Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.

Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.
Bab : 32 Gadis Bodoh!


__ADS_3

Kediaman Jackson!


Kreekkk!


Suara pintu saat ku buka.


Saat ku buka pintu besar itu, aku tidak bisa melihat apa-apa, semuanya gelap gulita.


" Kenapa semuanya gelap?" Gumamku


Ku langkahkan kakiku pelan ke dalam rumah.


PRANKKKK


Baru beberapa langkah kakiku langsung kaku tak bisa di gerakan, saat tiba-tiba sebuah benda dari arah depan hampir saja melayang ke arah wajahku.


Tap_tap_tap


Netra ku menangkap sosok pria tampan yang datang dari balik ke gelapkan itu dengan wajah yang menunduk menutupi amarahnya, siapa lagi kalau bukan Jackson.


" Ja_jackson,"


BRAKKK


" Ahhhh," Ringisku kesakitan saat kala Jackson mendorong tubuhku kasar ke pintu.


" Ja_Jackson_"


" Kamu ingin mencoba kabur hm?"


" Tidak! Aku tidak pernah berniat kabur_"


" BOHONG!" BENTAKNYA


Aku tersontak kaget saat Jackson membentakku, ntah kenapa saat Jackson membentakku air mataku rasanya berteriak ingin keluar.


" Aku tidak bohong," Lirihku


" Anak buah saya melihat kamu pergi ke jalan yang bukan arah jalan ke rumah atau ke perusahaan saya, itu berarti kamu ingin mencoba lari dari saya,"


" Itu karna aku ingin pergi ke Rumah Sa_"


BRAKKK


" BERHENTI MEMBOHONGI SAYA GADIS BODOH!" BENTAKNYA LAGI


" Kamu pikir saya bodoh? Mempercayai anak pembunuh seperti kamu!"


" Stopp memanggil ku dengan sebutan anak pembunuh Jackson!" Teriakku


Jackson tersontak terkejut saat melihat ku berani berteriak kepada nya.


" Selama ini aku diam saat kamu melakukan semaumu kepadaku, kamu terus-terusan mengungkit pembunuhan yang jelas-jelas aku tidak pernah tau siapa orang yang ayah aku bunuh!" Lirihku tak berdaya


" Jackson aku tidak pernah berbohong ke kamu, kalau saja memang aku ingin kabur dari kamu, mungkin sekarang aku tidak ada di sini. Mungkin sekarang aku sudah pergi jauh dari negara ini,"


Jackson terdiam mendengar ucapan ku, Ara benar jika memang dia ingin kabur darinya mungkin sekarang Ara tidak ada disini.


Ku beranikan meraih tangannya dan mengengam nya.


" Jackson! Aku akan melakukan apapun itu, asalkan ayah ku baik-baik saja. Itu berarti pergi dan tidaknya aku tergantung ayahku. Jadi selama kamu tidak melakukan apa-apa kepada ayahku dan ayahku baik-baik saja, aku tidak akan pernah pergi dari sini, kamu bisa pegang janji ku," Tuturku menatap lekat manik mata elangnya itu.


Terlihat amarah Jackson mereda, aku bisa bernafas lega karna Jackson tidak emosi lagi seperti tadi.


Disisilain tanpa mereka sadari ada seseorang yang menguping semua pembicaraan dan pertengkaran mereka, siapa lagi kalau bukan Fando.


" Ara aku nggak bisa membiarkan mu menderita bersama nya. Kenapa kamu memilih pria bejat itu di banding aku, aku tau dulu aku pernah meninggalkan mu begitu saja, tapi kamu juga tau aku melakukan itu untuk kita," Gumamnya


Tiba-tiba terlintas di pikiran Fando saat Sonya memberikan kerja sama untuk memisahkan mereka. Itu memang gila tapi itu cara satu-satunya yang akan membuat Ara jauh dari Jackson.


Fando pergi begitu saja meninggalkan rumah besar Jackson.


*


Kamar_


Terlihat Jackson dan Ara saling diam tak ada yang berbicara di antara mereka, Jackson yang masih sedikit kesal dan marah karena Ara yang pergi ke suatu tempat tanpa mengabarinya terlebih dahulu membuat egonya sedikit menaik. Jackson tidak akan berbicara kalau Ara tidak memulainya duluan.


Di sisi lain Ara bingung harus berbuat apa, Ara masih sedikit kesal karna Jackson menuduhnya tidak-tidak sampai dia melontarkan kata yang tidak ingin aku dengar selama ini.


Tetapi, Ara menurunkan egonya sedikit. Ara membenarkan posisinya menghadap Jackson yang sedang berpura-pura bermain dengan laptopnya.


" Jackson aku minta soal tadi. Kamu benar seharusnya aku mengabari kamu terlebih dahulu, tapi aku juga lupa dimana ponselku sekarang," Tuturku


Aku tersentak kaget saat tiba-tiba Jackson menatapku dengan tatapan marah.


" Kamu menghilangkan ponsel pemberian ku?" Tanyanya dengan nada tinggi


" I_iya. Maaf yah," Cicitku


" Saya nggak mau tau. Kamu harus cari ponsel itu sampai dapat!"


" Apa? Tapi aku tidak tau dimana ponsel itu hilang, lagian kamu kan punya uang beli saja yang baru," Celetukku


" Apa? Kamu pikir cari uang itu gampang?"


" Yaudah iya, nanti aku ganti," Ketusku


" Gimana cara gantinya? Emang kamu kerja?" Tanyanya


" Kerjalah, kamu potong aja gajih aku selama jadi baby sister kamu sekaligus ART di rumah ini, pasti gajih nya besar kan? Yaudah potong aja,"


Jackson terkejut mendengar penuturan ku.


" Sejak kapan kamu disini jadi ART? Kamu di sini karna hukuman bukan karna kerja," Gubrisnya


" Ini kepala kebentur apa sih? Jadi ngawur kalau ngomong,"


" Astaga! Kenapa aku tidak sadar kalau sedang berbicara, apa ini karna efek penyakit ku? Setelah ini apa lagi yang akan aku alami?" Batinku


__________________________________


Di tempat lain


Apartemen Sonya


" Ada apa? Kenapa lo datang kesini? Ouh gue tau, lo kesini karna ingin memutuskan kerja sama kita bukan?" Tebalnya


" Iya lo benar! Gue mau kerja sama_sama lo. Gue mau Ara terbebas dari Jackson, walaupun aku tau kalau kerja sama ini akan membuatnya benci sama gue tapi gue gapapa yang penting Ara keluar dari lengkungan Jackson," Ucapnya

__ADS_1


" Hahah Fando_fando gue salut sama lo, sebegitu cintanya lo sama Ara. Sampai-sampai lo mau ngelakuin apapun hanya untuk Ara bahagia,"


" Gue nggak punya waktu! Cepat katakan apa yang harus gue lakukan?"


" Sabar dong! Tenang aja gue punya rencana bagus,"


" Katakan!"


Sonya menjelaskan secara detail tentang rencana apa yang akan di lakukan mereka berdua untuk memisahkan Ara dengan Jackson.


" Gimana?"


" Oke! Gue setuju,"


Sonya tersenyum senang Karna akhirnya ada orang yang bisa dia ajak kerja sama untuk menghancurkan hubungan Ara dan juga Jackson.


*


Di pagi hari yang cerah terlihat Ara yang bingung mencari dasi milik Jackson. Ara lupa dimana terakhir dia letakan dasi Jackson.


" Ara! Mana dasinya? Saya mau berangkat kerja!"


" Bentar! Aku lupa dimana aku menyimpan dasi kamu,"


Aku terus mencari-cari dimana dasi itu, tapi nihil aku tidak menemukan dasi itu.


Jackson, yang kesal karna lama menunggu akhirnya ikut turun tangan mencari dasi itu.


Tak lama, Jackson menemukan dasi miliknya di tempat setrikaan.


" Ara! Bagaimana kamu bisa lupa. Sejak tadi dasi ada disini,"


Ara menggaruk kepala yang tak gatal.


" Cepat kemari! Pakaikan dasinya," Suruhnya


Ara mengangguk dan langsung mendekati Jackson dan langsung memasang kan dasi. Tapi, di pertengahan Ara lupa bagaimana cara memasang kan dasi.


" Astaga kenapa aku bisa lupa seperti ini?" Batinku


" Kenapa kamu diam? Cepat pasangan kan, sekarang sudah jam 07,35 lebih. Kalau begini caranya aku bisa telat," Gerutunya


Ara membuang nafas berat, karna Ara tau ini mungkin efek dari penyakit nya sehingga dirinya bisa lupa akan hal kecil.


" Sudahlah! Saya langsung berangkat," Gubrisnya menepis tanganku


" Terus itu dasinya gimana?" Tanyaku


" Biar nanti aku suruh Sonya yang melakukan nya," Jawabnya


Aku terkejut mendengar jawabannya, tidak! Aku tidak bisa membiarkan orang lain melakukan nya.


" Jackson bentar! Biar aku coba sekali lagi, aku tunangan kamu_ Ehk maksud aku_aku tunangan kontrak kamu. Jadi aku yang akan melakukan nya," Tuturku


Jackson membuang nafas lelah dan mengiyakan permintaan Ara.


Ara memejamkan kedua matanya mencoba me menangkan pikiran nya.


" Ara pokus dan ingat cara memasang dasi," Batinku


Ku buang nafas berat dan langsung mencoba memakaikan dasi di leher Jackson.


Tanpa basa-basi Jackson langsung pergi ke luar karna jamm sudah menunjukkan kalau Jackson telat masuk Kantor.


" Ya Tuhan! Bagaimana ini. Bagaimana kalau penyakit ku semakin parah? Aku tidak ingin ini terjadi," Batinku


*


Setelah kepergian Jackson, aku teringat akan Jackson yang belum sempat sarapan. Karna itu aku berinisiatif membuatkan makanan untuk Jackson.


Setelah selesai menyiapkan makanan, aku bergegas bersiap-siap untuk pergi ke kantor Jackson menggunakan bus umum.


" Semoga saja Jackson suka dengan makanan ku," Gumamku.


Tak lama aku sampai di sebuah tempat. Namun, saat aku sampai aku mengerutkan dahi saat melihat sekeliling sana.


" Loh kok aku malah ke rumah sakit sih? Kan seharusnya aku ke kantor Jackson," Gumamku


" Haish! Otak ku benar-benar sudah tidak berfungsi, astaga kenapa bisa jadi seperti ini?"


Ku langkahkan kakiku pergi dari Rumah Sakit itu.


" Hey tunggu!"


Teriak seseorang berhasil membuatku menoleh ke arah suara itu.


" Pria itu memanggil ku?" Aku mengerutkan dahi saat melihat seorang pria asing memanggil ku.


" Hy ketemu lagi kita,"


Aku mengerutkan dahi mendengar ucapan nya.


" Ketemu lagi? Emang aku pernah ketemu sama kamu?" Tanyaku


" Hah! Kamu lupa sama saya? Saya Calvin, kita baru bertemu kemarin," Ucapnya


Ara mencoba mengingat.


" Calvin? Ouh Iyah aku baru ingat, kamu orang yang mau menabrakku kan?"


Calvin terkejut beberapa detik mendengar ucapan ku.


" Ahh iya maaf, saya tidak sengaja ingin menabrak kamu bukan mau menabrak kamu," Ucap Calvin meluruskan


" Ya ampun maaf, maksud aku iya kamu yang kemarin tak sengaja mau nabrak aku. Huhh kenapa yah aku jadi seperti ini?"


" Kenapa emang nya?"


" Ntah kenapa aku seperti orang yang pelupa, aku takut penyakit ku semakin parah,"


" Saya sudah ingatkan sama kamu untuk melakukan perawatan, agar kami tenaga medis bisa menyembuhkan penyakit kamu perlahan," Ucapnya


" Apa keluarga kamu sudah tau perihal penyakit yang diderita oleh kamu?" Tanyanya


Aku menggeleng sebagai jawaban tidak.


" Huhh penyakit separah ini kamu tidak bisa menjalani nya seorang diri, harus ada orang dari keluarga kamu yang terus mendukung kamu," Ujarnya


" Aku tidak ingin membuat mereka khawatir," jawabku

__ADS_1


Calvin membuang nafas lelah.


" Astaga aku lupa, aku harus pergi ke kantor Jackson," Gumamku


Calvin merasakan familiar di telinga nya saat Ara menyebutkan nama Jackson.


" Ara tunggu! ini aku mau ngembaliin ponsel kamu, kemarin ponsel kamu ada di saya. Dan saya lupa balikin ke kamu," Ucapnya Menyodorkan ponsel kepadaku.


" Ouh ternyata ada di kamu? aku kira hilang," Gumamku


" Makasih yah! Yaudah aku pergi dulu,"


Aku berlari meninggalkan Calvin yang masih terdiam disana.


*


Skip Perusahaan Group Lexus.


Sesampainya di kantor Jackson. Banyak orang yang membungkuk menghormati ku, mungkin karna yang mereka tau sekarang aku adalah tunangan Jackson.


" Selamat siang ibu!" Sapa salah-satu karyawan Jackson.


" Siang!" Sapaku balik


Ku langkahkan kakiku menuju lift dan bergegas ke ruangan Jackson.


Salah-satu karyawan kantor mengatakan kalau Jackson saat ini sedang meeting dengan clain, hal itu membuat ku menunggu di ruang kantornya.


Tak lama setelah menunggu akhirnya Jackson datang dengan setelan jas nya.


Jackson terkejut melihat Ara yang tiba-tiba ada di ruangan.


" Kenapa kamu disini?" Tanyanya


" Iyah tadi pagi kamu belum sarapan makanya aku berinisiatif bawain makanan buat kamu," Tuturku


" Ouh gitu! Yaudah duduk," Suruhnya


Aku dan Jackson berjalan ke arah sofa dan duduk. Ku hidangkan makanan untuk Jackson.


" Kamu sudah makan?" Tanyanya


" Aku sudah tadi di rumah sebelum datang ke sini," Jawabku


Jackson hanya mengangguk pelan.


" Nih!" Aku menyodorkan wadah berisi makanan ke Jackson.


Namun, bukannya mengambil wadah yang ku pegang. Jackson malah membuka mulut.


Aku yang mengerti langsung menyuapi Jackson.


Jackson terus menatapku, sedangkan aku yang di tatap terus melamun memikirkan penyakit yang sekarang terus menggerogoti tubuh ku.


" Kenapa?"


Suara berat berhasil membuyarkan lamunan ku.


" Tidak," Jawabku sambil menyuapi Jackson lagi.


" Wajah kamu sangat pucat. Katakan apa yang sedang kamu lamunkan?" Tanyanya lagi


" Nggak aku nggak papa,"


" Aku nggak mau ada kebohongan di Antara kita,"


Deghh


Satu kalimat yang terlontar dari mulutnya membuat ku merasakan pasangan yang sesungguhnya.


" Aku ingin bertanya,"


" Bertanya apa?" Tanyanya


" Aku ingin bertanya. Kalau misalkan aku sudah tidak ada apa kebencian yang ada di dalam diri kamu kepada ayahku akan hilang?" Tanyaku menatap manik mata elangnya itu.


Kedua mata Jackson tiba-tiba memanas karna tidak suka dengan ucapan yang di ucapkan Ara barusan.


" Apa yang kamu katakan? Kamu mau pergi kemana?"


" Tidak! Aku akan tetap disini, aku hanya bertanya apakah kalau aku tidak ada apa rasa benci kamu akan hilang itu saja!"


" Tapi aku tidak suka kamu mengatakan hal itu!" Tekannya


" Kenapa?"


Aku mengharapkan Jackson mengatakan kalau dia takut kehilangan ku. Tapi_


" Gak papa, saya hanya tidak suka kamu mengatakan hal itu. Karna saya tidak akan pernah membiarkan kamu pergi begitu saja sebelum saya puas menyiksa mu,"


Lagi dan lagi kata itulah yang keluar dari mulut Jackson. Aku hanya menanggapi nya dengan senyuman kecil di bibirku.


" Aku tau! Kamu pasti akan mengatakan hal itu,"


" Tapi asal kamu tau, aku kira kamu akan bilang kamu takut kehilangan ku, tapi ternyata salah. Aku sadar, aku hanyalah mainan boneka bagimu, yang bisa kamu mainkan sesuka hatimu. Aku seharusnya tidak boleh melanggar janji yang telah di buat, tapi aku. Aku melanggar nya," Gumamku


Tanpa aku sadari air mataku jatuh begitu saja, segera mungkin aku pergi ke kamar mandi dan meluapkan semuanya disana.


Jackson yang terkejut melihat tetesan air mata Ara untuk kedua kalinya. Yang pertama Ara menangisi ayahnya yang dia cintai dan sekarang Ara meneteskan air matanya saat Ara mengatakan sebuah kalimat yang berkode kepadaku.


" Apa maksudnya? Apa dia benar-benar sudah mencintai ku? Tapi kenapa lo harus sedih saat melihatnya menangis? Seharusnya lo senang karna itu adalah yang lo mau, dia sudah benar-benar mencintai lo dan itu artinya Lo harus menyiksa batinnya dan meninggalkannya begitu saja, tapi kenapa? Kenapa gue nggak bisa?" Racau Jackson


...*...


...BERSAMBUNG...


...Gimana-gimana part kali ini? Udah di bikin gereget gak sama si Jackson vs Ara? ...


...Yok dong komen yang bawel!!!!...


...Malangnya nasib kamu Ara hiks:( ...


...Tak tega Author liatnya 😭...


...Yukk tinggalkan jejak😢...


...Vote_komen_like_ and Follow....


...SEE YOU NEXT TIME:)...

__ADS_1


__ADS_2