Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.

Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.
Bab : 15 Aku Menginginkannya sekarang!


__ADS_3

Sesampainya di rumah kediaman Jackson, jackson langsung masuk ke dalam rumah dan mendapati Ara yang sedang menghidangkan makanan di atas meja. Ara yang menyadari ada seseorang yang terus memerhatikannya refleks melirik dan mendapati Jack yang menatapnya dingin.



" Jackson kamu sudah pulang?"


" Menurutmu," Jackson menghampiriku dan langsung duduk di sebelahku.


Aku berniat pergi meninggalkan jack yang sedang makan, namun langkahnya terhenti saat sebuah tangan kekar memegang tangannya.


" Duduk dan makanlah," suruhnya


" Tapi_" Belum sempat melanjutkan ucapanku, jackson sudah lebih dulu mendudukanku ke kursi itu.


Aku menghidangkan makanan ke piring jackson begitu juga kepiringku.


Di dalam meja makan kami tidak saling berbicara hanya ada suara sendok dan garpuh saja.


Tak lama makan malam sudah selesai jack sudah lebih dulu pergi ke dalam kamarnya sedangkan Ara_ ara bangkit dan membereskan meja makan.


Selesai beres-beres segera mungkin aku menaiki anak tangga dan berniat ingin merebahkan pikiran dan tubuhku.


KREEKKK


Ku buka pintu kamar itu walau ada rasa gugup dan takut di dalam benakku, karna sekarang aku akan tidur seranjang dengan pria yang jelas-jelas bukan suamiku.


Aku tidak mendapati sosok jackson di dalam kamar. Namun, suara pecikan air sower dari arah kamar mandi membuat ku tau kalau saat ini jackson sedang berada di kamar mandi.


Ku baringkan tubuhku di atas ranjang yang nyaman ini, aku sengaja tidur lebih awal agar aku bisa menghindari jackson saat ini. Tapi, sialnya kedua mataku enggan menutup.


KREEKKK


Suara pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan Jackson yang keluar dengan kimononya.


Aku melihät jackson terkejut sekaligus gugup tidak ku sangka ternyata pria yang saat ini aku lihat begitu tampan ketika selesai mandi.


Rambutnya yang basah membuat aura wajah tampannya keluar.



" Dia sudah tidur?" Batinnya


Jantungku berdegup kencang saat merasakan pergerakan di ranjang, itu artinya jackson saat ini sedang berada di belakangku.


Aku tidak berani berbalik, kututup kedua mataku rapat-rapat agar aku bisa menghilangkan rasa gugupku. Tapi sayangnya! Caraku percuma, tiba-tiba aku merasakan sebuah tangan kekar memelukku dari belakang. Aku membulatkan mata saat tangan Jack berada di pingangku, aku mencoba menahan rasa gugupku ingin sekali saat ini aku memukul pria ini karna sudah berani menyentuhku. Tapi ku urungkan niatku karna pria ini pasti akan mengancamku dengan adanya ayah.


Tak lama mataku semakin memberat aku menutup kedua mataku perlahan hingga terlelap.


PoV Jackson.


Aku mencoba mencoba memeluknya dari belakang, aku pikir wanita ini akan memberontak tapi pikiran ku salah, wanita ini tidak memberontak sama sekali.


" Hmmm ternyata kamu nurut juga," Batin jack merasa senang.


Jackson menutup kedua matanya perlahan, namun belum sempat beberapa detik tertidur jack membuka matanya saat kala Ara memeluknya.


Jackson terkejut dengan aksi wanita di depannya sekarang, bukan aksi tapi ketidak sengajaan.


Jackson menatap dalam wajah damai Ara saat tidur, sangat cantik tapi sayang aku sangat membencinya.


" Jack hiks tolong jangan sakîti ayah, ayah aku bukan pembunuh hiks," Ngigau Ara.


Jack menatap ara yang sedng mengigaù menywbut-nyebut nama ayahnya dan dirinya.


" Jacķ! tolong jangan sakiti ayah, aku tidak punya siapa-siapa lagi selain dia aku mohon_" Ngigauku lagi.


Jack memeluk Ara erat dan mendengkapnya memberikan kehangatan dan kenyaman untuk ara.


Ada perasaan aneh di dalam benak jack tentang kenapa gue ngak bisa melihat Ara menangis dan mengigau seperti ini!.


Kini dua insan itu tidur terlelap dengan keadaan saling memeluk satu sama lain.


*


Jam menunjukan pukul 07,00 pagi, cahaya matahari pagi menerobos ke dalam celah jendela.


Aku terbangun saat kala sebuah cahaya menerpa wajahku, ku buka perlahan mengerjap-ngerjap mataku menyesuaikan dengan cahaya lampu dan juga cahaya matahari pagi.


" Eunghh," lengkuhañku


Saat aku bangun aku merasakan benda berat berada diatas perutku, aku mendongak melihat apa yang ada di atas perutku.


Aku terkejut saat sebuah tangan kekar berada di atas perutnya, baru saja Ara ingin berteriak namun aksinya terhenti saat teringat janji kontrak itu.


Aku melirik wajah damai jack ketika sedang tidur. Tampan itulah yang ada di benakku, beda ketika sedang bangun wajahnya berubah menjadi menyeramkan.


Aku mencoba menyingkirkan tangan jack dari perutku. Namun, sayang tenaganya lebih kuat dariku.


" Ck dasar masih tidur aja tenaganya sekuat itu," Umpatku.


Aku menyingkirkan tangan jack lagi secara perlahan. Tapi, tiba-tiba jack malah menarikku dan memelukku erat, aku terkejut saat melihat wajah tampan Jack secara dekat seperti ini.


Tidak ada jarak di antara kami, aku bisa merasakan derui nafas damai jack ketika sedang tidur.


" Duh, gimana aku bisa keluar dari sini kalau gini caranyą," Batin

__ADS_1


" Apa aku bangunin dia aja yah, tapi kalau dia marah gimana? Ahk gapapa deh aku kan mau masak buat dia juga," sambungku


Aku mulài menguncang-guncangkan lengan jack pelan.


" Jack!" Aku terus menguncang-guncang lengan jack pelan namun tak ada hal yang menandakan jack bangun.


" Huhhh (membuang nafas kasar)"


" Ni orang tidurnya kebo amat sih! dah di bangunìn juga masih aja ngak bangun," Umpatku


Aku memberontak agar terlepas sari pelukan jack, aku terus memberontak sampai aku tak sadar kalau saat ini jack sudah terbangun dan menatapku.


" Jack le_" Ucapanku terhenti saat kala aku melihat jack yang sudah terbangun menatapku.


" Kamu ngomong apa tadi?" Suara seraknya.


" Ngak aku ngak ngomong apa-apà," Elakku.


" Mmm rey aku mau masak!" Ucapku


" Yaudah masak aja kenapa harus bilang sama aku," jawabnya datar.


Ck dasar gimana mau masak kalau dia meluk gue erat!


" Aku ngak bisa masak kalau kamu memelukku seperti ini," jawabku


Jack terdiam dan mulai melongarkan pelukannya, Ara langsung bangkit dari ranjang dan melangkahkan kaki ke kamar mandi untuk siap-siap.


*


Selesai masak aku segera ke kamar jackson untuk menyuruhnya turun. Namun, saat sedang membuka pintu aku terkejut saat kala jackson tidak memakai baju sehingga terexspos tubuh atletis dan dada bidang jackson.


Segera mungkin aku menutup wajahku dengan kedua tangan untuk menghindari apa yang saat ini aku lihat.


" Jackson aku udah buatin kamu sarapan nanti kamu turun," ucapku


Setelah mengatakan hal itu segera mungkin aku berbalik dan berniat pergi.


" Tunggu!" Langkahku terhenti saat jackson menghentikan langkahku.


Aku merasakan jackson terud berjalan ke arahku.


" Berbalik," suruhnya


Aku mengeleng menandakan tidak mau.


" Saya bilang berbalik!" suruhnya lagi


Aku membalikan tubuhku dengan mata yang ku pejamkan.


" Buka mata kamu! "suruhnya


" Ngak," tolakku


" Kamu berani membantahku?" Tanyanya dingin


Dengan cepat aku mengeleng, Ku buka kedua mataku menatap jackson di depanku.


Jackson menyodorkan kaos nya kepadaku.


" Apa maksudnya ini?" Tanyaku


" Pakaikan," suruhnya


" Hah! kenapa harus aku?"


Jackson menatapku tajam, aku hanya membuang nafas kasar dan segera memakai kan kaos itu ke badan jackson.


Jackson terus menatapku aku yang merasa di tatap mendongak untuk menatap jack.


Deghhh


Jantungku berdetak hebat saat kala tatapan kami bertemu, Aku merasakan wajah jackson semakin dekat ke wajahku. Aku yang mengerti dengan cepat membuang muka ke arah lain dan hal itu membuat jack kesal.


Setelah memakaikan kaos ke badan jackson, aku mengambil jas hitam dan memasangkannya ke badan jackson.


" Udah!" ucapku


" Pakaikan dasi," suruhnya


Aku membuang nafas pasrah dan langsung mengambil dasi yang ada di tangannya.


Sial! aku tidak bisa memasangnya karna jack terlalu tinggi.


" Kenapa?" Tanyanya


" Kamu terlalu tinggi aku tidak bisa memasangnya," jawabku


Jackson tertawa kecil mendengar ucapanku.


So apa ada yang lucu?


" Jackson apa yang kamu lakukan?" Aku terkejut saat kala jackson mengangkat tubuhku.


__ADS_1


" Lakukanlah!"ucapnya


" Ngak turunkan aku dulu," Pintaku


" Kamu yang bilang aku terlalu tinggi dan sekarang tidak lagi kan? yasudah sekarang lakukan," suruhnya


Aku langsung memakaikan dasi itu di leher jackson, Aku sangat risih karna jackson terus menatapku.


Tak lama aku selesai memakaikan dasinya, dan meminta untuk jackson menurunkan ku.


" Jack udah selesai sekarang turunkan aku," pintaku


jackson tidak menjawab ucapanku dia terus saja menatapku.


" Jack turunin," pintaku lagi


" Aku menginginkannya sekarang!"


DEGHH


Aku terkejut di buatnya, apa maksud dari ucapannya!


" Jack apa maksud kamu turunin aku sekarang!" pintaku


Jackson tidak menjawab, jackson malah mendekatkan wajahnya ke wajahku.


" Jack apa yang ingin kamu lakukan lepaskan aku!" Ucapku


Jackson terus mendekatkan wajahnya ke wajahku, aku menutup mata dan memohon untuk menjauhkan pria ini dari hadapanku sekarang.


Tok_tok_tok


Aku membuka mata begitu juga dengan jackson saat mendengar seseorang mengetuk pintu kamar.


Dengan cepat aku memberontak dan turun dari pangkuan jack.


Aku membuka pintu itu dan


Krekkk


Bimo! Bodyguard jacklah yang sudah menyelamatkan Ara dari jack.


Ara bersyukur karna berkat bimo jackson tidak jadi melakukan apapun kepadanya.


" Ada apa?" tanya jack dingin


" Tuan Pak Chandra sudah pulang dan ingin bertemu dengan tuan," Tuturnya


" Dimana?"


" Di bawah tuan!" Ucapnya.


Jackson melirik ke arahku namun hanya beberapa detik saja.


" Saya akan segera turun kamu boleh pergi!"


" Baik tuan! kalau begitu saya permisi," pamitnya


Bimo pergi meninggalkan ku dan jackson di kamar, Jackson berjalan ke arah Lemarinya dan mengambil sebuah kotak berwarna merah.


" Berikan tangan kamu!" suruhnya


" Untuk apa?" tanyaku


Jackson tidak menjawab pertanyaanku dia malah langsung meraih tanganku dan memasangkan sebuah cincin mewah ke jari manisku.



Segera mungkin aku mengepisnya.


" Jackson apa maksudnya ini?" tanyaku dengan mencoba melepas cincin yang ada pada jari manisku.


Namun, sialnya saat ku coba lepas cincin itu tidak bisa aku lepas.


" Ahkkk sakit," ringgisku kesakitan saat mencoba melepas cincin di jariku.


" Jangan memaksakan kalau tidak bisa dilepas!"


Pukkk


Jackson melempar baju ke arahku


" Pakai dan bersiaplah," suruhnya


" Baju siapa ini?" Tanyaku


" Itu semua milik ibu saya, jadi jangan sampai rusak mengerti,"


" Setelah selesai kamu turun, saya tunggu kamu di bawah," sambungnya


" Tapi_" Jackson pergi sebelum mendengar ucapanku memang rese tu orang.


Aku segera bersiap-siap sesuai dengan perintahnya.


...... Bersambung!......

__ADS_1


Jangan lupa like,komen, vote and follow makasih😊


__ADS_2