
Beberapa menit telah berlalu, dan kini makanan sudah ada di depanku.
Aku memang sangat lapar tapi ntahlah saat makan bersamanya rasanya selera makanku hilang.
" Kenapa tidak makan? apa hanya dengan melihat nya saja bisa membuatmu kenyang?" Tanyanya dingin
Aku hanya mengeleng untuk menjawab pertanyaannya, Aku mengambil sesuap nasi dan ku kunyah.
Saat sedang menikmati makanan tiba-tiba suara ponsel Jackson berdering menandakan panggilan masuk. Namun bukannya menjawab jackson malah membiarkan ponselnya terus berdering.
...... Drtt_drtt_drtt.......
" Jack! Ponsel kamu terus berdering kamu tidak mengangkatnya siapa tau itu penting."Ucapku pelan
Mendengar ucapanku jackson terdiam hanya beberapa detik setelah itu jackson mengambil gawainya dan mengangkatnya.
" Ada apa?" Jawab jackson Datar.
" Tuan kami sudah berhasil membawanya ke markas." Ucap seseorang di sebrang sana.
" Bagus! Kau urus dia saya akan segera kesana." Jawab Jackson Dingin.
...Tuttt_tuttt_tutt...
Sambungan telpon terputus saat kala jackson memutuskan panggilan sepihak.
Aku yang mendengar perintah Jackson ke seseorang lewat telpon, penasaran apa yang di maksud Jackson.
" Apa maksud Jackson Urus Dia? Apa dia akan melakukannya lagi?" Ucapku dalam batin.
" Ara!." Panggil jackson namun ara tidak mendengar.
" Ara Kenapa Kamu Bengong?" Ucapan jackson membuyarkan lamunanku, refleks aku mendongak menatapnya yang mendapat tatapan tajam darinya.
" I_iya ada apa?"
"Ada apa dengan kamu?" Tanyanya dingin.
" Ngak aku ngak papa."Jawabku spontan.
" Kamu tunggu disini saya pergi keluar sebentar dan jangan kemana-mana kalau sampai saya kesini dan tidak melihat kamu, kamu lihat saja apa yang akan saya lakukan terhadapmu ngerti?." Tekannya.
" Memangnya kamu mau kemana?"Tanyanku pelan.
" Kamu tidak perlu tau."
Jackson pergi meninggalkanku di ruangannya sendiri, aku penasaran dengan kata-kata jackson saat telponan tadi.
Aku takut jika jackson melakukan nya lagi. Terlintas di pikiranku untuk membuntutinya.
" Aku harus menyusulnya, Aku tidak peduli dengan nyawaku terserah dia akan melakukan apa untuku yang penting saat ini dia tidak boleh melakukannya ke orang lain lagi." Gumamku dan beranjak pergi keluar untuk menyusul Jackson.
Aku mencari taxi dan membuntuti mobil Jackson dari belakang, Aku terus membuntuti mobil jacson hingga mobil jackson berhenti di sebuah tempat yang tak asing lagi bagiku.
" Tempat ini kan! ternyata kecurigaan ku benar bahwa jackson akan melakukannya lagi, sekarang siapa? siapa korbannya?" Batinku.
" Mm pak makasih." Ucapku sambil menyodorkan uang ke Supir taxi.
Aku turun dari taxi dan bergegas ke area Gedung yang terdapat Jackson di dalamnya.
Aku melihat dari celah-celah jendela, aku melihat banyak pria berbaju hitam dan berbadan besar di samping Jackson.
Aku tidak bisa melihat ke arah depan karna terhalang oleh badan Jackson dan berbadan besar di samping Jackson.
" Ouh ternyata kamu Fando yang mengelapkan uang perusahaan hm." Suara parau yang terdengar di telingaku.
"M_maaf kan saya pak, s_saya terpaksa s_saya sangat membutuhkannya k_karna orang tua saya sedang sakit dan s_secepatnya h_harus di oprasi." Tutur Fando.
__ADS_1
" Siapa pria itu? Sial aku tidak bisa melihatnya." Gumamku.
" Apa caramu seperti ini hm? Saya sudah sepenuhnya percaya dan memberikan pekerjaan ini kepadamu, Tapi apa? kamu malah menghancurkan kepercayaan saya Fando." Ucap Jackson.
" M_maaf kan saya pak, sa_saya mohon lepasin saya." ucap fando memohon.
" Kasian sekali dia! Ck apa segelap itu hati jackson sampai-sampai dia mau melakukan ini?" Gumamku.
" Baiklah saya akan melepaskanmu! Tapi kita harus bermain-main dulu, gimana fando? Setuju?" Ucap jackson sambil memainkan pisau tajam andalannya.
"Ti_tidak pak sa_saya minta maaf, sa_saya tidak akan mengulanginya lagi sa_saya mohon lepasin sa_saya." Ucapnya memohon.
Namun, jackson menulikan dan mengacuhkan permohonan Fando, Jackson mendekat ke arah Fando dan menempelkan ujung pisau tajam ke wajah Fando.
" Kita akan memulainya Fando Friwatya." ucap jackson tersenyum smrik.
Sekilas aku melihat wajah pria itu, di dalam pikiranku aku merasa tak asing lagi saat melihatnya. Siapa dia?
" Pria itu?"
ARGHHHH....
Teriakan dari dalam membuat ketakutan ku meningkat, Kini aku bisa melihat dengan jelas siapa pria itu.
" Fando!." Gumamku lirih.
" Astaga! Fando ternyata itu kamu."
Aku terkejut tingkat dewa saat melihat Fando teman SMA sekaligus masa lalu ku sedang bertaruh nyawa di dalam sana dengan kondisi yang sangat lemah dengan wajah yang babak belur dengan wajah yang sudah di penuhi oleh darah.
Aku berhubungan dan berpacaran dengan fando selama 2 tahun, kami saling mencintai,
Aku sangat mencintainya begitupun sebaliknya, namun tiba-tiba Fando menghilang tanpa kabar begitu saja bahkan sampai detik ini pun aku tidak tau kenapa?.
*
" Ngak Ara lo harus lakuin sesuatu...Mìkir Ara mikir."
"Ahkkk jack gue mohon jangan lakukan itu." lirih fando.
" KAU PIKIR SAYA PEDULI HAHK." BENTAK JACKSON.
" SAYA TIDAK AKAN PERNAH MEMBIARKAN PENGHIANAT BERKELIARAN DI KANTOR SAYA." TEKAN JACKSON.
" GODRAXC BUNUH DIA." Ucap jackson ke salah-satu berbadan besar itu.
" Apa bunuh?" gumamku
Godraxc yang mendapat perintah dari tuannya dengan senang hati melakukannya, Godraxc berjalan ke arah Fando dengan membawa sebuah kampak sedangkan fando berdiri lemas dengan kedua tangan yang di ikat secara berlawanan.
Sedangkan Jackson hanya menatap Fando yang memohon-mohon kepadanya.
" Jakson gue mohon gue masih belum bisa ngebahagiain orang tua gue, gue mohon jangan bunuh gue." Ucap Fando memohon.
" Ngak gue gak bisa biarin fando mati dalam keadaan seperti itu."
Godraxc memegang kampak itu dengan sangat telaten seperti bukan kali ini saja Godraxc memegang kampak itu.
Godraxc kini sedang di depan fando dengan memegang sebuah kampak tajam di tangannya, seakan sudah siap untuk membunuh mangsanya.
Kini Godraxc bersiap untuk melayangkan kampak tajam nya ke arah Fando.
Dan yak akhirnya yang di tunggu-tunggu sudah datang! Godraxc melayangkan kampaknya ke arah Fando.
" BERSIAPLAH UNTUK BERTEMU DENGAN KEMATIANMU FANDO FRIWATYA."
" HENTIKAN."
__ADS_1
Aksi Godraxc terhenti saat Ara tiba-tiba datang dan membuka suara.
Jackson yang kenal dengan pemilik suara itu refleks menoleh ke arah suara dan terkejut saat mendapati Ara di sana.
" Ara." Gumam jackson lirih.
Fando yang mendengar teriakanku refleks mendongak melihat ke arahku.
" A_R_A." Lirih
" F_Fando." Lirihku saat melihat kondisi fando yang selama ini ia cintai dalam keadaan seperti ini.
" Fando aku tidak menyangka, kita di pertemukan kembali setelah beberapa tahun lamanya dalam keadaan seperti ini." Batinku.
Aku berjalan perlahan ke arah Fando yang sudah lemas.
" A_ARA J_AANGAN KESINI P_PERGILAH!." TERIAK FANDO.
Namun, aku tidak mendengarkannya aku terus melangkahkan kakiku ke arah fando.
Tanpa aku sadari air mataku lolos begitu saja.
" HEY! SIAPA KAMU." TERIAK GODRAXC
" GODRAXC! BIARKAN SAJA." UCAP JACKSON DINGIN.
Kini aku sudah berada di depan Fando.
Tangisku pecah saat melihat wajah Fando orang yang selama ini ia cintai lemas tak berdaya dengan wajah yang di penuhi oleh darah.
" A_ara kamu ngapain ada disini? Pergi aku mohon pergi aku tidak mau kamu kenapa-kenapa." Tutur Fando.
" Fando! kenapa kamu seperti ini?" Tanggisku sambil memegang wajah fando yang berumuran darah.
" Ara cepat kamu pergi, aku mohon." Ucapnya
Disisi lain Jackson mengepalkan tangannya bukan hanya mengepal, rahang jackson pun tiba-tiba mengeras saat melihat Ara dan Fando di depannya.
" Ngak aku ngak akan pernah meninggalkanmu dalam kondisi seperti ini fando." Tuturku.
" GODRAXC! KAU BAWA WANITA ITU KELUAR." SURUH JACKSON.
" BAIK TUAN."
Mendapat perintah dari tuannya, Godraxc berjalan ke arah Ara dan ingin menyeret ara keluar.
" JANGAN! JANGAN SAKITI DIA, DIA TIDAK TAU APA-APA TENTANG HAL INI." UCAP FANDO.
" HAHAH ADA DRAMA APA INI HM?" ucap jackson
" Ara! Keluar dari sini." pinta jackson lembut.
Ara mengeleng menandakan sebagai jawaban tidak mau.
" Saya Bilang Keluar." Pita Jackson lagi.
Namun, Ara tetap tidak mau membuat Jackson kehabisan kesabaran.
" ARA SAYA BILANG KELUAR!" Bentak Jackson.
" NGAK! KALAU KAMU INGIN BUNUH DIA BUNUH JUGA AKU ." TERIAKKU.
______________________________________________
Fando.
__ADS_1
...Happy Reading...