Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.

Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.
Bab : 54 Bertahanlah


__ADS_3

" Jackson apa yang kau lakukan hah?!" Bentak Chandra tak terima saat anaknya di pukul Jackson habis-habisan.


" Om seharusnya om cegah dia. Dia kurang ajar sama istri saya, dan om_om malah diam saja melihat kelakuan anak om," Tandas Jackson tak terima dengan pembelaan Chandra.


Chandra tersadar dan langsung meminta maaf kepada Jackson " Maafkan om Jackson seharusnya om tidak membawanya kesini dan membiarkan nya minum. Tapi, kamu tenang saja om akan bawa dia pergi dari sini." Chandra berusaha membawa Chandra yang sudah mabuk berat keluar dari rumahnya.


Setelah kepergian mereka Ara masih merasa tidak percaya dengan semua kebusukan anak dan juga ayahnya terhadap suaminya " Sayang kamu tidak papa? Apa dia menyakitimu? Apa kamu terluka?" pertanyaan bertubi-tubi keluar dari mulutnya.


" Tidak aku tidak papa," jawabku lirih. " Baiklah kamu istirahat biar aku buatkan kamu susu," Jackson mendudukanku di sofa panjang itu dan meninggalkan ku ke dapur.


" Apa yang harus aku katakan? Apa aku harus memberitahu nya? Tapi apa dia akan percaya dengan semua ucapan ku setelah banyak nya kebaikan palsu yang sudah dia berikan kepadanya," Gumam Ara dalam hati.


Tak lama Jackson datang dengan segelas susu ibu hamil di tangannya. " Minumlah!" Ara meneguk minuman susu itu hingga habis tak tersisa.


Jackson mengelap bibirku yang terdapat susu dengan ibu jarinya. " Jackson aku tidak tau apa kamu sanggup menerima kenyataan nya kalau om kamu sendiri menghianati kamu." Batin Ara terus menatap suaminya sendu, sedangkan Jackson yang di tatap hanya memincingkan matanya." Ada apa? Kenapa kamu menatapku seperti itu?"tanya nya menatap ku serius


" Aku_"


" Ouh iya bagaimana kandungan mu?" Alih-alih Jackson memotong ucapan ku, tapi pertanyaannya ini membuat dirinya akan semakin berbohong.


" Eum baik kok. Anak kita sehat, dan akhir-akhir ini dia selalu menendang perutku, mungkin dia ingin cepat-cepat keluar dan bermain bola bersama ayahnya," Jackson tersenyum mendengar ucapan Ara dan tangannya tidak tinggal diam, tangan besar itu ikut mengelus perut Ara hangat." Keluarlah nak. Daddy sudah tidak sabar ingin melihat mu," Gumamnya Ara yang melihat itu hanya tersenyum bahagia semoga saja setelah dia lahir itu akan membuat Jackson berhenti untuk menjadi seorang Psychopat.


PoV Ara


Jackson menarik tangannya dari perutku. Aku yang melihat itu sontak terkejut." Ada apa?" Tanya ku menatap reaksi wajahnya yang tidak kumengerti.


" Kamu merasakan nya tadi? Dia menendang," Aku membuang nafas berat ternyata karna itu dia menjauhkan tangannya tiba-tiba.


Ku raih tangan besar itu dan menempelkan nya di perutku. " Sekarang dia sangat aktif, karna itu dia terus menendang." Seruku. Terlihat dari wajahnya dia sangat senang aku yang melihat itu hanya berpikir apa yang aku lakukan adalah hal yang terbaik, membiarkan anak ini lahir dan hidup bersama ayahnya, jika memang aku di beri kesempatan untuk hidup maka aku akan merawatnya bersama Jackson tapi jika Tuhan tidak mengizinkan nya maka aku harus ikhlas.


PoV Ara End


......


Di tempat lain tepatnya perusahaan Gruop Lexus Presdir Jackson, Bimo berlari mencari keberadaan Jackson namun tak kunjung menemukan nya. Bimo mencoba menelpon tuannya tapi sayangnya ponsel Jackson mati sehingga sulit untuk dirinya menghubungi tuannya.


Bimo bertanya kepada Sonya tapi Sonya pun tidak tau kemana perginya Jackson." Arghh dimana tuan. Saya harus memberitahu semuanya," Gerutunya.


" Pak Bimo," suara yang tak asing lagi berhasil membuat Bimo menoleh ke arah pemilik suara itu.


" Kiran,"


" Ada apa? Apa ada yang bisa saya bantu?" Bimo menarik Kiran ke pojok tembok dan menghimpit nya. Kiran yang mendapat perlakuan seperti itu sontak memberontak.


" Apa yang ingin kau lakukan?" Teriak Kiran sebelum mulutnya di tutup oleh tangan besar itu


" Hummm...mhhhpt..."


" Sutt diam. Saya ingin berbicara dengan kamu," Ucapnya.


Kiran mengepis tangan itu kasar " Lalu ini cara kamu berbicara dengan seseorang? Haish tidak punya etika." Desis Kiran menatap tajam ke arah Bimo.


" Oke maaf. Saya cuman mau bilang, setelah saya bertemu dengan kamu saya mempunyai keyakinan bahwa kamu manusia yang bisa saya andalkan disini. Saya hanya ingin meminta bantuanmu,"


" Bantuan apa?"


" Tuanku sangat terkenal dan karna itu banyak orang yang menjaganya. Jadi, saya mohon jika disini ada seseorang yang mencurigakan tolong sesegera mungkin kamu kabari saya. Mengerti?!"


" Apa pak Jackson sedang dalam bahaya?" Tanya Kiran dengan tatapan serius


" Ya!"


" Apa?" Kiran menutup mulutnya kaget.


" Jangan berpura-pura kaget seperti itu,"


Pukkk

__ADS_1


" Yakk! Kenapa kamu memukulku?"


" Kau keterlaluan aku benar-benar khawatir dengan keadaan Bos, dan kau bisa-bisanya mengatakan jika aku berpura-pura khawatir," Teriak Kiran tak kalah keras


" Sutth apa volumemu tidak bisa di kecilin sedikit?"


" Berbicara dengan manusia otak setengah alien seperti mu saya rasa saya harus berbicara keras agar kau mengerti," Tandas Kiran


Bimo agak terkejut dengan ucapan yang terlontar dari mulut Kiran.


" Apa kau bilang? Berani nya kau mengataiku seperti itu, hey hormati saya apa kamu tidak tau siapa saya hah?" Gubrisnya menatap tajam Kiran


" Kenapa? Apa kamu seorang presiden yang harus saya hormati? Ahaha Ayolah kamu hanya seorang Bodyguard bodoh yang tidak pantas saya hormati," Celetuk Kiran dengan tawa hambar nya itu.


" Beraninya kau?!"


" Apa? Kamu pikir saya takut dengan semua ancaman recehmu itu? Ahaha ( menepuk pundak) Kau sangat lucu," Bimo menatap wanita di depannya jengkel. Bisa-bisanya dia mengatainya terang-terangan seperti ini.


" Ouh ahahah saya memang bodoh tapi drajat saya lebih tinggi dari drajat kamu. Saya seorang Bodyguard dari seorang CEO terkenal di negara ini dan kau ahahah maaf kau hanya bekerja di bawah karyawan biasa," Kini Bimo menertawakan Kiran lebih keras.


Kiran yang awalnya tertawa hambar kini tawanya itu pudar setelah seorang pria di depannya balik mengatainya.


" Apa sudah cukup?! Kalau begitu saya permisi," Kiran pergi setelah mengatakan hal itu tapi langkahnya terhenti saat kala Bimo menahan pergelangan tangannya.


Kiran refleks menoleh ke arahnya dan berdecak kesak " Arghh apa lagi hah?!"


" Apa kamu tau tentang apa yang di sembunyikan Ara?" Kiran yang awalnya marah dan kesal setelah mendengar nama temannya marah dan kesalnya seketika hilang.


" Ada apa memangnya sama Ara? Dia baik-baik saja kan?" Bukannya menjawab Kiran malah membalikan pertanyaan Bimo.


" Saya pikir Ara sedang menyembunyikan sesuatu. Saya lihat setiap hari dia selalu pergi tiba-tiba, dia bilang dia ingin istirahat tapi dia juga bilang dia ingin ke kamar mandi. Wajahnya juga tampak pucat, dan saya pernah melihatnya mimisan. Apa dia sakit?" Tanya Bimo menatap Kiran serius.


" Ya kamu benar. Aku juga sering melihat dia sakit-sakitan, kadang pingsan dan juga mimisan, aku tidak tau apa yang dia sembunyikan. Tapi, aku rasa tidak karna dia tidak pernah menyembunyikan sesuatu dariku,"


" Bisa saja sekarang Ara sedang menyembunyikan kan darimu," Kiran terdiam saat Bimo mengatakan hal itu. Apa yang dikatakannya itu benar, bisa saja saat ini Ara sedang menyembunyikan sesuatu darinya.


.......


" Tuan!" Sonya datang tiba-tiba dan langsung menghampiri Jackson.


" Tuan pasti lelah karna seharian melakukan pekerjaan ini, apa kamu membutuhkan bantuan ku?" Tangan Sonya tidak tinggal diam, tangannya terus memijat kedua bahu Jackson.


Jackson yang sedang lelah dan mendapat pijitan yang menurutnya enak membuat dirinya tak bisa menolak pijitan demi pijitan yang di lakukan Sonya.


" Pijitanmu sangat enak," Seru Jackson dengan tatapannya fokus ke layar laptop


Sedangkan Sonya tersenyum senang dengan pujian Jackson.


" Tapi pijitan Ara lebih enak," Pijitan Sonya terhenti saat kala Jackson membandingkan pijitan nya dengan pijitan Ara.


" Sialan kenapa di saat berdua seperti ini dia selalu memikirkan wanita itu," Umpat Sonya dalam hati.


Tapi bukan Sonya namanya kalau tidak bisa mendapatkan apa yang dia inginkan nya.


" Eee tuan aku_,"


" Ada apa? Jangan menggangguku,"


" Tuan kepala saya,"1


Brukk


Tubuh Sonya jatuh di pelukan Jackson.


" Sonya bangun!" Jackson terus menepuk-nepuk pipi Sonya mencoba membangun kannya. Kali ini Sonya berhasil mengalihkan perhatian Jackson kepadanya.


" Ahh merepotkan," umpatnya

__ADS_1


Ceklek


Pintu terbuka lebar hal itu membuat Jackson mendongak ke arah pintu dan terkejut saat mendapati Ara di sana. Bukanya Jackson saja Sonya pun ikut terkejut saat tiba-tiba Ada datang dan melihat adengan ini.


Tanpa mendengar penjelasan Jackson, Ara bergegas pergi meninggalkan Jackson dan juga Sonya.


" Ara?!" Teriak Jackson


Jackson ingin mengejar Ara tapi di sisilain Sonya sedang tak sadarkan diri di pangkuannya hal hasil Jackson membaringkan Sonya di sofa dan bergegas pergi menyusul Ara.


PoV Ara


Tadi pagi aku dengar pembicaraan dia dengan seseorang di telpon jika sore nanti akan ada rekan bisnis ayahnya datang ke keperusahaannya. Hal itu membuat Jackson cepat-cepat pergi ke kantor tanpa sarapan terlebih dahulu, aku berinisiatif membuat kan makanan untuk Jackson makan di kantor, tapi saat membuka ruangannya tiba-tiba hati aku sesak saat melihat Sonya tertidur manja di pangkuan Jackson, Jackson pun tau jika aku datang. Aku pergi meninggalkan dia di sana tapi tidak ada tanda sedikit jika dia mengejarku, Hah mana mungkin Jackson akan mengejarmu Ara, dia tidak peduli kepadamu lalu bagaimana bisa dia mengejarmu? Begitulah Gumamam-gumamanku dalam hati.


Ku titipkan rantang berisi makanan itu kepada staff untuk memberikan nya kepada Jackson, dan setelah itu pergi.


Tapi, saat di area parkir tiba-tiba kepala ku pusing di tambah sakit yang sangat-sangat luar biasa. Aku berteriak kesakitan di sana. Tapi sayangnya tidak ada satupun orang yang melihat ku karna saat itu semua karyawan berada di dalam dan sedang melakukan pekerjaannya masing-masing.


" Ahhhh sakit!!!" Ara terduduk kesakitan dengan kedua tangannya memegang kepalanya sakit.


Kiran yang mendapat tugas keluar kantor terkejut saat mendapati Ara yang sedang berteriak kesakitan. Dengan cepat Kiran berlari menghampiri Ara.


" Ara lo kenapa?"


" Kiran ini sangat sakit," lirih Ara


Kiran menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah Ara, dan betapa terkejutnya saat melihat wajah Ara yang sangat pucat dengan banyaknya darah yang keluar di hidungnya.


" Astaga Ara lo kenapa?" Kekhawatiran Kiran pecah saat melihat kondisi Ara yang sangat mengkhawatirkan.


" Ahhh Kiran ini sangat sakit," Teriakku kesakitan.


" Gw harus gimana?" Teriak Kiran frustasi.


" Tolong!!! Tolong!!!" Teriak Kiran meminta pertolongan tapi sialnya tidak ada yang mendengarnya.


" Arghh Aku nggak kuat,"


" Ara gw mohon bertahan. Lo tunggu disini gw harus ke dalam meminta bantuan,"


" Tidak Kiran," ku pegang tangannya erat


" Kenapa?"


" Aku mohon jangan," Ucapku lirih


" Lalu apa yang harus gw lakukan? Gw nggak bisa lihat lo seperti ini hiks," tangis Kiran pecah di depanku


" Bimo ya Bimo gw harus telpon dia," Kiran meraih telpon di sakunya dan langsung menelepon Bimo.


Drttt_drtt_drtt


Panggilan langsung tersambung.


" Ada apa? Kenapa kamu telpon saya. Hah saya tau kamu pasti merindukan saya bukan?"


" Berhenti berbicara!"


" Aku mohon tolong Ara,"


" Ara? Ada apa?" Bimo terkejut mendengar nama Ara dengan suara Kiran yang panik


" Aku juga tidak tau. Tapi Cepat kamu datang kesini ke parkiran!" Bimo memutuskan sambungan telepon sepihak dan langsung pergi ke parkiran.


" Ara kamu harus kuat bantuan akan datang,"


Kiran mengengam tangan ku erat, aku hanya bisa menangis di bawah Kiran. Rasa sakit yang sangat luar biasa membuat ku tak bisa berteriak lagi, air mata Kiran terus menetes membasahi wajahku. Ingin sekali ku hapus air mata itu, ingin ku peluk tubuhnya tapi sayangnya tubuhku lemas ta sanggup ku gerakan.

__ADS_1


......Bersambung!......


...See You Next time...


__ADS_2