
Di Kota Garden Townhouse terlihat banyak orang yang melakukan aktivitas masing-masing. Cahaya pagi dan hembusan angin pagi terus berada di sekeliling mereka.
Di kediaman Rumah Jackson. Ara merasa bosan dan bingung dengan apa yang di kerjakan nya, karena biasanya pagi-pagi seperti ini ia selalu membuat sarapan pagi untuk Jackson dan menyiapkan apapun kebutuhan Jackson untuk ke kantor, bahkan Jackson sering menyuruhnya tanpa henti, tapi kini rasanya Ara merasa bingung dengan semuanya. Tidak ada hal yang harus ia kerjakan saat ini.
~NIGERIA
Waktu Korea selatan lebih cepat 8 jam dari Nigeria.
Waktu Nigeria saat ini jam 1 malam. Terlihat Jackson tertidur pulas di atas ranjang king sizenya itu, Jackson mempersiapkan pikiran dan fisiknya untuk besok, karena besok adalah meeting penting yang harus dia hadiri.
.....
Pintu masuk!
Krekkk
Pintu itu terbuka perlahan saat seseorang dari luar berusaha menerobos pintu yang sudah terkunci rapat itu.
Pria itu masuk ke dalam Apartemen Jackson dengan langkah hati-hati, pria itu masuk tidak dengan tangan kosong, ia memegang sebuah pistol di tangannya.
Perlahan pria itu berjalan ke semua sisi dan sudut ruangan Apartemen Jackson, namun anehnya pria itu hanya memilihat saja dan berlalu pergi ke ruangan lain seakan mencari sesuatu di sana.
Krekkk
Pintu itu terbuka lebar, pria itu tersenyum lebar saat mendapati Jackson yang berada di atas ranjang di sana. Tanpa, basa-basi pria itu menghampiri Jackson.
" Jackson hidup kamu sekarang berada di tangan ku, kamu bisa saja menghindar dari kematian kamu, tapi di tangan ku kamu nggak akan pernah bisa lari kemana-mana, hidup kamu akan mati di tangan ku sekarang juga!" Gumam pria itu tersenyum smrik menatap punggung Jackson.
Tap_tap_tap
Jackson membuka kedua matanya lebar saat mendengar langkah kaki berada di belakang nya. Jackson tidak langsung melihat ke belakang, tapi ia langsung mengambil pelan-pelan pistol yang berada di bawah bantalnya.
Suara langkah kaki itu semakin lama semakin dekat, Jackson mempersiapkan pistol yang selalu ia bawa kemana-mana itu dengan erat.
" Seharusnya aku harus membunuhmu dengan pistol ini!" Gumam Pria itu dengan memainkan pistol di tangannya.
Jackson yang mendengar itu hanya berpura-pura tidur agar dia tidak mengetahui kalau saat ini dirinya sudah bangun.
" Habislah Kau!"
Pria itu mengarah kan pistol genggaman nya itu ke arah Jackson. Jackson yang tau akan apa yang akan di lakukan orang itu dengan cepat bangkit dari ranjang dan langsung menendang tangan pria itu sehingga pistol yang di pegangnya itu terlempar ke dinding.
" Kau!" Teriak pria itu dengan tatapan tak percaya.
Dia kira Jackson sedang tidur tapi nyatanya tidak_
" Siapa kamu?" Tanya Jackson tidak mengenali wajah pria itu karena tertutup topi hitamnya itu apalagi kamar Jackson redup membuat dirinya semakin tidak bisa mengenali wajah pria itu.
" Hm bagus kalau kamu bangun, sehingga kamu bisa merasakan detik-detik kematian mu itu Jackson," Ucap pria itu tersenyum smrik.
" Aku rasa aku mengenali suara itu!"
" Hah bahkan kamu mengenali siapa diriku sebenarnya!" Jackson mengerutkan dahi mendengar ucapannya.
Kini netra Jackson melihat orang itu perlahan mengambil sebuah benda di belakang tubuhnya lalu
Jackson menatap pria di depannya. Siapa dia? Kenapa dia ingin membunuhku?
Kini pria itu mengengam sebuah pisau tajam miliknya itu. Jackson melirik pisau yang di pegang nya itu sekilas lalu beralih menatap pria itu.
" Ouh aku mengenal mu? Jika memang aku mengenalmu aku akan langsung membunuhmu setelah saya tau siapa kamu sebenarnya!" Tandas Jackson menatap pria itu.
" Hahaha Jackson _jackson kamu ingin membunuhku? Hah sampai kapan pun kamu tidak bisa membunuhku," Ucap pria itu dengan tawanya.
Jackson menatap datar pria itu.
" Berhenti berbicara omong kosong! Sebaiknya kamu merenungkan nasib kamu itu, karena sebentar lagi kamu akan mati di sini, dan jasadmu itu akan ku kirim ke depan tunanganmu itu. Hah aku tidak sabar bagaimana reaksi wajah tunanganmu itu saat melihat kekasihnya mati secara menggenaskan," Ucap pria itu dengan menekankan kata di akhir kalimat.
Kedua tangan Jackson mengepal dengan sempurna, wajahnya yang merah padam menandakan kalau saat ini Jackson sedang menahan emosi dan amarahnya.
" Hm sebelum kamu menyuruhku, lebih dulu kamu renungkan hidupmu itu. Karena sebelum kau membunuhku, lebih dulu saya yang akan membunuhmu!" Timpal Jackson
Jackson berjalan ke arah nakas dan mengambil sebuah pisau tajam di nakas itu.
" Saya bukan seorang yang pecundang! Jika lawan saya menggunakan pisau maka saya juga akan menggunakan pisau andalan ku ini,"
Jackson melempar pistol miliknya itu ke atas ranjang miliknya.
__ADS_1
" Hmm apapun yang akan kamu gunakan. Kamu tetap akan mati di tanganku!" Tekan nya
" Saya suka percaya diri Anda!"
Pria itu mengangkat pisaunya bersiap mennyodongkan pisau itu ke leher Jackson dengan tangan kanan, Jackson tersenyum kecut dan mengikuti apa yang dia lakukan.
Srettt
Serangan tiba-tiba dari pria itu.
Untung saja dengan sigap Jackson mengelak nya sehingga tidak mengenai tubuh kekarnya itu.
" Serangan tiba-tiba kamu sangat bagus!" Seru Jackson menatap pria itu.
" Berhenti berbicara omong kosong Jackson! Lawan saya dan lakukan hal yang kamu bisa," Sarkasnya.
" Jika kamu meminta nya baiklah!"
Mereka berdua saling bertatapan tajam satu sama lain. Pria itu terus mencoba melukai Jackson dengan pisaunya itu sedangkan Jackson. Jackson terus menangkis nya dan sesekali menyerangnya.
Srettt
Suara gesekan pisau dengan meja menggema di seluruh ruangan khusus nya kamar Jackson. Pria itu melirik tajam ke arah Jackson yang berada di belakangnya, tanpa basa-basi pria itu mengarahkan pisaunya ke arah Jackson tanpa henti membuat Jackson kehilangan keseimbangan akan penyerangannya itu yang tak henti-hentinya mencoba melukai nya.
Bughhh
Tubuh kekar Jackson terbaring di atas meja dengan tangan yang memegang pisaunya mencoba menahan pisau milik pria itu yang mencoba melukai nya.
" Kau harus mati!" Tekan pria itu sambil menekankan tenaganya ke pisau miliknya.
Jackson terus mengeluarkan tenangannya menahan serangan pisau itu. Keringat Jackson terus mengalir karena menahan pisau itu dan tenaga pria yang di atasnya.
Srettt
Jackson mendorong pisau itu dengan pisaunya membuat pria itu mundur ke belakang.
Dengan sigap Jackson langsung menyerang pria itu tanpa henti, tapi hebatnya pria itu bisa mengelak nya meskipun dia sudah kehilangan keseimbangan tubuhnya.
Jackson mendorong tubuh pria itu kasar ke tembok dengan pisaunya yang bersedia melukai lehernya itu.
Srettt
Saat pria itu menggesekkan pisaunya ke pinggang Jackson, Jackson bisa saja menggesekkan dan langsung membuat pria itu mati di sana, karena saat ini Jackson yang sudah bersiap menyimpan pisaunya di leher pria itu dan hanya sekali gesekan kepala pria itu akan terlepas, tapi Jackson mengurungkan niatnya. Jackson lebih memilih melepas topi pria itu untuk melihat dan mengetahui siapa pria di depannya itu yang mencoba membunuhnya.
" Catran?" Satu kata yang keluar dari mulut Jackson.
Wajah Catran saat ini di basahi oleh keringat dengan tatapan yang menatap tajam ke arah Jackson.
Jackson terdiam tidak percaya dengan apa yang di lihatnya dan apa yang terjadi, pria yang selama ini ia anggap sebagai adiknya sendiri berniat membunuh nya.
Catran masih terdiam terkejut tak ingin bergerak sama sekali, karena ia takut kalau dia bergerak bisa saja Jackson menggesekkan pisau itu ke lehernya.
" Kamu? Kenapa kamu ingin membunuhku?" Tanya Jackson masih tak percaya
" Aku_aku_"
" Jawab! Kenapa kamu ingin membunuhku?" Tanya Jackson dengan penuh penekanan.
" Gawat! Apa yang harus gue lakukan?" Batin Catran
" JAWAB APA KAMU PUNYA MULUT?" BENTAK JACKSON MEMBUAT CATRAN TERSONTAK KAGET.
" Katakan! Apa mau kamu? Sebelum saya kehabisan kesabaran dan menggesekkan pisau ini ke leher kamu," Tekan Jackson dengan ujung pisau itu yang perlahan ia tancapkan ke leher Catran.
Catran meringis kesakitan saat sebuah ujung itu menembus ke dalam kulit nya.
" Apa kamu masih tidak ingin berbicara hm?" Ucap Jackson dengan terus menusukan ujung pisau itu ke dalam leher Catran
" Apa yang harus gue katakan? Gue nggak bisa bilang kalau ayah yang menyuruhku tapi gue juga tidak mau mati konyol di tempat ini!" Batin Catran menahan kesakitan.
" Ternyata kamu lebih baik mati!"
Jackson menekankan dan menancap ujung pisau itu dan bersiap menggesekkan nya dengan sempurna.
" Hanya dengan hitungan kepala ini akan terlepas!" Gumam Jackson tersenyum smrik membuat Catran menelan Saliva susah payah.
" 1_2_ tig...."
__ADS_1
" Jangan! Calvin_Calvin yang menyuruhku!" Teriak Catran berhasil menghentikan aksi Jackson.
Sedikit gesekan yang Jackson buat di leher Catran membuat darah segar itu mengalir deras.
" Jawab dengan jujur!"
" Aku berkata jujur. Calvin yang menyuruhku menghabisi kamu, dia menginginkan harta kamu dan merebut semua aset milik kamu karena itu dia menyuruhku untuk menghabisi mu dan mengambil semua aset milik kamu," Jelas Catran
" Apa aku harus mempercayai semua ucapan mu itu?"
" Saya lihat dia menjadi seorang Dokter yang sukses dan terkenal lalu apa? Apa yang dia inginkan dari aset milik saya?" Timpal Jackson
" Kamu pasti tau setiap manusia menginginkan harta yang lebih, mungkin Calvin seperti itu,"
" Kamu tau? Saya sudah menganggap kalian berdua seperti Adik dan kakak saya sendiri. Tapi, setelah apa yang kalian lakukan terhadap saya, saya menjadi tidak pernah menginginkan adik dan kakak seperti kalian lagi. Penghianat!" Ucap Jackson dengan menekankan kata di akhir kalimat.
" Jika saya tidak ingat dengan jasa ayah kalian itu. Mungkin saat ini kamu sudah mati di sini," Lanjut Jackson
Catran menatap Jackson yang terus menatapnya penuh amarah.
Jackson menjauhkan pisau itu dari leher Catran. " Pergi! Jika kamu tidak ingin mati disini!"
Tanpa basa-basi Catran pergi dari Apartemen Jackson dengan leher yang penuh dengan berumuran darah.
Jackson merasakan sakit tiba-tiba di bagian pinggang nya.
'ouh ****! Darahnya terus keluar tanpa henti karena tusukan dan gesekkan yang dalam yang di lakukan Catran'
Jackson mengambil gawainya dan mencari nama tangan kanannya.
......
" Tuan saya sudah menghentikan darahnya dan memperbannya. Tapi, ini hanya sementara bisa saja nanti darah ini akan keluar lagi, karena itu sebaiknya nanti tuan pergi ke Rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut," Ujar tangan kanannya.
" Kamu boleh pergi!" Ucap Jackson
Tangan kanannya itu membungkuk dan pergi keluar kamar dengan berjaga-jaga di luar pintu Apartemen Jackson.
Drttt_drttt_drtt
" Tuan!"
Suara Bimo di sebrang sana saat kala Jackson mengangkat telepon nya.
" Ada apa?"
" Apa tuan baik-baik saja? Saya dengar ada seseorang yang mencoba membunuh tuan? Karena itu saya menelpon tuan untuk memastikan nya," tanyanya
" Iya tadi ada seseorang yang mencoba membunuh saya. Tapi, semuanya baik-baik saja," Jawab Jackson
" Jadi itu benar? Apa_apa yang harus saya lakukan? Apa saya harus ke sana?"
" Tidak! Kamu tetap di sana,"
" Huh baiklah!"
" Tapi, tuan siapa orang yang ingin membunuh tuan?"
" Apa?"
Suara familiar berhasil membuat Jackson merasa lebih baik karna ia tau siapa pemilik suara lembut itu.
💙
...Bersambung!...
...*...
...Hallo everyone! How are you today?...
...Maaf yah baru update di karenakan di sibukkan oleh dunia nyata:)...
...Ouh Iyah gimana part kali ini? Menegangkan ggak? ...
...Kalau suka yuk ahkk simpan ceritanya ke daftar reading or favorit kalian....
...Jangan lupa vote, komen and following yah:)...
__ADS_1
...Bantu supportnya nya guyss hihihi:v...