Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.

Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.
Bab : 29 Tewasnya Godracx


__ADS_3

...Happy Reading!...


BIASAKAN FOLLOW DULU SEBELUM BACA!!


...*...


Drtt_drtt_drtt


Panggilan masuk.


" Ara! Kamu beli apa yang kamu mau. Saya mau angkat telpon dulu," Suruhnya yang di angguki oleh Ara.


Jackson mengangkat telpon menjauhi Ara.


" Ada apa?"


" Tuan! Godracx tewas!"


" Apa?"


Jackson terkejut mendengar ucapan Bimo di ponselnya bahwa Godracx anak buah yang bisa di andalkannya tewas.


" Iya tuan! Saat saya dan anak buah yang lainnya datang ke markas. Saya sudah melihat Godracx sudah tewas, tergeletak di lantai dengan memar dan banyak darah di seluruh tubuhnya," Tuturnya


" Brengsek! Siapa yang membunuhnya!"


" Saya juga tidak tau tuan.


Tapi, Tuan sebaiknya Tuan langsung datang kesini.


Disini banyak polisi dan wartawan. Dia meminta keterangan atas tewasnya Godracx,"


" Saya segera kesana. Kamu urus semuanya sebelum saya datang!"


"Baik tuan!"


Tutt_tutt_tutt


Setelah menerima panggilan, Jackson langsung menghampiri Ara yang sedang sibuk memilih bahan-bahan yang akan di beli.


" Ara sudah selesai? Kalau sudah ayok kita pulang!"


" Tunggu, kamu kenapa? Ada apa?"


" Tidak ada apa-apa! Ayok kita pulang,"


Jackson menarikku dan melakukan pembayaran di kasir.


Skip Rumah


Jackson menyuruhku untuk menutup semua pintu dan menguncinya dan aku mengangguki ucapannya.


Setelah sampai rumah, Jackson langsung pergi lagi keluar, dia bilang dia hanya mengantarku saja setelah itu aku tidak tau kemana dia akan pergi. Setelah menerima telpon wajah Jackson berubah seperti menyimpan amarah, ingin ku bertanya tapi ku urungkan niatku, Karna aku takut jika apa yang aku tanyakan akan membuat dia salah paham.


*


PoV Jackson.


Setelah mendapat kabar dari Bimo tentang tewasnya Godracx, nama yang pertama kali ada di pikiran ku yaitu Ferdy. Karna Ferdy adalah orang yang ingin menghabisi satu-persatu tangan kanan ku (anak buah).


Sesampainya di Markas aku melihat banyak sekali petugas polisi dan beberapa wartawan.


Tempat Markas milikku di garisi oleh garis polisi, dengan cepat aku masuk ke dalam dan melihat Godracx yang masih tergeletak dengan wajah yang di penuhi darah.


Dan banyak luka- luka di tubuhnya.


Jackson mendekati Godracx dan berjongkok melihat Godracx yang tergeletak.


" Siapa yang membunuh kamu? Kenapa kamu pergi tanpa meninggalkan apapun? Lalu bagaimana saya bisa mencari orang yang sudah membunuh mu?" Gumam Jackson


" Tuan petugas polisi ingin bicara dengan tuan," Ucapnya


" Pak maaf kami dari petugas kepolisian ingin meminta keterangan tentang korban," Ucap polisi itu.


" Baik!"


" Kalau begitu tuan ikut saya ke kantor,"


Jackson menganguki dan langsung beranjak pergi ke luar menuju kantor polisi untuk di mintai keterangan dengan Dylon mengekorinya.


Skip Kantor Polisi


" Maaf pak silahkan berikan keterangan," Ucap kepala polisi itu.


" Yah saya memang kenal dengan korban, tapi saya tidak tau atas kejadian ini. Saya tau saat ada seseorang yang menghubungi saya,"


Aku tidak menyebutkan nama Bimo di sini, karna aku ngak mau Bimo terbawa-bawa atas kejadian ini.


" Saya akan mencari tahu tentang tewasnya korban," Lanjutku


" Setelah tim kami selidiki, korban tewas karna di bunuh oleh seseorang. Hah saya yakin ini pasti pembunuh yang sama, tidak pernah tau siapa akhir-akhir ini yang melakukan pembunuhan itu, Karna akhir-akhir ini banyak korban yang tewas karna di bunuh. Dan sampai sekarang kami belum bisa menemukan siapa pembunuh berantai itu," Tutur kepala polisi itu.


" Pembunuh berantai?"


" Iyah, jadi salah-satu tim kami melihat saat orang itu membunuh orang. Dia selalu ada dan muncul setiap malam hari, dia selalu menggunakan jaket hitam dan anehnya orang itu sangat mirip dengan orang yang sedang di bunuhnya,"


Aku mengerutkan dahi mendengar ucapannya.


" Tunggu! Wajah dia sangat mirip dengan wajah si korban?"


" Iyah, itu yang di lihat salah-satu tim kami saat sedang bertugas,"


" Aem kalau boleh tau dimana teman bapak terakhir kali melihat pembunuh itu?" Tanya ku


" Di sebuah perumahan di ujung jalan itu, Tempat itu sangat dominan paling banyak korban, saya yakin pembunuh itu akan melakukan pembunuhan lagi malam ini" Jawabnya


" Tempat itu kan adalah tempat dimana saat aku melihat Ara! Siapa dan Apa yang dia lakukan di tempat itu? Kenapa di selalu membunuh di sana?"


" Terimakasih pak atas keterangan nya, semoga saja pembunuh itu segera di temukan," Ucapnya


" Baik kalau begitu saya permisi,"


Aku menjabat tangannya dan langsung pergi keluar meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Di dalam mobil pikiran ku tak henti-hentinya berpikir tentang siapa pembunuh itu?


" Bimo kita ke Markas sekarang!"


" Baik tuan,"


Bimo memutar mobilnya menuju Markas.


Sesampainya di Markas Jackson lebih dulu masuk, tidak ada siapa pun disini. Hanya ada bau darah di ruangan ini, dengan semua isi dalam ruangan habis berantakan.


" Bimo apa kamu sudah memeriksa CCTV?" Tanyaku


" Sudah tuan,"


" Apa yang ada di dalam CCTV itu?" Tanyaku


" Sebuah Video saat detik-detik pria itu membunuh Godracx,"


" Berikan!"


Bimo berjalan ke arah ruangan dan mengambil sebuah laptop beserta SD Card nya.


Di video itu terlihat Godracx yang tiba-tiba masuk ke dalam Markas dengan nafas yang memburu, Godracx langsung memainkan laptop nya, setelah beberapa menit terlihat Godracx mengambil SD Card hitam di laptop dan langsung menyimpan laptop itu kembali ke tempat.


Saat Godracx ingin membuka pintu, tiba-tiba_


BRAKKK


Ada seseorang dari luar menendang pintu itu keras sampai-sampai Godracx terbanting ke belakang.


"Arghhh," Teriak Godracx di Video itu


"Siapa dia?" Gumamku saat melihat sebuah pria dengan memakai jaket hitam.


Jackson sontak terkejut saat melihat wajah pria itu sangat mirip dengan Godracx.


" Siapa dia? Kenapa wajahnya sangat mirip dengan Godracx?"


" Iyah tuan, sepertinya dia orang yang sama seperti orang yang di maksud polisi itu," Ucap Bimo


" Apa mau Lo?" Tanya Godracx


" Saya ingin kamu mati!"


Godracx bangkit mencoba mengimbangi pria di depannya.


" Hapus Video itu, Jika tidak kamu akan mati sekarang juga," Suruhnya


" Video apa?" Gumamku


" Hah_ Anda pikir saya akan menuruti dan takut dengan ancaman Anda? Tidak_ saya akan memberikan video ini ke Tuan Jackson,"


BUGHHH


" ARGHHH,"


Serangan tiba-tiba, Pria itu memukul kepala Godracx kasar dengan sebuah besi, membuat kepala Godracx mengeluarkan darah segar.


" Itu akibatnya jika kamu berani melawan saya,"


Godracx yang masih setengah sadar bisa mengelak dari serangan kampak itu.


" Hahah kuat sekali kamu," Ucap pria itu tersenyum smrik


Darah dan keringat bercampur membasahi seluruh badan Godracx, Godracx rela merasakan sakit dan melawan pria itu dengan tangan kosong hanya agar bisa melindungi sebuah Video untuk memberikan nya ke Jackson.


" Hah_ pengecut. Anda melawan orang yang tidak menggunakan senjata, sedangkan anda. Anda melawan orang itu dengan senjata, sangat di sayangkan saya kira anda baik, dulu saya sangat menghormati anda tapi ternyata ini kelakuan anda di belakang, saya akan memberikan Video ini ke Tuan Jackson bagaimana pun caranya. Jika memang saya harus mati maka baiklah saya rela mati demi orang yang sangat berjasa bagi saya yaitu Tuan Jackson,"


Terlihat pria itu mengepal.


" Mati kamu!" Teriak pria itu


BUGHHH


Pria itu memukul rahang Godracx kasar, Godracx terpental ke meja. Pria itu menarik baju Godracx dan langsung menendang tubuh Godracx.


BRAKKK


Tubuh Godracx terpental ke sebuah benda kayu, membuat kayu itu patah karna tertimbun badan Godracx.


Tring_tring_tring


Mereka tidak sadar kalau Kartu Card yang di pegang Godracx terjatuh.


Pria itu menarik kaki Godracx dan langsung memukul wajah Godracx berulang-ulang kali hingga Godracx tewas.


" Hahah akhirnya mati juga Lo,"


Pria itu berjalan ke arah meja dan mengambil sebuah laptop, Terlihat pria itu tersenyum senang saat melihat layar laptop.


Ntah apa yang pria itu lakukan, tapi sepertinya dia menghapus Video yang di maksud Godracx.


Setelah memainkan laptop pria itu pergi meninggalkan Godracx, namun sebelum pergi pria itu melirik ke arah CCTV dengan tangan nya yang ia gerakan di depan lehernya, seperti mengisyaratkan mati.


" Tuan kenapa dia seperti itu? Apa mungkin dia akan melakukan sesuatu lagi?" Tanya Bimo ketakutan


" Bentar, polisi itu mengatakan jika pria itu sangat mirip dengan korbannya, itu berarti pria itu akan memakai wajah yang sangat mirip dengan orang yang akan ia bunuhnya, tadi juga kamu lihat? Wajah pria itu sangat mirip dengan Godracx, dan pada akhirnya Godracx yang jadi korban," Jelas ku


" Iya tuan aku baru sadar,"


" Tapi tuan Video apa yang di maksud Godracx dan pria itu?" Tanya Bimo


Aku teringat saat sebuah SD Card yang terjatuh saat di pegang Godracx di saat pertarungan tadi.


Aku bangkit dan berlari ke bawah untuk mencari letak dimana SD Card itu jatuh.


" Bimo cari SD Card itu agar kita tau apa isi  SD Card itu," suruhku


" Baik tuan!"


Aku dan Bimo terus mencari SD Card itu. Tak lama aku menemukan SD Card itu di bawah reruntuhan kayu.


Dengan cepat ku masukan SD Card itu ke laptop. Namun, saat di putar sayangnya SD Card itu sudah tidak berfungsi.

__ADS_1


" Tuan sepertinya SD Card itu rusak,"


" Apa ada yang bisa memperbaiki nya?" Tanyaku


" Saya tidak tau tuan, tapi kita coba tanya ke orang service,"


" Ayok kita pergi sekarang!"


Aku dan Bimo bergegas pergi ke sebuah orang yang terkenal bisa memperbaiki segala kerusakan barang.


Skipp


" Bagaimana apa anda bisa memperbaiki nya?" Tanyaku


" Maaf pak SD Card ini sudah rusak parah, kalau saya perbaiki mungkin data-data nya akan hilang, tapi bapak tenang saja saya akan berusaha memperbaiki nya agar data-datanya tidak hilang, mungkin butuh waktu untuk memperbaiki nya," Jawabnya


" Lakukan yang terbaik. Kalau Anda bisa memperbaiki nya tanpa ada data-data yang hilang saya akan memberikan Anda bonus,"


" Baik pak saya akan melakukan semaksimal mungkin,"


Disisilain


" Jackson mana yah? Kok belum pulang juga udah malem kaya gini," Gumam Ara


Ara terus mondar-mandir tak bisa tidur karna terus memikirkan Jackson yang sejak pergi tadi tidak ada kabar sedikitpun.


Ara mencoba menelpon Jackson berharap Jackson mengangkat nya.


*


" Tuan dari perkataan Godracx tadi, sepertinya Godracx mengenal pria itu. Dan sepertinya pria itu mengenal tuan," ucapnya


" Iya kamu benar, saya tidak tau siapa dia, wajahnya sangat mirip dengan Godracx. Ahhh apa jangan-jangan Godracx punya kembaran?"


" Setau saya Godracx tidak punya saudara tuan," jawabnya


" Ouh gitu,"


Drttt_drtt_drtt


Pikiran ku tiba-tiba terhenti saat sebuah nama Ara di layar ponselnya, aku baru sadar kalau sejak tadi pergi aku tidak mengabarinya lagi Karna pokus dengan urusan Godracx. Dengan cepat aku menggeser warna hijau untuk mengangkat nya.


Bimo yang melihat siapa yang menelpon berniat pergi, Karna tidak ingin mengganggu tuannya lebih baik pergi ke parkiran lebih dulu.


" Tuan aku duluan ke mobil," izinya yang di angguki Jackson


" Ya hallo?"


" Huhh kamu kemana aja? Kenapa sampai sekarang belum pulang?"


Aku mendengar suara rendah Ara di sebrang sana.


Apa dia benar-benar mengkhawatirkan ku? Kenapa rasanya nyaman jika Ara menanyakan keadaannya seperti ini.


" Aku pulang sekarang!"


" Umm baiklah,"


" Apa kamu sudah makan?" Tanyaku pelan


" Hallo? Ara kamu masih di situ? Kenapa kamu diam saja?" Tanyaku karna tidak mendapat sautan dari Ara.


" Ah ya aku ada disini,"


" Jawab pertanyaan ku apa kamu sudah makan?" Tanyaku lagi


" Belum," Jawabnya


" Kenapa? Apa kamu ingin mati karna kelaparan?" Celetukku


' Shit kenapa lo katakan itu bego' setelah mengatakan hal itu aku tersadar dan.


" Em maksud ku kenapa belum makan? Apa kamu tidak lapar?" Tanyaku lagi


" Aku menunggu kamu pulang, makannya aku belum makan," Jawabnya


Jantungku berdetak tak normal seperti biasanya.


Apa dia benar menunggu ku? Astaga baru kali ini aku merasakan perasaan yang aneh di dalam diriku ini.


" Cepat makan! Jangan menunggu ku, aku sebentar lagi pulang," Suruhku


" Ti_"


Tutt_tutt_tutt


Aku mematikan sambungan telpon sepihak. Aku tidak mau mendengar suara nya lagi, Karna ntah kenapa saat mendengar suaranya aku merasakan perasaan yang tidak pernah aku dapatkan dari kecil saat kedua orangtua ku tiada.


...*...


...BERSAMBUNG...


...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YAH:)...


...hayoh komen yang bawel dong hehe...


...Gimana part kali ini? Seru ngak? Seru nggak_seru nggak_seru lah massa enggak😅...


...Kira-kira siapa yah pria misterius itu? ...


...A : Ferdy...


...B : Bimo...


...C : Catran...


...D : Chandra...


...E : Jackson...


...F : ??? (Musuh dari luar)...


...Hayoh siapa? ...

__ADS_1


...SEE YOU NEXT TIME:)...


__ADS_2