
...**Happy Reading...
BIASAKAN FOLLOW DULU SEBELUM BACA MAKSIH:)
...READY**!...
...*...
Ara di pindahkan ke ruang pemulihan, kondisi Ara membaik saat setelah masa kritisnya lewat.
Tak berapa lama Ara siuman, Ara mengondisikan kedua matanya dengan cahaya lampu.
Kiran dan Ferdy langsung mendekati Ara ketika melihat Ara siuman.
" Sayang kamu ngapapa?" Tanya Ferdy
" Ayah_ Kiran!"
" Ara gue khawatir sama lo, gue ngak tau apa yang terjadi kalau ngak ada Pak Jackson,"
Aku teringat tentang jackson saat Kiran menyebutkan nama itu.
" Jackson dimana Jackson sekarang dia gak papa kan?" Ara bangkit dari bankar tapi tiba-tiba Ferdy menahanku dan membaringkan tubuhku lagi ke bankar.
" Yah! Aku mohon izinin Ara liat Jackson, Jackson pasti terluka parah," Aku memohon mengengam tangan Ferdy erat.
" Tidak Ara kamu masih sakit, Lagian dia pasti tidak kenapa-kenapa," Ucapnya
" Ayah aku tau betul kondisi Rey, Ara melihat kalau Rey terluka parah Ara mohon izin Ara lihat Jackson sebentar,"
" Ara sebaiknya kita pergi dari sini kita cari Rumah Sakit lain, Ayah tidak mau kalau pria itu menyakiti kamu,"
" Ngak ayah," Ferdy tidak mendengar Ara dia langsung pergi meninggalkan Ara dan Kiran berdua di ruangan.
" Kiran bantuin gue, Gue mau liat kondisi Jackson,"
" Tapi Ra bokap lo_"
" Gue mohon Ran dia udah nyelamatin gue kalau ngak ada dia mungkin sekarang gue ngak_"
Ucapan ku terpotong saat kala Kiran menempelkan jarinya ke bibirku.
" Shht lo ngak boleh bicara kaya gitu!
Oke gue bantuin lo tapi cuman sebentar habis tu lo balik kesini," Ucapnya
Aku menganguki ucapannya.
Kiran membantuku turun dari blankar dan memapahku dengan tangan satunya yang memegang cairan Impusan.
*
Disisi lain Angel dan Chandra terus mencari donor darah yang cocok untuk Jack. Anak buah Chandra dan Jack sudah mencari darah itu tapi tetap saja tidak ada.
" Gimana ini pak? waktunya tidak banyak lagi. Kalau begini caranya kondisi Jack akan memburuk," Angel terus mondar-mandir di depan ruang ICU dengan tangan yang terus mengutak-atik ponselnya
" Apa kamu bisa diam? Saya pusing melihat kamu dari tadi mundar-mandir," Sarkas Chandra.
" Maaf pak saya hanya khawatir dengan keadaan Pak Jackson," Tuturnya.
*
Aku dan Kiran berjalan ke arah Resepsionis untuk menanyakan ruang Jackson sekarang karna saat ke Rumah Sakit aku dan Jack berbeda Arah.
" Mbak mau tanya kalau Ruang Jackson dimana yh?" Tanyaku
" Maaf mbak dengan siapa? Apa mbak kerabatnya?" Tanyanya
" Mereka satu kecelakaan dan sekarang Ara mau melihat kondisi temannya," Jawab Kiran.
" Ouh sekarang pasien sedang di ruang ICU," Jawabnya
" Ruang ICU!" Gumam
" Iyah pasien di pindahkan ke ruang ICU," Ucapnya
Aku dan Kiran bergegas pergi ke ruang ICU.
Disana Aku melihat Sonya dan pria yang beberapa jam lalu aku temui sedang duduk di tempat tunggu.
Aku berjalan dengan Kiran memapahku.
" Permisi! Aku mau tanya gimana keadaan Jackson sekarang?" Tanyaku
Angel mendongak menatapku dan langsung bangkit dari duduknya.
" Tunangan macam apa lo," Sarkasnya
" Liat Pak Jackson sekarang dia ada di dalam kondisinya kritis dan itu karna lo, Kalau lo ngak bawa-bawa Jackson_Jackson ngak akan seperti ini,"
" Gue ngak menginginkan semua ini, Gue juga ngak nyangka kalau Jack mau nolong aku sampai segitunya," Jawabku
Angel terus menyalahkan Ara dan di situlah perdebatn kecil terjadi. Chandra diam tidak ikut bicara, Chandra terus memerhatikan Ara tanpa sepengetahuan Ara dan Angel.
Kiran yang melihat Chandra terus menatap Ara merasa aneh karna tatapannya ke Ara yang tidak dapat di mengerti.
" Mmm sudah_sudah Angel kamu ngak boleh terus menyalahkan Ara, Disini Ara juga korban sebaiknya sekarang kita berpikir bagaimana cara kita mendapatkan donor darah untuk Jackson," Sergah Chandra
" Tunggu donor darah? Jackson kenapa? "Tanyaku
" Jackson kehilangan darah dan secepatnya Jackson harus mendapatkan donor darah kalau tidak kondisi Jack akan memburuk," Jawab Chandra
Aku terdiam mendengar penuturan Chandra. Jackson seperti ini karna aku, jadi aku harus membantunya.
" Kalau boleh tau golongan darahnya apa ?" Tanyaku
" Golongan darah Jackson O," Jawabnya
" O ? Papah juga golongan darahnya O aku harus meminta supaya Papah mau donorin darah buat Jackson," Batin
PoV Author
__ADS_1
Ara menyuruh Kiran untuk mengantarnya ke ruang pemulihan kembali berniat ingin bertemu dan meminta Ferdy untuk mendonorkan darahnya untuk Jackson.
Namun, saat berbicara dan meminta kepada Ferdy. Ferdy menolak mentah-mentah permintaan Ara, Ferdy tidak sudi memberikan darahnya kepada Anak dari seorang pembunuh Istrinya. Ara terus bersikeras meminta Ferdy untuk memberikan darahnya ke Jackson meskipun Ferdy menolaknya mentah-mentah.
" Pah! Ara mohon Jackson sangat membutuhkan darah itu. Asal papah tau Jackson seperti ini karna sudah nyelamatin Ara, Kalau aja Jackson ngak ada mungkin Ara yang ada di dalam sana," Ara berlutut memohon kepada Ferdy.
Ferdy tidak melihat bahkan melirik Ara pun enggan. Ferdy benar-benar sangat membenci Jordan, karnanya Istri Ferdy meninggal.
Mana mungkin Ferdy menolong anak dari orang yang sudah membunuh Istrinya sendiri.
" Ara dengar Papah, Papah tidak akan memberikan darah papah ini ke anak dari seorang pembunuh itu,"
" Siapa yang papah maksud? Pah Ibu udah tenang disana jadi aku mohon lupakan masa lalu itu. Jangan menyalahkan Jackson dalam hal ini Jackson tidak tau apa-apa," Jawabku
" Ara kamu sudah di butakan olehnya"
" Pah aku cuman mau menolong orang yang sudah menolong Ara itu aja," Sarkasku
" ARA_"
"Pah Ara mohon untuk kali ini aja sampingkan dendam papah, disana ada orang yang membutuhkan darah papah!" Ferdy mengepal kedua tangannya ingin sekali Ferdy meluapkan semua amarahnya.
Tapi, Ferdy tahan ia tidak mau menyakiti putrinya untuk yang sekian kalinya. Ferdy membantu Ara berdiri dan dengan keterpaksaan Ferdy mengiyakan permintaan Ara.
Ara senang mendengarnya, Ara langsung memeluk tubuh ayahnya erat begitupun sebaliknya.
Tak butuh lama Ara mengajak Ferdy ke Ruang ICU yang dimana Jackson saat ini berada.
Langkah Ferdy terhenti saat kala menangkap sosok yang tak asing lagi baginya.
" Chandra!"
Kata itulah yang keluar dari mulut Ferdy.
" Papah kenal dia?" Tanyaku
" Tidak papah tidak mengenalnya," Jawabnya
" Ara sebaiknya papah langsung ke ruang pedonoran, Kiran kamu jaga Ara baik-baik!" Suruhnya
" Baik om,"
" Ara jangan pernah beritahu siapapun kalau Papah adalah Ayah kamu mengerti," Suruhnya
" Loh pah kenapa?" Tanyaku penasaran
" Papah ngak mau kamu terkena masalah karna papah, Pokonya kalau ada orang yang menanyakan orang tua kamu, Kamu jangan sebut nama papah sama Ibu ngerti! "Suruhnya
Ara menganguki ucapan Ferdy.
Ferdy pergi ke ruang pedonoran begitu juga dengan Ara dan Kiran, Ara dan Kiran mendekati Sonya dan Chandra disana.
" Sonya_Om aku udah nemuin pedonor darah buat Jackson," Ucapku
Sonya dan Chandra terkejut tak percaya mendengar ucapanku. Bagaimana tidak sejak tadi semua anak buahnya sudah mencari donor darah dengan golongan O tapi tetap saja tidak ada. Dan ini tiba-tiba Ara mengaku sudah mendapatkan donor darah untuk Jackson.
" Lo jangan bercanda!" Ucap Angel
" Makasih Ara karna kamu udah nemuin pedonor untuk Jackson,"
Ara menangapi dengan senyuman.
" Sial! Gagal gue ambil kesempatan ini," Umpat Angel menatap tajam ke arah Ara.
" Siapa yang sudah mendonor darah ke Jackson?" Batin Chandra geram
*
Ferdy sudah memberikan darahnya ke Jackson.
Jackson kini sudah melewati masa kritisnya dan sekarang Jackson di pindahkan ke ruang VVIP Saat Jackson berada di ruang VVIP Ara tidak di perbolehkan masuk oleh Sonya beserta anak buah jackson.
PoV ARA
" Gimana caranya gue masuk! gue mau liat kondisi Jack," Gumamku
" Duh Ra udah deh, Lo itu dilarang keras sama Sonya apalagi di depan pintu ada yang jaga. Udah deh gue antar lo pulang aja yah," Ujar Kiran
" Gue belum tenang Ran sebelum gue liat kondisi Jackson," Tuturku
" Tapi gimana caranya lo bisa masuk kesana sedangkan penjagaan disana ketat," Ucapnya
" Mau gimana lagi gue tunggu sampai méreka tidur Ucapku
" Lo jangan ngelakuin hal yang gila deh!"
Aku tidak mendengar ucapan Kiran.
Beberapa jam aku terus menunggu sampai Sonya keluar dan dua anak buah itu tertidur.
Tak lama Sonya keluar.
" Kalian jaga disini jangan sampai ada yang masuk termasuk wanita itu," Perintahnya ke anak buah Jackson.
Anak buah jackson itu dengan nurutnya menganguki ucapan Sonya. Sonya pergi ntah kemana sedangkan dua cucurut itu tertidur. Disinilah Aksi ku mulai beraksi.
" Ran gue masuk yah lo jaga-jaga disini kalau ada apa-apa kabari gue," Ucapku
Merasa tak mendapat jawaban aku melirik melihat Kiran, Aku berdecak saat mendapati Kiran yang sedang asik tertidur di bahuku.
" Kiran bangun!" Aku terus menyengol-nyengolnya sesekali menepuk-nepuk pipinya.
Kiran engan membuka matanya, Ku cubit idur mancungnya itu agak keras dan berhasil membat sang empu terbangun kesakitan.
" Ra lo apaan sih ganggu orang tidur aja," Gerutunya
" Sonya udah keluar dan dua cucurut itu dah tidur, gue akan masuk lo tunggu disini awasi mereka, Kalau ada apa-apa kabari gue jangan sampai lo tidur," Ucapku
" Iya_iya bawel," Ketusnya
Aku bangkit dari dudukku dan berjalan ke arah ruang Jackson. Ku langkahkan kakiku pelan ku usahakan tak bersuara sedikitpun, Kini aku sudah berada di depan pintu putih itu. Ku pegang knop pintu itu pelan dan bergegas masuk.
__ADS_1
Kreekk
Penglihatanku menangkap Jackson yang terbaring di atas Blankar. Ku langkahkan kakiku mendekati Jackson di sana, Aku terus menatap wajah tampannya. Ada rasa aneh di dalam hatiku, Kadang aku bertanya-tanya kenapa ' Kamu menolongku?' Jackson sangat membenciku dan juga ayahku lalu kenapa disaat aku menderita dan hampir kehilangan nyawa Kamu datang dan menolongku? Bahkan aku tidak pernah berpikir bahkan membayangkannya saja tak berani kalau kamu mau menolongku walaupun kamu tau nyawa kamu taruhannya.
Apa sebenarnya mau kamu Jackson? Aku tidak mengerti dengan jalan dan isi pikiran kamu.
Beberapa menit telah berlalu namun Jackson tak kunjung sadar, Kiran pun tidak menelphone bahkan mengabariku menandakan ada Sonya ataupun orang lain yang akan datang.
" Jackson aku pulang! makasih untuk hari ini. Semoga kamu lekas sembuh, Aku menunggumu di rumah," Gumamku.
Aku bangkit dari pergi meninggalkan Jackson yang terbaring lemah. Langkah ku terhenti saat kala sebuah tangan kekar memegang tanganku.
" Jackson!" Gumamku
Dengan cepat aku berbalik melihat Jack. Aku bernafas lega saat kala Jackson siuman.
" Jackson! Kamu sudah sadar?" Tanpa sadar aku mengengam tangan Jackson erat.
" Jack aku minta maaf karna aku kamu jadi seperti ini! Aku lega kalau kamu sudah melewati masa kritis. Makasih karna udah nolong aku," Ucapku
Jack tidak menjawab satu katapun, Jack terus menatapku tanpa henti.
" Apa kamu baik-baik saja?" Tanyanya
" Aku baik-baik saja," jawabku
Jackson melihat bekas impusan Ara.
" Kamu mau kemana?"
" Aku mau pulang!"
" Kenapa pulang? Kondisi kamu masih lemah,"
" Aku ngak papa kok, Lagian aku ngak punya uang untuk membayar rumah sakit mahal ini," Tuturku
" Hahkk_ Kamu masih memikirkan tentang uang? Sekarang kamu tunangan saya, jadi semua kebutuhan kamu saya yang tangung," Ucapnya
" Sekarang kamu tidur disini!" Suruhnya
" Disini? Kalau aku tidur disitu terus kamu tidur dimana?" Tanyaku
" Ck_ kamu pikir saya mau tidur di sofa sedangkan kamu enak-enak tidur di sini iya?"
Cepat-cepat aku mengelengkan ucapannya.
" Ayok cepat naik, kamu tidur di samping saya!"
" Aku ngak mau, nanti kalau ada orang yang datang dan mikir yang macam-macam gimana?" Tolakku
" Kamu liat impusan saya masih banyak jadi ngak akan ada suster dan orang yang datang!" Ucapnya
Aku terdiam enggan untuk naik.
" Saya bilang naik!" Sarkasnya
Ku langkahkan kakiku ke arah Jackson dan naik ke atas blankar yang berukuran besar. Ku baringkan tubuhku menghadap Jackson, Aku terkejut karna wajah kami sangat dekat. Jantungku berdetak tak normal saat di berdekatan dengannya.
"Kenapa kamu?"
" Ngak aku ngak papa" Jawabku
Tiba-tiba aku teringat Kiran yang masih di luar menungguku. Dengan cepat aku merongoh gawaiku di saku celana dan mencari kontak Kiran di ponselku.
...Messangge On...
KIRAN IMUTC
online
^^^ARA^^^
^^^Kiran maaf yah! kayanya gue ngak jadi^^^
^^^pulang deh, soalnya Jackson nyuruh gue^^^
^^^tetap di Rumah Sakit.^^^
KIRAN
Yah kok gitu sih!
Cape-cape deh gue nunggu lama disini.
^^^ARA^^^
^^^Iyah, Maaf yah.^^^
KIRAN
Yaudah deh, Gapapa gue pulang aja
Lo hati-hati sama Sonya disina.
^^^ARA^^^
^^^Iyah lo ngak usah khawatir^^^
^^^Hati- hati di jalan.^^^
KIRAN
Iya yok dah!
...Messange Of...
...Bersambung!...
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, AND FOLLOW MAKAISH:)
__ADS_1