
...Happy Reading!...
Biasakan Follow dulu sebelum baca makasih!
Kali ini urusan dan tugasku semakin banyak karna Jack menambahkan tugasku sebagai sekretarisnya.
Di kantor Ara terus mengechek berkas-berkas yang harus Jack Tandatangani. Banyak berkas-berkas yang harus Ara siapkan, rasa sakit di kepala terus hadir dan munusuk-nusuk kepala Ara.
Tapi Ara menghiraukannya Ara tetap bekerja walaupun secara fisik Ara tak sanggup.
Kiran sebagai sahabat Ara yang melihat itu khawatir karna wajah Ara tiba-tiba pucat.
" Ara! Lo ngak papa?" Tanyanya
Aku mendongak melihat siapa yang sedang bertanya kepadanya.
" Gue ngapapa," jawabku
" Lo serius muka lo pucat banget. Gue antar lo ke rumah sakit yah!" Ujarnya
" Nghh ngak usah gue lagi banyak kerjaan! Gue gak papa kok lo lanjut aja kerja gue juga mau nganterin berkas ini ke pak jack dulu," Ucapku
" Adnan lo serius tunangannya Pak Jack?" Tanyanya yang berhasil membuatku menghentikan aktivitasku.
" Adnan! kenapa lo ngak bilang sama gue kalau lo itu_"
" Gue bukan tunangannya," Selorohku
Kiran terdiam bingung mendengar ucapanku
" Tapi kata Pak Jack_"
" Huhhhh ceritanya panjang gue pasti cerita sama lo tapi ngak sekarang, iņtinya gue sama dia ngak ada hubungan apa-apa oke. Yaudah gue ke ruang Pak Jackson dulu yah byee,"
Ara pergi meninggalkan Kiran disana.
PoV Author!
Ara bergegas pergi ke ruang Pak Jackson. Namun, saat di lift tiba-tiba lift bergetar hebat dengan lampu lift yang mengerjap-ngerjap.
" Ahkk Ada apa ini?" Ara ketakutan di dalam lift karna di dalam lift hanya ada Ara seorang.
BRAKKK_BRAKKK
" AHKKKKK," Teriakku
Lift itu menurun dengan sangat cepat.
Semua karyawan yang mendengar sebuah teriakan dan juga suara keras yang bertubrukan langsung mendekati arah sumber suara.
" Astaga lift itu akan terjatuh!" Ucap salah-satu karyawan yang ada disana.
" Ahkkk tolong siapapun tolong aku!" Teriakku
" Astaga di dalam sana ada orang! kita tidak mungkin bisa menolongnya lift itu sudah mau terjatuh bagaimana ini?" Ucap karyawan kantor.
" Mamah_Papah tolong Ara hiks Ara takut!"
Ara terduduk di sudut lift dengan kedua tangan berpegangan ke dinding lift.
BRAKKKK
" AHKKKK,"
Lift itu terus menurun dengan cepat yang membuat jantung Ara tidak bisa bernafas sangking ke takutannya.
Ruangan Jackson!
Di ruangan jackson sedang berdiri di depan jendela melihat pemandangan kota soul yang di padati dengan berbagai gedung tinggi dan kendaraan yang lulu lalang.
KREEKKK
Pintu terbuka tanpa ada yang mengetuknya terlebih dahulu.
Jack berbalik dan mendapati bawahannya yang sedang ngos-ngosan karna sedari pria itu menaiki anak tangga agar mbisa ke ruangan jackson.
" Apa Kamu Tidak Punya Sopan_santun Hahkk," Bentak Jackson
" M_maaf pak saya tidak sempat_"
" Tidak sempat apa yang sampai kamu tidak bisa mengetuk pintu terlebih dahulu hahk," Seloroh jack
" Itu pak Lift kantor rusak dan ingin terjatuh!" Tuturnya
" Lalu kenapa kamu malah bicara sama saya panggil orang yang bisa benerin lift,"
" Tapi pak di dalam lift itu ada orang!"
Jack terdiam beberapa detik setelah itu bergegas keluar menuju lift.
" Ara gue harus selamatin ara dia ada di dalam," Tanggis Kiran saat mengetahui yang ada di dalam lift itu Ara.
" Jangan Kiran itu berbahaya, kita tunggu petugas untuk selamatin Ara," Ucap karyawan itu menenangkan Kiran.
Semua khawatir dengan keadaan Ara yang ada di dalam sana. Tapi, tidak dengan Sonya_Sonya tersenyum senang melihat Ara yang terjebak di dalam Lift itu.
Jackson datang ke area lift.
Kiran menoleh ke arah Jack dan langsung mendekati Jack meminta bantuan.
" Pak Jack hiks tolong Ara_ Ara ada di dalam sana,"
__ADS_1
Deghh
Jackson terkejut saat tau kalau Ara yang ada di dalam sana, Jackson berjalan setengah berlari ke arah lift dan untung saja ada celah sedikit sehingga rey bisa melihat kondisi Ara yang sedang ketakutan di dalam sana.
" Ara!" Panggil jack di atas sana
Ara mendongak ke atas dan mendapati Jackson disana.
" Jack! To_tolong Aku_ A_aku takut,"
Ara benar-benar sangat ketakutan bahkan untuk berbicara pun rasanya berat.
" Ara pegang tangan aku!" Suruhnya
Ara mengeleng pertanda tidak mau.
" Ara percaya sama aku pegang tangan aku sekarang!" Ucapnya
Ara memberanikań diri bangkit dari duduknya dan meraih tangan jackson. Namun, belum beberapa detik ara berdiri Lift itu bergoyang dan
BRAKKKK
Lift itu semakin menurun dengan cepat!
" AAHKKKK JACK TOLONG AKU HIKS AKU TAKUT!"
" Sial!" Umpat Jack
Jackson berlari menuruni anak tangga satu demi satu menuju lantai bawah dan bergegas ke area lift.
Lagi-lagi ada celah sedikit disana, Jack melihat Ara benar-benar sangat ketakutan di dalam sana.
" Kalian cepat panggil petugas!" Suruh jackson ke karyawannya.
Jackson berniat turun ke dalam lift melalui celah itu tapi tiba-tiba Sonya menahannya.
" Jack kamu gila! îtu sangat berbahaya kita tunggu petugas datang," Sergah Sonya
Jack mengepis tangan Sonya.
" Saya tidak bisa melihat Tunangan saya ke takutan di dalam sana!" Ucap Jack dengan menekankan Kata Tunangan.
Jackson turun melalui celah sedikit itu.
Sonya yang melihat itu geram dan kesal karna Jackson menaruhkan nyawanya hanya karna wanita itu Ara.
Bughhh
Kini jackson sudah berada di dalam lift, Lift itu kini turun lebih cepat berbeda saat Ara sedang sendiri.
Lagi-lagi lift itu terhenti.
" Ara kamu ngak gapapa!" Tanyanya
Ara mendongak dan langsung memeluk jackson. Jackson terkejut saat pertama kali Ara memeluknya erat seperti ini. Jackson membalas pelukan Ara dengan keraguan, ada rasa benci karna wanita ini anak dari pembunuh itu. Tapi, disisi lain Jackson tidak bisa melihat Ara ketakutan.
" Jack hiks aku takut,"
" Kamu ngak usah takut ada aku disini!"
Jackson memeluk tubuh Ara erat.
" Jack a_apa kita a_akan selamat dari sini?" Tanyaku
" Iyah kita pasti akan selamat dari sini," Ucapnya bohong karna jujur Jack tidak bisa berbuat apa-apa karna tidak ada seorang pun yang bisa menghantikan ini semua termasuk Jack sekalipun.
Jack berbicara seperti itu hanya untuk membuat Ara merasa tenang saja.
Jackson mencoba untuk berdiri namun aksinya terhenti saat kala Ara menahannya.
" Jack jangan bergerak aku mohon!"
" Aku hanya ingin berpindah posisi_"
" Jangan aku mohon kalau kamu bergerak Lift ini akan jatuh aku mohon jangan aku takut hiks," Racau Ara ketakutan.
Jackson tidak bisa berbuat apa-apa saat melihat Ara yang benar-benar ketakutan.
" Aku tidak akan membiarkanmu kenapa-napa,"
Jackson mengeser tubuhnya ke belakang tubuh Ara sehingga kini Jackson berada disudut lift dengan memeluk Ara begitupun sebaliknya.
" A_apa yang kamu lakukan!" Tanyaku
Jack tidak menjawab, Jackson hanya memeluk erat tubuh ramping Adnan ke dalam dengkapannya.
" Jack kalau kamu melakukan ini kamu yang akan terluka!"
" Diam! apa dalam keadaan seperti ini kamu masih bisa mengkhawatirkan orang lain?" Sarkasnya.
BRAKKKK_BRAKKĶ
" Ahkkkk!!"
" Jack lift ini benar-benar akan terjatuh! A_aku ngak mau mati di sini jack, a_aku belum bisa membahagiakan Papah hiks,"
" Jangan berbicara omong kosong!" Sergahnya.
" Jack maafin aku juga papah hiks,"
" Jangan berbicara macam-macam Ara kalau kita terjatuh kita tidak akan kenapa-napa mengerti!"
" Pegang tangan aku!" Suruhnya
__ADS_1
Aku mendongak menatap jack
" U_untuk apa?" Tanyaku
" Pegang saja!"
Aku memegang tangan Rey erat seakan tidak pernah ingin lepas dari gengamannya.
Lift ini semakin bergetar hebat mungkin sebentar lagi lift ini akan terjatuh. Aku mendengar banyak suara yang berteriak di luar sana. Ku pejamkan mataku dan.
BRAKKKK_BRAKKK_BRAKKK
DUARRR
Lift ini terjatuh begitu keras hingga ke lantai bawah karna benturan keras itu sehingga lift itu hancur, Jackson menahan dan menghalangi tubuhku dengan tubuhnya sehingga tubuhku beradu dengan tubuhnya sedangkan tubuh jack beradu dengan dinding Lift itu.
Jacksoń terluka, banyak darah yang mengalir dari tubuhnya apalagi di area kepalanya, begitu juga dengan Ara_ Ara sudah tak sadarkan diri karna sejak tadi Ara menahan rasa sakit di kepalanya di tambah benturan keras lift ini.
" Ara bangun kamu pasti kuat!" Ucap jack mencoba membangunkan Ara
Jackson terbaring lemas berhadapan dengan Ara. Jackson masih sadar sehingga dia bisa melihat wajah pucat adnan dengan di keningnyà mengalir darah segar.
Tangan Ara sudah lemas tetapi Jackson masih mengengam tangan Ara erat.
" Ayok buka_buka," Teriakan dari luar.
Orang-orang di luar sempat tidak bisa membuka pintu lift, tapi dengan mereka berusaha akhirnya pintu lift itu terbuka.
KREEKKK
Petugas itu langsung masuk ke dalam lift dan langsung membawa Ara keluar. Perlahan tangan jackson terlepas dari tangan Adnan dan di situlah Jackson mulai tak sadarkan diri.
" Astaga Jackson! Pak tolong Pak Jackson," Sonya khawatir saat melihat kondisi Jackson yang sudah berumuran darah.
Petugas itu membawa Ara dan Jackson Ke rumah sakit yang sama. Namun, Sonya memberikan perintah kalau ruangan Jackson di bedakan dengan ruangan Ara. Mereka menuruti kemauan Sonya karna Sonya mengaku kalau Sonya adalah masih menjadi Sekretarisnya.
Di rumah sakit khususnya ruang UGD Jackson di tangani oleh seorang Dokter. Dokter itu mencoba menghentikan darah yang terus keluar tanpa henti. Banyak darah yang terus keluar di area kepala Jackson hal itu membuat Jackson mengalami kehilangan darah dan membutuhkan donor darah secepatnya.
Disisi lain dokter sedang menangani Ara, Dokter itu memberikan menangganan pertama untuk Ara.
Dokter itu memberikan Oksigen yang cukup untuk Ara karna sedari tadi Ara tidak bisa bernafas karna terlalu lama di dalam lift.
*
~ Ruang UGD
" Dok gimana keadaan Jackson sekarang?" Tanya Sonya
" Pasien kritis, pasien harus mendapatkan donor darah secepatnya kalau tidak kondisi pasien akan semakin memburuk,"
" Lalu apa yang dokter lakukan! cepat berikan donor darah itu?" Sarkasnya
" Maaf mbak di rumah sakit ini sedang tidak ada stok donor darah dengan golongan darah O," Ucapnya
" Apah rumah sakit sebesar ini tidak ada golongan darah O sedikitpun! Hahh rumah sakit macam apa ini,"
" Dimana gue nemuin golongan darah O itu?" Gumam
" Yaudah sana pergi!" usirnya
" Baik! tapi saya ingatkan mbak harus berikan donor darah itu secepatnya kalau tidak kondisi pasien akan semakin memburuk," Dokter itu kembali masuk ke dalam ruang UGD.
" Hahh (tersenyum Licik) Gue harus cepat-cepat dapetin donor darah itu supaya nanti saat Jackson bangun dia tau kalau gue yang sudah bantu dia dapetin donor darah itu dan gue bisa ambil kesempatan ini agar bisa mendapatkan Jack seutuhnya,"
*
Di ruang UGD lain Kiran masih setia menunggu di tempat tunggu.
" Kiran bagaimana keadaan Ara?" Seseorang datang tiba-tiba menghampiri Kiran.
" Om!"
" Iyah ini om!" Lanjutnya
Ferdy datang ke rumah sakit diam-diam untuk melihat kondisi putrinya saat ini. Ferdy berpenampilan beda dengan kepala yang ia tutupi dengan topi hitamnya.
" Ara masih di periksa om!" Ucapnya
" Gimana ceritanya kenapa putri om bisa seperti ini?" Tanyanya
" Ara kecelakaan di Lift om, Ara ngak tau kalau lift itu rusak dan akhirnya terjatuh!"
" Astaga kenapa kamu tidak menjaganya,"
" Maaf om kiran gak tau!" cicitnya.
KREEKKK
Pintu itu terbuka menampilkan Dokter yang sudah menangani Ara.
" Dokter bagaimana keadaan putri saya?" Tanyanya
" Putri bapak sudah melewati masa kritisnya kita tinggal tunggu saja putri bapak siuman," Ucapnya
" Boleh saya masuk!"
" Silahkan tapi setelah pasien kami pindahkan ke ruang pemulihan!" ucapnya
Dokter itu masuk kembali keruang UGD dan membawa Ara Keluar dengan kondisi Ara yang masih tak sadarkan diri.
__ADS_1
...Bersambung...
Jangan Lupa Like, Komen, Vote And Follow.