada.

__ADS_1


Aku terkejut dan dengan cepat berbalik.


" M_maaf aku ngak tau," Ucapku terbata-bata.


" Tidak papa! Ouh iyah kamu sudah selesai makan?" Tanyanya


Aku mengaguki ucapannya dan dengan cepat berlari ke al lemari untuk mengambil baju ganti dan bergegas ke kamar mandi tanpa melihat maupun melirik ke arah Jackson.


Aku bersandar di balik pintu dan memikirkan pikiran yang tidak pantas ku pikurkan.


Pikiran ku terus berputar saat melihat perut six pack milik Jackson, baru kali ini aku melihat itu.


" Haishh kenapa dengan kamu Ara, sadar-sadar," Ara terus menepuk-nepuk kepalanya dengan tangan.


TOK_TOK_TOKK.


" Ara apa kamu baik-baik saja di dalam?" Tanya Jackson dari luar.


" Astaga jadi dia dengar gumamanku?" Gumam


" N_ngak aku ngak papa!" Sahutku.


Dengan cepat aku mandi dan melupakan kejadian tadi.


 


SKIP


_______


Aku selesai dengan pakaian rapihku untuk bersiap-siap pergi ke kantor.


" Kamu mau kemana?" Tanyanya


" Aku mau ke kantor!" Jawabku


" Tidak usah kamu di rumah saja, kondisi kamu masih lemah jangan memaksakan kerja," Ucapnya


" Aku baik-baik saja kok,"


" Saya bilang tidak usah!" Tekannya.


Aku terdiam dan menganguki ucapannya, Jackson melangkahkan pergi keluar dan  aku mengekorinya dari belakang. Namun, saat di depan pintu aku melihat Jackson yang sedang memegang kepalanya kesakitan.


" Jackson kamu ngapapa?" Tanyaku menahan tubuhnya supaya tidak jatuh.


Jackson melirik ku sekilas.


" Aku ngak papa," jawabnya


" Tuh kan udah aku bilang jangan masuk kerja dulu, kamu itu masih sakit sebaiknya kamu di rumah dulu ngeyel sih di bilangin,"  Jackson terkejut saat Ara mengatakan dengan nada yang memarahinya.


" Ehk ngak maksud aku_"


" Pak Jacksonn," Teriak seseorang yang  familiar di telingaku.


Aku menoleh dan mendapati Sonya yang langsung masuk tanpa permisi dan mengetuknya terlebih dahulu.


Aku terkejut saat tiba-tiba Sonya mendorongku dan melepas peganganku ke Jackson dan meraih tubuh Jackson dari peganganku.


" Pak Jackson kamu ngak papa kan?" Tanyanya.


Jackson mengepis tangan Sonya dari tangannya.


" Saya ngak papa!" Jawabnya datar


" Kamu, kamu ngapain disini? Seharusnya kamu di kantor," Tanya Jackson.


" Ya ampun pak, aku kan sekretaris bapak jadi seharusnya saya harus ada ketika bapak butuh saya," Ucapnya


" Sekarang kamu bukan sekretaris saya lagi, sebaiknya kamu kembali ke kantor," Suruh Jackson.


Bukannya menurut Sonya malah meraih tubuh Jackson dan memapahnya masuk ke dalam kamar. Aku yang melihat itu langsung mengubris Sonya.


" Sonya apa kamu tidak dengar? Kamu bukan sekretarisnya lagi, disini saya sekretarisnyà jadi lebih baik kamu kembali ke kantor Pak Jackson biar saya yang menjaganya," Gubrisku


" Ahk tidak Bu Ara , Pak Jackson membutuhkan saya disini. Bu Ara kan pasti masih sakit kan karna kecelakaan kemarin? Jadi lebih baik ibu istirahat saja biar Pak Jackson aku yang jaga. Lagi pula Pak Jackson tidak membutuhkan orang yang sedang sakit untuk membantunya," Tuturnya


Tanganku mengepal ingin sekali aku memukul mulutnya itu, aku melirik Jackson yang hanya diam melihat perdebatan panas mulut kami. Apa dia tidak punya hati? Bisa-bisanya dia diam melihat Tunangannya di perlakukan seperti ini. Aku tau aku hanya pura-pura menjadi tunangannya. Tapi, begini kah caranya membiarkan orang lain merebut hakku dan nama baikku tercoreng tidak baik sebagai tunangan orang.


" Ayok pak!" Sonya memapah Jackson ke dalam kamar.


Aku pergi meninggalkan Jackson dan Sonya di dalam kamar.


" Kenapa wajah Ara muram? Apa dia sakit hati?" Bantinnya


" Hahkk! Itu lebih bagus. Gue akan membuat lo jatuh cinta sama gue Ara dengan itu gue bisa balas dendam dan membuat lo menderita, setelah lo jatuh cinta sama gue. Gue akan meninggalkan lo dalam kesedihan itu," sambungnya.


*


Aku pergi ke dapur berinisiatif membuatkan bubur untuk Jackson, tak butuh lama bubur yang ku buat sudah jadi. Karna membuat bubur tidak butuh waktu yang lama.


Aku berjalan ke arah kamar Jackson dengan membawa bubur dan air putih yang ku pegang. Sesampainya di kamar Jackson, aku melihat Sonya bersandar di dada bidang Jackson tanpa ada penolakan dari Jackson sendiri.


" Ekhem," Dehemanku berhasil membuat Jackson dan Sonya menoleh ke arahku namun hal itu tidak membuat Sonya merubah posisinya, ia tetap bersandar dan kini Sonya malah memeluk Jackson erat tanpa ada pemberontakan sedikitpun dari Jackson.

__ADS_1


" Aku buatin kamu bubur, kamu makan setelah itu minum obat ini udah waktunya kamu minum obat," Aku berjalan mendekati Jackson dan Sonya.


" Sini biar aku yang suapin Pak Jackson!"  Sonya meraih bubur di tanganku.


" Tidak usah biar saya saja,"


" Dan sebaiknya kamu kembali ke kantor, banyak pekerjaan kantor yang harus kamu urus," Ujarku


" Semua pekerjaan kantor sudah selesai tidak ada yang harus saya kerjakan, dari pada aku bosan di sana lebih baik aku ke sini untuk merawat Pak Jackson," Tuturnya


Sonya melirik Jackson, " Boleh kan pak?"


Jackson membuang muka ke arah lain tanpa menjawab ucapan Sonya.


" Sini biar saya saja, Lebih baik Ibu istirahat aja," Ujarnya meraih bubur di tanganku.


Aku melihat Jackson yang diam dengan suapan Sonya tanpa memerdulikan ke beradaanku.


'Kenapa ini? Kenapa rasanya sakit ketika melihat mereka sangat dekat seperti itu. Ngak Ara lo jangan seperti ini, seharusnya lo sadar lo hanya tunangan pura-puranya Jackson ngak lebih. Jadi, lo ngak berhak marah sama Sonya maupun orang yang dekat dengan Jackson.'


TINTONG


Suara bel berbunyi membuyarkan lamunanku, aku izin membuka pintu kepada Jackson dan mendapat anggukan dari Jackson. Aku bergegas pergi meninggalkan mereka di sana dan  membukakan pintu besar itu.


KREEKK


Aku terkejut saat melihat pria di hadapanku saat ini.


" Fando?"


" Ara!"


Aku terkejut saat tiba-tiba Fando memelukku erat.


" Fando kamu kenapa?" Tanyaku


" Ara aku senang kalau kamu ngak kenapa-kenapa," Desusnya.


Fando melongarkan pelukannya dan kini menatapku. Aku terkejut saat mendapati kedua mata hanzel Fando memerah seperti menahan air mata.


" Ara kamu ngak papa? Ada yang sakit? Mana_mana yang sakit, Apa ini?"


" Ahkkk," Ringgisku saat Fando menyentuh luka di keningku.


" Ehk maaf sakit yah?"


" Ya sakit lah! Lagian kamu ngapain disini? Nanti kalau Jackson liat gimana? Kamu bisa habis nanti," Ucapku


" Aku ngak peduli dengan keselamatanku, yang aku peduli adalah keselamatan kamu,"


DEGHHH


Kata yang terlontar dari mulut Fando membuatku terdiam tak percaya. Apa aku harus mempercayainya? Dulu aku sangat senang saat Fando mengatakan hal itu, tapi ntah kenapa sekarang aku tidak senang dengan ucapan itu.


" Sebaiknya kamu pergi!" Suruhku


" Kamu ngusir aku?" Tanya Fando.


Aku membuang muka ke arah lain tanpa menjawab pertanyaanya.


" Ara aku dengar kamu kecelakaan di Lift dan masuk rumah sakit, aku khawatir sama kamu. Aku datang ke rumah sakit dan tidak menemukan kamu dan sekarang aku kesini dan benar saja kamu ada disini. Aku lega kalau kamu baik-baik saja,"


Aku diam tidak mengubris ucapannya, ntahlah saat ini aku sangat membenci semua perhatiannya mengingat semua kenangan dulu saat tiba-tiba dia pergi meninggalkan ku tanpa sebab.


" Ara! "


Aku terkejut saat tiba-tiba Fando memelukku, aku mencoba memberontak, namun nihil tenagaku tak sekuat tenaga Fando.


" FANNDOO,"


Teriakan seseorang berhasil membuat Fando melepas pelukannya dariku, aku terkejut saat mendapati Jackson di sana.


" Jackson!" Gumamku lirih.


Jackson berjalan ke arah kami  dan_


BUGHHHH


Jackson memukul rahang Fando keras.


" Jackson!"


Aku termasuk Sonya terkejut saat tiba-tiba Jackson memukul rahang Fando kasar.


" Jackson apa yang kamu lakukan!" Aku mencoba menghentikan pukulan Jackson yang terus ia layangkan ke arah Fando.


" BERANI SEKALI KAMU MENGINJAKKAN KAKI KAMU DI RUMAH SAYA HAHK," BENTAKNYA


" Maaf Jackson gue hanya ingin melihat kondisi Ara_"


BUGHHH


Jackson memukul rahang Fando lagi.


...***Bersambung...

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE AND FOLLOW MAKASIH***:)


 


__ADS_2