
Perusahaan Group Lexus
Ruangan Jackson!
Di ruangan Jackson Ara merasa bosan karna tidak melakukan apa-apa. Hari ini Jackson ada meeting 2 kali dan ini meeting terakhir Jackson. Jackson menyuruh Ara tetap di ruangannya, mereka akan pulang jika meetingnya sudah selesai dan Ara mengikuti kemauan Jackson tanpa plin_plan.
Drttt_drttt_drtt
Panggilan masuk!
Mendengar ponselnya berdering dengan cepat Ara mengangkat nya.
" Ya Fando ada apa?"
" Ara aku mau ngomong penting sama lo!" Ucap Fando di sebrang sana
" Ngomong apa?"
" Nanti gue jelasin. Sekarang lo turun gue ada di bawah!"
" Di bawah?"
Mendengar ucapan Fando, Ara langsung berjalan ke arah jendela besar itu dan melihat Fando sedang berada di bawah.
" Astaga kamu gila? Kalau sampai Jackson tau kamu ada di sini. Kamu bisa abis!"
Ara benar-benar tidak menyangka Fando bisa senekat ini datang ke kantor Jackson.
" Aku nggak peduli aku akan tetap disini sampai kamu mau bicara sama aku!"
Ara terdiam beberapa detik. Ara tau bagaimana sifat Fando, Fando nggak akan pernah berhenti sebelum keinginan nya tercapai.
Ara menutup sambungan telepon dan bergegas keluar kantor untuk menemui Fando tanpa memikirkan Jackson.
*
Belakang Kantor!
" Fando ngapain kamu disini?" Tanyaku
Tiba-tiba aku terkejut saat Fando meraih kedua tanganku dan menatapku sendu.
" Ara aku masih cinta sama kamu! Aku benar-benar menyesal karna dulu pernah ninggalin kamu!" Ucapnya menatap sendu
Cekrek
Tanpa Adnan ketahui ada seseorang yang memotretnya.
" Fando apa yang kamu katakan? Aku sudah bertunangan dengan Jackson, jadi aku mohon buang perasaan kamu jauh-jauh. Karna sampai kapan pun aku tidak akan pernah meninggalkan nya,"
Entah kenapa aku mengatakan hal itu ke Fando. Tapi, Ara berkata jujur semua perkataan yang keluar dari mulutnya tadi itu murni tulus dari hatinya.
" Ara! Kamu harus sadar. Dia tidak mencintai kamu dia hanya ingin membuat kamu tersakiti, aku mohon ikut bersamaku dan kita mulai dari awal!"
" Mulai dari awal? Lalu apa setelah kita bersama aku akan bahagia?"
Fando menatap Ara dalam.
" Tidak! Aku tidak akan pernah bahagia,"
" Dulu aku memang sangat mencintai kamu. Tapi, itu dulu sekarang aku sudah tidak mencintai kamu lagi!" Lanjutku
Fando kecewa dan sedih saat Ara mengatakan itu. Cinta pertama nya tidak ber unjung manis, tapi Fando sadar ini bukan salah Ara, melainkan ini salah dirinya sendiri. Seharusnya dulu Fando berjuang mendapatkan restu Ferdy tanpa harus meninggalkan Ara dan mengatakan putus saat itu.
" Aku tau kamu sudah tidak mencintai ku lagi. Tapi, aku masih mencintai kamu Ara dan aku nggak akan membiarkan kamu hidup bersama orang Psychopat itu," Tekan Fand
Ara terkejut mendengar ucapan Fando.
Fando menarik tangan Ara pergi dari sana, Ara terus memberontak tapi tenaga Fando lebih kuat dari tenaganya.
" Fando lepas!"
" Nggak Ara, kalau aku tidak bisa mendapatkan mu. Setidaknya aku bisa menjauhkan mu dari orang-orang yang ingin menyakiti mu," Sarkasnya
" Fando lepas! Lo nggak berhak melarang gue hidup dengan siapapun!" Bentak Ara
Bentakan Ara berhasil membuat Fando menatap nya tak percaya. Baru kali ini Ara membentaknya hanya karna tidak ingin pergi bersama nya.
" Asal lo tau nggak ada yang berhak mengatur hidup gue termasuk elo sekalipun!" tandas Ara
" Ara_"
" Mmhhpptt,"
Tiba-tiba dari arah belakang ada seseorang yang membungkam mulut Ara menggunakan sapu tangan yang sudah di berikan bius.
Ara terus memberontak, tapi sayang sekali Ara sudah lebih dulu tidak sadarkan diri akibat bius itu.
" Sonya apa yang lo lakukan?" Tanya Fando dengan nada tinggi
" Gue hanya memberinya bius agar dia pingsan, setelah itu Lo lebih gampang membawanya," Jawab Sonya
" Tunggu apa lagi? Bawa dia sekarang dan jalankan misi kita," Suruhnya
Fando mengangkat tubuh Ara ala brindal style ke mobil miliknya dan bergegas membawa Ara pergi dari tempat itu.
*
Di tempat lain
Ruangan Jackson!
Saat Jackson masuk ke dalam ruang kebesaran nya, Jackson tidak menemukan sosok Ara di sana. Jackson terus mencari tapi tetap saja tidak menemukan keberadaan nya.
Jackson berjalan ke arah Jendela dan tiba-tiba rahangnya mengeras dan kedua tangannya pun ikut mengepal saat melihat Ara dengan Fando berduaan di bawah sana.
" Humm_ ternyata kalian ingin bermain-main dengan saya!" Gumamnya dengan sudut bibirnya terangkat menampilkan senyuman smrik di bibirnya.
*
Hotel!
Srettt_srettt_srettt
Sonya merobek baju yang di pakai Ara bruntal seperti kesetanan.
" Sonya apa lo lakukan hah?" Bentak Fando menghentikan aksi Sonya
" Gue hanya ngebantu lo bukain baju dia!" Kata Sonya tenang
" LO GILA!" TERIAK FANDO DI DEPAN WAJAH SONYA.
" Gue memang gila sekarang. Tapi, nanti sebentar lagi lo yang akan gila Fando!" Kata Sonya tersenyum smrik.
Fando menatap Sonya bingung, perasaan Fando semakin tidak enak.
__ADS_1
Tiba-tiba Fando merasakan aliran panas di dalam tubuhnya, Fando panik saat tiba-tiba tubuhnya benar-benar merasa panas.
" Ahhh badan gue!" Racau Fando kegerahan
Di sisilain Sonya tersenyum smrik melihat keadaan Fando saat ini.
" Ahhh kenapa badan gue jadi panas?"
" Astaga kenapa dengan lo? Apa badan lo panas? Apa yang Lo minum tadi?"
Pertanyaan Sonya_ bukan lebih tepatnya kode yang di berikan Sonya kepada Fando.
" Minuman?"
Sonya tersenyum smrik
" Ahhh apa yang Lo masukan ke dalam minuman itu Brengsek!" Teriak Fando
" Usshhh sorry gue hanya memasukan obat yang bikin seseorang tidak tahan dengan kondisi seperti ini,"
...Plashback On...
" Sonya lo jamin ini akan berhasil kan?" Tanya Fando
" Gue yakin 100% ini akan berhasil," Jawab Sonya
" Ouh Iyah nih gue bawain minum buat lo biar nanti saat Lo bertemu Ara pikiran lo fresh," Sonya memberikan minuman ke Fando.
Dan sialnya Fando tidak berpikir panjang saat meminumnya. Fando meneguk minuman yang di berikan Sonya sampai habis tak tersisa.
Fando tidak tau kalau minuman itu sudah Sonya masukan obat perangsang.
...Plashback Off...
" Brengsek lo!" Sarkas Fando
" Terserah lo! Gue nggak peduli lo mau bilang gue brengsek atau gila yang penting semua keinginan gue tercapai. Dan seharusnya lo berterima kasih sama gue karna dengan ini lo bisa memiliki Ara seutuhnya dan Ara akan menjadi milik lo,"
" Arghhh gue nggak mau memiliki Ara dengan cara seperti ini. Lo penipu Sonya lo benar-benar brengsek!" Teriak Fando
Keringat Fando bercucuran menahan panas yang menyerang tubuhnya dari dalam.
Sonya meninggalkan Fando dan Ara yang masih pingsan karna bius yang di berikan Sonya.
" Sonya buka pintunya!"
Teriak Fando menggebrak -ngebrak pintu itu kasar. Sonya mengunci pintu kamar hotel itu dan langsung membuangnya ke sembarang arah.
" Dadah selamat menikmati," Ucap Sonya dan berlalu pergi.
" Sonya! Buka pintunya Arghhh!"
Fando terduduk di depan pintu menahan panas di dalam tubuhnya, Fando berusaha menyingkirkan semua yang ada di pikiran nya saat ini.
" Nggak gue ngak bisa di sini! Gue nggak mau ada hal yang terjadi di sini," Racaunya
" Arghhh tapi gue nggak bisa!"
Fando berjalan tergontai ke arah ranjang. Di atas ranjang terdapat Ara yang masih pingsan dengan pakaian yang sudah rusak yang tidak layak di pakai karna kelakuan Sonya.
Fando mengusap wajah Ara yang lembut itu dengan tangannya.
" Tidak! Fando lo harus sadar. Lo nggak boleh ngelakuin itu," Racau Fando dengan tangan yang memukul pipinya sendiri berulang kali.
" Arghhh gue nggak tahan,"
Fando menatap wajah cantik Ara dan membelai wajah itu lembut.
" Maafkan aku Ara! Aku nggak bisa menahannya," Lirihnya
Fando mendekatkan wajahnya dengan wajah Ara.
Ara yang tersadar karna terusik oleh rambut Fando yang mengenai kedua matanya, perlahan membuka.
" Ahhhhhhh,"
Ara berteriak karna terkejut saat melihat Fando berada di atasnya yang ingin mencoba mencium dirinya. Refleks Ara mendorong tubuh kekar Fando kasar hingga Fando tersungkur ke lantai.
" Apa yang ingin kamu lakukan Fando?" Teriak Ara
Ara terkejut saat melihat bajunya yang sudah sobek dan menampilkan sedikit badannya.
" FANDO LO BRENGSEKK!!" TERIAK ARA
" Ara maafin gue! Sonya nipu gue dia memasukan obat perangsang ke minuman gue dan sekarang gue minta bantuan lo Ra, gue mohon bantuin gue," Lirihnya tak tahan
" Fando lo gila hah? Kenapa lo ngelakuin ini sama gue? Gue nggak mau, gue mau pulang!" Tolak Ara
Ara bangkit dari ranjang dan langsung mengambil jas milik Fando dan memasangkan nya di tubuh dirinya untuk menutupi pakaiannya yang sudah tidak layak di pakai.
" Kenapa pintunya gak bisa di buka?"
Ara mencoba membuka pintu itu tapi tetap tidak bisa karna Sonya sudah menguncinya.
" Ara _"
Fando membalikkan tubuh Ara kasar dan langsung mencoba mencium Ara bruntal. Ara memberontak menghindari Fando.
" Fando lepas!"
Plakkkk
Ara melayang kan tangannya kasar ke wajah Fando.
" Fando sadar ini gue, gue mohon jangan lakuin itu," Lirih Ara menatap sendu Fando berniat mencoba meredakan hasrat Fando.
" Maafin aku Ara aku udah coba tapi aku nggak bisa, obat itu sudah mengendalikan aku, aku mohon Ara bantu aku. Aku sangat tersiksa saat ini,"
" Tidak Fando_"
Fando langsung mencium Ara, Ara memberontak tapi nihil tenaga Fando lebih kuat darinya.
Fando mendorong tubuhku kasar ke ranjang. Ara Menangis di depan Fando, tapi semua itu percuma saja karna sekarang Fando sedang di pengaruhi obat sialan itu.
" Fando jangan_" Lirihku
BRAKKKKK
Suara gebrakan pintu kasar menggema di seluruh sudut ruangan.
Namun, suara gebrakan itu tidak membuat Fando menghentikan aktivitas nya. Fando terus mencoba ingin menyentuhku tanpa memperdulikan apapun.
" BRENGSEK!"
Jackson menarik Fando kasar dan menghempaskan tubuhnya ke lantai.
__ADS_1
" Ja_jackson!"
Jackson memukul wajah Fando bruntal tanpa ampun. Kali ini tidak ada yang bisa menghentikan Jackson, Jackson sudah gelap mata, hati dan pikiran. Bahkan Jackson tidak memperdulikan Ara yang sedari tadi menangis dan berteriak kepadanya.
Wajah Jackson merah padam, kedua matanya yang merah menahan kemarahan nya.
" Jackson hentikan!" Teriakku
Jackson terus memukul seluruh wajah dan badan Fando Bruntal sampai Fando tak sadarkan diri.
Jackson tidak memberikan celah untuk Fando menyerangnya sedikitpun.
" Jackson!"
Jackson melirikku dengan penuh amarah.
Jackson berjalan ke arahku dengan penuh amarah. Dia Mencengkeram tanganku erat dan menyeret ku kasar keluar hotel.
*
Skip Rumah
Sesampainya di rumah Jackson langsung menghempas tubuhku ke ranjang kasar.
Air mataku tak henti-hentinya mengalir.
" Apa kamu tidak punya rasa malu hah?" Bentaknya
" Seharusnya kamu bersyukur karna saya mau menganggap wanita murahan dan Jalang seperti kamu sebagai tunangan saya!"
Deghh!
Betapa sakitnya hati Ara saat orang yang baru membuatnya jatuh cinta mengatakan kalau dirinya Jalang dan wanita murahan.
Jackson mencengkeram rahang Ara kasar. " KENAPA MENANGIS HM?"
" BERAPA DIA MEMBAYARMU HAH? KATAKAN BERAPA DI MEMBAYARMU?" TERIAKNYA
" Jackson aku mohon percaya sama aku. Aku tidak tau kenapa aku bisa ada di sana!" Lirihku
" SEMUA JALANG TIDAK AKAN ADA YANG MENGAKU KALAU DIRINYA ADALAH JALANG!" TEKAN JACK
" Jackson aku bukan Jalang, aku mohon percaya sama aku," Tangisku pecah di hadapan Jackson.
" KATAKAN SUDAH BERAPA KALI KAU JAJAKAN TUBUHMU ITU DAN BERAPA BANYAK PRIA YANG SUDAH KAMU TIDURI HAHH?" BENTAK JACKSON
" Apa maksud kamu Jackson? Aku tidak semurahan itu!" Jawab Ara tak kalah keras
" Ouh benarkah?... Baiklah Ayok kita buktikan!"
" Apa maksud kamu? Aku tidak mau!"
" KENAPA TIDAK MAU?KAMU SEORANG JALANG ITU BERARTI KAMU SUDAH MELAKUKAN NYA BUKAN? DAN SEPERTINYA KAMU SUDAH PERNAH MELAKUKANNYA DENGAN MANTAN KEKASIHMU ITU! KAU SUDAH MENJADI JALANG. CECECE SUDAH BERAPA KALI KALIAN MELAKUKAN NYA HM?"
Hati ara benar-benar hancur pikiran Jackson tentang dirinya sangat jelek. Ara tidak pernah membayangkan kalau Jackson bisa menganggap nya rendah seperti ini.
" KAMU SEORANG JALANG? ITU BERARTI KAMU SANGAT MAHIR DALAM BERMAIN PANAS DI ATAS RANJANG BUKAN? HMM SAYA JADI PENASARAN BAGAIMANA MENJADI MANTAN KEKASIH MU ITU SAAT BERMAIN PANAS BERSAMAMU?"
Ara menatap Jackson tak mengerti dengan ucapannya.
" SAYA MAU KAMU MELAYANI SAYA SEKARANG JUGA!"
Deghh
Ara terkejut mendengar ucapan nya. Dia benar-benar menganggap ku seorang Jalang?
" AYOK JALANG LAYANI AKU SEPERTI KAMU MELAYANI PRIA-PRIA DI LUARAN SANA,"
" Aku tidak mau Jackson. Aku bukan Jalang!" Tekan Ara
" Berapa uang yang kau inginkan? Aku akan memberikan nya kepadamu. Anggap saja itu bayaran karna kamu sudah mau menjadi Jalang ku malam ini,"
" Aku tidak butuh uang mu itu Brengsek!"
Jackson tidak memperdulikan Ara.
Jackson naik ke atas ranjang mendekati Ara yang menangis di sana.
" Aku mohon jangan _"
Jackson seperti kesetanan dia tidak perduli Ara yang menangis.
Jackson merobek baju Ara kasar dan membuangnya ke sembarang Arah.
Ara tidak bisa melakukan apa-apa lagi, tubuhnya sangat lemas bahkan untuk memberontak pun Ara tidak sanggup.
Jika memang ini takdir Ara, Ara pasrah. Ara pasrah jika Jackson ingin melakukan apapun kepadanya.
Jackson melepas semua setelan yang dia kenakan.
Kini mereka sama-sama naked.
Jackson langsung mencium Ara paksa. Ia juga mencium tubuh-tubuh lain hingga meninggalkan luka-luka membiru dan merah di sana.
Jackson bermain dengan kasar. Bahkan Ara pun tak sanggup menahan sakit di sekujur tubuhnya apalagi hentakan yang di berikan Jackson di bawahnya.
Jackson bermain dengan tidak berperasaan, Jackson menghujam milik Ara kasar membuat Ara berteriak kesakitan.
" Ahhhh sakit hiks," Tangis Ara saat Jackson sudah merebut paksa mahkota Ara.
" Ouh shitt!..... She is Still a Virgin?" Lirih Jackson saat melihat percikan darah yang keluar dari bawah sana.
Ada rasa bahagia di diri Jackson saat itu karna itu artinya Ara masih suci.
Jackson menghentakan kasar dan langsung jatuh ke samping Ara.
Ara menangis terisak-isak dan langsung menutupi tubuh polosnya dengan selimut membelakangi Jackson.
Dari sisi baiknya Jackson merasa bersalah karna sudah berbuat kasar kepada Ara.
Tanpa ragu Jackson memeluk tubuh polos Ara yang terbalut selimut itu.
" Maafkan aku!" Desus Jackson tepat di telinga Ara.
Ara menangis terisak-isak. Bisa-bisanya dia meminta maaf setelah melakukan hal bejat ini?.
...*...
...Bersambung!!...
...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak:)...
...Komennya!!!!!...
...Voteee!!!!!!...
__ADS_1
...And...
...Follow!!!!!!...