Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.

Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.
Bab : 28 Aku tau kamu Cemburu


__ADS_3

...HAPPY READING...


BIASAKAN FOLLOW DULU SEBELUM BACA!!!


...*...


~Ruang Tamu


Terlihat Ara sedang tertidur pulas di sofa.


TINTONG_TINTONG_TINTONG


Suara bel berbunyi, membuat sang empu terbangun dari tidurnya.


" Jackson?" Gumam


Ara bangkit dari sofa dan berjalan membukakan pintu.


Ceklek


" Jackson!"


Aku terkejut melihat Jackson yang sudah acak-acakan seperti ini.


" Jackson kamu dari mana aja?" Ku tuntun Jackson ke dalam kamar.


*


~ Kamar


Ara membaringkan tubuh Jackson ke atas Ranjang. Ara melepas sepatu yang di kenakan Jackson dan menyimpan nya.


" Ara!" Racaunya


Ara mencium bau alkohol saat Jackson bicara.


" Astaga! Kamu mabuk?"


" Berapa botol yang kamu minum?" Tanyaku


" 3,"


" Apa 3?"


" Tidak bukan. 5 botol aku menghabiskannya," Ucap Jackson memperlihatkan 5 jarinya ke arahku.


" Apa 5 botol? Perut kamu ini perut karet apa perut manusia? Bisa meminum_minuman sebanyak itu?"


" Tunggu disini akan aku ambilkan air untuk mu," Ku langkahkan kaki berniat keluar.


Tapi, tiba-tiba sebuah tangan kekar menarikku.


Aku terkejut saat Jackson berada di bawah ku dengan jarak kami yang sangat dekat.


Jackson, menyelipkan rambut yang menutupi wajahku ke daun telinga.


" Kamu sangat lucu dan cantik!"


Aku terkejut mendengar ucapan nya. Andai saja, Jackson mengatakan hal itu dari lubuk hatinya bukan karna di bawah minuman. Mungkin, aku akan merasa bahagia.


" Jackson sadar! Ini aku Ara," Ku tepuk-tepuk pipinya pelan, mencoba menyadarkan nya.


Bukannya sadar, Rey malah berbalik menindih tubuhku.


Sontak aku terkejut di buatnya, Jackson berada di atas ku sekarang.


" Ja_jackson apa yang ingin kamu lakukan? Lepaskan aku," Aku terus memberontak. Namun, nihil tenaganya lebih kuat dari ku.


Tanpa aba-aba Rey mencium ku bruntal. Ku gelengkan kepala ke kanan dan ke kiri untuk menghindari nya.


Tapi, ntah kenapa. Rey malah semakin Agresif sampai- sampai aku kewalahan melawannya.


" Mmhhpptt apa yang kamu lakukan Jackson? Lepaskan aku," 


Jackson tidak mendengar.


" Jackson sadar ini aku Ara hiks,"


Tangisku


Jackson yang sadar Ara Menangis menghentikan aksi nya.


" Kamu nangis? Kenapa kamu menangis?" Tanyanya


Ku dorong tubuh atletis nya dan bergegas pergi meninggalkan nya begitu saja.


Pikiran Jackson saat ini tidak berfungsi. Dia tidak tau apa yang di lakukan nya itu sudah membuat Ara sakit hati Karna perlakuannya.


*


Sedangkan di sisi lain. Ara termenung menangisi hidupnya yang tidak beruntung. Hidup dengan orang asing adalah hal yang benar-benar tidak pernah ia duga, hidup dengan orang yang membenci orang tuanya hal yang tidak pernah ia inginkan seumur hidupnya.


*


Skip Pagi!


Di dalam kamar terlihat seorang pria tampan yang masih terlelap dengan pakaian bekas semalam.


Jackson tertidur sangat lelap, hingga ia tidak sadar kalau sekarang sudah waktu 08.30 pagi.


" Eungh!" Jackson meraba-raba tempat tidur di sampingnya.


Jackson membuka mata perlahan saat tidak mendapati wanita yang hari-hari ini mengisi tempat tidur di sampingnya.


" Ara dimana?"


" Hah_hah_hah," Membuang udara mulut ke telapak tangan.


" Humm, ternyata semalam aku mabuk, semalam aku minum berapa botol?Haish_ aku harus mandi dan gosok gigi berulang kali agar baunya hilang," Gumam Jackson.

__ADS_1


Jackson beranjak dari ranjang dan bergegas ke dalam kamar mandi untuk melakukan ritual mandi.


*


Dapur!


Terlihat Ara sedang sibuk bermain dengan alat dapur.


" Ara!" Lirih


" Aku sudah siapin kamu makanan di atas meja. Kamu tinggal sarapan," Tutur Ara tanpa menoleh ke arah Jackson.


Jackson duduk dengan tatapan yang terus memerhatikan Ara.


" Kenapa Melihat ku? Ayok makan sebelum makanan nya dingin," Suruhku.


" Semalam apa aku melakukan sesuatu?"


Pertanyaan Jackson berhasil menghentikan aktivitas ku.


" Kamu hampir saja ingin menyentuh ku!" Jawab Ara menunduk


" Apa?" Jackson terkejut mendengar jawaban Ara.


" Lalu? Apa aku melakukan_"


" Tidak! Kamu terlalu mabuk. Sampai kamu tertidur dengan pulas,"


Jackson bernafas lega setelah mendengar jawaban ku.


" Makanlah!"


" Apa kamu marah?" Tanyanya


Ku gelengkan kepala sebagai jawaban tidak.


" Yaudah! Sekarang kamu duduk. Dan temani aku sarapan," Ucapnya


" Tapi aku masih banyak pekerjaan,"


" Tinggalkan pekerjaan kamu dan duduk!" Suruhnya


Aku menuruti kemauan nya dengan duduk dan makan di sampingnya.


Sesekali aku melirik Jackson yang pokus melahap makanan. Ingin sekali aku bicara tentang Catran, tapi ku urungkan niatku mencoba berbicara di waktu yang tepat.


SKIP SELESAI MAKAN!


*


Ruang Keluarga!


Jackson sedang asik membaca koran di sofa, Ara yang melihat nya mencoba mmendekati Jackson untuk berbicara tentang Catran yang sejak tadi ia pendam.


" Jackson! Maaf apa kamu punya waktu untuk bicara?" Tanyaku pelan.


" Hum bicaralah," Sahutnya dengan tatapan yang pokus ke Koran yang di pegang nya.


" Jackson! Aku mau tanya apa Chandra. Eumm maksud aku Om Chandra mempunyai seorang anak?" Tanyaku


" Iya! Dia punya 2 anak laki-laki. Kenapa? Apa kamu ingin menikahi salah-satu dari mereka?"


Aku mengerutkan dahi mendengar pertanyaan yang tidak pernah ku bayangkan keluar dari mulutnya.


" Tidak! Aku hanya bertanya. Lagipula aku tidak mengenal mereka," Jawabku spontan.


" Terus kalau misalkan kamu mengenal mereka, apa kamu mau menikah dengan mereka?"


" Jackson apa yang kamu katakan. Aku benar-benar tidak mengerti dengan semua ucapan kamu," Sarkasku


" Lagipula aku tidak akan mau menikah dengan pria yang merendahkan martabat wanita," Lanjutku


Jackson tidak mengerti dengan ucapan Ara.


" Ada apa? Apa Calvin dan Catran datang ke sini?" Tanya Jackson menatap ku menunggu jawaban.


" Iyah! Kemarin Catran dan Chandra datang ke rumah kamu. Dia bilang dia ingin bertemu dengan kamu, Aku suruh mereka masuk dan aku buatin mereka minuman. Tapi saat aku buat minuman dia_"


" Dia?"


Aku tidak melanjutkan ucapanku. Karna aku takut jika aku melanjutkan ucapanku hal yang tidak aku ingin kan terjadi.


" Dia apa? Katakan yang sebenarnya jangan membuat ku menunggu!"


" Dia_ dia ingin makan!" Aku mengigit bibir bawah.


Memikirkan betapa bodohnya aku mengatakan hal yang tidak masuk akal.


Jackson Mengerutkan dahi, mendengar ucapan ku.


" Apa kamu menyembunyikan sesuatu?" Tanyanya menatap intens ke arahku


" T_tidak aku _"


" Kamu tau kan kalau aku tidak suka di bohongi! Jadi kalau sampai kamu bohong, aku akan menghukum mu!" Jantung ku rasanya tak berdetak saat kala Jackson mengatakan hal itu.


' Bagaimana kalau Jackson tau kalau saat ini aku sedang berbohong. Ntahlah aku tidak peduli, karna aku sudah merasakannya,"


Aku mengangguk pelan menanggapi ucapan nya.


" Yaudah! Sekarang kamu siap-siap,"


" Siap-siap? Mau kemana?" Tanyaku


" Tadi aku liat, makanan dan bahan keperluan dapur sudah habis. Aku berniat ingin membelinya,"


" Ouh yaudah. Biar aku sendiri aja," Ujarku


" Tidak! Aku akan ikut,"

__ADS_1


Aku terkejut mendengar penuturan nya. Apa aku tidak salah dengar, Jackson seorang Psychopat yang terkenal dingin mau belanja keperluan rumah? Hm Aku menyukai perubahan nya sekarang.


" Kamu serius?"


" Eumm..Cepat! Jangan membuatku kesal Karna menunggu kamu terlalu lama," Ucapnya


" Iya," Aku berjalan ke dalam kamar dan bersiap-siap untuk pergi.


*


Skip MALL!


Jackson menuntunku masuk ke dalam Mall dengan tangannya yang mengengam tangan ku. Aku sempat terkejut, saat tiba-tiba Jackson memegang tanganku seperti ini.


Aliran di dalam tubuhku rasanya seperti sengatan listrik panas saat Jackson memegang tanganku.


Di dalam Mall. Banyak pasang mata melihat ke arah kami, aku merasakan sebuah ikatan jika Jackson memegang tanganku seperti ini.


Jackson menuntunku layaknya seperti pasangan semestinya. Di dalam lubuk hatiku yang paling dalam, aku merasa bahagia karna meskipun Jackson bukan kekasih ku, tapi dia sudah memberikan perhatiannya kepada ku layaknya seperti aku kekasihnya.


" Sayang!"


" Hah?"


Aku terkejut saat tiba-tiba Jackson memanggil ku dengan sebutan Sayang di depan umum seperti itu.


" Kenapa kamu kaget seperti itu?  Aku hanya memanggil kamu dengan sebutan Sayang. Apa aku tidak boleh memanggil mu dengan sebutan Sayang?" Ucapnya menatapku sendu.


Apa ini? Kenapa Jackson berprilaku seperti ini? Dia benar-benar membuat ku gila. Banyak pasang mata yang melihat kami, tapi Jackson malah semakin menggodaku seperti ini.


Keringat dingin bercucuran, aku benar-benar gugup dan malu, karna di lihat oleh banyak pasang mata.


" Astaga! Kamu berkeringat seperti ini. Apa kamu kepanasan hm?" Jackson mengelap keringat ku dengan baju kemeja nya.


" Ahkk tidak, aku hanya menyimpan rasa maluku karna di tonton oleh banyak orang heheh," Ucapku mengkode agar Jack mau berhenti bersikap romantis di depan umum.


Jackson tersenyum saat melihat wajah malu Ara bak kepiting rebus. Tetapi orang yang disenyumi tidak sadar.


" Yaudah sekarang kamu mau apa?" Tanyanya


" Aku ngak mau apa-apa!" Jawabku datar


" Astaga! Mbak. Jangan cuek-cuek amat bisa ngak?"


Suara tiba-tiba pemilik wanita  salah satu pengunjung Mall ini.


" Seharusnya mbak bersyukur karena punya suami ganteng kaya dia, jangan di cuekin mulu suaminya nanti kalau di rebut nyesel Loh,"


Aku benar-benar di buat terkejut akan perkataan wanita itu. Astaga! Dia tidak tau apa-apa, tapi bisa-bisanya dia berkata seperti itu.


" Kalau mbak ngak mau. Mendingan suaminya kasih saya aja, dari pada sama mbak suaminya di cuekin mulu," Celetuknya


Aku dan Jackson di buat terkejut dengan ucapannya yang tidak di saring.


'Astaga tu mulut pedas amat,


" Maaf ya mbak! Kalau saya cuek ke suami emangnya kenapa? Ada masalah sama mbak? Apa mbak punya hak? Saya cuek ke suami ya biarin, suami-suami saya kenapa mbak yang repot?" Tanyaku ngegas


" Saya _"


" Suami saya aja ngak komplain kok, tapi mbak. Kenal aja ngak tapi mbak komplain nya tingkat dewa," Selorohku


Jackson dan seluruh orang yang melihat itu terkejut akan timpalan panas yang keluar dari mulut Ara.


" Mbak kok malah sewot sih,"


" Kenapa? Ngak boleh juga?"


" Sayang udah ayok!"


" Jack aku belum selesai ngomong_"


" Udah ayok!"


Jackson menarikku pergi dari sana meninggalkan kerumunan.


*


" Jack ngapain kamu bawa aku kesini? Aku harus kasih tau dia supaya dia_"


" Shhttt udah!"


" Kamu kenapa tadi? Kenapa marah? Seharusnya kamu tidak marah. Jika dia menginginkan aku, itu hak dia. Kenapa kamu marah-marah?"


" Aku_ aku cuman ngak suka aja sama orang itu,"


" Ngak suka kenapa? Apa karna dia menginginkan aku jadi kamu marah?"


" Kamu cemburu?"


Dua kata yang terlontar dari mulut Jackson membuat jantungku berdetak tak normal.


Lagi-lagi aku gugup saat di tatapnya seperti ini.


Aku berbalik membelakangi nya. " Ti_tidak. Aku hanya tidak suka dia berbicara tentang aku tetapi dia tidak tau apa-apa."


" Benarkah?" Bisiknya


" Eumm. Ayok! Kita beli bahan-bahan dapur," Elakku


Ku langkahkan kaki ku pergi meninggalkan Jackson.


" Saya tau kamu cemburu Ara. Hm ternyata semudah itu membuat kamu menyukai ku. Ara saya akan membuatmu tergila-gila mencintaiku. Aku akan membuatmu tersiksa karna sudah mencintai ku, setelah kamu tersiksa dan benar-benar mencintai ku, aku akan meninggalkan mu begitu saja. Hingga kamu benci akan mencintai" Gumam Jackson di akhiri dengan senyuman smrik di bibirnya.



...❤...


...*...

__ADS_1


...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YAH SEPERTI KOMEN, FOLLOW AND VOTE....


...MAKASIH:)...


__ADS_2