
...........
Aldres berjalan dengan gigihnya ke dalam rumah yang cukup luas itu. Aldres pergi menaiki tangga menuju sebuah ruangan tersembunyi di rumah itu.
Ceklek...
Aldres membuka knop pintu itu dan terkejut saat melihat seorang gadis yang ingin meminum sebuah pil yang di yakini Aldres itu adalah racun. Cepat-cepat Aldres membawa pil itu dan membuangnya asal, Aldres mencengkeram kedua bahu itu kasar membuat Keisha meringis kesakitan dengan wajahnya yang sudah pucat karna seharian menangis.
" Apa kamu gila hah?!" Teriak Aldres di depan wajah Keisha. Sorot mata yang tajam, deru nafas yang tidak beraturan dengan rahang yang mengeras bisa di yakini kalau pria itu sekarang sedang marah besar.
" Aku ingin mati, aku mohon lepaskan aku dan biarkan aku pergi," Lemas tak berdaya bahkan Keisha tidak bisa berbicara lebih panjang lagi.
Aldres menarik Keisha dari tempat buruk itu dan membawanya ke dalam kamar yang cukup baik dari yang sebelumnya. Aldres mengambil pakaian dan menaruhnya di atas ranjang, lalu menarik Keisha sedikit kasar ke dalam kamar mandi. Di dalam kamar mandi Aldres perlahan membuka baju yang Keisha kenakan tanpa rasa malu, Keisha yang masih bisa memberontak mencoba menepis tangan Aldres yang lancang kepadanya.
" Apa yang ingin kamu lakukan?" Ucap Keisha lirih. Aldres menghiraukan ucapan Keisha dan melanjutkan aksinya mencopoti semua hal yang menutupi tubuhnya.
Kini tubuh Keisha polos tanpa busana apapun. Keisha menutupi tubuhnya mengunakan tangan, Keisha menangis tanpa bersuara karna iaa sudah capek dan lelah dengan rasa malu yang amat besar karna tubuhnya bisa pria itu lihat. Aldres membantu Keisha membersihkan tubuhnya, Keisha yang di perlakukan seperti itu sedikit tersentak akan sikap baik yang Aldres lakukan kepadanya.
Tapi tetap saja pria ini kurang ajar!
Setelah selesai di kamar mandi, Aldres memberikan pakaian yang ia keluarkan tadi ke Keisha. Keisha memakai pakaian itu, tapi keadaan tubuhnya yang lemas membuatnya tidak bisa menggunakan baju itu. Aldres yang geram langsung menarik baju itu dan memakainyanya ke tubuh Keisha.
" Kenapa kamu bersikap kurang ajar? Jangan mentang-mentang aku sedang lemas kamu bisa seenaknya!" Ucap Keisha marah atas apa yang dilakukan Aldres.
" Kamu bisa diam 1 menit saja? Badanmu itu sangat bau, bahkan tikus pun tidak mau mendekatimu. Seharusnya kamu berterimakasih karna aku masih mau membantumu mandi," Keisha benar-benar tidak habis pikir dengan pikiran pria di hadapannya.
" Keisha ibumu meninggal bukan karna aku. Dia meninggal karna sudah waktunya, jadi jangan libatkan aku dalam hal ini," untas Aldres
" Kamu yang sudah membawa ku kesini. Karna kamu ibuku tidak bisa menjalani operasi, kenapa kamu lakukan ini? Apa salah aku? Aku bisa tidak membuka suara. Tapi kamu sangat keras kepala dan akhirnya ibuku meninggal dan itu karna kamu!" Teriak Keisha dan tak sadar air mata itu kembali keluar.
Aldres menghimpit tubuh Keisha dan memegang tangan Keisha hingga tangan itu berada di atas kepalanya." Berhenti menuduhku, kamu juga membuat ayah dan anak bertengkar. Dan sekarang impas, jadi jangan membuat aku marah lagi atas tuduhan yang tidak pernah aku lakukan!"
Keisha memberontak di bawah sana, namun apalah daya tenaga Aldres lebih kuat darinya.
" Sekarang sudah impas bukan? Lalu apa lagi, lepaskan aku. Aku ingin pergi dari disini," pinta Keisha. Seketika Aldres terdiam dan menatap Keisha dengan tatapan yang tidak bisa Keisha mengerti.
" Tidak bisa!"
" Apa maksud mu?"
" Kamu milikku sekarang, tidak ada yang boleh memiliki mu selain aku!" Keisha Tersentak kaget mendengar ucapan Aldres.
Keisha menolak keras dan berusaha memberontak tapi sialnya Keisha tidak bisa. " Aku tidak mau. Aku ingin pergi dari sini tolong lepaskan aku."
Aldres bangkit dari ranjang dan menatap Keisha." Jika itu mau mu baiklah. Kamu boleh meminta satu permintaan kepadaku dan aku akan mengabulkannya..."
" Kamu serius?"
" Apa wajah saya terlihat bercanda?" Tanya balik Aldres.
" Aku punya satu permintaan, tolong lepaskan aku. Aku ingin pergi dari tempat ini," pinta Keisha yang sudah berharap dan senang akan pergi dari tempat menyeramkan itu.
" Baiklah akan aku lepaskan kamu tapi dengan satu syarat...."
" Syarat...?"
" Jadilah pacarku!" Keisha Tersentak mendengar pernyataan Aldres yang sangat tidak masuk akal. Sontak Keisha menolaknya.
" Tidak aku tidak mau, kamu bilang kamu akan melepaskan ku kan? Lalu syarat apa ini? Kenapa kamu berbohong seperti ini,"
" Aku tidak berbohong. Apa tadi kamu meminta aku menjauhimu? Tidak kan? Jadi jangan menolak. Sekarang kamu adalah kekasihku, aku tidak menerima penolakan darimu mengerti?"
__ADS_1
Aldres pergi meninggalkan Keisha di kamar sendiri. Keisha mengacak rambutnya frustasi, Keisha benar-benar tidak bisa melakukan apa-apa selain mematuhi ucapan pria kejam itu.
***
Di tempat lain Aldren, khususnya di sekolah Aldren merasa bosan karna kembarannya tidak masuk lagi dan Aldren sudah tau apa yang membuat kembarannya tidak masuk. Aldren keluar kelas menyusuri koridor sekolah untuk pergi ke kantin, di kantin terlihat banyak orang-orang yang sedang menikmati jam istirahatnya. Dari arah kejauhan netra Aldren melihat seorang gadis yang familiar, terlihat Vera yang sedang makan seorang diri di meja sana. Aldren berjalan melewati meja-meja, pasnag mata melihatnya karna terpesona akan ketampanan yang tiada tara tapi Aldren tidak memperdulikannya. Aldren duduk di meja makan Vera dan menatap Vera yang sedang makan, semua cibiran dan pasang mata tajam mengarah ke arah Vera, Vera yang terlihat anak biasa dengan kacamata kotak menutupi matanya membuat Vera sering kali di tertawakan. Namun, kali ini sepertinya Vera akan di hujat karna gadis seperti Vera tidak pantas bergaul dengan Aldren yang super duper keren.
" Kamu ngapain disini? Semua orang melihatnya. Mereka pasti akan berpikir yang tidak-tidak tentangku," ucap Vera dingin
Aldren tampak tidak peduli, Vera yang tidak mau mendapat masalah berpindah tempat ke meja yang lain. Tapi, tiba-tiba saja Aldren memegang tangan Vera dan menyuruhnya duduk di tempat. " Apa yang akan mereka pikirkan tentang kita? Maksud mu pacaran? Atau kamu sedang menggodaku?"
" Vera_Vera aku tidak peduli tentang itu. Aku hanya duduk disini apa tidak boleh? Lagi pula kamu tidak lihat semua kursi penuh, apa aku harus duduk di atas meja yang di penuhi makanan?" Vera hanya diam, apapun yang akan dia katakan pasti kalah jika berdebat dengan pria di depannya.
Vera tidak mau memperpanjang percakapan, tiba-tiba seorang gadis cantik datang ke meja mereka dan menggoda, merayu Aldren agar Aldren mau duduk di kursi mereka. Tapi Aldren menolak, karna dia lebih suka di meja dimana Vera ada di sana.
" Apa yang kamu suka disini? Makan bersama cewe bisu ini? Ahaha kamu tidak salah Aldren?" Ucap wanita cantik itu namun Vera tetap diam.
Aldren menatap Vera dengan senyuman aneh di bibirnya. " Mending kamu ikut bersama aku di meja sana, dari pada makan sama cewek kotor kaya dia!" lanjut cewek body gols itu. Vera tetap diam saat wanita itu terus mempoyoknya dengan kata-kata yang tidak pantas ia lontarkan kepadanya.
Sedangkan Aldren hanya menikmati sensasi itu, pria yang tidak punya hati itu membiarkan gadis itu membully Vera di depannya. Aldren bangkit dan duduk di meja gadis cantik itu, namun tatapannya tak lepas dari Vera.
" Sayang dimana kembaran kamu Aldres? Aku tidak melihatnya dari tadi," tanya gadis cantik itu yang dapat di dengar oleh Vera.
" Aldres sedang sakit," jawab Aldren jelas.
Vera sudah selesai makan dan langsung meninggalkan uang yang ia himpitkan di bawah mangkuk itu lalu pergi. Aldren yang melihat Vera pergi langsung menyusul Vera keluar kantin, Vera pergi ke toilet dan beberapa menit kemudian keluar dan bergegas pergi ke dalam kelas lagi. Tapi, tiba-tiba saja sebuah tangan menariknya kasar dan langsung menghimpit tubuhnya dengan dua tangan yang mengunci tubuhnya.
" A_apa yang kamu lakukan? Lepaskan aku. Aku ingin ke kelas," ternyata Aldren yang menariknya. Vera terus memberontak karna takut ada orang yang melihatnya.
" Sayang kenapa kamu meninggalkan ku disana? Kamu sangat jahat," Vera benar-benar tidak mengerti dengan pria di depannya, apa yang sedang pria itu pikirkan? Di depan semua orang dia diam seakan Vera orang asing tapi ketika tidak ada orang dia malah bersikap seakan Vera kekasihnya.
" Lepaskan aku Aldren, aku ingin ke kelas," pinta Vera lirih
" Pulang nanti temani aku bermain Billiard lagi Ok?"
" Kenapa sayang? Kamu sudah janji kan akan menemaniku? Lagi pula aku membayarmu mahal," tangan Aldren tidak diam, tangan nya bergerak mengelus pipi Vera membuat wanita itu risih.
" A_aku ada urusan, aku mohon pergi. Aku harus ke kelas, sebentar lagi bel berbunyi aku tidak mau ada orang yang lihat,"
" Baiklah sayang, tapi kamu harus janji nanti malam datang ke tempat biasa, tidak ada penolakan...,"
" Tapi...,"
" Semangat sayang," Aldren pergi meninggalkan Vera disana, bukan hanya playboy tapi dia juga memiliki kemampuan yang tidak bisa semua orang tebak.
***
Aldres memberikan kebebasan untuk Keisha. Aldres membeli semua keperluan Keisha mulai dari pakaian hingga aksesoris, banyak sekali barang yang Aldres beli untuk Keisha. Sikap dan perilaku Aldres seperti bunglon yang bisa berubah kapan dan dimana saja.
" Jika kamu mau sesuatu katakan saja," ujar Aldres dingin. " Kenapa kamu lakukan semua ini? Bukannya kamu tidak menyukaiku?" Tanya Keisha yang bingung dengan sikap Aldres
" Anggap saja ini balasan karna kamu sudah bisa bertahan hidup disini. Mulai hari ini anggap saja rumah ini rumah mu, kamu tau artinya?" Tatapan mereka bertemu. " Kamu harus membersihkan seluruh rumah ini hingga bersih, kamu harus melayani ku dalam membuat makanan. Kau juga tidak boleh keluar dari rumah ini tanpa seizin aku apa kamu mengerti?"
Keisha menatap Aldres tanpa ekspresi, Keisha pikir ini akan lebih baik tapi sepertinya tidak. Ini mungkin awal kesengsaraan nya disana, Aldres tidak sepenuhnya melepaskan Keisha melainkan menjadikan Keisha sebagai pembantu abadi dia.
" Besok kamu boleh kesekolah tapi pulang pergi kau harus bersama ku. Jangan mengobrol atau dekat dengan pria manapun karna sekarang kamu pacar aku, mengerti cantik?" Keisha hanya diam dan mengangguk saja, karna percuma saja menolak Aldres tidak akan memperdulikannya.
***
Keesokan harinya pukul 06.00...
Aldres dan Keisha berangkat bersama menggunakan mobil milik Aldres. Semua orang yang melihat itu tidak percaya dan kaget, apalagi hampir 1 Minggu Keisha tidak ada kabar sama sekali dan sekarang tiba-tiba Keisha datang ke sekolah dengan Aldres di sampingnya.
__ADS_1
" Ingat Keisha jangan berani mengatakan apapun. Jika kamu berani melakukan nya lihat saja apa yang akan aku lakukan kepadamu dan orang-orang terdekat mu," bisik Aldres di telinga Keisha
Dari atas sana Vera melihat Aldres dan Keisha. " Wanita itu siapa?" Tanya Vera ke salah-satu teman sekelasnya.
" Dia Keisha dari kelas atas, dia hampir di duga hilang karna tidak ada kabar sama sekali. Bahkan ibunya meninggal pun dia tidak ada, tapi sekarang tiba-tiba dia datang ke sekolah bersama pria keren Aldres," ucap wanita itu merasa iri dengan Keisha...
Keisha pergi ke ruangan wali kelasnya untuk memberikan kronologi, Keisha berbohong dari awal hingga akhir. Sebenarnya Keisha ingin sekali mengadu tapi Keisha tidak ingin mendapat masalah lagi, cukup kejadian itu tidak lagi. Beberapa menit kemudian Keisha keluar dari ruangan itu dan tak sengaja bertemu Vera, Vera dan Keisha saling berpandangan satu sama lain tapi setelah itu Vera langsung pergi meninggalkan Keisha.
Dari arah kejauhan Keisha melihat Aldres yang sedang bersama teman-temannya. Tatapan intens Aldres tertuju padanya, senyuman aneh di bibir itu benar-benar mengingatkan Keisha tentang kejadian itu. Keisha memejamkan matanya dan mengatur nafasnya perlahan, Keisha pergi ke dalam kelas dan bertemu kembaran pria yang membuatnya menderita yaitu Aldren.
Tatapan mereka bertemu, Keisha berjalan ke kursinya di pojok dan diam. Aldren bangkit dari kursi dan mendekati Keisha, Aldren duduk di kursi depan dan menatap Keisha intens. " Selamat datang di kelas mu nona Keisha." Ucap Aldren dengan senyuman yang persis sama seperti sneyuman Aldres.
" Kenapa kamu lakukan ini? Kita teman, kita sudah bersama hampir 3 tahun di kelas. Tapi kenapa kamu begitu jahat membiarkan kakakmu memperlakukan ku seperti ini?"
" Ahahah teman?" Tawa Aldren pecah..
" Siapa yang kamu maksud teman Keisha? Aku dan kau sama sekali asing, kita memang sekelas tapi apa kamu pernah berbicara? Tidak pernah! Kita bahkan tidak pernah menegur satu sama lain," lanjut Aldren.
Keisha hanya diam dan menunduk. " Terserah apa yang ingin kamu lakukan, hidupku sudah tiada. Aku tidak punya hal lagi di dunia ini." Ucap Keisha lirih. Dapat Aldren lihat penderitaan yang Keisha rasakan.
Bel masuk berbunyi, Aldren beranjak pergi ke mejanya. Tak lama orang-orang masuk ke dalam kelas dan menatap Keisha aneh dan penasaran, tapi mereka tau Keisha bagaimana. Keisha sangat tertutup tentang hal apapun itu termasuk tentang pribadinya.
***
Bel istirahat berbunyi, di dalam kelas tampak sangat hening karna semua orang pergi ke kantin untuk makan tapi tidak dengan Keisha. Keisha hanya diam diri di dalam kelas karna mau ke kantin pun percuma karna saat ini Keisha sedang tidak punya uang sepersenpun.
Tok_tok_tok
Suara ketukan pintu itu berhasil mengalihkan perhatian Keisha menjadi ke arah pintu. Keisha sedikit tersentak saat melihat Aldres di depan pintu, Aldres menutup pintu itu dan mendekati meja Keisha. Keisha meremas androknya erat karna masih merasa takut dengan Aldres.
Aldres yang melihat tangan Keisha gemetar ketakutan. Langsung mengengam tangan itu, sontak hal itu membuat Keisha sedikit terkejut dan menatapnya. " Kenapa disini? Tidak ke kantin?" Tanya Aldres sedikit lembut
" Aku tidak lapar, aku hanya ingin disini," jawab Keisha gugup.
" Kamu tau aku tidak suka di bohongi. Jika sekarang kamu sedang berbohong kamu tau apa yang akan aku lakukan?" Ucap Aldres menatap wajah Keisha.
" Kenapa kamu selalu mengancam ku,"
" Aku tidak mengancam mu, tapi jika sekarang kamu merasa di ancam berarti kau sedang berbohong," untas Aldres menatap tajam Keisha. Kedua mata itu sudah memerah menatap wajah Aldres sendu, tanpa aba-aba Aldres langsung mendaratkan bibirnya ke bibir Keisha. Keisha membelalakkan matanya terkejut dan memukul dada bidang Aldres agar pria itu berhenti menc*umnya.
" Kamu sudah tau apa yang akan aku lakukan jika kamu berani berbohong?"
" Setiap hal ada aturannya Keisha dan kau... Kau adalah aturannya! Aku akan memberimu hukuman jika kamu berani melanggarnya!" Tandas Aldres berhasil membuat Keisha diam.
Aksi gila yang di lakukan Aldres membuktikan kalau Aldres tidak akan main-main. Pria itu tidak akan pernah tau kapan dan dimana dia akan memberi hukuman, jika Keisha melanggarnya maka disitu dia akan menghukumnya.
Aldres menarik tangan Keisha ke kantin. Apa yang di katakan Aldres sebelumnya membuat Keisha takut jika Aldres marah dan melakukan hal yang lebih dari itu.
Di kantin banyak sekali sorot pasang mata melihat kearahnya. Aldres mendudukkan Keisha ke meja makan yang disana adalah perkumpulan laki-laki sahabatnya. " Wow apa ini? Kalian sudah pacaran?" Tanya salah-satu pria...
hq
" Wah keren, ternyata lo bisa jatuh cinta juga Al?" Ucap pria yang lain...
" Kalian sudah tau bukan? Jadi jangan berani sentuh cewek gwa," tandas Aldres tegas tidak ada tanda bercanda sama sekali. Wajah Aldres tampak serius dan seram, bahkan antar Aldres dan Aldren. Aldres lah yang paling menampilkan wataknya di banding Aldren yang bermuka dua..
...****...
...Lanjut?...
...Bagaimana part-nya udah banyak? Ada yang suka cerita ini?...
__ADS_1
...Jangan lupa untuk jejak yah......