
...HAPPY READING...
BUDAYAKAN FOLLOW DULU SEBELUM BACA MAKASIH:)
...READY!...
...*...
" Lagi ngapain kamu?" Suara pertanyaan dari Jackson berhasil membuatku mendongak menatapnya.
" Aku lagi ngabarin Kiran, soalnya Kiran ada di luar nungguin aku," Jawabku
" Simpan ponsel itu lalu tidur," Suruhnya.
Dengan cepat ku simpan ponselku di atas nakas di sampingku, aku berbalik dan mendapati Jackson yang sudah tertidur di sampingku.
Ku tatap wajah damai tampan Jackson, meskipun sedang sakit tetap saja wajahnya terlihat dingin dan menyeramkan.
'Jackson sebenarnya hati kamu terbuat dari apa? kadang kamu berlaku kasar kepadaku dan kadang kamu berbuat lembut kepadaku, aku bingung dengan sikapmu yang kadang dingin, kasar lalu kembali lembut. Sampai detik ini aku tidak tau Ayah membunuh siapa sampai-sampai kamu sangat membenci ayahku dan juga aku, sudahlah untuk apa juga aku pikirkan! Semuanya sudah jelas aku akan menjadi Budaknya.
Perlahan kedua kelopak mataku tertutup seiring ngantukku menyerang. Aku tertidur menyusul Jackson ke alam mimpi.
*
...LORONG SEPI...
Seorang pria berjaket hitam berjalan menyusuri lorong demi lorong, ntah mau kemana dan apa yang ingin dia lakukan.
Pria itu mengunakan jaket hitam dengan seluruh kepala ia tutupi dan wajah di tutupi kain hitam.
...PRIA MISTERIUS...
Sekarang Pria ituberada di sebuah kos-kosan kecil.
Pria itu masuk dan berjalan pelan menyusuri kosan itu. Langkah Pria misterius itu terhenti tepat di depan pintu kosan itu, Pria itu berdiri menghadap pintu itu dan mendegarkan semua pembicaraan orang dalam.
" Yang benar! Terus-terus gimana keadaan Jackson?" Ucap di dalam kosan.
Pria iti tidak bisa mendengar dengan jelas lawan bicaranya karna sepertinya mereka sedang berbicara lewat telphone.
" Apa dia mati?"Tanyanya
" ......,"
" Sial seharusnya dia mati, supaya pekerjaan kita cepat beres dan kita dapat uang banyak," Ucapnya di dalam kosan.
".....,"
" Oke_oke besok gue ke markas," Ucapnya
...TUTTT_TUTTT_TUTT...
" Huhhh_ seharusnya dia mati," Sarkasnya.
KREEEKKKKK
Pria itu membuka pintu kosan itu pelan, orang yang ada di dalam itu tidak mengetahui keberadaan pria itu yang kini sudah tepat di belakangnya.
Pria meraih sebuah besi yang sempat ia sembunyikan di balik jaketnya, Pria itu menyadari kalau ada seseorang di belakangnya refleks pria itu berbalik dan_
...BUGHH...
"ARGGGGHH," Teriaknya
Pria memukul kepala pria itu dengan senjata besinya itu, pria itu terpental ke lantai dengan sudut kepala yang mengalir darah segar karna pukulan pria itu.
" Arghh siapa kamu?"
" Kamu masih ingat dengan saya hm?"
" Saya tidak tau siapa kamu,"
BUGHHH
" ARGHHH,"
Pria itu memukul lagi lengan pria itu keras.
" SIAPA YANG MENYURUHMU ITU HAHK," BENTAKNYA
" Apa maksud kamu tidak ada yang menyuruhku," Pekiknya
" BOHONG!" BENTAKNYA
" KAMU SUDAH MELIHAT DAN MEMBANTU AKSI BEJAT BOSMU ITU KEPADA ISTRI SAYA! SEKARANG KATAKAN SIAPA YANG MENYURUHMU ITU,"
__ADS_1
" Pak F_Ferdy,"
Yakk_ pria berjaket hitam itu Ferdy, Ferdy membalaskan dendamnya ke anak buahnya yang sudah berkhiatan kepadanya.
" GOLDEN, KAU SUDAH MENGINGATNYA?"
Ferdy membuka pemutup kepala juga kain yang menutupi wajahnya.
" Ahkkk sudah lama saya tidak melakukan permainan ini, kamu tau? rasanya saat ini saya ingin meluapkan kerinduan saat dengan bermain bersama kamu," Golden ketakutan saat Ferdy membukan suara yang membuatnya ketakutan.
'Golden adalah anak buah yang sangat di percayai oleh Ferdy, namun kepercayaan Ferdy musnah saat Golden berhianat dengan temannya sendiri yaitu Jordan'
'Dulu Ferdy dan Jordan berteman baik. Ferdy di kenal sebagai King Mapia sedangkan Jordan di kenal sebagai King Psychopat namun hal itu tidak membuat pertemanan mereka hancur, justru mereka sangat akur dan bekerja sama dalam urusan pengkhiatan ataupun itu'
" Pak Ferdy tolong maafkan saya_saya_"
" DIAM KAMU, SAYA TIDAK MAU MENDENGAR SATU KATAPUN YANG KELUAR DARI MULUT KAMU," SARKASNYA.
" CEPAT KATAKAN SIAPA YANG SUDAH MENYURUHMU BERHIATAN KEPADA SAYA DAN TEGA NYA KAMU MELIHAT AKSI BEJAT YANG DI LAKUKAN DIA KEPADA ISTRIKU!" BENTAKNYA
" Sa_saya_"
" CEPAT KATAKAN! KALAU KAU TIDAK INGIN MATI," TERIAKNYA.
" J_Jordan! di_dia yang sudah menyuruhku," Jawabnya
" BERKATA YANG JUJUR SIAPA YANG SUDAH MENYURUHMU," BENTAKNYA
" Sa_saya sudah berkata jujur Jo_jordan yang sudah menyuruhku,"
Golden berlutut di depan Ferdy.
" Pak maafkan saya, saya terpaksa mengikuti kemauannya. Jordan mengancamku kalau saya tidak mengikuti kemauannya dia akan membunuh anak dan istriku, tapi Jordan membohongi saya setelah saya mengikuti kemauannya dia malah membunuh Anak dan istri saya_ Saya hancur pak dia membohongi saya_ saa menyesal,"
" Kamu tidak tega melihat istri dan Anakmu di bunuh, lalu saya gimana? Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri Istri saya meninggal dan bukan hanya itu pria bejat itu sudah_"
Ferdy tidak bisa melanjutkan ucapannya, rasanya sakit jika mengingat hal itu.
" Maafkan saya pak! tolong kasih saya kesempatan. Saya akan melakukan apapun itu, jika bapak ingin membalaskan dendam saya bisa bantu bapak. Saya ingin menghancurkan semua keturunan Jordan termasuk anaknya Jackson,"
" Dan saat ini saya sedang melakukan penyerangan diam-diam terhadap Jackson, sekarang saya sudah masuk menjadi anak buahnya Jackson. Setelah saya tau titik kelemahan Jackson, disitulah saya akan membalaskan dendam anak dan istri saya kepada Jackson anak dari pembunuh itu Jordan," Ferdy terdiam ia memikirkan setiap perkataan Golden.
Ada benarnya juga, saat ini Ferdy tidak mempunyai rekan yang mau membantunya dan sekarang Golden. Ingin rasanya Ferdy membunuhnya sekarang juga, tapi tidak Ferdy membutuhkan Golden saat ini.
" Baik! saya kasih kesempatan untuk kamu, tapi kalau saja kamu mencoba berhianat lagi saya ngak akan pernah memberimu kesempatan lagi dan membiarkanmu hidup," Tekannya.
Golden menelan saliva susah payah setelah mendengar ucapan Ferdy. Golden menganguki ucapan Ferdy!.
" Sekarang kamu ikut saya!" Perintahnya
...... *......
...SKIP PAGI...
Di rumah sakit khususnya ruang rawat VVIP Jackson, terlihat dua sejoli itu masih tertidur pulas dengan posisi saling memeluk.
" Eunghh!" Lengkuhan Adnan.
Adnan membuka kelopak matanya dan terkejut saat mendapati Jackson yang tertidur di sampingnya dengan jarak dekat seperti ini. Tanpa ku sadari tanganku bergerak mengelus pipi Jackson, aku terkejut saat tiba-tiba Jackson sudah bangun dan menatapku yang sedang mengelus pipinya.
Aku tersadar dengan apa yang telah aku lakukan, dengan cepat ku tarik tanganku dari pipinya.
" M_maaf!" Satu kata yang keluar dari mulutku.
" Apa yang ingin kamu lakukan tadi?" Tanyanya dingin
" Engak itu tadi ada nyamuk di pipi kamu, aku coba nyingkirin jadi_"
" Jangan bohong!" Selorohnya
Aku diam tak berkutik, itulah Ara jika sudah di tatap seperti itu ia tidak bisa berbicara.
" Aku mau ke toilet dulu," Aku bangkit dari blankar dan tanpa sengaja tanganku menekan luka di bagian tubuhnya yang membuat sang empu meringis kesakitan.
" Ahkkkk," Ringgisnya
Mendengar rintihan Jackson, refleks ku urungkan niatku turun dari blankar dan langsung memerhatikan Jackson.
" Ehk maaf aku ngak sengaja, mana yang sakit?" Tanyaku
" Apa kau bisa turun dengan baik-baik?" Ucapnya
" M_maaf,"
" Cepat ke kamar mandi setelah itu kita pulang!" Ucapnya
" Pulang? Kamu kan belum sembuh,"
" Aku ngak papa!" Jawabnya datar.
Ara turun dari blankar dan langsung pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
...... *SKIPP*......
KREEEKK
Pintu terbuka menampilkan Angel yang tanpa mengetuk pintu erlebih dahulu.
Angel mendekati Jackson yang sedang duduk bersandar di blankar.
" Jackson kamu udah siuman? Syukurlah aku khawatir sama kamu," Angel langsung memeluk Jackson tanpa rasa malu.
KREEKKK
Pintu kamar mandi terbuka menampilkan Ara.
Tatapan Ara tertuju ke arah Jackson dan Angel yang sedang berpelukan. Namun, nyatanya Jackson tidak membalas pelukan Angel.
" Wanita ini ngapain kamu disini?" Tanyanya dengan nada tinggi
" Kamu lupa? Dia tunangan saya jadi wajar bila ada dia disini," Jawab Jackson.
Angel menatap tak suka ke arahku.
" Sayang! Sini bantu aku," Ucap Jackson kepada Ara.
Ara melangkahkan kakinya mendekati Jackson, tapi tiba-tiba Angel menghalangi Ara.
" Jackson biar aku saja lagian Ara pasti cape kan semaleman jagain kamu!" Angel membantu Jackson yang ingin turun dari blankar.
Namun, Jackson mengepis tangan Angel.
" Saya butuh Ara, sebaiknya kamu pergi!" Usir Jackson.
" Sayang bantu aku," Ucap Jackson ke Ara.
Ara melirik Angel sebelum mendekati Jackson, Ara membantu dan memapah Jackson keluar rumah sakit.
" Gue ngak akan biarin lo rebut Jackson dari gue Ara," Batinnya menatap punggung Jack dan Ara yang menghilang di balik pintu.
SKIP RUMAH
_______________
POV ARA
Aku membaringkan tubuh Jackson ke ranjang hati-hati. Ku langkahkan kakiku keluar kamar dan pergi ke area dapur berniat membuatkan bubur untuk Jackson.
Tak butuh lama bubur yang ku buat sudah jadi, aku kembali lagi ke kamar dengan membawa bubur dan air putih di tanganku.
KREEKKK
Ku buka pintu kamar itu dengan sikuku.
Jackson menatapku dingin, Aku mendekati Jackson dan duduk di bibir ranjang.
Aku mulai menyuapi Jackson, Jackson membuka mulut dan memakan suapan demi suapan dengan tatapan yang terus menatapku.
Aku merasa risih jika di tatap Jackson seperti itu.
" Jacks jangan melihatku seperti itu," Ucapku
" Memangnya kenapa?" Tanyanya dingin.
Aku tidak menjawab ucapannya, aku melanjutkn suapan ke Jackson. Saat ingin menyuapinya tiba-tiba Jackson memegang tanganku, refleks aku menatap Jackson dengan tatapan 'ada apa?
" Kamu belum makan, jadi sekarang kamu makan!" suruhnya
" Aku akan makan nanti setelah kamu," Jawabku.
" Aku suruh sekarang bukan nanti," Ucapnya
Aku menuruti kemauannya, aku memakan satu sendok bubur di tanganku. Jackson masih terus memerhatikanku bahkan di saat aku makan pun dia masih memerhatikanku. Huhhh_ ngak cape apa!.
" Aku ke dapur dulu kalau kamu butuh apa-apa panggil aku aja," Ujarku.
Aku bangkit dari ranjang dan berjalan keluar kamar.
*
POV AUTHOR.
Ara pergi ke dapur menyimpan piring kotor bekas bubur tadi, sedangkan di kamar Jack bersandar ke kepala ranjang dengan kedua mata yang tertutup mencoba untuk menghilangkan rasa pusing di kepalanya. Lama-kelamaan Jackson tertidur lelap dengan posisi bersandar di kepala ranjang.
Tak lama Ara kembali ke kamar dan melihat Jackson yang tertidur dengan posisi duduk dengan kepala yang ia sandarkan ke kepala ranjang, Ara melihat perlahan Jackson ingin jatuh ke arah samping dengan cepat Ara berlari dan naik ke atas ranjang untuk menahan kepala Jack supaya tidak langsung jatuh ke ranjang yang pasti akan membuat Jackson terbangun.
Perlahan Ara menyimpan kepala Jackson di kedua pahanya sebagai bantal/ penyangga untuk Jackson.
Terlihat dengan jelas wajah tampan Jackson, Ara tak berani menyentuh wajahnya. Ara hanya bisa menatap dan melihat wajah tampan Jack tanpa harus menyentuhnya.
" Ada apa ini? kenapa perasaanku seperti ini? ngak_ngak mungkin aku jatuh cinta sama dia. Ingat Ara ia hanya ingin menyiksamu, lagi pula di dalam kontrak tidak boleh ada perasaan sama sekali. Seharusnya kamu sadar Ara, Jackson tidak akan pernah jatuh cinta dan suka sama kamu. Dia membenci kamu bahkan sangat benci. Tuhan, aku mohon jangan pernah menaruhkan rasa cinta kepadaku, aku tidak mau mencintainya, aku tidak mau menaruhkan cinta kepada orang yang tidak pernah mencintaiku," Batinku
...... *......
__ADS_1
...BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, FOLLOW AND VOTE MAKASIH:)